Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Integration of Profil Pelajar Pancasila in Islamic Religious Education Textbooks for Elementary School Tanjung, Fadhilah Sukmawati; Anwar, Saepul; Nugraha, Risris Hari
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 7 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v7i4.12017

Abstract

Terwujudnya peserta didik yang memiliki Profil Pelajar Pancasila merupakan cita-cita pemerintah saat ini. Maraknya tiga dosa besar pendidikan, intoleransi, dan minimnya kedisiplinan di lingkungan peserta didik Sekolah Dasar menimbulkan ancaman disintegrasi pendidikan dasar dari dalam. Pemerintah berupaya menghadirkan pembelajaran Profil Pelajar Pancasila melalui berbagai media pembelajaran, salah satunya melalui buku terbuka PAI dan Pendidikan Karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk pembahasan mengetahui Profil Pelajar Pancasila dalam buku siswa Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter Kurikulum Mandiri Kelas 1-3, bagaimana integrasi materi Pendidikan Agama Islam dengan Profil Pelajar Pancasila dalam buku siswa Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter Kurikulum Mandiri Kelas 1- 3, dan urgensi buku siswa PAI dalam membangun Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis Library Research dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter Kelas 1-3 SD Kurikulum Mandiri telah terintegrasi dengan Profil Pelajar Pancasila. Dimensi Keimanan, Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berpikir Kritis merupakan dimensi yang paling sering ditemukan. Sementara itu, dimensi Keberagaman Global merupakan dimensi yang paling jarang ditemukan pada buku terbuka Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter kelas 1-3 SD. Keberadaan Profil Pelajar Pancasila pada buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter kelas 1-3 SD sangat penting sebagai bekal kehidupan peserta didik dalam menghadapi masa depan.
Muatan profil pelajar Pancasila dalam buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti tingkat SMP Kurikulum Merdeka Aulia, Selena; Anwar , Saepul; Nugraha, Risris Hari
TA`DIBUNA Vol 13 No 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/tadibuna.v13i6.18009

Abstract

The Pancasila Student Profile plays an important role in forming character and national values in the world of education, and textbooks are the leading media for conveying and integrating national values in the learning process. The purpose of the Pancasila Student Profile is in line with the function of Religious Education as stated in PP No. 55 of 2007, namely to form human beings who believe and are devoted to God Almighty, have noble morals, and can maintain peace and harmony in inter-religious relations. This study is important to determine the extent to which Islamic Religious Education textbooks reflect the dimensions of the Pancasila Student Profile, which are very important for character education. This study is a qualitative study with a literature review method, where the Islamic Religious Education textbook for the Independent Curriculum for junior high school level is the primary data source, and journal articles are secondary data. Data were collected and analyzed using the content analysis method. The study results indicate that the dimensions of the Pancasila Student Profile are contained in the Islamic Religious Education textbook. AbstrakProfil Pelajar Pancasila berperan penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai kebangsaan di dunia pendidikan, dan buku ajar adalah media utama untuk menyampaikan dan mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dalam proses pembelajaran. Tujuan dari Profil Pelajar Pancasila ini selaras dengan fungsi Pendidikan Agama yang tercantum dalam PP No. 55 Tahun 2007 yakni membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antar umat beragama. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti mencerminkan dimensi Profil Pelajar Pancasila, yang esensial untuk pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode kajian pustaka, di mana buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kurikulum Merdeka tingkat SMP menjadi sumber data primer dan artikel jurnal sebagai data sekunder. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Profil Pelajar Pancasila termuat dalam buku ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
Model of Religious Moderation in Universities: Alternative Solution to Liberal, Literal and Radical Islam Muhamad Parhan; Risris Hari Nugraha; Mohammad Rindu Fajar Islamy
Edukasia Islamika : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2022): Edukasia Islamika - Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v7i1.714

Abstract

The existence has recently significantly disrupted the stability of religious harmony in Indonesia. The current reality of extreme and exclusive religion is spreading in the academic world. Students who only use rational logic without religious texts will be trapped in radical logical reasoning, so they tend to be liberal. On the other hand, students who only adhere to religious texts without being accompanied by critical logic will be dogmatic in understanding religious texts literally. The existence of an understanding of Islam with two camps of liberal and literal interpretation is not in line with a moderation in religion which will obscure the actual value of Islamic teachings. This ideology will produce radical religious perspectives, attitudes, and behaviors. The research approach is research and development, which collaborates quantitative and qualitative. Methods of collecting data through interviews, observation, questionnaires, and documentation. The selection of respondents and informants through random sampling technique, while data analysis using the Miles and Huberman approach. This study aims to offer a model for implementing religious moderation learning in higher education to stem contradictory ideologies with Islamic teachings.
Analisis Perspektif Mahasiswa Muslim Gen-Z terhadap Isu Marriage Is Scary Riyan Riswandi; Cucu Surahman; Risris Hari Nugraha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.893

Abstract

Dalam konteks sosial yang terus berkembang, pernikahan sering dianggap menakutkan oleh generasi muda, terutama di kalangan mahasiswa yang berada di usia produktif untuk menikah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis persepsi mahasiswa muslim generasi z di kampus perguruan tinggi di kota Bandung terkait isu "marriage is scary". Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis. Indikator yang dianalisis dalam penelitian ini mencakup persepsi mahasiswa terhadap pernikahan, dinamika peran gender, risiko konflik dan kekerasan dalam rumah tangga, stigma sosial, kesulitan mencari pasangan yang sesuai, dan kebutuhan akan pendidikan pra-nikah. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan tema-tema utama dari data wawancara, serta analisis naratif untuk memahami bagaimana pengalaman pribadi mahasiswa terkait dengan pernikahan membentuk persepsi mereka. Temuan dari penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan program pendidikan pra-nikah yang lebih relevan dan aplikatif dalam konteks kehidupan mahasiswa muslim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor berkontribusi pada ketakutan akan pernikahan, seperti dinamika peran gender, risiko konflik dan kekerasan dalam rumah tangga, serta pengaruh lingkungan sosial. Selain itu, faktor berkontribusi pada ketakutan akan pernikahan adalah adanya stigma sosial dan sulitnya mencari pasangan yang sesuai. Penelitian ini menekankan pentingnya pendidikan pra-nikah dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesiapan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan pernikahan.
Implementation of Psychomotor Assessment and Teacher Readiness in Islamic Religious Education Learning at Senior High Schools in Bandung City Syifa Nurjamilah Fatwa Fadilah; Saepul Anwar; Risris Hari Nugraha
Ta'dib Vol 30 No 2 (2025): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/9nm3pr27

Abstract

This study aims to explore the implementation of psychomotor assessment in Islamic Education (PAI) learning at a public senior high school in Bandung City. The research employed a qualitative approach with an instrumental case study design, utilizing interviews, observations, and document analysis. Data were analyzed through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that teachers conceptualize psychomotor assessment as the evaluation of authentic worship skills. Assessment planning was grounded in curriculum achievements with analytic rubrics that emphasized performance indicators, while implementation combined direct observation, video portfolios, and performance tasks to capture reliable evidence of student competence. Assessment results were used for formative feedback, remedial activities, and enrichment, whereas teacher professional development was conducted through MGMP forums, practical training, and continuous self-initiated efforts. This study is limited to a single school context, thus the findings cannot be broadly generalized. Recommendations include rubric standardization across schools, ongoing practical training, and the utilization of digital portfolios to enhance reliability, accountability, and the educational impact of psychomotor domain learning.
Strengthening student literacy about Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) questions at MI Luqman Al-Hakim Slawi Hasna’ Nadia Shalihah; Risris Hari Nugraha
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 1 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i1.59235

Abstract

 Literacy is still a study of unresolved issues in Indonesia. Until now, all parties are still organizing various programs to increase the literacy level of Indonesian society. An effective way to improve literacy is to start at the primary level. This service aims to strengthen the literacy level of students participating in AKM (Minimum Competency Assessment) from their understanding of AKM questions. It also aims to discover how to overcome the problems experienced by students. This service carries out a student literacy strengthening program based on understanding the AKM questions that have been worked on. So that if students find similar questions, they are expected to do it more quickly and precisely. This activity results in students needing help with AKM in literacy, such as taking a long time to read, needing to be more careful about details, and needing help answering reflection questions correctly. The obstacles in AKM in the field of numeration are the difficulty in understanding the meaning of the questions and the need for more proficiency in basic calculations. The solution to the problem above is to strengthen students' habits of reading and doing math problems because these two things are the most basic knowledge in the learning process and enhance literacy.   Abstrak Literasi masih menjadi kajian isu yang belum terpecahkan di Indonesia. Sampai saat ini semua pihak masih mengerahkan beragam program untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat Indonesia. Cara yang efektif untuk meningkatkan literasi adalah dengan memulainya dari tingkat dasar. Pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan tingkat literasi siswa peserta AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) dari pemahamannya terhadap soal AKM. Juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang dirasakan oleh para siswa. Pengabdian ini melaksanakan program penguatan literasi siswa berdasarkan pemahaman soal-soal AKM yang telah dikerjakannya. Sehingga apabila siswa menemukan soal-soal yang serupa diharapkan dapat mengerjakannya dengan lebih cepat dan tepat. Hasil dari kegiatan ini yaitu bahwa siswa memiliki kendala pada AKM bidang literasi, seperti membutuhkan waktu yang lama untuk membaca, kurang teliti pada hal-hal detail, dan belum bisa menjawab pertanyaan refleksi dengan baik. Adapun kendala dalam AKM bidang numerasi adalah kesulitan memahami maksud soal dan masih kurang mahir dalam perhitungan dasar. Solusi dari masalah di atas adalah dengan penguatan pembiasaan siswa dalam membaca dan mengerjakan soal berhitung, karena kedua hal tersebut merupakan pengetahuan paling mendasar dalam proses pembelajaran dan penguatan literasi. Kata Kunci: Asesmen Kompetensi Minimum; AKM; literasi siswa; penguatan literasi 
Synergity of religion, culture and arts: meeting point model of religious education for ustadz, culturals and artists in Garut district Syahidin Syahidin; Muhamad Parhan; Risris Hari Nugraha
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 1 No. 2 (2023): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v1i2.63204

Abstract

Garut Regency is a religious area with good Human Resources (HR) potential, including many religious instructors, religious teachers, cultural figures, and artists. They became community figures who were influential enough to move the wheels of development in Garut society with a spiritual, arts, and cultural approach. However, their current existence has not been able to motivate people to improve their quality of life. The root of the problem is misperceptions among community leaders, especially religious counselors, religious teachers, artists, and cultural figures. They view that religious education or Islamic da'wah and the development of arts and culture are two different things and even tend to be contradictory. A qualitative research approach using descriptive analysis methods from field studies by synergizing and discussing with religious, arts, and cultural figures, then conducting workshops, preparing and disseminating model drafts in the form of limited training as a trial of the cultural approach to religious education model for religious instructors, Ustadz, Artists and Cultural People in Garut Regency. This activity aims to equalize perceptions about Islam and arts and culture and to create good synergy between religion, arts, and culture. This community service produces new ideas and models of religious education with an arts and culture approach that elevates and socializes local wisdom.   Abstrak Kabupaten Garut dikenal sebagai daerah religius dan memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM), yang cukup baik, di antaranya banyak penyuluh agama, ustadz, budayawan dan para seniman. Mereka menjadi tokoh masyarakat yang cukup berpengaruh untuk menggerakan roda pembangunan di masyarakat Garut dengan pendekatan agama dan seni budaya. Namun keberadaan mereka saat ini belum mampu memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Akar persoalannya adalah karena adanya kesalahan persepsi di kalangan tokoh masyarakat, khususnya para penyuluh keagamaan, para ustadz, seniman, dan budayawan. Mereka memandang bahwa pendidikan keagamaan atau dakwah Islam dengan pengembangan seni budaya merupakan dua hal yang berbeda bahkan cenderung kontradiktif. Pendekatan penelitian secara kualitatif dengan metode deskriptif analisis dari studi lapangan dengan melakukan sinergi dan berdiskusi dengan tokoh agama, seni dan budaya, kemudian melakukan workshop, penyusunan dan sosialisasi draf model dalam bentuk Pelatihan terbatas sebagai uji coba Model pendidikan keagamaan pendekatan budaya bagi para penyuluh keagamaan, ustadz, seniman, dan budayawan di Kabupaten Garut. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang Islam dan seni budaya serta terjadi sinergitas yang baik di antara agama, seni dan budaya. Pengabdian kepada Masyarakat ini menghasilkan gagasan-gagasan baru dan model-model pendidikan keagamaan dengan pendekatan seni budaya yang mengangkat dan mensosialisasikan kearifan lokal. Kata Kunci: Budayawan; kearifan lokal; model pembinaan keagamaan; penyuluh agama; seniman; ustadz 
Urgensi Penyucian Niat dalam Aktivitas Menuntut Ilmu: Studi Kualitatif terhadap Pemikiran Az-Zarnuji dalam Ta‘lim al-Muta‘allim Risris Hari Nugraha; Muhamad Rizka Saomi; Rizqy Nur Solihat; Isop Syafei; Izzuddin Musthafa; Muhammad Faiz Ramadhan
Jurnal Kawakib Vol 6 No 2 (2025): Islamic Studies
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kwkib.v6i2.335

Abstract

This research analyzes the concept of intention (niyyah), the urgency of its purification, and the relevance of Az-Zarnuji's thoughts in the book Ta‘lim al-Muta‘allim to modern Islamic education. Using a qualitative approach and library research, the study focuses on content analysis of the primary text of Ta‘lim al-Muta‘allim. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman.The results show that intention (an-niyyah) is the main spiritual and moral foundation that determines the blessing (barakah) and devotional value of seeking knowledge. Az-Zarnuji emphasizes the purification of intention (tazkiyat an-niyyah) so that the learning objective is free from worldly ambitions and directed as a means of devotion to God (Allah). A sound intention leads to beneficial knowledge (‘ilm nāfi‘) and shapes the scholar's character to be humble (tawāḍu‘) and ethical.This thought has high relevance in the context of modern education. The concept of Tazkiyat an-Niyyah can serve as the spiritual foundation that strengthens the implementation of Deep Learning, ensuring the learning process is both Meaningful and Mindful, thereby enabling the educational system to reorient itself towards the formation of a character defined by integrity and civility.
Efek Penggunaan Gadget terhadap Social Behavior Mahasiswa dalam Dimensi Globalisasi Pandu Hyangsewu; Mohammad Rindu Fajar Islamy; Muhamad Parhan; Risris Hari Nugraha
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 14 No. 2 (2021): July–December
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v14i2.39156

Abstract

Kehadiran gadget ditengah-tengah masyarakat kontemporer dalam arus globalisasi berpotensi memberikan dua sisi yang berbeda, positif maupun negatif. Tantangan utama sistem pendidikan di Indonesia saat ini adalah bagaimana para praktisi pendidikan proses pembelajaran yang dapat menjaga moralitas dan religiusitas dalam diri generasi muda dari pengaruh buruk globalisasi tersebut. Penelitian ini bertujuan dalam rangka mengeksplorasi dampak penggunaan gadget terhadap sikap social behaviour mahasiswa di perguruan tinggi. Metode penelitian menggunakan pendekatan mix method dengan menggabungkan kualitatif melalui teknik wawancara dengan kuantitatif dengan teknik questioner. Pengumpulan data menggunakan teknik random sampling. Adapun partisipan pada riset ini sejumlah 75 orang. Lalu data yang ditemukan dilapangan dianalisis dan divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukkan adanya relevansi koneksitas antara penggunaan gadget dengan perubahan dinamika perilaku sosial pada mahasiswa di perguruan tinggi. 43,80% mereka menghabiskan waktu lebih 10 jam perhari menggunakan gadget, Whatsapp menempati rangking pertama dalam pilihan platform, 45,90% lebih menyukai gadget dari pada aktivitas sosial, 83,80% memiliki ketergantungan terhadap gadget. Globalisasi menjadi salah satu faktor penyebab perubahan arus aktivitas dan pola pemikiran pada masyarakat modern khususnya generasi milennial.The Effects of Using Gadgets on Student Social Behaviour in Globalization DimensionsThe presence of gadgets during contemporary society in the flow of globalization provides two different sides, positive and negative. The main challenge of the education system in Indonesia today is how to start a learning process education that can maintain morality and religiosity in creating the bad effects of globalization. This study aims to explore the impact of using gadgets on the social behaviour attitudes of college students. The research method used a mixed approach method by combining qualitative through interview techniques with quantitative questionnaire techniques. Collecting data using random sampling techniques as participants in this research several 75 people. Then the data found in the field are analysed and validated by experts. The results showed the relevance of the connectivity between the use of gadgets and changes in the dynamics of social behaviour in college students. 43.80% of them spend more than 10 hours using gadgets, WhatsApp has been ranked first in the choice of platform, 45.90% prefers gadgets to social activities, 83.80% have a dependency on gadgets. Globalization is one of the factors causing changes in the flow of activities and thought patterns in modern society, especially the millennial generation
Implementasi Media Ular Tangga Berbasis Augmented Reality Pada Pembelajaran Sejarah Islam dalam Meningkatkan Kedisiplinan dan Motivasi Belajar Santri N. Fitri Amaliya; Muhamad Ibnu Malik; Risris Hari Nugraha; Muhamad Rizka Saomi; Qiqi Yuliati Zakiah
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STAI Miftahul Huda Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v5i1.1672

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran Sejarah Islam di lingkungan pesantren masih didominasi oleh metode konvensional sehingga belum mampu mengoptimalkan motivasi belajar, pemahaman materi, dan kedisiplinan santri. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi media ular tangga berbasis Augmented Reality (AR) pada pembelajaran Sejarah Islam, mendeskripsikan pengaruhnya terhadap motivasi belajar dan pemahaman santri, serta mengkaji kontribusinya dalam membentuk kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Syi'arul Huda Lembang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta evaluasi pembelajaran menggunakan pretest dan posttest sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi media ular tangga berbasis AR mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada santri. Penggunaan media tersebut meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, dan pemahaman santri terhadap materi Sejarah Islam yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 66,72 pada pretest menjadi 88,62 pada posttest. Selain itu, terjadi peningkatan kedisiplinan santri yang ditandai dengan kehadiran yang lebih konsisten, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan pembelajaran, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas kelompok. Kesimpulan: Implementasi media ular tangga berbasis Augmented Reality efektif mendukung pembelajaran Sejarah Islam di pesantren melalui peningkatan motivasi belajar, pemahaman materi, dan kedisiplinan santri. Penelitian ini menghasilkan model inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan teknologi Augmented Reality, Game Based Learning, materi Sejarah Islam, dan pendidikan karakter pesantren sebagai strategi pembelajaran yang interaktif, kontekstual, serta berorientasi pada pembentukan karakter santri.