Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Proses Penyusunan Uraian Pekerjaan Berdasarkan Tahapan Analisis Pekerjaan Staf Administrasi Underwriting Pada Perusahaan Asuransi Umum Fatimah Az-Zahra; Sri Endang Kamuljan
JURNAL MAHASISWA BINA INSANI Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Mahasiswa Bina Insani (Agustus 2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.461 KB)

Abstract

Abstrak: Suatu perusahaan perlu melaksanakan analisis pekerjaan, karena analisis pekerjaan merupakan salah satu prose mendapatkan gambaran tentang suatu pekerjaan. Analisis pekerjaan memiliki tahapan yang akan menghasilkan uraian pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses penyusunan uraian pekerjaan berdasarkan tahapan analisis pekerjaan staf administrasi klaim bagian teknik pada perusahaan dan metode yang digunakan untuk melakukan peneliatan adalah dengan wawancara dan data dari perusahaan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan yang dilakukan perusahaan yaitu, merencanakan analisis pekerjaan, mempersiapkan analisis pekerjaan, implementasi analisis pekerjaan, dan evaluasi analisis pekerjaan, dari tahapan-tahapan tersebut maka menghasilkan uraian pekerjaan. Kata Kunci: analisis pekerjaan, asuransi, proses, uraian pekerjaan. Abstract: A Company needs to carry out job analysis, because job analysis is one of process to get an overview of the work. Job analysis has phases which will generate job description and job specification effectively and efficiently. The purpose of this research is to know the process of the preparation of job description based on phases of job analysis administration underwriting/claim staff, technique section in company and the methods used to conduct research is by interview and the data of the company. The result showed that the company carried out phases are, planning job analysis, preparing job analysis, implementation job analysis, and evaluation job analysis of the phases, the phases generate job description. Keywords: , job analysis, insurance, process, job description.
PENGLIBATAN DALAM AKTIVITI BAGI MENGURANGKAN MASALAH TINGKAH LAKU HIPERAKTIF Yusop Malie; Fatimah Az-Zahra; Nur Farhana Kamel; Nurulain Pusa; Ririn Yiichasiani; Sabariah Ahmad
ICoTE Proceedings Vol 2, No 1 (2018): ICoTE Proceedings 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.204 KB)

Abstract

The purpose of this study was to investigate the behaviour problems of trainees in Community- Based Rehabilitation (CBR) related to hyperactive. This study involved a trainee named Fariz from one of the Community-Based Rehabilitation. Observation method was used in this study to be recorded for two weeks about the hyperactive behaviour shown. Various activities were held to find out how the impact of the trainee’s involvement in order to maintain his focus span. The finding of this study shows that there was a positive feedback regarding the less hyperactive behaviour shown by the trainee when given a role or work. This study also recommended other suggestions to reduce the hyperactive behaviors among children with learning disabilities. 
Peran Program “Fun and Meaningful Learning” oleh Mahasiswa KKN UPI dalam Pembelajaran dengan Model Gamifikasi di SDN 02 Balewangi Wulanda Wafi; Celline Putriana Oktaviandi Syeira; Fatimah Az-Zahra
ABMAS Vol 24, No 1 (2024): Jurnal Abmas, Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.62778

Abstract

Pendidikan menjadi salah satu bidang yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi dan ilmu pengetahuan juga semakin berkembang. Program pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Mahasiswa UPI dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertemakan SDG’s khususnya terkait bidang pendidikan di Desa Balewangi yang termuat dalam tulisan ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran yang menyenangkan sebagai solusi supaya peserta didik tidak mudah merasa jenuh saat kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Gamifikasi merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan teknik desain permainan dalam penyelesaian masalahnya. Dalam pelaksanaan program ‘Fun and Meaningful Learning’ dengan model pembelajaran gamifikasi, peserta didik menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi saat proses pembelajaran dilaksanakan
Strategi Organisasi Pendidikan di Tingkat Sekolah Menengah dalam Menghadapi Tantangan Global Alya Fatma Hadi; Fatimah Az-Zahra; Nadiya Salsabila
Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 1 (2023): Juni : Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, dan Pengajarannya
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/protasis.v2i1.87

Abstract

Educational organization strategy is the most important element in facing global challenges at the secondary school level. In an increasingly complex era of globalization, secondary schools are expected to be able to produce graduates who are competent and ready to face the demands of the rapidly changing world of work. This article was created to find out and analyze how the strategy of educational organizations at the secondary school level in facing global challenges. This research uses a qualitative approach with a descriptive method research type sourced from literature studies. Literature study is one of the research methods that uses the results of reviews from other journals as a source of reference. From the results it is known that: (1) Educational organization must be well implemented in secondary schools in line with the times. (2) It is important for education to be integrated with strategic management that ensures that educational goals and long-term vision are achieved. (3) Education as an organization also needs compact cooperation between the community and the government to build synergy between educational institutions.
PENGELOLAAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN SEBAGAI PENDUKUNG KEBERHASILAN PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK DI SEKOLAH DASAR Fatimah Az-zahra; Nadya Nizar Syafina; Selviana Willhelmina Kue; Prihantini, Prihantini
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2023): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : CV SWA Anugrah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i3.1590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep konsep dari pengelolaan kurikulum dan pembelajaran peserta didik dan faktor faktor pendukung serta faktor penghambat dari keberhasilan pengelolaan kurikulum dan pembelajaran peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini juga menggunakan metode studi literatur yang dimana penulis mengumpulkan data data mengenai judul masalah diatas. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa, jika didalam sebuah proses pembelajaran dengan pengelolaan kurikulum yang baik, maka hasilnya juga akan baik sesuai dengan apa yang kita inginkan. Sama seperti dengan pengelolaan kurikulum yang dimana memiliki sarana dan prasarana yang baik maka akan menunjang keberhasilan pada saat prosesnya. Oleh karena itu, sekolah dengan sarana dan prasarana yang baik dan menunjang maka tingkat keberhasilan pembelajaran peserta didiknya pun juga akan meningkat sehingga pengelolaan kurikulum dan pembelajaran juga akan terlaksana dengan baik dan efektif.
Kedudukan Wakil Presiden Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Menurut UUDNRI 1945 Fatimah Az-Zahra; Sinaga, Andre Dwi Putra; Stefy Margaretha; Kezia Thasa Emteta Karina Bangun; Lestari Lumbanbatu; Nadira Zawani; Ramsul Nababan; Maulana Ibrahim
Garuda: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Dan Filsafat Vol. 1 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/garuda.v1i4.1958

Abstract

Satu langkah di bawah presiden di cabang eksekutif adalah wakil presiden. Wakil presiden membantu presiden dalam melaksanakan tugasnya, sesuai dengan Pasal 4 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Meskipun ada perubahan sebelumnya pada Konstitusi, struktur konstitusional Republik Indonesia tidak secara tegas mendefinisikan tanggung jawab dan wewenang wakil presiden. Akibatnya, tidak jelas apa tanggung jawab wakil presiden. Wakil presiden masih dianggap sebagai individu yang terpisah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, jenis penyelidikan hukum yang mencakup proses pengumpulan data menyeluruh yang melibatkan pencarian perpustakaan untuk literatur yang relevan atau sumber sekunder. Ketika presiden meninggalkan jabatannya karena pengunduran diri, hambatan untuk melakukan tanggung jawabnya, seperti ketika dia meninggal saat menjabat, atau ketika dia memindahkan kepresidenan, Wakil Presiden memiliki tanggung jawab dan kekuasaan untuk melakukannya.
ISLAMIC PARENTING SEBAGAI SOLUSI GENERASI ALPHA YANG KECANDUAN GADGET Evita Nor Effendy; Fatimah Az-Zahra; Nadya Nizar Syafina; Syarifah Dwi Yanti; Wafa Nurbayinah; Asep Rudi Nurjaman
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 3 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v3i2.2723

Abstract

Islam di era teknologi terhadap generasi Alpha melibatkan interaksi antara agama islam dan generasi yang sangat erat dengan perkembangan teknologi termasuk Generasi Alpha (Gen Alpha). Gen alpha adalah generasi yang lahir antara tahun 2010 hingga 2015 yang dikenal karena ketergantungan mereka terhadap teknologi digital dan dinilai sebagai generasi yang cerdas dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Generasi Alpha sering kali sibuk dengan gadget mereka dengan bermain game serta cenderung tidak dapat terlepas dari pengaruh teknologi dalam kehidupan sehari hari, sehingga mereka lalai terhadap ibadah dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan gadget mereka. Saat ini, kurangnya pendidikan dan pola asuh dari orang tua dapat menjadi faktor pemicu turunnya karakter religius pada generasi Alpha. Banyak sekali peran yang dilakukan orang tua dalam upaya pembentukan karakter religius anak, akan tetapi dalam penerapannya hal tersebut dirasa kurang maksimal apabila orang tua masih acuh tak acuh untuk memberikan pengawasan dan perhatian kepada anak mereka. Oleh karena itu tujuan penulis menggunakan judul ini adalah untuk mengetahui seberapa penting islamic parenting pada generasi alpha yang kecanduan gadget. Artikel ini menggunakan metode pendekatan kualitatif yang dimana bertujuan untuk memahami, menjelaskan fenomena sosial secara mendalam melalui interpretasi konteks, pengalaman dan perspektif individu yang terlibat dalam fenomena tersebut serta menggunakan teknik pengumpulan data melalui kuesioner untuk memperkuat data yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
PENERAPAN PERATURAN DAERAH NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PENANGANAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS OLEH DINAS SOSIAL SUMATERA UTARA Fatimah Az-Zahra; Bayu Ardian Syahputra; Kezia Thasa Emteta Karina Bangun; Vivin Silvia Boang Manalu; Jamaludin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i2.297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan atau upaya pemerintah melalui lembaga yang berperan sebagai penanggulangan masalah sosial gelandangan dan pengemis, maka dari itu peran Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara melaksanakan pembenahan bagi para gelandangan dan pengemis dengan melaksanakan kegiatan Preentif, Preventif, Responsif, Rehabilitasi Sosial dan Kegiatan yang dapat menyelesaikan permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, Untuk mendapatkan keterangan dan dan hasil digunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa upaya rehabilitasi yang diadakan oleh Dinas Sosial Provsu terhadap tunawisma/gelandangan dan golongan papa, mendapatkan tanggapan yang baik dari mereka. Keterangan dari mereka, menjelaskan bahwa mereka dibekali dengan bermacam kemahiran untuk bisa mandiri sehingga tidak turun lagi ke jalan. Mereka juga lebih termotivasi untuk menjalani hidup yang lebih baik lagi. Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2008 dapat dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan dan dapat diterima oleh masyarakat.
Educational Organizational Strategies at The Secondary School Level in Facing Global Challenges Hadi, Alya Fatma; Fatimah Az-Zahra; Nadiya Salsabila
International Journal of Geography, Social, and Multicultural Education Vol. 1 No. 2 (2023): 1 October 2023
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ijgsme.v1n2.p40-48

Abstract

Educational organization strategy is the most important element in facing global challenges at the secondary school level. In an increasingly complex era of globalization, secondary schools are expected to be able to produce graduates who are competent and ready to face the demands of the rapidly changing world of work. This article was created to find out and analyze the strategies of educational organizations at the secondary school level in facing global challenges. This research uses a qualitative approach with a descriptive research method sourced from literature study. Literature study is a research method that uses review results from other journals as a reference source. From these results it is known that: (1) Educational organization must be implemented well in secondary schools in line with current developments. (2) It is important for education to be integrated with strategic management that ensures that educational goals and long-term vision are achieved. (3) Education as an organization also needs compact cooperation between society and government to build synergy between educational institutions
PERAN ETIKA PROFESI KEPENDIDIKAN PADA GURU UNTUK MEMBANGUN NILAI-NILAI KARAKTER PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PPKN Fatimah Az-zahra; Triya Anggraini; Rouli br Lumban Batu; Devi Sri Wahyuni; Sri Yunita
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 8 No 2 (2024): Volume 8 Nomor 2 Edisi Desember 2024
Publisher : IKIP PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v8i2.7464

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Dalam dunia pendidikan, peran etika profesi bagi guru sangat di perlukan untuk melaksanakan pembelajran, terutama dalam mata pelajaran PPKn yang mengajarkan tentang pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran etika profesi kependidikan yang diterapkan oleh guru untuk membangun nilai-nilai karakter peserta didik dalam pembelajaran PPKn. Metode penelitian pada artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dengan cara mengumpulkan informasi yang dibaca dan dicatat dari sumber yang relevan baik buku maupun jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran etika profesi pada guru sangat di perlukan untuk membentuk karakter peserta didik dan guru harus menerapkan prinsip-prinsip etika profesi dan mengintegrasikan di dalam pembelajaran. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan dalam pendidikan formal untuk membina sikap moral peserta didik agar memiliki karakter dan berkepribadian yang positif sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.