Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Quality of Service dan Manajemen Bandwidth pada Jaringan Wi-Fi Madrasah Aliyah Negeri 2 Ciamis Rafli Deas Eka Putra; Syahrul Rifat Firdaus; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/qdnxbt57

Abstract

Abstrak - Akses internet yang stabil telah menjadi tulang punggung yang sangat penting bagi operasional pendidikan modern. Di MAN 2 Ciamis, infrastruktur Wi-Fi 100 Mbps sering mengalami ketidakstabilan yang signifikan selama jam-jam puncak penggunaan (jam sibuk). Penelitian ini mengevaluasi kondisi jaringan eksisting dan mengusulkan pendekatan struktural untuk memastikan distribusi bandwidth yang adil. Mengikuti kerangka kerja Network Development Life Cycle (NDLC), studi ini berfokus pada tahap analisis dan desain. Data primer diperoleh melalui observasi dan perekaman lalu lintas jaringan menggunakan perangkat lunak Wireshark di tiga titik lokasi utama. Metrik kinerja dievaluasi melalui kriteria Quality of Service (QoS) yaitu throughput, delay, jitter, dan packet loss berdasarkan standar TIPHON. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun delay (3,86 - 15,58 ms), jitter (< 0,01 ms), dan packet loss (0,009% - 0,33%) berada dalam rentang Sangat Bagus, throughput jatuh secara signifikan di bawah 1 Mbps akibat dominasi pengguna tertentu. Sebagai dampaknya, penelitian ini menghasilkan usulan desain manajemen lalu lintas data yang menggabungkan Hierarchical Token Bucket (HTB) untuk prioritas jalur dan Per Connection Queue (PCQ) guna menerapkan batas adil 2 Mbps per siswa. Implementasi rancangan ini diproyeksikan mampu menghilangkan monopoli bandwidth, sehingga menyediakan lingkungan jaringan yang andal dan merata untuk mendukung kegiatan akademik secara efektif. Kata kunci : Manajemen Bandwidth; Wi-Fi; QoS; NDLC; HTB;   Abstract - Stable internet access has become a highly critical backbone for modern educational operations. At MAN 2 Ciamis, the 100 Mbps Wi-Fi infrastructure frequently experiences significant instability during peak usage hours. This research evaluates the existing network conditions and proposes a structural approach to ensure fair bandwidth distribution. Following the Network Development Life Cycle (NDLC) framework, this study focuses on the analysis and design stages. Primary data was obtained through observation and network traffic recording using Wireshark software at three main location points. Performance metrics were evaluated using Quality of Service (QoS) criteria, namely throughput, delay, jitter, and packet loss, based on TIPHON standards. The analysis results show that although delay (3.86 - 15.58 ms), jitter (< 0.01 ms), and packet loss (0.009% - 0.33%) are in the Excellent range, throughput drops significantly below 1 Mbps due to bandwidth dominance by specific users. As a result, this research produces a proposed data traffic management design combining Hierarchical Token Bucket (HTB) for route prioritization and Per Connection Queue (PCQ) to enforce a fair limit of 2 Mbps per student. The implementation of this design is projected to eliminate bandwidth monopoly, thereby providing a reliable and equitable network environment to effectively support academic activities. Keywords: Bandwidth Management; Wi-Fi; QoS; NDLC; HTB;
Rancang Bangun Manajemen Jaringan Komputer Berbasis VLAN dan Quality of Service Menggunakan Metode HTB pada SMAN 11 Tasikmalaya Muhammad Nur Robbany; Amman Abdullah Rosyid; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/abcwm554

Abstract

Abstrak - SMAN 11 Tasikmalaya masih menggunakan jaringan Wi-Fi dasar tanpa segmentasi pengguna dan tanpa pengaturan bandwidth yang terstruktur. Kondisi aktual yang ditemukan adalah koneksi Wi-Fi ruang guru terasa lambat, access point ruang BK belum memperoleh akses internet, serta belum tersedia pemisahan akses untuk siswa, guru, kepala sekolah, staf, dan tamu. Penelitian ini bertujuan merancang segmentasi akses dan manajemen bandwidth jaringan sekolah berbasis Virtual Local Area Network (VLAN) dan Quality of Service (QoS) menggunakan metode Hierarchical Token Bucket (HTB). Metode penelitian menggunakan Network Development Life Cycle (NDLC), meliputi analisis kebutuhan, perancangan, simulasi, pengujian, evaluasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa blueprint topologi jaringan, pembagian VLAN, skema IP, dan rancangan queue tree HTB yang divalidasi melalui simulasi GNS3. Pengujian menunjukkan setiap VLAN dapat terhubung ke gateway dan jaringan luar simulasi, sedangkan validasi HTB menunjukkan alokasi bandwidth dan prioritas pengguna telah diterapkan sesuai rancangan. Rancangan ini menjadi dasar implementasi jaringan sekolah yang lebih terstruktur, terkontrol, dan sesuai kebutuhan operasional pembelajaran maupun administrasi. Kata kunci : VLAN; QoS; HTB; Manajemen Jaringan; Sekolah;   Abstract - SMAN 11 Tasikmalaya still uses a basic Wi-Fi network without user segmentation and structured bandwidth control. The actual conditions identified include slow Wi-Fi access in the teachers room, an access point in the counseling room that is not yet connected to the internet, and the absence of access separation for students, teachers, the principal, staff, and guests. This study aims to design school network access segmentation and bandwidth management based on Virtual Local Area Network (VLAN) and Quality of Service (QoS) using the Hierarchical Token Bucket (HTB) method. The research method follows the Network Development Life Cycle (NDLC), consisting of needs analysis, design, simulation, testing, evaluation, and documentation. The results include a network topology blueprint, VLAN segmentation, IP addressing scheme, and HTB queue tree design validated through GNS3 simulation. The testing results show that each VLAN can reach its gateway and the external simulated network, while HTB validation shows that bandwidth allocation and user priority have been applied according to the design. This design can be used as a basis for implementing a more structured, controlled, and operationally suitable school network. Keywords: VLAN; QoS; HTB; Network Management; School;
Evaluasi Performa Jaringan Wireless Berdasarkan Parameter Quality of Services dan Persebaran Sinyal Wi-Fi di SMAN 8 Tasikmalaya Menggunakan Wireshark Muhammad Hiraki Aufa Islamapasha; Imam Budiansyah; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/5jbsbh91

Abstract

Pemanfaatan jaringan internet telah menjadi elemen krusial dalam mendukung aktivitas akademik dan administratif di SMAN 8 Tasikmalaya. Namun, pembatasan jumlah access point dan fluktuasi sinyal ISP di kawasan tersebut berpotensi menghambat kelancaran operasional sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan wireless menggunakan parameter Quality of Service (QoS) yang meliputi throughput, packet loss, delay, dan jitter berdasarkan standar TIPHON. Metode penelitian yang digunakan adalah action research dengan tahapan diagnosing, action planning, action taking, evaluating, dan learning. Pengambilan data dilakukan menggunakan aplikasi Wireshark di tiga lokasi utama, yaitu Lab TIK, Ruang Tata Usaha (TU), dan Lab Bahasa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa parameter packet loss, delay, dan jitter di seluruh lokasi berada pada kategori "Sangat Baik". Namun, pada parameter throughput, ditemukan ketidakmerataan distribusi sinyal di mana Lab Bahasa hanya memperoleh nilai 398 Kbps (kategori "Buruk"), sementara Lab TIK (7.481 Kbps) dan Ruang TU (3.255 Kbps) masuk kategori "Sangat Baik". Temuan ini mengindikasikan adanya area dengan jangkauan sinyal yang lemah. Penelitian ini merekomendasikan penambahan atau penataan ulang titik akses, khususnya di area Lab Bahasa, guna mengoptimalkan layanan jaringan secara menyeluruh.
Evaluasi Kinerja Jaringan Wi-Fi Menggunakan Parameter Quality of Service pada BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Ramadhan Bagus Hendrawan; Nandhika Pratama; Helmy Dzulkifar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/abr5z768

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan komputer di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tasikmalaya menggunakan parameter Quality of Service (QoS). Evaluasi dilakukan terhadap empat parameter utama, yaitu throughput, packet loss, delay, dan jitter, dengan memanfaatkan software Wireshark untuk menangkap lalu lintas jaringan di tujuh titik lokasi pengukuran. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa throughput tertinggi terdapat di ruang PPIK (5.797 Kbps) dan terendah di ruang PKAP (1.576 Kbps), Packet loss tertinggi terjadi di ruangan PSDA sebesar 9,9%, sementara delay tertinggi tercatat di ruang Podcast sebesar 298,07 ms. Nilai final score TIPHON menunjukkan bahwa Ruang Mutasi memperoleh nilai sempurna (4,0/100%), sementara Ruang Aula, PPIK, Sekretariat, dan PKAP memperoleh nilai 3,5 (87,5%), sedangkan Ruang PSDA memperoleh nilai terendah 2,75 (68,75%). Faktor utama penyebab penurunan kualitas jaringan adalah distribusi sinyal Wi-Fi yang tidak merata, jarak yang jauh dari pemancar utama, serta hambatan fisik berupa dinding beton. Penelitian ini merekomendasikan penambahan Access Point di Ruang PSDA dan PKAP sebagai prioritas utama, redesain penempatan perangkat, serta penerapan load balancing untuk meningkatkan stabilitas dan kinerja jaringan secara keseluruhan. Kata kunci : Evaluasi Jaringan Quality of Service (QoS); TIPHON Throughput; Packet Loss; Delay; Jitter; Wi-Fi; Wireshark; Jaringan Pemerintahan:    Abstract - This study aims to evaluate the performance of the computer network at the Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) of Tasikmalaya Regency using Quality of Service (QoS) parameters. The evaluation was conducted by measuring four main QoS parameters: throughput, packet loss, delay, and jitter. Network traffic data was captured using Wireshark software at seven strategic measurement points within the BKPSDM building. The measurement results show that the highest throughput was recorded in the PPIK room (5,797 Kbps), while the lowest was found in the PKAP room (1.576 Kbps). The highest packet loss occurred in the PSDA room at 9.9%, whereas the highest delay was recorded in the Podcast room at 298.07 ms. The final TIPHON score indicates that the Mutasi room achieved a perfect score (4.0/100%), while the Aula, PPIK, Sekretariat, and PKAP rooms scored 3.5 (87.5%), and the PSDA room obtained the lowest score of 2.75 (68.75%). These issues were primarily caused by the long distance from the central Wi-Fi transmitter and physical obstacles such as concrete walls. This study recommends adding Access Points in weak signal areas (especially PSDA and PKAP Rooms) as the main priority, redesigning the placement and configuration of Wi-Fi transmitters, and implementing load balancing techniques to improve network stability and overall performance. Keywords: Network Evaluation; Quality of Service (QoS); TIPHON; Throughput; Packet Loss; Delay; Jitter; Wi-Fi; Wireshark; Government Network;
Optimalisasi Jaringan Nirkabel Melalui Integrasi Portal Autentikasi dan Manajemen Bandwidth Berbasis Mikrotik pada SMAN 1 Manonjaya Qori Naza Abdillah; Rifza Hamdalah Putra; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/1mtj0t94

Abstract

Abstrak - Perkembangan teknologi jaringan menuntut institusi pendidikan untuk memiliki infrastruktur Wireless Local Area Network (WLAN) yang optimal guna mendukung pembelajaran berbasis digital. SMAN 1 Manonjaya masih menghadapi berbagai permasalahan jaringan, seperti adanya blank spot, ketidakstabilan koneksi, serta ketimpangan distribusi bandwidth. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan infrastruktur jaringan melalui integrasi captive portal dan manajemen bandwidth berbasis Mikrotik. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahapan analisis, desain, simulasi, implementasi, monitoring, dan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penerapan captive portal mampu meningkatkan keamanan akses pengguna; (2) manajemen bandwidth menggunakan Simple Queue dan Per Connection Queue (PCQ) berhasil mendistribusikan bandwidth secara merata; dan (3) terjadi peningkatan signifikan pada parameter QoS, yaitu throughput WLAN guru meningkat dari 9,13 Mbps menjadi 78,5 Mbps, delay berkurang dari 342 ms menjadi 18 ms, serta packet loss turun dari 4% menjadi 0%. Dengan demikian, sistem yang dirancang mampu meningkatkan performa jaringan serta mendukung kegiatan pembelajaran secara lebih efektif. Kata kunci: WLAN; Mikrotik; Captive Portal; Manajemen Bandwidth; QoS;   Abstract - The development of network technology requires educational institutions to provide optimal Wireless Local Area Network (WLAN) infrastructure to support digital learning activities. SMAN 1 Manonjaya still faces several network issues, including blank spots, unstable connections, and uneven bandwidth distribution. This study aims to optimize network infrastructure through the integration of a captive portal and bandwidth management based on Mikrotik. The method used is the Network Development Life Cycle (NDLC), which includes analysis, design, simulation, implementation, monitoring, and management stages. The results indicate that: (1) the implementation of a captive portal significantly improves user access security; (2) bandwidth management using Simple Queue and Per Connection Queue (PCQ) effectively distributes bandwidth evenly; and (3) QoS parameters improved significantly, with teacher WLAN throughput increasing from 9.13 Mbps to 78.5 Mbps, delay reduced from 342 ms to 18 ms, and packet loss decreased from 4% to 0%. Therefore, the proposed system enhances network performance and supports learning activities more effectively. Keywords: WLAN; Mikrotik RouterOS; Captive Portal; Bandwidth Management; Quality of Service (QoS);
Evaluasi Kinerja Jaringan Komputer Menggunakan QoS di Cabang Dinas ESDM Tasikmalaya Fauzan Iffat Chairullah; Syahlaa A’aqilah Effendi; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/cvzbq181

Abstract

Abstrak - Kualitas jaringan komputer pada instansi pemerintahan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas administrasi, komunikasi data, dan layanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan komputer pada Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah VI Tasikmalaya menggunakan metode Quality of Service (QoS). Parameter yang dianalisis meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss berdasarkan standar TIPHON. Pengambilan data dilakukan menggunakan Wireshark melalui proses packet capture pada empat skenario pengujian, yaitu jaringan LAN pada kondisi trafik tinggi, jaringan LAN pada kondisi trafik rendah, jaringan WiFi pada kondisi trafik tinggi, dan jaringan WiFi pada kondisi trafik rendah. Proses capture dilakukan dalam periode pengamatan singkat dan seragam pada setiap skenario agar hasil pengukuran dapat dibandingkan secara objektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan WiFi memiliki performa lebih baik dibandingkan jaringan LAN, terutama pada parameter throughput dan delay. Nilai throughput tertinggi diperoleh pada jaringan WiFi saat kondisi trafik rendah sebesar 2250,41 Kbps, sedangkan nilai delay tertinggi terjadi pada jaringan LAN saat kondisi trafik tinggi sebesar 52,89 ms. Nilai jitter dan packet loss pada seluruh skenario berada pada kategori sangat baik, sedangkan throughput LAN pada trafik rendah berada pada kategori sedang. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar evaluasi bagi pengelola jaringan dalam melakukan pemantauan, pengelolaan bandwidth, dan optimalisasi layanan jaringan pada instansi pemerintahan. Kata kunci : Quality of Service; Jaringan Komputer; TIPHON; Wireshark;   Abstract - The quality of computer networks in government institutions plays an important role in supporting administrative activities, data communication, and digital services. This study aims to evaluate the performance of computer networks at the Regional Office of Energy and Mineral Resources (ESDM) Region VI Tasikmalaya using the Quality of Service (QoS) method. The analyzed parameters include throughput, delay, jitter, and packet loss based on the TIPHON standard. Data were collected using Wireshark through packet capture in four testing scenarios, namely LAN under high-traffic conditions, LAN under low-traffic conditions, WiFi under high-traffic conditions, and WiFi under low-traffic conditions. The capture process was conducted within a short and consistent observation period for each scenario to enable objective comparison of the measurement results. The results show that the WiFi network performed better than the LAN network, particularly in throughput and delay parameters. The highest throughput value was obtained on the WiFi network under low-traffic conditions at 2250.41 Kbps, while the highest delay occurred on the LAN network under high-traffic conditions at 52.89 ms. The jitter and packet loss values in all scenarios were categorized as very good, while LAN throughput under low-traffic conditions was categorized as moderate. These findings can serve as an evaluation basis for network administrators in monitoring, managing bandwidth, and optimizing network services in government institutions. Keywords: Quality of Service; Computer Network;  TIPHON; Wireshark;
Analisis dan Evaluasi Jaringan Lokal Menggunakan Metode Network Development Life Cycle pada Laboratorium Komputer MAN 2 Tasikmalaya Maitsa Washfa Syahira; Adinda Adzra Athiyyatsaqib; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/zmk05g34

Abstract

Abstrak - Transformasi digital di sektor pendidikan menjadikan infrastruktur jaringan elemen kritis dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Laboratorium Komputer MAN 2 Tasikmalaya menggunakan LAN kabel topologi star, namun mengalami gangguan file sharing setelah migrasi ke Windows 11, di mana distribusi file materi dari guru ke siswa tidak dapat dilakukan meskipun berbagai solusi telah dicoba. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa jaringan, kondisi infrastruktur fisik, dan mengidentifikasi penyebab gangguan file sharing tersebut. Metode yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengujian dilakukan pada 5 komputer client menggunakan ping untuk mengukur delay, packet loss, dan jitter, serta iPerf3 berbasis Docker untuk throughput. Hasil menunjukkan jaringan dalam kategori sangat baik sesuai standar TIPHON dengan delay 0–3 ms, packet loss 0%, dan jitter 0,3–1,6 ms. Pengujian throughput menggunakan Windows 10 sebagai pembanding menghasilkan nilai 89,57–106,85 Mbps, membuktikan infrastruktur jaringan dalam kondisi optimal. Tidak ditemukan kerusakan signifikan pada infrastruktur fisik. Gangguan file sharing disebabkan konfigurasi default Windows 11 yang membatasi protokol SMB, bukan kualitas jaringan. Penelitian ini berkontribusi sebagai referensi evaluasi jaringan LAN berbasis NDLC di lingkungan laboratorium pendidikan, khususnya dalam mengidentifikasi pengaruh konfigurasi sistem operasi terhadap layanan jaringan lokal. Kata kunci : LAN; QoS; throughput; iperf3; Windows 11;   Abstract - Digital transformation in the education sector makes network infrastructure a critical element in supporting technology-based learning. The Computer Laboratory of MAN 2 Tasikmalaya uses a cable-based LAN with a star topology but experienced file sharing disruptions after migration to Windows 11, where distribution of learning materials from teacher to students could not be performed despite various solutions having been attempted. This study aims to evaluate network performance, physical infrastructure conditions, and identify the causes of file sharing disruptions. The method uses the Network Development Life Cycle (NDLC) with a descriptive quantitative approach. Testing was conducted on 5 client computers using ping to measure delay, packet loss, and jitter, and iperf3 based on Docker for throughput measurement. The results show the network is in a very good category according to the TIPHON standard with delay of 0–3 ms, packet loss of 0%, and jitter of 0.3–1.6 ms. Throughput testing using Windows 10 as a comparison yielded values of 89.57–106.85 Mbps, proving the network infrastructure is in optimal condition. No significant damage was found in the physical network infrastructure. File sharing disruption is caused by the default Windows 11 configuration that restricts SMB protocol communication, not network quality. This study contributes as a reference for NDLC-based LAN network evaluation in educational laboratory environments, particularly in identifying the influence of operating system configuration on local network services. Keywords: LAN; QoS; throughput; iperf3; Windows 11;
Evaluasi Jaringan Komputer di MAN 2 Kota Tasikmalaya Menggunakan Metode Quality of Service Sindi Susanti; Adilla Maulida Aripin; Helmy Dzulfikar
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 3 (2026): Juni, 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/5y3dq189

Abstract

Abstrak - Jaringan komputer telah menjadi infrastruktur vital dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di era digital. Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Tasikmalaya sebagai salah satu instansi pendidikan telah memanfaatkan teknologi jaringan untuk mendukung kegiatan akademik maupun non-akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas jaringan komputer di MAN 2 Kota Tasikmalaya menggunakan metode Quality of Service (QoS) berdasarkan standar TIPHON. Pengukuran dilakukan pada dua titik akses WiFi (Ruang 2 dan Auditorium) pada tiga periode waktu berbeda (pagi, siang, sore) dengan parameter throughput, delay, jitter, dan packet loss menggunakan aplikasi Wireshark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada WiFi Ruang 2, packet loss mencapai 100% pada siang dan sore hari, sementara throughput turun hingga 269 kbps (kategori buruk). Pada WiFi Auditorium, throughput pada siang hari turun drastis menjadi 87 kbps (kategori buruk), meskipun packet loss masih dalam kategori baik (0,296%). Secara keseluruhan, indeks QoS berkisar antara 2,5 hingga 3,25 yang termasuk dalam kategori cukup hingga memuaskan. Permasalahan utama yang ditemukan adalah tingginya packet loss dan ketidakstabilan throughput, terutama pada jam sibuk. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode QoS secara berkala, migrasi ke fiber optik, serta peremajaan perangkat jaringan untuk meningkatkan kualitas layanan. Kata kunci :  Evaluasi; Jaringan Komputer; Quality of Service; TIPHON;   Abstract - Computer networks have become a vital infrastructure in supporting teaching and learning activities in the digital era. Madrasah Aliyah Negeri 2 Tasikmalaya City as one of the educational institutions has utilized network technology to support academic and non-academic activities. This study aims to evaluate the quality of the computer network at MAN 2 Tasikmalaya City using the Quality of Service (QoS) method based on the TIPHON standard. Measurements were carried out on two WiFi access points (Room 2 and Auditorium) at three different time periods (morning, afternoon, evening) with throughput, delay, jitter, and packet loss parameters using the Wireshark application. The results showed that on WiFi Room 2, packet loss reached 100% during the day and evening, while throughput dropped to 269 kbps (poor category). On WiFi Auditorium, throughput during the day dropped drastically to 87 kbps (poor category), although packet loss was still in the good category (0.296%). Overall, the QoS index ranged from 2.5 to 3.25 which was included in the sufficient to satisfactory category. The main problems identified were high packet loss and throughput instability, especially during peak hours. This study recommends the regular implementation of QoS methods, migration to fiber optics, and network equipment upgrades to improve service quality. Keywords: Prediction; Evaluation; Computer Network; Quality of Service; TIPHON;
Analisis Quality of Service Jaringan WLAN Metode PPDIOO Pada Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Tasikmalaya Zahra Ramadhani Putri; Elsa Novia Safitri; Helmy Dzulfikar
JSI (Jurnal Sistem Informasi) Universitas Suryadarma Vol. 13 No. 2 (2026): JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Desain - Unsurya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jsi.v13i2.2023

Abstract

This study aims to evaluate the quality of WLAN network services at the Department of Dental Health, Poltekkes Tasikmalaya, which has a bandwidth of 150 Mbps but frequently experiences connectivity issues. The method used is PPDIOO (Prepare, Plan, Design, Implement, Operate, Optimize) with Quality of Service (QoS) parameters based on the TIPHON standard. Measurements were conducted at 15 locations using the nPerf and Wireshark applications. Observation results indicate several critical points, such as the Auditorium and the D4 Faculty Room, fall into the "Poor" category with packet loss reaching 89%. As a solution, a proposed topology was designed through Cisco Packet Tracer simulation, which includes the addition of access points and account-based bandwidth management. The simulation results show an improvement in service quality, reaching the "Good" to "Excellent" categories.
Evaluasi Kinerja dan Keamanan Jaringan Menggunakan IDS Snort pada Disdukcapil Tasikmalaya HEGIRA MUSYAFA KARTIWAN; FATCKU ROCHMAN; HELMY DZULFIKAR
MIND (Multimedia Artificial Intelligent Networking Database) Journal Vol 11, No 1 (2026): MIND Journal
Publisher : Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/mindjournal.v11i1.102-114

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengevaluasi kinerja dan keamanan jaringan di Disdukcapil Kabupaten Tasikmalaya yang rentan karena belum memiliki sistem keamanan memadai. Menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC) dan simulasi Graphical Network Simulator-3 (GNS3), diimplementasikan Intrusion Detection System (IDS) berbasis Snort yang diintegrasikan dengan iptables sebagai IPS. Hasil menunjukkan serangan SYN Flood menurunkan throughput hingga 99,99% dan meningkatkan latency 95 kali lipat. Snort berhasil mendeteksi seluruh serangan dengan detection rate 100%, sementara mekanisme IPS auto-block memulihkan performa jaringan mendekati kondisi normal. Penelitian ini merekomendasikan solusi keamanan open-source yang efektif dan ekonomis bagi instansi pemerintah.Kata kunci: Snort, keamanan jaringan, quality of service, NDLC, GNS3, IPSAbstractThis study evaluates the network performance and security of Disdukcapil Tasikmalaya Regency, which is vulnerable due to the lack of security systems. Using the Network Development Life Cycle (NDLC) method and Graphical Network Simulator-3 (GNS3) simulation, a Snort-based Intrusion Detection System (IDS) integrated with iptables as an IPS was implemented. Results show that SYN Flood attacks reduce throughput by 99.99% and increase latency 95-fold. Snort successfully detected all attacks with a 100% detection rate, while the IPS auto-block mechanism restored network performance close to normal. This research recommends an effective and economical open-source security solution for government agencies.Keywords: Snort, network security, quality of service, NDLC, GNS3, IPS