Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penerapan Teknologi Plasma Pada Sheetmask Sebagai Peningkatan Penjerapan Essence Shafa Savira Vaditya; Gita Cahya Eka Darma; Mentari Luthfika Dewi
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i2.3111

Abstract

Abstract. One of the cosmetic products for skin care is a face mask. Sheet masks have a better absorption and penetration profile because they use the Occlusive Dressing Treatment mechanism. The application of plasma technology to sheetmasks combined with essence can increase the effectiveness. This study aims to determine the effect of plasma treatment on sheetmasks to increase adsorption of essence. In this study, sheetmasks given plasma treatment and not given plasma treatment were evaluated the surface of sheetmask using SEM, dcrease contact angle, and weight test. Then, the sheetmask is soaked in essence and the adsorption evaluation is carried out by means of a weight test. The results of this study. Plasma treatment has been shown to increase essence adsorption by forming pores, decreasing contact angle, increase time of absorption, decreasing weight. Abstrak. Salah satu produk kosmetik untuk perawatan kulit adalah masker wajah. Sheet mask memiliki profil penyerapan dan penetrasi yang lebih baik karena menggunakan mekanisme Occlusive Dressing Treatment. Penerapan teknologi plasma pada sheetmask yang dikombinasikan dengan essence dapat meningkatkan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan plasma pada sheetmask terhadap peningkatan penjerapan essence. Pada penelitian ini sheetmask yang diberi perlakuan plasma dan tidak diberi perlakuan plasma dievaluasi permukaan sheetmask menggunakan SEM, penurunan sudut kontak, dan uji berat. Kemudian sheetmask direndam pada intinya dan evaluasi adsorpsi dilakukan dengan uji bobot. Hasil penelitian ini. Perawatan plasma telah terbukti meningkatkan adsorpsi esensi dengan membentuk pori-pori, mengurangi sudut kontak, meningkatkan waktu penyerapan, menurunkan berat.
Perawatan Kulit dengan Masker Alami Antioksidan untuk Peremajaan Wajah Novisya Nur Fadlillah; Mentari Luthfika Dewi
Jurnal Riset Farmasi Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v4i1.3757

Abstract

Abstract. Several  daily activities can cause happening damage to the skin, and free radicals can raise negative impacts like aging early because that needs something innovative to prevent it. An antioxidant is something compound with characteristics that hinder the formation of free radicals inside the body using neutralization. Cosmetic preparations can be used to deliver antioxidant compounds to the skin. Face masks are the cosmetic product that applies the Occlusive Dressing Treatment (ODT) principle so that combinations can penetrate well into the skin. This study aims to determine the activity of mask preparations containing natural ingredients with antioxidant potential in skin care and rejuvenation. Research results know that prepared masks with material content and natural potential as antioxidants can be used for the maintenance and regeneration of skin so that spared from early aging as well as negative manifestations such as hyperpigmentation, wrinkles, black blemishes, and sagging of the skin. Abstrak. Beberapa aktivitas sehari-hari dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada kulit seperti radikal bebas yang dapat menimbulkan dampak negatif seperti penuaan dini, oleh karena itu diperlukan suatu inovasi untuk dapat mencegahnya. Antioksidan merupakan suatu senyawa yang memiliki sifat menghambat terjadinya pembentukan radikal bebas di dalam tubuh dengan cara netralisasi. Untuk menghantarkan senyawa antioksidan pada kulit dapat digunakan sediaan kosmetik, masker wajah adalah salah satu produk kosmetik yang menerapkan prinsip Occlusive Dressing Treatment (ODT) sehingga dapat membawa senyawa berpenetrasi dengan baik pada kulit. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas sediaan masker yang mengandung bahan alam dengan potensi antioksidan dalam perawatan dan peremajaan kulit. Hasil penelitian diketahui bahwa sediaan masker dengan kandungan bahan alami yang berpotensi sebagai antioksidan dapat digunakan untuk perawatan dan peremajaan kulit sehingga terhindar dari penuaan dini dan juga manifestasi negatifnya seperti hiperpigmentasi, kerutan, noda hitam, dan kekenduran pada kulit.
Analysis of SARS-CoV-2 Spike Protein as The Key Target in the Development of Antiviral Candidates for COVID-19 through Computational Study Taufik Muhammad Fakih; Mentari Luthfika Dewi
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 5 No. 4 (2021): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v5i4.254

Abstract

The recent public health crisis is threatening the world with the emergence of the spread of the new coronavirus 2019 (2019-nCoV) or severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). This virus originates from bats and is transmitted to humans through unknown intermediate animals in Wuhan, China in December 2019. Advances in technology have opened opportunities to find candidates for natural compounds capable of preventing and controlling COVID-19 infection through inhibition of spike proteins of SARS-CoV-2. This research aims to identify, evaluate, and explore the structure of spike protein macromolecules from three coronaviruses (SARS-CoV, MERS-CoV, and SARS-CoV-2) and their effects on Angiotensin-Converting Enzyme 2 (ACE-2) using computational studies. Based on the identification of the three spike protein macromolecules, it was found that there was a similarity between the active binding sites of ACE-2. These observations were then confirmed using a protein-docking simulation to observe the interaction of the protein spike to the active site of ACE-2. SARS-COV-2 spike protein has the strongest bond to ACE-2, with an ACE score of ?1341.85 kJ/mol. Therefore, some of this information from the results of this research can be used as a reference in the development of competitive inhibitor candidates for SARS-CoV-2 spike proteins for the treatment of COVID-19 infectious diseases.
Formulasi Sediaan Sabun Wajah Gel Mengandung Bahan Alam Sebagai Antijerawat Divia Yurisca; Mentari Luthfika Dewi
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i2.3282

Abstract

Abstract. One of the problems that occur on facial skin is acne. The prevalence of cases of acne sufferers at the age of 15-18 years ranges from 80-85%, in women aged more than 25 years ranges from 12%, and at the age of 35-44 years ranges from 3%. Preparations that can be used to prevent acne, one of which is facial soap, gel serves to lift oil and fat so as not to aggravate the condition of acne. This study aims to determine plants on the leaves that have the potential to be anti-acne and the optimum formulation of anti-acne gel facial soap preparations with efficacious ingredients from natural ingredients using cellulose group gelling agents. The results of research from the analyzed journals found that plants that have a tendency to antibacterial activity as anti-acne are basil leaves with KHM of 0.5% and the optimum formula of gel facial soap preparations as anti-acne with efficacious ingredients from natural ingredients using a comparison of variations of cellulose group gelling agents found in formulas using gelling agent CMC-Na. Abstrak. Salah satu permasalahan yang terjadi pada kulit wajah yaitu jerawat. Prevalensi kasus penderita jerawat pada usia 15-18 tahun berkisar 80-85%, pada wanita usia lebih dari 25 tahun berkisar 12%, dan pada usia 35-44 tahun berkisar 3%. Sediaan yang dapat digunakan untuk mencegah jerawat salah satunya yaitu sabun wajah gel berfungsi untuk mengangkat minyak dan lemak sehingga tidak memperparah kondisi jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanaman pada bagian daun yang berpotensi sebagai antijerawat serta formulasi optimum sediaan sabun wajah gel antijerawat dengan bahan berkhasiat dari bahan alam menggunakan gelling agent golongan selulosa. Hasil penelitian dari jurnal yang telah dianalisis diperoleh bahwa tanaman yang memiliki kecenderungan aktivitas antibakteri sebagai antijerawat yaitu daun kemangi dengan KHM sebesar 0,5% serta formula optimum sediaan sabun wajah gel sebagai antijerawat dengan bahan berkhasiat dari bahan alam menggunakan perbandingan variasi gelling agent golongan selulosa terdapat pada formula dengan menggunakan gelling agent CMC-Na.
Identifikasi Mekanisme Molekuler Senyawa Bioaktif Peptida Laut sebagai Kandidat Inhibitor Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE) Fakih, Taufik Muhammad; Dewi, Mentari Luthfika
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 1 (2020): J Sains Farm Klin 7(1), April 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.1.76-82.2020

Abstract

Senyawa bioaktif peptida laut saat ini menjadi fokus penelitian karena memiliki sifat yang unik. Salah satu peran biologis penting dari senyawa peptida tersebut adalah sebagai agen antihipertensi terhadap aktivitas Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE). Terdapat beberapa senyawa peptida yang telah terbukti mampu menghambat reseptor ACE, seperti senyawa peptida yang dihasilkan oleh teripang (Acaudina molpadioides), kerang biru (Mytilus edulis), dan ikan tuna (Thunnini). Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan evaluasi terhadap interaksi yang terjadi antara senyawa peptida dengan reseptor ACE menggunakan motode penambatan molekuler berbasis protein-peptida. Sequencing senyawa peptida dimodelkan terlebih dahulu menggunakan server PEP-FOLD. Konformasi terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul reseptor ACE menggunakan software PatchDock. Interaksi yang terjadi diamati lebih lanjut menggunakan software BIOVIA Discovery Studio 2020. Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler berbasis protein-peptida, senyawa peptida kerang biru dan ikan tuna memiliki afinitas yang baik terhadap reseptor ACE, yaitu dengan ACE score masing-masing adalah −391,62 kJ/mol dan −516,56 kJ/mol. Dengan demikian, senyawa bioaktif peptida laut tersebut diprediksi dapat dipilih sebagai kandidat inhibitor reseptor ACE berbasis peptida
Prediksi Stabilitas Mucroporin sebagai Kandidat Obat Berbasis Peptida melalui Simulasi Dinamika Molekular Fakih, Taufik Muhammad; Dewi, Mentari Luthfika; Syahroni, Eky
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 7 No 3 (2020): J Sains Farm Klin 7(3), Desember 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.7.3.210-217.2020

Abstract

Beberapa peptida yang terkandung dalam racun kalajengking (Lychas mucronatus) menunjukkan beragam aktivitas biologis dengan spesifisitas tinggi terhadap target. Peptida ini memiliki efek potensial terhadap mikroba dan menunjukkan potensi untuk memodulasi berbagai mekanisme biologis yang terlibat dalam imunitas, saraf, kardiovaskular, dan penyakit neoplastik. Keragaman struktural dan fungsional yang penting dari peptida tersebut membuktikan bahwa peptida dari racun kalajengking dapat digunakan dalam pengembangan obat spesifik baru. Melalui penelitian ini akan dilakukan identifikasi, evaluasi, dan eksplorasi terhadap stabilitas peptida Mucroporin yang diproduksi dari racun kalajengking dengan menggunakan simulasi dinamika molekular. Sekuens molekul peptida Mucroporin dimodelkan dengan menggunakan server PEPstrMOD. Konformasi terbaik hasil pemodelan dipilih untuk diamati stabilitasnya dengan menggunakan software Gromacs 2016.3. Trajektori yang terbentuk kemudian dianalisis berdasarkan visulasiasi dengan menggunakan software VMD 1.9.4 serta dilakukan analisis grafik RMSD dan RMSF. Hasil analisis trajektori dari simulasi dinamika molekular membuktikan bahwa molekul peptida Mucroporin-S2 memiliki stabilitas yang paling baik. Dengan demikian, molekul peptida tersebut diprediksi dapat dipilih sebagai kandidat obat berbasis peptida.
Simulasi Dinamika Molekuler Senyawa Asam Ferulat dan Turunannya dari Kulit Buah Nanas (Ananas comosus) sebagai Inhibitor Enzim Tirosinase Fakih, Taufik Muhammad; Wisnuwardhani, Hilda Aprilia; Dewi, Mentari Luthfika; Ramadhan, Dwi Syah Fitra; Hidayat, Aulia Fikri; Prayitno, Robby
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 8 No 2 (2021): J Sains Farm Klin 8(2), Agustus 2021
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.8.2.208-220.2021

Abstract

Enzim tirosinase merupakan enzim utama pada proses pembentukan pigmen melanin. Penghambatan aktivitas enzim tirosinase secara kompetitif maupun non-kompetitif menjadi kunci utama pengembangan agen pencerah kulit. Asam ferulat merupakan salah satu senyawa antioksidan yang kuat dan mampu melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV yang menginduksi stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi molekuler antara senyawa asam ferulat dari kulit buah nanas (Ananas comosus) dan turunannya dengan enzim tirosinase menggunakan motode dinamika molekuler. Molekul senyawa uji dimodelkan menggunakan perangkat lunak Quantum ESPRESSO v.6.6. Model terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi menggunakan perangkat lunak MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi dengan AutoDock 4.2. Konformasi terbaik hasil penambatan molekuler kemudian dikonfirmasi stabilitasnya dengan simulasi dinamika molekuler menggunakan perangkat lunak Gromacs 2016.3. Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler, senyawa asam iso-ferulat memiliki afinitas yang paling baik, yaitu dengan nilai energi bebas ikatan −25,06 kJ/mol dan memilki ikatan dengan logam seng (Zn) pada sisi aktif enzim tirosinase. Kemudian senyawa tersebut memiki stabilitas interaksi yang baik berdasarkan grafik RMSD, RMSF, Rg, SASA, RDF, dan H-Bond. Dengan demikian, senyawa asam iso-ferulat diprediksi dapat digunakan sebagai kandidat inhibitor kompetitif dan non-kompetitif enzim tirosinase
Pemodelan Molekuler Peptida Bioaktif Laut sebagai Antikoagulan Alami terhadap Enzim Sitokrom P450 (CYP) 2C9: Molecular Modelling of Marine Bioactive Peptides as Natural Anticoagulants against Cytochrome P450 (CYP) 2C9 Enzymes Fakih, Taufik Muhammad; Dewi, Mentari Luthfika
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 6 No. 2 (2020): (October 2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2020.v6.i2.15041

Abstract

Anticoagulants are very important for the treatment and prevention of thrombotic disorders. The use of conventional anticoagulants like heparin and warfarin can cause bleeding complications. To find safer anticoagulant therapy agents, the development of isolation of new anticoagulant compounds has shifted towards natural sources. Bioactive peptides can be considered a better alternative because of their therapeutic potential in the treatment of various diseases. Several peptide molecules have been shown to inhibit the cytochrome P450 (CYP) 2C9 enzyme as a natural anticoagulant, such as bioactive peptides produced by yellowfin sole (Limanda aspera) and bioactive peptides in blue mussel (Mytilus edulis). This study aims to identify and evaluate the interactions that occur between peptide molecules with the cytochrome P450 (CYP) 2C9 enzyme using protein-peptide docking methods. Bioactive peptide sequencing was modeled using the PEP-FOLD software. The best conformation was chosen for an interaction study against the macromolecule of cytochrome P450 (CYP) 2C9 enzyme using PatchDock software. Further observations were made of interactions formed using BIOVIA Discovery Studio 2020 software. Based on the results of protein-peptide docking, the yellowfin sole peptide molecule has a good affinity against the macromolecule of cytochrome P450 (CYP) 2C9 enzyme, with an ACE score of −2527.01 kJ / mol. Therefore, the bioactive peptide is predicted to be used as a candidate for the cytochrome P450 (CYP) 2C9 enzyme inhibitor.
INTERAKSI MOLEKULER INHIBITOR DIPEPTIDYL PEPTIDASE-IV (DPP-IV) DARI PROTEIN SUSU KAMBING SECARA IN SILICO SEBAGAI KANDIDAT ANTIDIABETES Fakih, Taufik Muhammad; Dewi, Mentari Luthfika
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 17 No. 1: Maret 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v17i1.16249

Abstract

Dipeptidyl peptidase-IV (DPP-IV) merupakan salah satu target dalam pengobatan diabetes tipe-2. Beberapa obat golongan gliptin yang tersedia secara komersial seperti sitagliptin, anagliptin, linagliptin, saxagliptin, dan alogliptin secara khusus digunakan sebagai inhibitor DPP-IV untuk pasien diabetes. Saat ini, penggunaan peptida pada protein susu kambing untuk mengobati diabetes telah dilaporkan dalam berbagai percobaan in vitro. Namun, pemahaman tentang interaksi molekuler penghambatan peptida tersebut terhadap DPP-IV masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi, evaluasi, dan eksplorasi mengenai afinitas beberapa molekul peptida tersebut, yaitu MHQPPQPL, SPTVMFPPQSVL, VMFPPQSVL, INNQFLPYPY, dan AWPQYL terhadap makromolekul DPP-IV dengan menggunakan simulasi penambatan molekuler berbasis protein-peptida. Sekuensing peptida terlebih dahulu dilakukan pemodelan dengan menggunakan server PEP-FOLD. Konformasi terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul DPP-IV dengan menggunakan software HPEPDock. Identifikasi lebih lanjut dilakukan terhadap interaksi molekuler yang terbentuk dengan menggunakan software BIOVIA Discovery Studio 2020.  Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler berbasis protein-peptida diperoleh bahwa molekul peptida INNQFLPYPY memiliki afinitas yang paling baik terhadap makromolekul DPP-IV, yaitu dengan nilai energi bebas ikatan 923,46 kJ/mol. Dengan demikian, peptida tersebut diprediksi dapat digunakan sebagai kandidat inhibitor DPP-IV.
Formulasi Masker Bioselulosa dengan Essence Kombucha Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Sebagai Antioksidan Nadila Fanny Shafira, Nadila Fanny Shafira; Mentari Luthfika Dewi
Jurnal Riset Farmasi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v3i1.3162

Abstract

Abstract. Biocellulose masks have skin-friendly properties that do not irritate and adhere very well to the skin. Mask. Biocellulose masks are made from the fermentation of kombucha with the addition of butterfly pea as antioxidants. Butterfly pea contain flavonoid and polyphenol compounds that function as antioxidants. This study was conducted to determine the characteristics and formulation of biocellulose masks based on kombucha butterfly pea, as well as to determine the antioxidant activity of the essence. The test method was conducted in vitro using the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method. The characterization of the biocellulose mask has a purple, a distinctive smell of fermentation which is at pH 5 with an elastic texture and the best stability of the essence of kombucha butterfly pea is in formula 3 with the addition of 0.02% kombucha butterfly pea. Based on the test results, the antioxidant activity of  kombucha butterfly pea essence shows that the essence has weak antioxidant activity with an IC50 value of 113.49 ppm. Abstrak. Masker bioselulosa memiliki sifat yang ramah kulit sehingga tidak mengiritasi dan mampu melekat dengan sangat baik pada kulit. Masker bioselulosa dibuat dari hasil fermentasi kombucha dengan penambahan bunga telang sebagai antioksidan. Pada bunga telang mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan formulasi masker bioselulosa berbasis kombucha bunga telang, serta mengetahui aktivitas antioksidan pada essence. Metode pengujian dilakukan secara in vitro menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH). Masker bioselulosa memiliki karakterisasi berwarna ungu, bau khas fermentasi yang berada pada pH 5 dengan tekstur yang elastis dan stabilitas terbaik dari essence kombucha bunga telang terdapat pada formula 3 dengan penambahan kombucha bunga telang sebanyak 0,02%. Berdasarkan hasil pengujian, aktivitas antioksidan essence kombucha bunga telang menunjukkan bahwa essence memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 sebesar 113,49 ppm.