Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Siswa ditinjau dari Gender David J. I. Tunu; Farida Daniel; Netty J. M. Gella
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v6i2.1366

Abstract

Kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika adalah kemampuan berpikir dalam menyelesaikan masalah matematika yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dan dapat diselesaikan melalui prosedur penyelesaian yaitu memahami masalah, membuat rencana, melaksanakan rencana dan memeriksa kembali jawaban. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan kajian tentang kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa yang ditinjau dari gender. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 1 Mollo Selatan sebanyak 15 siswa yang terdiri dari 8 siswa perempuan dan 7 siswa laki-laki. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan kajian mendalam terkait kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Teknik analisis data mengikuti model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa laki-laki maupun perempuan sama-sama mencapai tiga dari lima indikator kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika yaitu menuliskan aspek yang diketahui, menuliskan aspek yang ditanyakan dan membuat model matematika. Siswa laki-laki maupun perempuan mampu menceritakan kembali semua informasi yang terdapat pada soal menggunakan kata-kata sendiri. Dalam proses penyelesaian berdasarkan tahapannya, siswa perempuan menuliskan langkah-langkah penyelesaian soal secara jelas dan lengkap sedangkan siswa laki-laki menuliskan secara singkat.
Prestasi Belajar Matematika Siswa pada Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Magdalena H. Manafe; Farida Daniel; Prida N. L. Taneo
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2544

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prestasi belajar matematika siswa pada pembelajaran model kooperatif tipe NHT. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model pre-experimental  yang didesain dalam bentuk one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMPN 2 Soe sebanyak delapan kelas dan sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas VIII B yang  dipilih dengan menggunakan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes yang diberikan sebanyak dua kali yaitu pre-test dan post-test. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal berbentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas sebagai uji prasyarat, uji t sampel berpasangan  dan skor gain normalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar matematika siswa pada pembelajaran model kooperatif tipe NHT. Peningkatan prestasi belajar matematika siswa berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor gain sebesar 0,27.
Pemahaman Konsep Matematis Siswa pada Pembelajaran dengan Pendekatan CTL Wasti A. Neno; Farida Daniel; Prida N. L. Taneo
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 4 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.357 KB) | DOI: 10.26858/pembelajar.v4i1.12356

Abstract

Pemahaman konsep merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematika. Pemahaman konsep matematis bukan sekedar mengenal dan mengetahui suatu konsep, tetapi mampu mengungkapkan kembali konsep yang dipelajari dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti serta mampu mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah. Analisis hasil kerja siswa SMPN Satap Oeusapi menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa masih rendah. Penyebabnya adalah konsep matematika yang bersifat abstrak dan siswa kurang diberi kesempatan untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan diatas adalah menerapkan pembelajaran berpendekatan CTL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep matematis siswa pada kelas dengan pembelajaran berpendekatan CTL dan kelas dengan pembelajaran tanpa berpendekatan CTL. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif model quasi eksperimen yang dirancang dalam bentuk nonequivalent control group design  dengan melibatkan dua kelas penelitian yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpulan data adalah tes pemahaman konsep matematis berupa soal uraian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t-sampel independen. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematis siswa pada kelas dengan pembelajaran berpendekatan CTL lebih baik dari kelas dengan pembelajaran tanpa berpendekatan CTL. Peningkatan pemahaman konsep matematis siswa dengan pembelajaran berpendekatan CTL berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor gain 0,6.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa ditinjau dari Gender Liunokas, Dewani S.; Gella, Netty J. M.; Daniel, Farida
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v6i1.9829

Abstract

Mathematical critical thinking is the ability to solve problems using knowledge, reasoning, and mathematical proof. This research aims to test students' mathematically necessary thinking abilities based on gender. The subjects of this research were students of class X TKJ SMKN 2 Soe. This research method is descriptive-qualitative, where data collection uses observation techniques, tests in the form of story questions, and semi-structured interviews. Data analysis in this research uses the Miles and Huberman technique in data reduction, data presentation, and concluding/verification. Data validity testing uses technical triangulation. The results of the research show that there is no significant difference in students' mathematical critical thinking abilities based on gender. Most male and female students can fulfil all indicators of mathematical critical thinking, namely providing simple explanations, building basic skills, drawing conclusions and further explanations, and determining problem-solving strategies and tactics. Female students are more detailed in the problem-solving process based on stages, while male students are less detailed.
Prestasi Belajar Matematika Siswa pada Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Manafe, Magdalena H.; Daniel, Farida; Taneo, Prida N. L.
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2544

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prestasi belajar matematika siswa pada pembelajaran model kooperatif tipe NHT. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model pre-experimental  yang didesain dalam bentuk one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMPN 2 Soe sebanyak delapan kelas dan sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas VIII B yang  dipilih dengan menggunakan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes yang diberikan sebanyak dua kali yaitu pre-test dan post-test. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal berbentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas sebagai uji prasyarat, uji t sampel berpasangan  dan skor gain normalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar matematika siswa pada pembelajaran model kooperatif tipe NHT. Peningkatan prestasi belajar matematika siswa berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor gain sebesar 0,27.
KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA PADA PEMBELAJARAN MODEL RME Kase, Seni K.; Daniel, Farida; Taneo, Prida N. L.
Satya Widya Vol. 39 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.sw.2023.v39.i2.p118-125

Abstract

This research aimed to produce a study of students' mathematical concept understanding abilities in classes with Realistic Mathematics Education (RME) model learning and classes that did not receive RME model learning. This research was a quantitative method of quasi experiment model designed in the form of non-equivalent control group design involving two research classes determined using purposive sampling technique. The instrument used was a test of students' mathematical concept understanding ability in the form of description questions. The data analysis technique in this study used an independent sample t-test and N-gain score. The results of the analysis showed that students' mathematical concept understanding ability in the class that received RME model learning was better than that of those who did not receive RME model learning. The increase in students' mathematical concept understanding ability in the class with RME model learning was in a low category with an average gain score of 0.025. The low increase is due to the limited learning time at school during the adaptation period of new habits, so that learning with the RME model does not run effectively.
The Ability of Student Math Literation on Problem Based Learning Model Tabun, Heka M.; Taneo, Prida N. L.; Daniel, Farida
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v9i1.6036

Abstract

Students’ ability to mathematical literacy is very important in their math learning process. Less ability of mathematical literacy as students’ way of thinking, argumentation, and creating is no improvement so they face difficulties in solving math problems in their learning process related to real life. The analysis of the result from students of SMP Kristen 1 Mollo Selatan shows that they are still a low inability of mathematical literacy. The effect is questions that used as the exercise are common questions and not related to real life. To solve this problem, the researcher implemented Problem Based Learning (PBL) as a teaching literacy to improve students’ mathematical literacy abilities. This study will compare two classes in which one of them treated with PBL one of the other ones was not treated with PBL. A quasi-experiment quantitative method that used in this study with nonequivalent control group design. Two classes were selected as the sample by using simple random sampling. An essay test related to students’ mathematical literacy ability was used as the instrument to collect the data. The analysis technique in this study was an independent sample t-test to the result showed that the class which was treated used the PBL method was better than the class which was not treated used the PBL method. Students’ mathematical literacy ability in the PBL class was significantly proved in the high category with the score gain 0,8
Analisis Kemampuan Verbal Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Tulle, Bety L.; Daniel, Farida; Gella, Netty J. M.
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 7 Nomor 1 April 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v7i1.31966

Abstract

Kemampuan verbal sangat penting dalam menyelesaikan soal cerita karena menentukan keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kajian tentang kemampuan verbal siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di SMPN 2 Soe dengan sumber data adalah siswa kelas VIIB sebanyak 21 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes kemampuan verbal siswa dan wawancara. Data dianalisis mengikuti model Miles dan Huberman dengan uji keabsahan data menggunakan model triangulasi teknik. Hasil penelitian dan pembahasan disimpulkan bahwa kemampuan verbal siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika masih rendah untuk semua indikator yaitu analogi kata-kata, perbendaharaan kata dan hubungan kata-kata. Kemampuan verbal siswa yang rendah disebabkan karena perbendaharaan kata yang dimiliki kurang sehingga masih sulit memahami kalimat dalam soal secara lengkap.
Prestasi Belajar Matematika Siswa pada Pembelajaran Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Manafe, Magdalena H.; Daniel, Farida; Taneo, Prida N. L.
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2544

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prestasi belajar matematika siswa pada pembelajaran model kooperatif tipe NHT. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model pre-experimental  yang didesain dalam bentuk one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VIII SMPN 2 Soe sebanyak delapan kelas dan sampel sebanyak satu kelas yaitu kelas VIII B yang  dipilih dengan menggunakan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes yang diberikan sebanyak dua kali yaitu pre-test dan post-test. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal berbentuk uraian. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas sebagai uji prasyarat, uji t sampel berpasangan  dan skor gain normalisasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar matematika siswa pada pembelajaran model kooperatif tipe NHT. Peningkatan prestasi belajar matematika siswa berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor gain sebesar 0,27.
Identifikasi Gaya Belajar Matematika Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Soe Tahuk, Rayner N. W; Taneo, Prida N. L.; Daniel, Farida
Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 11, No 2 (2024): Faktor: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/fjik.v11i2.22123

Abstract

This study aims to identify the learning styles of students in the mathematics education study program at the Soe Education Institute. This research is a qualitative descriptive study which describes and describes in more detail the students' learning styles. The primary data sources in this study were 86 students of the Soe Education Institute's mathematics education study program class 2016-2019. The secondary data source is the student attendance list. Data collection techniques in this study were in the form of learning style questionnaires, semi-structured interviews and documentation. The results showed that the mathematics learning styles of students in the mathematics education study program were different in each class. The mathematics learning styles of the 2016 students of the class of 2016 tend to be evenly distributed across the three learning styles, namely 35% visual, 30% auditory and 35% kinesthetic. The mathematics learning style of students from the 2017 class of 13 people only tends to 2 learning styles, namely 55% visual and 45% auditory. The mathematics learning styles of students from the 2018 batch of 30 people tend to be evenly distributed across the three learning styles, namely 30% visual, 30% auditory and 40% kinesthetic. The mathematics learning style of students from the 2019 batch of 17 people is dominated by visual learning styles of 59%, then 35% auditory and 6% kinesthetic.