Esse Puji Pawenrusi
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

GAMBARAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU (TB PARU) DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) MAKASSAR Esse Puji Pawenrusi; Jufri; Miftahul Akbar
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.134

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang telah lama diketahui dan menjadi penyebab kematian di seluruh dunia Kualitas hidup penderita TBC merupakan ukuran penting karena berhubungan dengan keadaan sesak yang akan menyulitkan penderita melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari atau terganggu status fungsionalnya seperti merawat diri, mobilitas, makan, berpakaian dan aktivitas rumah tangga, tambahkan tujuan pneliian (lihat tujuan umum penelitian). Metode peneliitian menggunakan desain penelitian deskriptif dengan tehnik aksidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien penyakit tuberkulosis (tb paru) di balai besar kesehatan paru masyarakat makassar jumlah populasi pada 7 bulan terakhir adalah 483 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 37 responden diketahui bahwa responden yang menderita TB paru diketahui bahwa responden dengan kualitas hidup buruk sebanyak 16 responden (43.2%), sedangkan kulaitas hidup baik sebanyak 21 responden (56.8%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa reponden yang menderita TB paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar dengan kualitas hidup yang terbanyak iyalah kualitas hidup baik sebanyak 21 responden (59.5%). Simpulan dari penelitian ini adalah usia juga dapat mempengaruhi kualitas hidup pada pasien tuberkulosis paru dimana pada usia lanjut dapat mempengaruhi kemampuan fisik nya yang mulai menurun. Disarankan untuk melakukan penelitian yang lebih luas dengan variabel yang berbeda kepada pasien tuberculosis.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DARATAN DAN KEPULAUAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS OHOIRA KABUPATEN MALUKU TENGGARA Esse Puji Pawenrusi; ANDI AYUMAR; Elisabeth Liesye Renjaan
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v8i2.203

Abstract

Data Riskesdas tahun 2013, menghasilkan berbagai peta masalah kesehatan dankecenderungannya, dari bayi lahir sampai dewasa. Propinsi yang prevalensinya status giziburuk cukup tinggi (>50%)Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berhubungan pengetahuan, pendapatan,peran kader dengan status gizi.Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan rancangan Cross Sectional.Populasi dari penelitan ini adalah balita yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ohoira.Pengambilan sampel menggunakan teknik Purpusive sampling dengan pilihan jumlah balitaterbanyak di bagian daratan dan kepulauan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancaradan kuesioner, menggunakan Antropometri dengan mengukur BB/TB.Hasil penelitian didapatkan status gizi tidak normal 11 (9,6%), gizi normal 104(90,4%). Hasil Analisis bivariat tidak terdapat hubungan status gizi dengan pengetahuan ibumendapatkan nilai ρ 0,582 > 0,05. Terdapat tidak ada hubungan status gizi denganpendapatan keluarga dengan nilai ρ 0,387 > 0,05. Terdapat juga tidak ada hubungan antarastatus gizi dengan peran kader Posyandu dengan nilai ρ 0,361> 0,05.Dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini tidak ada hubungan antara pengetahuanibu dengan status gizi, tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan status gizidan tidak ada hubungan antara peran kader dengan status gizi.Diharapkan ibu dapatmenerapkan pengetahuan gizi pada balitanya, diharapkan pendapatan kurang,dapatmemenuhi asupan sesuai AKG, diharapkan kader lebih pro-aktif.
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA GAU MABAJI KABUPATEN GOWA Andi Yulia Kasma; Esse Puji Pawenrusi; Andi Ayumar; Yulianti
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.214

Abstract

Lansia sangat rentan terhadap gangguan pola tidur (insomnia), keluhan tidur biasanya terjadi adalah kesulitan untuk tertidur, kesulitan untuk tetap tertidur, terbangun lebih awal, terbangun di malam hari dan mengantuk yang berlebihan. Insomnia merupakan gangguan tidur yang paling sering ditemukan. Gangguan mental yang erat hubungannya dengan gangguan tidur adalah kecemasan, kecemasan pada lansia memperkirakan antara 10%-20% yang berusia lebih dari 65 tahun. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 lansia. Instrument penelitian pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan yang cemas sebanyak 35 responden, lansia yang mengalami insomnia sebanyak 25 responden (71,4%) dan lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 10 responden (29,6%), sedangkan lansia yang tidak cemas sebanyak 27 responden, lansia yang mengalami insomnia 12 responden (44,4%) dan lansia yang tidak mengalami insomnia sebanyak 15 responden (55,6%).Pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-Square, maka diperoleh nilai ρ = 0,032, Artinya, lebih kecil nilai α = 0,05. Kesimpulan yang didapatkan adalah terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Gau Mabaji Kabupaten Gowa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada lansia tetap melakukan aktivitas fisik dan menjalankan ibadah untuk mencegah terjadinya kecemasan supaya terhindar dari risiko insomnia.
Gambaran Peran Kader Dalam Program Imunisasi Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto Esse Puji Pawenrusi; Muh. Hatta; Rafiuddin
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.250

Abstract

Kader posyandu merupakan seorang tenaga sukarela yang dipilih dari masyarakat untuk membantu mengembangkan kesehatan masyarakat dengan menjalankan kegiatan di posyandu yang di antaranya memberikan informasi dan motivasi kepada ibu sehingga dapat meningkatkan cakupan imunisasi di posyandu. Cakupan imunisasi dasar untuk Kabupaten Jeneponto pada Tahun 2017 sebesar 96,9% dan untuk Tahun 2018 sebesar 92,6%, sementara untuk cakupan imunisasi wilayah Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto pada Tahun 2017 mencapai 96,7% dan Tahun 2018 meningkat menjadi 97,9%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran peran kader dalam program imunisasi di posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto. Penelitian merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tarowang yang jumlahnya sebanyak 105 orang. Berdasarkan hitungan besar sampel didapatkan 83 sampel menggunakan tehnik random sampling. Pengolahan data dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kehadiran kader dalam program imunisasi diperoleh nilai sebesar 96,4%, untuk pemberian informasi oleh kader terkait program imunisasi diperoleh nilai 95,2% dan untuk pemberian motivasi ke ibu bayi oleh kader terkait program imunisasi diperoleh nilai sebesar 95,2%. Simpulan dari penelitian ini yaitu gambaran peran kader ditinjau dari segi kehadiran kader, pemberian informasi oleh kader terkait program imunisasi dan pemberian motivasi ke ibu bayi oleh kader terkait program imunisasi dikatakan cukup karena nilai yang diperoleh ≥ 50%. Disarankan agar kader senantiasa meningkatkan keaktifan dan kehadirannya, selain itu meningkatkan perannya dalam memberikan informasi khususnya penyuluhan terkait program imunisasi dan memotivasi ibu agar selalu mencari informasi tentang imunisasi dan selalu memperhatikan status imunisasi anaknya, serta tetap aktif ikut di posyandu.
GAMBARAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DIPUSKESMAS SULI KABUPATEN LUWU Esse Puji Pawenrusi; Kamariana; Suci Amalia Jumade
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.288

Abstract

Diabetes adalah penyakit metabolik kronis yang disebabkan oleh kurangnya insulin yang diproduksi oleh pankreas atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif, yang menyebabkan peningkatan konsentrasiglukosa darah (hiperglikemia).Diabetes yang paling umum di masyarakat adalah diabetes tipe 2.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan tingkat pengetahuan penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Suli Kabupaten Luwu. Metode penelitan ini menggunakan analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini diambil dari populasi penderita Diabetes Melitustipe 2 di Puskesmas Suli sebanyak 84 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan tehnik Exhaustic Samplingdimana jumlah sampel sama dengan populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 84 responden dengan karakteristik umur paling banyak 45-53 sebanyak 30orang (35,7%),jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 57 0rang (67,9%), pendidikan paling banyak SMP sebanyak 29 orang (34,5%), pekerjaan paling banyak IRT sebanyak 54 banyak (64,3%), dan pengetahuan paling banyak kategori kurang sebanyak 49 orang (58,3%) . Simpulan dari hasil penelitian Karakteristik umur paling banyak umur 45-53 tahun. Karakteristik jenis kelamin yang paling banyak perempuan. Karakteristik Pendidikan paling banyak SMP. Karakteristik Pekerjaan yang paling banyak pekerjaan sebagai IRT. Pengetahuan yang paling banyak yaitu kategori kurang . Saran diharapkan petugas puskesmas agar lebih meningkatkan penyuluhan terkait Diabetes Melitus guna meningkatkan pengetahuan penderita. Diharapkan penderita Diabetes Melitus tipe 2 diPuskesmas Suli agar lebih mencaritahu informasi tentang Diabetes Melitus.
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Covid 19 Pada Masyarakat RW 02 RT 05 di Malengkeri Kelurahan Mangasa Kota Makassar Esse Puji Pawenrusi; Muhammad Hatta; Kasmira
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.300

Abstract

The World Health Organization (WHO) states that COVID-19 has become a worldwide pandemic disease (Andrews, et al., 2020). Ministry of Health COVID-19 Republic of Indonesia, showed that as of November 2020, the total number of COVID-19 positive patients in the world reached 58,900,547 people, with 1,393,305 deaths. In Indonesia, the total COVID-19 positive patients amounted to 511,836 cases, with 429,807 patients cured and 16,225 patients dying. The purpose of this research is to find out the description of knowledge and attitudes of COVID-19 prevention in the community of Malengkeri Mangasa Village, Makassar City. This type of research is descriptive research. The population in this study was the malengkeri community of Mangasa Village, Makassar city as many as 120 families. Sample withdrawal using Purposive Sampling technique with a sample count of 63 family heads. The results of this study showed that most of the malengkeri people in Makassar have COVID-19 knowledge, which is enough as many as 54 people (85.7%), and less than 9 people (14.3%) and positive attitude as many as 62 people 98.4%), negative 1 person as much (1.6%). It concludes that most malengkeri people have sufficient knowledge about COVID-19 prevention and positive attitudes. Advice for malengkeri people to date more about the development of COVID-19.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanralili Maros Esse Puji Pawenrusi; Nia Kurnia Djalil; Nasmiati
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i2.344

Abstract

Stunting menjadi masalah kesehatan di dunia dan Indonesia. Indonesia masuk ke dalam negara ketiga dengan prevalensi tertinggi di Asia Tenggara. Masalah gizi di Indonesia sangat marak, terutama masalah gizi pada balita yang dapat menyebabkan stunting. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek dari usianya, dengan nilai z-score TB/U kurang dari -2 SD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanralili Maros. Jenis penelitian yang digunakan bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu orang tua yang mempunyai balita yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Tanralili Maros yang berjumlah 365 balita yang menderita stunting. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 78 balita. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan antropometri dimana dilakukan pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise, dan pemeriksaan berat badan menggunakan timbangan. Hasil penelitian didapatkan dengan menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p-value BBLR 0,001 < 0,05, ASI eksklusif nilai p-value 0,037< 0,05, dan pendapatan keluarga dengan nilai p-value 0,005< 0,05. Hal ini berarti ada hubungan BBLR, ASI eksklusif, dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanralili Maros. Simpulan dari penelitian ada hubungan BBLR, ASI eksklusif, dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tanralili Maros. Maka diharapkan bagi petugas kesehatan untuk dapat menyelenggarakan promosi/edukasi tentang stunting dan dampak dari kejadian stunting pada balita sehingga orang tua dapat melakukan tindakan untuk mencegah terjadinya stunting.
Gambaran Pengetahuan Masyarakat terkait Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan Lalu Lintas Zamaa, Muhammad Sahlan; Esse Puji Pawenrusi; Hasdar; Ratna Mahmud
Cindoku : Jurnal Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2026): Februari
Publisher : PT. Alahyan Publisher Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61492/cindoku.v3i1.424

Abstract

A traffic accident is an unexpected and unintentional incident on the road that can result in injury or even death. Providing first aid appropriate to the victim's condition is crucial for ordinary people before medical personnel can provide further treatment. The Sungguminasa Police Traffic Unit database in Gowa Regency indicates that throughout 2024, there were 78 accidents with 4 fatalities. This study aims to determine the public's knowledge about first aid for traffic accident victims in Bontoramba Village, Somba Opu District, Gowa Regency. This study used a descriptive survey research method. The population was 657 people with a sample size of 80 respondents using a simple random sampling technique. The results of this study indicate that most of the community (56.25%) have insufficient knowledge regarding providing first aid to accident victims. The conclusion of this study is that public knowledge regarding first aid for traffic accidents is still largely lacking. It is recommended that local community health center health promotion officers provide information and education as well as simulations on first aid for traffic accident victims through ongoing health education activities. And to the Gowa district government to evaluate and improve the service system in the field of completeness of first aid facilities and infrastructure for traffic accident victims.
PRAKTEK PEMBUATAN NUGGET IKAN DALAM MENDUKUNG UPAYA PENANGANAN STUNTING DI POSKESDES BUKIT PANJANG DESA LABBO Hardianti; Chitra Dewi; Bella Merry Jannah; Esse Puji Pawenrusi; Andi Ayumar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.462

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia dibawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang terlihat dari panjang badan atau tinggi badan di bawah anak seumurannya. Salah satu cara untuk atasi stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan jumlah konsumsi ikan. Ikan merupakan bahan pangan hewani yang memiliki kandungan gizi yang sangat baik seperti protein tinggi, asam lemak esensial tak jenuh, mineral, dan vitamin. Berdasarkan kandungan yang dimiliki ikan, ikan dapat dijadikan makanan yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil dan anak-anak sebagai upaya pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang gizi yang baik, terutama pentingnya mengkonsumsi ikan pada anak dengan olahan yang unik sebagai upaya meningkatkan meningkatkan minat anak dalam mengkonsumsi ikan dan upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah audio visual dan praktek pembuatan nugget ikan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdiaan yaitu adanya peningkatan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan pelatihan Nugget Ikan Sebagai mengatasi Stunting, dari rata-rata 57% menjadi 100%. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan terkait pembuatan nugget ikan sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Kata kunci: Stunting, ikan, ibu anak usia sekolah