Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendampingan penyusunan proposal hibah penelitian dalam penguatan kapasitas dosen Fakultas Teknik Ian, Muhammad Rezki; Jamal, Jamal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38051

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas dosen dalam menyusun proposal penelitian dana hibah yang berkualitas. Sejak berdirinya Fakultas Teknik dan Rekayasa (FTR) diketahui bahwa dosen penerima dana hibah penelitian sangat minim. Dosen Fakultas Teknik yang pertama menerima dana hibah diketahui dimulai tahun 2024 yaitu sebanyak 2 orang sebagai ketua tim peneliti. Setelah dilakukan observasi, ditemukan berbagai kendala dalam menyusun proposal penelitian hibah seperti ketidaktepatan perumusan masalah, ketidaksesuaian metodologi, ketidakjelasan luaran, serta kesalahan umum seperti administrasi yang dapat mempengaruhi kelayakan proposal. Dalam mengatasi masalah tersebut, dilakukan kegiatan yang berbentuk sosialisasi dan Sharing Session dengan pendekatan edukatif dan partisipatif sehingga terjadi diskusi dan interaksi dua arah dengan peserta. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 15 peserta yaitu dosen yang tersebar di Fakultas Teknik dan Rekayasa. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukkan peserta mengalami peningkatan pemahaman di keempat aspek tersebut. Perbaikan secara signifikan terjadi pada aspek administrasi, substansi dan luaran khususnya pada format penulisan, referensi, RAB, latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan keterukuran luaran serta pemilihan rumah jurnal. Sementara itu, parbaikan pada aspek metodologi memiliki kecenderungan bersifat penyempurnaan sehingga perubahan yang terjadi relatif lebih sedikit meskipun tingkat pemahaman sangat tinggi. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini efektif dalam mendorong peserta untuk merefleksikan dan memperbaiki kualitas proposal penelitian yang disusun. Pendekatan sosialisasi dan Sharing Session terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta terhadap aspek-aspek penting dalam penyusunan proposal penelitian, sehingga berpotensi mendukung peningkatan kualitas pengajuan penelitian pada periode selanjutnya. Kata kunci: pengabdian kepada masyarakat; proposal penelitian; pendampingan dosen; peningkatan kapasitas; evaluasi proposal. Abstract This community service activity aims to enhance lecturers’ understanding and capacity in preparing high-quality research grant proposals. Since the establishment of the Faculty of Engineering, the number of lecturers who have successfully obtained research grants has been very limited. Records indicate that the first lecturers from FTR to receive research funding only emerged in 2024, involving two lecturers serving as research team leaders. Preliminary observations revealed several common obstacles in proposal preparation, including inaccurate problem formulation, inappropriate methodological design, unclear and unmeasurable research outputs, as well as administrative deficiencies that may affect proposal feasibility. To address these challenges, this community service program was implemented through socialization activities and Sharing Sessions using an educational and participatory approach. This approach facilitated two-way discussions and active interactions between the facilitators and participants. The activity was attended by 15 lecturers from various departments within the Faculty of Engineering. Evaluation results indicate an overall improvement in participants’ understanding across four key aspects: administration, substance, methodology, and outputs. Significant improvements were observed in administrative, substantive, and output aspects, particularly in writing format, referencing, budget planning (RAB), background formulation, problem identification, research objectives, output measurability, and journal selection. Meanwhile, methodological improvements tended to involve refinement rather than major changes, reflecting a high level of initial understanding. Overall, this community service activity was effective in encouraging participants to reflect on and improve the quality of their research proposals and is expected to support higher-quality research submissions in future funding periods. Keywords: community service; research proposals; lecturer mentoring; capacity building; proposal evaluation.
Workshop Peningkatan Wawasan Konsep Rekayasa Hijau pada Sektor Infrastruktur dan Industri Wahyudiono Wahyudiono; Harlinda Rasvi Nabela; Muhammad Rezki Ian; Yohandika Tri Apriliyanto; Jamal .; Beta Arya Ash Shidik; Sufrotun Khasanah; Demmy Adhi Mulya Darma
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 9, No 2 (2026): MEI 2026
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v9i2.3297

Abstract

Selama sepuluh tahun terakhir, degradasi lingkungan dan perubahan iklim telah menjadi masalah global yang tidak dapat diabaikan, memaksa negara-negara untuk mencari solusi yang dapat mendorong pelestarian lingkungan dan kemakmuran ekonomi secara bersamaan. Manusia dapat membangun masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip hijau ke dalam pengembangan industri dan infrastruktur. Secara global 40% emisi karbon global berasal dari rantai nilai konstruksi, yang meliputi pembangunan dan pemeliharaan struktur serta pembuatan material seperti baja dan semen. Adapun rincian 40% emisi global, dari infrastruktur sebesar 20,4% dan 18,7% dari industri pembuatan material. Sektor hijau telah berevolusi dari konsep idealis menjadi tujuan strategis yang krusial bagi pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia seiring dengan meningkatnya komitmen global terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Untuk memberikan pemahaman kepada generasi yang akan datang bahwa pentingnya sektor hijau, maka Universitas Selamat Sri yang berperan krusial sebagai pencetak lulusan berkompeten mengadakan workshop kuliah.Mahasiswa diharapkan memiliki wawasan tambahan tentang pentingnya infrastruktur dan industri yang mengutamakan aspek lingkungan. Sebelum workshop dimulai, mahasiswa yang memahami tentang konsep rekayasa hijau hanya berjumlah 9 mahasiswa (20%) dari total 45 mahasiswa. Setelah mengikuti kegiatan workshop rekayasa hijau menunjukkan peningkatan yang signifikan, bertambah menjadi 91% atau sebanyak 41 mahasiswa dari 45 mahasiswa.