Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan

PENILAIAN PERFORMA DALAM PEMBELAJARAN SAINS Purnama, R. Dicky Agus; Pribadi, Benny Agus
Jurnal Pendidikan Vol 15 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article will elaborate the use of performance assessment to measure students competencies in learning science. What type of performance assessment appropriate to assess students learning outcome of science? The answer of this question is necessary for the teachers to determine the best assessment technique in science. Basically science can be considered as the root of knowledge and technology. Learning activities in science should be designed in order to facilitate students learning. It is a constructive process which requires students to study concepts inductively. Learning activities in science should be based on constructivism learning theory which encourages students to build their own knowledge and to apply it in the real world. Learning science should involve several essentials activities such as student involvement (engagement); extracting knowledge (exploration); presenting the findings (explanation); understanding knowledge (elaboration); and achievement learning competencies (assessment). It is necessary to implement performance assessment to measure the students learning outcome in science. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengelaborasi implementasi penilaian performa siswa untuk mengukur kemampuan siswa dalam mempelajari isi atau mata pelajaran sains. Bentuk penilaian seperti apa yang diperlukan untuk mengetahui kompetensi siswa setelah mempelajari mata pelajaran sains? Jawaban terhadap pertanyaan ini sangat diperlukan untuk dapat merancang dan mengembangkan sistem penilaian untuk mengukur kemampuan siswa dalam mata pelajaran sains. Sains atau science pada hakekatnya merupakan akar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Pembelajaran sains pada semua jenjang pendidikan perlu dirancang agar menarik dan bermakna bagi siswa. Aktivitas dalam pembelajaran sains harus memanfaatkan pendekatan dan teori belajar konstruktivistik yang mendorong siswa dapat membangun pengetahuan dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata. Pembelajaran sains berbasis teori belajar konstruktivistik bercirikan belajar seperti: Keterlibatan siswa (engagement); penggalian pengetahuan (exploration); penjelasan (explanation); penjabaran (elaboration); dan penilaian (assessment). Dalam aktivitas pebelajaran sains berbasis teori belajar konstruktivistik penilaian hasil belajar menekankan pada performa siswa dalam mengintegrasikan pengetahuan-fenomena alam. Artikel ini akan mengupas implementasi konsep penilaian performa atau performance assessmentdalam pembelajaran sains berbasis teori belajar konstruktivistik.
TES PERFORMA DAN KECERDASAN MAJEMUK Pribadi, Benny Agus; Lestari, Sri
Jurnal Pendidikan Vol 12 No 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning paradigm had been shifted to "student centered in which teacher or instructor role is more as facilitators who help students develop optimal potential. In order to be effective teacher needs to better understand all potentials of students. One form of the potential is multiple intelligences. To determine the learning achievement, the assessment should cover multiple intelligence-based learning outcomes which are performance tests. Variety of performance tests can be used to assess the actual performance or learning outcomes achieved by students.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR MODULAR UNTUK PENDIDIKAN ANAK BERBAKAT Benny A. Pribadi; Asnah Said; Surachman Dimyati
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3674.771 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i1.303.2015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan materi pembelajaran modular yang dapat digunakan sebagai model untuk mendukung program pendidikan untuk siswa berbakat. Penelitian dan pendekatan pembangunan, dikeemukakan oleh Borg, Gall dan Gall (2007), digunakan untuk mengembangkan materi. Borg, Gall dan Gall menyarankan untuk menerapkan sepuluh langkah dari Dick, Carey dan Carey (2010) model untuk mengembangkan bahan ajar. Sepuluh langkah tersebut meliputi: (1) mengidentifikasi tujuan isntructional; (2) melakukan analisis instruksional: (3) mengidentifikasi perilaku entri; (4) menulis tujuan performace; (5) mengembangkan kriteria referensi tes; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran; (8) mengembangkan dan melakukan evaluasi formatif; (9) merevisi instruksi; (10) mengembangkan dan melakukan evaluasi sumatif. Kesepuluh langkah ini digunakan untuk mengembangkan pendekatan modular bahan ajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru dan pendidik dalam merancang program pembelajaran untuk anak-anak berbakat.
PENILAIAN PERFORMA DALAM PEMBELAJARAN SAINS R. Dicky Agus Purnama; Benny Agus Pribadi
Jurnal Pendidikan Vol. 15 No. 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.222 KB) | DOI: 10.33830/jp.v15i1.374.2014

Abstract

This article will elaborate the use of performance assessment to measure students competencies in learning science. What type of performance assessment appropriate to assess students learning outcome of science? The answer of this question is necessary for the teachers to determine the best assessment technique in science. Basically science can be considered as the root of knowledge and technology. Learning activities in science should be designed in order to facilitate students learning. It is a constructive process which requires students to study concepts inductively. Learning activities in science should be based on constructivism learning theory which encourages students to build their own knowledge and to apply it in the real world. Learning science should involve several essentials activities such as student involvement (engagement); extracting knowledge (exploration); presenting the findings (explanation); understanding knowledge (elaboration); and achievement learning competencies (assessment). It is necessary to implement performance assessment to measure the students learning outcome in science. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengelaborasi implementasi penilaian performa siswa untuk mengukur kemampuan siswa dalam mempelajari isi atau mata pelajaran sains. Bentuk penilaian seperti apa yang diperlukan untuk mengetahui kompetensi siswa setelah mempelajari mata pelajaran sains? Jawaban terhadap pertanyaan ini sangat diperlukan untuk dapat merancang dan mengembangkan sistem penilaian untuk mengukur kemampuan siswa dalam mata pelajaran sains. Sains atau science pada hakekatnya merupakan akar perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Pembelajaran sains pada semua jenjang pendidikan perlu dirancang agar menarik dan bermakna bagi siswa. Aktivitas dalam pembelajaran sains harus memanfaatkan pendekatan dan teori belajar konstruktivistik yang mendorong siswa dapat membangun pengetahuan dan mengaplikasikannya dalam dunia nyata. Pembelajaran sains berbasis teori belajar konstruktivistik bercirikan belajar seperti: Keterlibatan siswa (engagement); penggalian pengetahuan (exploration); penjelasan (explanation); penjabaran (elaboration); dan penilaian (assessment). Dalam aktivitas pebelajaran sains berbasis teori belajar konstruktivistik penilaian hasil belajar menekankan pada performa siswa dalam mengintegrasikan pengetahuan-fenomena alam. Artikel ini akan mengupas implementasi konsep penilaian performa atau performance assessmentdalam pembelajaran sains berbasis teori belajar konstruktivistik.
TES PERFORMA DAN KECERDASAN MAJEMUK Benny Agus Pribadi; Sri Lestari
Jurnal Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2011)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.381 KB) | DOI: 10.33830/jp.v12i1.491.2011

Abstract

Learning paradigm had been shifted to "student centered in which teacher or instructor role is more as facilitators who help students develop optimal potential. In order to be effective teacher needs to better understand all potentials of students. One form of the potential is multiple intelligences. To determine the learning achievement, the assessment should cover multiple intelligence-based learning outcomes which are performance tests. Variety of performance tests can be used to assess the actual performance or learning outcomes achieved by students.