Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP RANGKAP JABATAN MENTERI ATAU WAKIL MENTERI SEBAGAI KOMISARIS BUMN PERSPEKTIF FIQH SIYASAH Ismuhadi; Khalid
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketentuan hukum serta prinsip-prinsip siyasah Islam terkait praktik rangkap jabatan yang dilakukan oleh menteri atau wakil menteri yang juga menjabat sebagai komisaris pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan menggunakan metode yuridis normatif dan pendekatan Fiqh Siyasah, penelitian ini menelaah regulasi dalam Undang-Undang No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara serta prinsip-prinsip amanah, keadilan, dan maslahat dalam kepemimpinan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik rangkap jabatan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, mengurangi efektivitas pelayanan publik, serta bertentangan dengan prinsip etika kepemimpinan dalam Islam yang melarang penumpukan kekuasaan. Oleh karena itu, rangkap jabatan pejabat negara dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai siyasah syar’iyyah yang mengedepankan kemaslahatan dan keadilan.
COMMUNITY EMPOWERMENT IN IMPLEMENTING THE PERMATA POMAA STUNTING HANDLING MODEL BASED ON DIGITAL EDUCATION AND GITOK Husna Maulida; Eka Utaminigsih; Ismuhadi; Eka Sutrisna; Fitri Hijri Khana; Muhammad Kahfi Aulia
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19465818

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Implementasi Model Penanganan Stunting Permata Pomaa berbasis Pendidikan Digital dan Pengembangan GITOK (Teknologi Hidroponik Gizi) dilaksanakan di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat, dengan mitra sasaran yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mitra sasaran kelompok masyarakat Non-Produktif, yaitu kader Posyandu dan mitra sasaran kelompok masyarakat Produktif, yaitu UMKM Awaina. Desa ini tercatat memiliki 341 keluarga berisiko stunting yang disebabkan oleh rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi, kebiasaan memberikan makanan rendah gizi seperti mi instan dan minyak goreng bekas, serta faktor ekonomi yang membatasi akses terhadap makanan sehat. Pola makan anak yang tidak teratur dan kebiasaan membiarkan anak kesulitan makan tanpa solusi telah memperburuk situasi ini, serta lemahnya perekonomian masyarakat di desa tersebut, sehingga Desa Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat juga termasuk dalam daerah dengan garis kemiskinan ekstrem. UMKM Awaina telah terlibat dalam produksi pasta udang dan ikan asin. Namun, sejauh ini produksi UMKM Awaina masih sangat terbatas dan pemasarannya hanya di wilayah lokal Kota Langsa. Sebagai solusinya, program ini menghadirkan pendekatan teknologi dan pemberdayaan untuk Manajemen Stunting PERMATA POMAA berbasis Pendidikan Digital melalui pengembangan aplikasi pendidikan digital PERMATA POMAA & GITOK. Aplikasi ini memberikan informasi mengenai Menu Makanan Pendamping untuk anak, cara mengatur pola makan, pijat bayi dan pijat Tuina untuk meningkatkan nafsu makan. Selain itu, program ini juga mendorong penggunaan kebun rumah sebagai kebun nutrisi berbasis hidroponik untuk menyediakan bahan makanan sehat yang terjangkau dan mandiri. Pelaksanaan program meliputi tahapan sosialisasi, pelatihan, aplikasi teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkala.
COMMUNITY EMPOWERMENT IN IMPLEMENTING THE PERMATA POMAA STUNTING HANDLING MODEL BASED ON DIGITAL EDUCATION AND GITOK Husna Maulida; Eka Utaminigsih; Ismuhadi; Eka Sutrisna; Fitri Hijri Khana; Rizky Mauliza; Muhammad Kahfi Aulia
International Review of Practical Innovation, Technology and Green Energy (IRPITAGE) Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025 - February 2026
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.19449710

Abstract

The Community Empowerment Program in the Implementation of the Permata Pomaa Stunting Handling Model based on Digital Education and the Development of GITOK (Hydroponic Technology Nutrition) was carried out in Simpang Lhee Village, West Langsa District, where the target partners involved in this activity were the target partners of the Non-Productive community group, namely Posyandu cadres and the target partners of the Productive community group, namely the Awaina UMKM This village was recorded as having 341 families at risk of stunting caused by the community's low understanding of nutrition, the habit of giving low-nutrition foods such as instant noodles and used cooking oil, and economic factors that limit access to healthy food. Irregular children's eating patterns and the habit of letting children have difficulty eating without solutions have worsened this situation, as well as the weak economy of the community in the village, where Simpang Lhee Village, West Langsa District is also included in the area with the extreme poverty line. Awaina UMKM has been involved in the production of shrimp paste, salted fish. However, so far the production produced by Awaina UMKM is very limited and its marketing is only in the local area of Langsa City. As a solution, this program presents a technological and empowering approach to Stunting Management PERMATA POMAA based on Digital Education through the development of the PERMATA POMAA & GITOK digital education application. This application provides information regarding the Supplementary Food Menu for children, how to regulate diets, baby massage and Tuina massage to increase appetite. In addition, the program also encourages the use of home gardens as hydroponic-based nutritional gardens to provide affordable and independent healthy food ingredients. The program implementation includes stages of socialization, training, technology application, mentoring, and periodic evaluation.
The Effect of Digital Financial Literacy, Fintech Use, and Financial Self- Efficacy on Generation Z Financial Management Behavior in Lhokseumawe Muhammad Multazam; Sutan Febriasyah; Ismuhadi; Yusnidar; Maulana Majied Sumatrani Saragih
Journal of Economics, Management, Development, and Education Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Economics, Management, Development, and Education (JEMDE) edisi Apri
Publisher : Journal of Economics, Management, Development, and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.20273804

Abstract

This study examines the influence of digital financial literacy, fintech use, and financial self-efficacy on the financial management behavior of Generation Z in Lhokseumawe City. The issue is relevant because young consumers are intensive users of mobile banking, e-wallets, QRIS, paylater, and investment applications, while digital access does not always produce disciplined financial decisions. This research applies a quantitative explanatory design with a survey of Generation Z respondents who live in Lhokseumawe and use at least one fintech service. Data will be collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through validity testing, reliability testing, descriptive statistics, and SEM-PLS. Digital financial literacy is measured through knowledge, security awareness, risk evaluation, and the ability to compare digital financial products. Fintech use is measured through frequency, diversity, perceived usefulness, and transaction habits. Financial self-efficacy is measured through confidence in budgeting, saving, debt control, and resisting impulsive spending. The proposed model expects all independent variables to positively affect financial management behavior. This study contributes to digital financial education and youth financial policy in local urban contexts.