Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Jurnal Mitrasehat

PENGARUH SIMULASI PENATALAKSANAAN BENCANA KEBAKARAN DENGAN KESIAPSIAGAAN DI SMK MUHAMMADIYAH, BANTUL, YOGYAKARTA Endah Tri Wulandari; Difta Rianto
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.474

Abstract

Latar belakang: Bencana kebakaran merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi. Kesiapsiagaan sebagai upaya pemerintah, komunitas, dan individu untuk merespon secara cepat terhadap bencana dan dapat memberikan coping secara efektif terhadap bencana kebakaran. Pelatihan kesiapsiagaan penting diajarkan pada seluruh civitas sekolah, dikarenakan salah satu resiko paling sering terjadi di sekolah adalah kebakaran. Tujuan: Mengetahui pengaruh simulasi penatalaksanaan bencana kebakaran dengan kesiapsiagaan di SMK Muhammadiyah 2 Bantul. Metode: Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan pre-experimental design menggunakan pretest posttest one group design. Penelitian ini ingin mengetahui perbedaan pretest dan posttest kesiapsiagaan kebakaran sebelum dan sesudah diberikan simulasi. Hasil: Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon Signed Ranks Test, nilai Z adalah -3.820 dengan nilai p (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0.000. Nilai tersebut berarti bahwa kesiapsiagaan sebelum dan sesudah simulasi penatalaksanaan bencana kebakaran di SMK Muhammadiyah 2 Bantul terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Pemberian simulasi kesiapsiagaan selama 1 kali mampu meningkatkan kesiapsiagaan staff dan guru di SMK Muhammadiyah 2 Bantul.
PENGARUH DEMONSTRASI PEMBIDAIAN TERHADAP KETERAMPILAN DALAM MENGHADAPI RISIKO BENCANA GEMPA BUMI Dewi, Intania Rizkita; Endah Tri Wulandari; Muhaji
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.565

Abstract

Latar belakang: Cedera yang sering terjadi saat gempa bumi adalah patah tulang. Pertolongan pertama yang terlambat ataupun salah mengakibatkan korban mengalami kerusakan tubuh, kecacatan, bahkan kematian. Pembidaian merupakan salah satu pertolongan pertama yang bertujuan untuk mengistirahatkan tulang yang patah dan mencegah rasa nyeri. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh demonstrasi pembidaian terhadap keterampilan dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi di Panti Asuhan Abdul Alim Muhammadiyah Imogiri Bantul. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pre eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 29 orang. Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar observasi keterampilan pembidaian dan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Didapatkan responden terbanyak berdasarkan penilaian pembidaian sebelum diberikan intervensi didapatkan tidak terampil sebanyak 29 orang (100%), setelah diberikan intervensi didapatkan terampil sebanyak 9 orang (31.0%) dan cukup terampil sebanyak 20 orang (69.0%). Hasil uji Wilcoxon didapatkan nilai p-value 0.000 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat pengaruh demonstrasi pembidaian terhadap keterampilan dalam menghadapi risiko bencana gempa bumi di Panti Asuhan Abdul Alim Muhammadiyah Imogiri Bantul
PENGARUH EDUKASI TEKNIK HEMLICH MANUVER TERHADAP PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK PADA ANAK DI POSYANDU Endah Tri Wulandari; Wawan Febri Ramdhani
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.600

Abstract

Latar belakang: Tersedak sebagai kondisi yang membahayakan karena menyebabkan hipoksia general banyak terjadi pada anak – anak. Data dari United States didapatkan 255 anak mengalami kematian akibat tersedak makanan dan benda asing. Helmich manuver merupakan bantuan hidup dasar yang mudah dan cepat untuk bisa menangani kasus tersedak. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi teknik hemlich manuver terhadap pengetahuan pertolongan pertama tersedak pada anak di posyandu anak Temuwuh Lor, Gamping, Sleman. Metode: Penelitian yang akan dilaksanakan peneliti menggunakan desain pre-experimental dengan desain One Group Pre-test-post-test Design. Sampel penelitian berjumlah 30 orang tua atau wali balita. Sampel akan diukur pre-test tentang pengetahuan pertolongan pertama tersedak selanjutnya diberikan intervensi dan setelah intervensi, responden diberikan posttest dengan menggunakan kuisoner pengetahuan pertolongan pertama tersedak. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang pertolongan pertama tersedak pada anak sebelum diberikan edukasi hemlich maneuver menunjukkan sebanyak 29 responden (96,6%) memiliki pengetahuan yang baik, hanya terdapat 1 responden (3,4%) yang memiliki pengetahuan kurang. Setelah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan sebanyak 30 responden (100%) memiliki pengetahuan baik. Kesimpulan: Hasil perhitungan Wilcoxon Test diperoleh hasil p value = 0,001 (p value < 0,05), sehingga hal tersebut menunjukkan hasil terdapat pengaruh pemberian edukasi heimlich maneuver dalam menangani kejadian tersedak pada anak.
PENGARUH ROLEPLAY BERBASIS GAME BANTUAN HIDUP DASAR TERHADAP PENGETAHUAN SISWA SMA MUHAMMADIYAH 1 BANTUL Riyanti, Salsabilla Felicia; Endah Tri Wulandari; Aisyah Nur Azizah
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.570

Abstract

Latar belakang: Indonesia termasuk wilayah dengan risiko gempa tinggi. Kurangnya pengetahuan remaja tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) memperparah dampak bencana. SMA Muhammadiyah 1 Bantul belum pernah mendapatkan pelatihan BHD secara langsung. Tujuan: Mengetahui pengaruh roleplay berbasis game terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang BHD dalam menghadapi risiko gempa. Metode: Desain penelitian pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel 152 siswa kelas X dan XI dipilih dengan stratified random sampling. Intervensi berupa edukatif dan roleplay game BHD. Instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan yang sudah valid dan reliabel. Uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Terdapat peningkatan signifikan (p < 0,05) pada pengetahuan siswa setelah intervensi. Sebelum intervensi, pengetahuan siswa berada pada kategori rendah hingga sedang, meningkat menjadi cukup hingga baik setelah intervensi. Kesimpulan: Roleplay berbasis game efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang BHD. Sekolah disarankan mengintegrasikan kegiatan roleplay berbasis game secara rutin dalam kurikulum atau program mitigasi bencana. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan model intervensi yang lebih terstruktur serta menilai aspek keterampilan psikomotorik BHD secara langsung.
STUDI KASUS: MANAJEMEN AIRWAY PASIEN RIWAYAT MEROKOK PADA OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION DENGAN ANESTESI UMUM Maretha Asih Rossiana; Nia Handayani; Endah Tri Wulandari
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.571

Abstract

Latar belakang: Tingginya prevalensi merokok pada pasien yang menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum meningkatkan risiko gangguan jalan napas, sehingga diperlukan manajemen airway yang tepat untuk mencegah komplikasi dan menjaga keselamatan pasien. Tujuan: Untuk mengetahui manajemen airway pasien riwayat merokok yang dilakukan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) menggunakan anestesi umum di RSUD Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan multiple case study, melibatkan tiga pasien dengan riwayat merokok yang menjalani tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum di RSUD Sleman, yang dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan format pengkajian asuhan kepenataan anestesi sesuai standar IPAI sebagai instrumen utama, serta didukung data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien. Analisis data dilakukan melalui individual case analysis dan cross case analysis. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen airway menggunakan LMA pada tiga pasien dengan riwayat merokok yang menjalani Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum berhasil mengatasi risiko anestesi, termasuk kesulitan intubasi, gangguan respirasi dan kardiovaskular, serta kegawatan jalan napas pasca operasi, dengan hasil akhir kondisi vital stabil dan jalan napas paten. Kesimpulan: Manajemen airway pada pasien dengan riwayat merokok yang menjalani prosedur Open Reduction Internal Fixation (ORIF) dengan anestesi umum efektif melalui penggunaan Laryngeal Mask Airway (LMA).
PERBEDAAN PARAMETER HEMODINAMIK PADA PEMASANGAN LMA DAN ETT DENGAN ANESTESI UMUM DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Putri Komalasari Rumodar; Joko Murdiyanto; Endah Tri Wulandari
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.572

Abstract

Latar belakang: Pemasangan laryngeal mask airway (LMA) dan endotracheal tube (ETT) dalam anestesi umum dapat memicu respons simpatis yang berpengaruh pada perubahan parameter hemodinamik seperti tekanan darah dan denyut jantung. Tujuan: Mengetahui perbedaan parameter hemodinamik pasien selama pemasangan laryngeal mask airway (LMA) dan endotracheal tube (ETT) dengan anestesi umum di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan pasien yang menjalani anestesi umum dengan pemasangan LMA dan ETT sebagai sampel. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui lembar observasi dengan mencatat tekanan darah dan denyut jantung sebelum dan setelah pemasangan alat jalan napas. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan pada tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan denyut jantung antara kelompok LMA dan ETT sebelum maupun setelah pemasangan alat jalan napas (p < 0,05). Nilai signifikansi untuk tekanan darah sistolik adalah 0,033 (sebelum) dan 0,004 (sesudah), serta untuk tekanan darah diastolik sebesar 0,000 (sebelum) dan 0,000 (sesudah). Sementara itu, denyut jantung menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,008 sebelum pemasangan dan 0,000 setelah pemasangan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan parameter hemodinamik antara pemasangan LMA dan ETT pada pasien anestesi umum.
PERAN PEMERINTAH KALURAHAN PARANGTRITIS DALAM MENINGKATKAN KAPASITAS KELOMPOK RENTAN DALAM PERSIAPAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Muhaimin Jazali; Endah Tri Wulandari; Joko Murdiyanto
Jurnal Mitrasehat Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v16i1.577

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, terutama gempa bumi. Kalurahan Parangtritis, yang berada di Kabupaten Bantul, DIY, merupakan salah satu wilayah rawan gempa karena lokasinya dekat dengan zona subduksi dan Samudera Hindia. Kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas menjadi pihak paling terdampak dalam bencana. Tujuan: Untuk mengetahui program yang dilakukan Pemerintah Kalurahan Prangtritis untuk meningkatkan kapasitas kelompok rentan dalam menghadapi gempa bumi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Populasi sampel yaitu RT, Dukuh, anggota kantor Kalurahan, dan FPRB. Peneliti menentukan informan secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditentukan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang. Hasil: Penelitian ini menghasilkan empat tema, yaitu tema I: konsep bencana, tema II: mitigasi bencana, tema III: kesiapsiagaan masyarakat, tema IV: tanggap darurat bencana, tema V: evaluasi pasca bencana. Informan dalam penelitian ini menggambarkan bencana itu ada gempa bumi, tsunami, banjir, dan tanah longsor, abrasi, kekeringan, kebakaran, dan kecelakan. Kesimpulan: Pemerintah melakukan upaya sosialisasi, pelatihan, pendidikan yang diberikan pada masyarakat dan kelompok rentan, serta pada anak anak sejak dari dini. Selain itu adanya koordinasi dan evaluasi dengan beberapa instansi dan juga dengan kelompok lain pada saat mitigasi ataupun pada saat terjadi bencana gempa bumi.