Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN ETIKA PROFESI KEPENDIDIKAN PADA GURU UNTUK MEMBANGUN NILAI-NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PPKN Fatimah Az-zahra; Triya Anggraini; Rouli br Lumban Batu; Devi Sri Wahyuni; Sri Yunita
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7464

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Dalam dunia pendidikan, peran etika profesi bagi guru sangat di perlukan untuk melaksanakan pembelajran, terutama dalam mata pelajaran PPKn yang mengajarkan tentang pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran etika profesi kependidikan yang diterapkan oleh guru untuk membangun nilai-nilai karakter peserta didik dalam pembelajaran PPKn. Metode penelitian pada artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dengan cara mengumpulkan informasi yang dibaca dan dicatat dari sumber yang relevan baik buku maupun jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran etika profesi pada guru sangat di perlukan untuk membentuk karakter peserta didik dan guru harus menerapkan prinsip-prinsip etika profesi dan mengintegrasikan di dalam pembelajaran. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan dalam pendidikan formal untuk membina sikap moral peserta didik agar memiliki karakter dan berkepribadian yang positif sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Analysis of the Implementation of the Prohibition of Littering Waste in Law No. 32 of 2009 Concerning Environmental Protection and Management Rouli Br Lumban Batu; Bangun, Jacklyn Alona Br; Husin, Muhammad Habib; Br Lumban Batu, Rouli; Purba, Viona Francesca; Manalu, Vivin Silvia Boang; Nababan, Ramsul; Ibrahim, Maulana
Indonesian Journal of Advanced Research Vol. 2 No. 12 (2023): December 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijar.v2i12.6988

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the prohibition on littering as regulated in Law Number 32 of 2009. The research method used is analysis of secondary data from various sources such as literature, government reports and related case studies. The results of the analysis show that the implementation of the ban on littering still experiences several obstacles. Factors such as a lack of public awareness of the importance of maintaining a clean environment, limited waste management infrastructure, and a lack of consistent law enforcement are some of the main factors influencing the successful implementation of this Law. In addition, there needs to be a collaborative effort between the government, society and the private sector to increase understanding of the importance of environmental cleanliness and strengthen infrastructure and an effective law enforcement system to ensure compliance with the prohibition on littering. This research suggests the need for a holistic and sustainable approach in addressing this problem, through broader environmental education, stronger policy development, adequate resource allocation, and increased public awareness and participation in keeping the environment clean.
PERAN ETIKA PROFESI KEPENDIDIKAN PADA GURU UNTUK MEMBANGUN NILAI-NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PPKN Fatimah Az-zahra; Triya Anggraini; Rouli br Lumban Batu; Devi Sri Wahyuni; Sri Yunita
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7464

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Dalam dunia pendidikan, peran etika profesi bagi guru sangat di perlukan untuk melaksanakan pembelajran, terutama dalam mata pelajaran PPKn yang mengajarkan tentang pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran etika profesi kependidikan yang diterapkan oleh guru untuk membangun nilai-nilai karakter peserta didik dalam pembelajaran PPKn. Metode penelitian pada artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dengan cara mengumpulkan informasi yang dibaca dan dicatat dari sumber yang relevan baik buku maupun jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran etika profesi pada guru sangat di perlukan untuk membentuk karakter peserta didik dan guru harus menerapkan prinsip-prinsip etika profesi dan mengintegrasikan di dalam pembelajaran. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan dalam pendidikan formal untuk membina sikap moral peserta didik agar memiliki karakter dan berkepribadian yang positif sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Dampak Perubahan Teknologi Komunikasi Terhadap Peningkatan Kejahatan Sosial: Studi Kasus Penggunaan Media Sosial Di Era Digital Viona Francesca Purba; Rouli Br Lumban Batu; Reh Bungana Beru Perangin-Angin; Maulana Ibrahim
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 1 No. 3 (2023): Legal Development of Local Business Transactions and Contemporary Law in Indone
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v1i3.79

Abstract

Abstract This research delves into the impact of crimes on social media and the legal efforts that can be undertaken within the context of the Electronic Information and Transactions Law. Issues encompass the dissemination of fake news, online harassment, and digital identity theft, causing growing concern among the public. The research aims to analyze the relevance of Article 27 Paragraph (3), Article 28, and Article 29 of the ITE Law in addressing these crimes. The research employs a normative analysis approach to the existing laws and a literature review on the legal developments of social media. The findings reveal that the articles in the ITE Law provide a relevant legal foundation but give rise to controversies regarding their interpretation. The conclusion emphasizes the necessity of balancing law enforcement and the protection of individual rights, along with the impetus for a legislative revision that is more adaptive to the dynamics of social media. Keywords: Technology, Crime, Social Media Abstrak Penelitian ini mendalami dampak kejahatan di media sosial dan upaya hukum yang dapat diambil dalam konteks Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Permasalahan mencakup penyebaran berita palsu, pelecehan online, dan pencurian identitas digital yang semakin meresahkan masyarakat. Tujuan penelitian adalah menganalisis relevansi Pasal 27 Ayat (3), Pasal 28, dan Pasal 29 UU ITE dalam menanggapi kejahatan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis normatif terhadap undang-undang yang berlaku dan studi literatur terkait perkembangan hukum media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pasal-pasal UU ITE memberikan landasan hukum yang relevan namun memunculkan kontroversi terkait interpretasinya. Kesimpulan penelitian ini menekankan perlunya keseimbangan antara penegakan hukum dan perlindungan hak asasi individu, serta dorongan untuk melakukan revisi undang-undang yang lebih adaptif terhadap dinamika media sosial. Kata Kunci: Teknologi, Kejahatan, Media Sosial
Hambatan Dan Alternatif Solusi: Peningkatan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran Ppkn Di Sekolah Menengah Atas Rouli Br Lumban Batu; Viona Francesca Purba; Nadira Zawani; Devi Sri Wahyuni; Bayu Ardian Syahputra; Fazli Rachman
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 1 No. 2 (2023): "Strategic Leadership and Academic Enhancement: Insights from Islamic Elementar
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v1i2.86

Abstract

This research aims to explore the challenges and learning media of Pancasila and Civic Education (PPKn) in high schools through a qualitative approach. The focus of this case study is high school students, where in-depth interviews and participatory observations were employed to gather contextual data. Thematic analysis was conducted to identify patterns and main themes from the interviews and observations. The findings of the research reveal a profound understanding of high school students regarding the challenges in learning PPKn, involving their perceptions of the utilized learning media. Conclusions are drawn through synthesizing the findings, considering the differences and similarities in students' perspectives. The qualitative method was chosen for its efficiency in providing an in-depth understanding of students' perceptions within a limited timeframe. This research contributes to a better understanding of the dynamics of PPKn learning in high schools and lays the foundation for further improvements in the learning process. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tantangan dan media pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMA melalui pendekatan kualitatif. Fokus studi kasus ini adalah siswa SMA, di mana wawancara mendalam dan pengamatan partisipatif digunakan untuk mengumpulkan data kontekstual. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema utama dari wawancara dan observasi.Hasil penelitian mengungkapkan pemahaman mendalam siswa/I SMA terhadap tantangan dalam pembelajaran PPKn, serta melibatkan persepsi mereka terhadap media pembelajaran yang digunakan. Kesimpulan ditarik melalui sintesis temuan, mempertimbangkan perbedaan dan persamaan pandangan siswa. Metode kualitatif dipilih karena memberikan pemahaman mendalam terkait persepsi siswa dalam batas waktu yang efisien. Penelitian ini memberikan kontribusi pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika pembelajaran PPKn di SMA dan memberikan landasan bagi perbaikan lebih lanjut dalam proses pembelajaran ini.