Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI SUMBER PANGAN Nomi Noviani Siregar; Sri Wahyuni
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2018): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v2i1.106

Abstract

Pada mulanya bertanam sayur di pekarangan hanya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga dengan memanfaatkan halaman rumah yang tersisa, sehingga kegiatan ini banyak dikembangkan di pedesaan. Namun saat ini budaya bertanam sayuran di pekarangan ternyata juga disukai kalangan ibu rumah tangga di daerah perkotaan. Daerah perkotaan ada yang sama sekali tidak memiliki lahan pekarangan maka bertanam sayuran dapat dilakukan di dalam pot atau dilakukan secara vertikultur. Dalam pemanfaatan pekarangan menjadi taman sayura sapek budidaya dari tanaman tetap harus diperhatiakan. Dengan demikian tujuan dari pemanfaatan pekarangan berapa pun luasannya akan memberikan hasil yang optimal.
EDUKASI PEMANFAATAN DAUN KELOR MENJADI OLAHAN PRODUK PANGAN UNTUK MENAMBAH NUTRISI Nomi Noviani
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2021): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v5i1.695

Abstract

ABSTRAK Daun kelor dapat dikonsumsi oleh manusia, namun belum banyak masyarakat Indonesia yang mengonsumsinya dikarenakan karakteristik daun kelor memiliki bau yang khas dan tidak disukai. Di daerah pedesaan, konsumsi daun kelor hanya sebatas pada olahan sayuran berkuah seperti sayur bening dan lalapan saja (Simbolon, 2008). Menurut Zakaria, et al. (2013), daun kelor tidak banyak diolah sebagai pangan fungsional. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam mengolah daun kelor menjadi suatu produk yang dapat diterima masyarakat agar kandungan nutrisi dalam daun kelor dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberi edukasi kepada masyarakat khususnya ibu Pkk atau ibu rumah tangga, dengan adanya edukasi ini diharapkan masyarakat akan lebih kreatif dalam mengolah suatu produk. Karena banyak produk pertanian yang tidak di olah dan di buang, padahal produk tersebut banyak manfaat dan nilai gizi. Untuk mendukung hal tersebut, masyarakat lebih di kenalkan dengan tanaman kelor, berupa media pengenalan. Hasil yang sudah dicapai dalam pengabdian ini adalah : Memberikan pembelajaran dan pendampingan dalam meningkatkan manajemen wirausaha Home Industri ibu rumah tangga di kelurahan sidodadi, Kecamatan medan timur Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Memberikan wacana dan penjelasan kepada ibu ibu selaku mitra dalam pengabdian ini bagaimana cara meningkatkan manajemen wirausaha melalui usaha olahan daun kelo. Kualitas produk, bagaimana membuat produk yang berkualitas, salah satu nya melalui tampilan kemasan yang cantik sehingga mampu menarik minat masyarakat dan menghasilkan makanan yang sehat. Pemasaran, membantu mitra kami dalam memasarkan/mengenalkan produknya untuk lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas, selain masyarakat di lingkungan di desa pematang johar, dengan memanfaatkan media sosial yang ada. (WhatsApp, Line, BB, Facebook, instagram). Promosi dengan cara ini sangat mudah dan bisa dikendalikan langsung setiap saat oleh mitra, dengan adanya promosi ini sangat memudahkan mitra untuk menjual produknya, hanya dengan menggunakan handphone android masyarakat lebih mudah mendapatkan informasi tentang produk yang dipasarkan. Apalagi di masa pandemi ini pemasaran melalui internet sangat banyak di gunakan, sehingga solusi untuk memperoleh keuntungan lebih mudah dengan pemasaran online.
EDUKASI PEMBUATAN MINUMAN SEHAT DARI TANAMAN LIDAH BUAYA Nomi Noviani
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2021): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v5i2.967

Abstract

Lidah buaya merupakan jenis tumbuhan yang mudah sekali kita temukan dan banyak manfaatnya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa zat yang terkandung dalam lidah buaya yaitu Antakuinon dan Kuinon, yang menghilangkan rasa sakit (Analgetik). Lidah buaya dikenal sebagai sumber Vitamin B12 dan banyak mengandung material penting bagi proses pertumbuhan dan fungsi sistem tubuh. Sejumlah penelitian diseluruh dunia, lidah buaya membantu mencegah berbagai jenis penyakit termasuk infeksi. Jenis lidah buaya yang dipakai untuk pembuatan herbal lidah buaya adalah jenis Barbadensis yang mengandung zat untuk kebutuhan manusia, seperti Vitamin A, B1, B2, B6, B12, Vitamin E dan Vitamin C. Tanaman ini dapat juga menyembuhkan penyakit dabetes, jantung, dan penyakit lainnya.Meskipun banyak manfaatnya yang diperoleh dari lidah buaya, tetapi tingkat konsumsi masyarakat terhadap lidah buaya sangat minim, apalagi dalam bentuk makanan dan yaitu minuman. Minuman herbal berbahan dasar lidah buaya yang dihasilkan memiliki kandungan gizi dan senyawa aktip yang bersifat fungsional yang berasal dari bahan bahan yang digunakan. Komponen fungsional tersebut memiliki manfaat penting bagi kesehatan tubuh. Pada pembuatan makanan dan minuman tersebut yang dimanfaatkan adalah daging dari lidah buaya. Karena lidah buaya ini mengandung komponen organik yang dapat digunakan sebagai nutrisi pada tubuh kita. komponen yang terkandung dalam lidah buaya sebagian besar adalah air yang mencapai 99,5 % dengan total padatan terlarut hanya 0,49%, lemak 0,67%, karbohidrat 0,043%, protein 0,038%, vitamin A 4,594% IU, dan vitamin C 3,476 mg. Memberikan pembelajaran dan pendampingan dalam meningkatkan manajemen wirausaha Home Industri serta kreativitas kepada masyarakat desa sigara-gara. Memberikan wacana dan penjelasan kepada masyarakat selaku mitra dalam pengabdian ini bagaimana cara meningkatkan manajemen wirausaha dan kreativitas olahan produk melalui usaha olahan minuman lidah buaya. Kualitas produk, bagaimana membuat produk yang berkualitas, salah satu nya melalui tampilan kemasan yang cantik dan cita rasa sehingga mampu menarik minat masyarakat dan menghasilkan makanan yang sehat. Pemasaran, membantu mengenalkan produknya untuk lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas, selain masyarakat di lingkungan desa, dengan memanfaatkan media sosial yang ada. (WhatsApp, Line, BB, Facebook, instagram). Pengenalan minuman lidah buaya dengan cara ini sangat mudah dan bisa dikendalikan langsung setiap saat oleh mitra.
Analisis Pemasaran Buah Jeruk Manis (Citrus Sinensis Linn) Di Pasar Tradisional Citra Garden Padang Bulan Kecamatan Medan Selayang Kota Medan Shinta Faradilla, Nomi Noviani
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.675

Abstract

Shinta Faradilla, 2018. Analisis Pemasaran Buah Jeruk Manis (Citrus sinensis Linn) di Pasar Tradisional Citra Garden Padang Bulan Kecamatan Medan Selayang Kota Medan. Dibawah bimbingan Pembimbing Skripsi oleh Ibu Nomi Noviani, SP, MP, Penguji I Bapak Dian Habibie, SP, MP dan Penguji II Bapak Sugiar, SP, MP. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis saluran pemasaran jeruk manis yang terjadi di daerah penelitian. Untuk menganalisis besarnya margin pemasaran dan profit margin pada setiap lembaga pemasaran di masing-masing saluran pemasaran. Untuk menganalisis tingkat efisiensi pemasaran jeruk manis di daerah penelitian Penelitian yang dilakukan ini berjenis penelitian kuantitatif dengan bentuk analisis dan subjek yang dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah petani dan pedagang jeruk manis. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan adalah efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran Jeruk Manis yang digunakan petani di Di Pasar Tradisional Citra Garden Kecamatan Medan Selayang Kota Medan dalam memasarkan hasil buah jeruk manis, yaitu Pola Saluran Pemasaran Pertama Petani ? Pedagang Pengumpul ? Pedagang Pengecer ? Konsumen. Pola saluran pemasaran kedua Petani ? Pedagang Pengecer ? Konsumen. Lembaga pemasaran seperti pedagang pengumpul dan pedagang pengecer sama-sama melakukan fungsi pemasaran. Pedagang pengumpul melakukan fungsi pemasaran seperti pembelian, penjualan, pengangkutan, penyimpanan, sortir, dan informasi pasar. Sedangkan pedagang pengecer melakukan fungsi pemasaran seperti pembelian, penjualan, pengangkutan, sortir, dan informasi pasar. Margin pemasaran yang terjadi pada setiap saluran pemasaran berbeda, pada saluran pemasaran pertama margin pemasaran sebesar Rp 7.000/kg. Sedangkan pada saluran pemasaran yang kedua nilai margin pemasaran sebesar Rp 4.000/kg. Share margin yang terjadi pada setiap saluran pemasaran berbeda. Share margin pada saluran pertama sebesar 58,34%, sedangkan pada saluran kedua sebesar 33,33%. Efisiensi setiap saluran pemasaran termasuk dalam kategori efisien karena nilai efisien < 50% yaitu sebesar 9.32 % dan 2,34%. Namun dalam penelitian ini saluran pemasaran kedua lebih efisien karena nilai efisiensi lebih kecil dibandingkan saluran pemasaran yang pertama yaitu sebesar 2,34 %.
Analisis Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah (Oryza Sativa) Dan Pemasaran Terhadap Pendapatan Petani : (Studi Kasus : Petani Padi Sawah Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang) Rizka Fadila Sirait, Nomi Noviani
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.740

Abstract

Rizka Fadila Sirait, 2018. Analisis Biaya Produksi Usahatani Padi Sawah (Oryza sativa L) dan Pemasaran Terhadap Pendapatan Petani (Studi Kasus : Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang. Dibawah bimbingan Pembimbing Skripsi oleh Ibu Nomi Novuani, SP, MP, Penguji I Bapak Dian Habibie, SP, MP, MSi dan Penguji II Bapak Sugiar, SP, MP. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh faktor luas lahan, biaya tenaga kerja, biaya benih, biaya pupuk dan biaya pestisida terhadap pendapatan usahatani padi sawah di daerah penelitian. Untuk menganalisis pendapatan yang diperoleh petani padi sawah di daerah penelitian. Untuk menganalisis usahatani padi sawah layak untuk diusahakan di daerah penelitian. Untuk menganalisis margin pemasaran dan profit margin pada setiap lembaga pemasaran di masing-masing saluran pemasaran beras. Penelitian yang dilakukan ini berjenis penelitian kuantitatif dengan bentuk analisis dan subjek yang dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah petani padi sawah. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil regresi linear berganda diperoleh hasil uji t menunjukan luas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida dan biaya tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani padi sawah, sedangkan uji F (simultan) menunjukan biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida, dan biaya tenaga kerja berpengaruh secara bersama-sama terhadap pendapatan petani padi msawah sedangkan secara parsial (satu persatu) usahatani padi sawah dengan faktor produksi luas lahan (X1), biaya benih (X2) biaya tenaga kerja (X5), berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah sedangkan biaya pupuk (X3) dan biaya pestisida (X4) tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani padi sawah. Berdasarkan basil penelitian bahwa Pendapatan keseluruhan petani sampel. Usaha padi sawah di Desa Ujung Labuhan sebesara Rp 618.615.000, dengan total rata-rata penerimaan Rp 21.150.000, sedangkan biaya produksi petani sampel padi sawah sebanyak Rp 121.635.000 dengan rata-rata sebesar Rp 3.475.286. Adapun keuntungan petani sampel usahatani padi sawah rata-rata didaerah penelitian sebesar Rp 17.674.714/musim tanan. Usahatani padi sawah layak untuk diusahakan di daerah penelitian dikarenakan nilai R/C Rasio yang di peroleh lebih besar dari satu (R/C Rasio > 1). Dengan nilai 6,39 > 1, maka dikatakan bahwa usahatani padi sawah layak di usahakan di daerah penelitian. Saluran pemasaran padi sawah di Desa Ujung Labuhan terdapat 1 jenis saluran pemasaran dari petani ke kilang padi dari kilang padi ke pengecer dan dari pengecer ke konsumen.Margin pemasaran diperoleh petani 4.500/kg ke kilang padi dari kilang padi menjual ke pedagang pengecer dengan harga Rp 10.500/kg dan dari pengecer menjual ke konsumen sebesar Rp 11.000/kg. Dengan harga jual padi petani ke pedagang kilang padi dan harga pokok produksi sebesar Rp 4.500/kg, maka keuntungan yang diperoleh kilang padi sebesar Rp 5.820/kg dan keuntunga yang diperoleh pedagang pengecer sebesar Rp.2.500/kg,
Strategi Pengembangan Agrowisata Sebagai Kawasan Eduwisata Lokal : (Studi Kasus : Objek Wisata Medan Istana Jambu Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang) Rizki Fahira Sirait, Nomi Noviani
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 2, No 2, Agustus 2022
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v2i2.741

Abstract

Rizki Fahira Sirait, 2018. Strategi Pengembangan Agrowisata Sebagai Kawasan Eduwisata Lokal (Studi Kasus : Objek Wisata Medan Istana Jambu Desa Ujung Labuhan Kecamatan Namorambe Kabupaten Deli Serdang. Dibawah bimbingan Pembimbing Skripsi oleh Ibu Nomi Noviani, SP, MP Penguji I Bapak Dian Habibie, SP, MP, MSi dan Penguji II Bapak Sugiar, SP, MP. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pendapatan yang dihasilkan dari Agrowisata Medan Istana Jambu. Untuk menentukan apa yang menjadi faktor internal dan eksternal dalam pengembangan Agrowisata Medan Istana Jambu. Untuk menentukan strategi apa yang tepat dalam pengembangan Agrowisata Medan Istana Jambu di daerah penelitian. Penelitian yang dilakukan ini berjenis penelitian kuantitatif dengan bentuk analisis dan subjek yang dijadikan sumber dalam penelitian ini adalah petani jagung manis. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan adalah Analisis SWOT dan untuk menyusun alat digunakan faktor–faktor strategi adalah matrik SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang dihasilkan Agrowisata Medan Istana Jambu pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp. 309.930.000 dan pendapatan yang dihasilkan pada masa pandemi covid-19 (Desember 2020 – Desember 2021) yaitu sebesar Rp. 139.940.000. Berdasarkan hasil analisis internal Agrowisata Medan Istana Jambu terdapat kekuatan diantaranya kondisi menarik, biaya masuk murah, sering mengadakan kegiatan masyarakat, Agrowisata yang luas dan fasilitas yang memadai. Dan kelemahan adalah akses mencapai lokasi wisata, promosi yang belum intensif dan gencar, kemampuan tenaga kerja masih rendah dan belum ada diversifikasi produk olahan. Berdasarkan hasil analisis lingkungan eksternal Agrowisata Medan Istana Jambu diperoleh peluang yaitu adanya kerja sama dengan pihak lain, sesuai dengan kebijakan pemerintah yang dikeluarkan, sesuai dengan kebutuhan manusia akan liburan, terdapat dukungan dari masyarakat setempat dan peluang bagi investor untuk pengembangan sumberdaya alam. Ancaman yang terdapat pada Agrowisata Medan Istana Jambu adalah pesaing yang sama, minat pengunjung untuk datang kembali, jumlah pengunjung menurun di masa pandemic covid-19, perkembangan agrowisata lain yang mempunyai ciri khas, dan faktor gangguan hama yang cenderung sulit dikontrol.Berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan eksternal Agrowisata Medan Istana Jambu menciptakan beberapa alternatif strategi pada Agrowisata Medan Istana Jambu yaitu strategi S-O Melakukan pengembangan Agrowisata dengan cara menambah spot foto dan wisata yang bervariasi dan terus melakukan peningkatan promosi, Strategi S-T seperti lebih menampilkan keunikan ciri khas dari Agrowisata Medan Istana Jambu dan lebih meningkatkan dan menjaga kualitas produk serta sistem pemasarannya, Strategi W-O seperti optimalisasi Agrowisata dengan terus melakukan pengembangan serta penguatan usaha dari Agrowisata itu, Strategi W-T yaitu menawarkan diskon (potongan harga) baik pada produk maupun biaya masuk agrowisata dan memberikan rasa kenyamanan bagi pengunjung.
SELEKSI DAN UJI ANTAGONIS BAKTERI DAN JAMUR ENDOFIT DARI PATOGEN TANAMAN KARET Sri Wahyuni; Nomi Noviani; Leni Handayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i2.6384

Abstract

Pengendalian hayati terhadap patogen merupakan cara pengendalian yang sedang dikembangkan saat ini diantaranya dengan memanfaatkan bakteri dan jamur endofit. Bakteri maupun Jamur endofit dapat menstimulasi zat pengatur tumbuh, memfiksasi nitrogen, dan meningkatkan induksi ketahanan terhadap  tumbuhan . Bakteri endofit mampu menghasilkan senyawa yang dapat digunakan sebagai ketahanan kimia melawan mikroba patogenik yang menginfeksi tanaman.Hasil isolasi yang dilakukan dari akar tanaman karet rakyat, diperoleh 4 (empat) isolat bakteri dengan kode B01, B02, B03, B04 dan 2(dua)  isolat jamur dengan kode J01, J02, J03. Hasil yang diperoleh secara invitro dengan pengujian Bakteri dan Jamur Endofit di uji secara antagonis dengan patogen akar dari tanaman karet di peroleh data yaitu Bakteri Endofit yang significant diukur dari rerata zona hambat yang di hasilkan yaitu B01 sebesar 17,65 mm dan B04 sebesar 18,75 mm . Sedangkan Jamur Endofit yang significant dari pengukuran pertumbuhan koloni antara jamur endofit dan Jamur Patogen yaitu J02 rata-rata pertumbuhan koloninya mencapai 52.19 mm sedangkan jamur J03 pertumbuhannya 52.60 mm.
SELEKSI DAN UJI ANTAGONIS BAKTERI DAN JAMUR ENDOFIT DARI PATOGEN TANAMAN KARET Sri Wahyuni; Nomi Noviani; Leni Handayani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v5i2.6384

Abstract

Pengendalian hayati terhadap patogen merupakan cara pengendalian yang sedang dikembangkan saat ini diantaranya dengan memanfaatkan bakteri dan jamur endofit. Bakteri maupun Jamur endofit dapat menstimulasi zat pengatur tumbuh, memfiksasi nitrogen, dan meningkatkan induksi ketahanan terhadap  tumbuhan . Bakteri endofit mampu menghasilkan senyawa yang dapat digunakan sebagai ketahanan kimia melawan mikroba patogenik yang menginfeksi tanaman.Hasil isolasi yang dilakukan dari akar tanaman karet rakyat, diperoleh 4 (empat) isolat bakteri dengan kode B01, B02, B03, B04 dan 2(dua)  isolat jamur dengan kode J01, J02, J03. Hasil yang diperoleh secara invitro dengan pengujian Bakteri dan Jamur Endofit di uji secara antagonis dengan patogen akar dari tanaman karet di peroleh data yaitu Bakteri Endofit yang significant diukur dari rerata zona hambat yang di hasilkan yaitu B01 sebesar 17,65 mm dan B04 sebesar 18,75 mm . Sedangkan Jamur Endofit yang significant dari pengukuran pertumbuhan koloni antara jamur endofit dan Jamur Patogen yaitu J02 rata-rata pertumbuhan koloninya mencapai 52.19 mm sedangkan jamur J03 pertumbuhannya 52.60 mm.
ANALISIS SISTEM PEMASARAN SELADA AIR ( Nastutrium officinale ) (Studi Kasus Desa Doulu Pasar Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo) Dwi Ayu Hasanah Br Tarigan; Ernita Tarigan; Nomi Noviani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL AGRO NUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.232 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana tingkat efesiensi pemasaran selada air di desa doulu pasar kecamatan berastagi kabupaten karo, serta untuk mengetahui margin pemasaran pada saluran pemasaran dan untuk mengetahui bagaimana system mata rantai pemasaran selada air di desa doulu pasar kecamatan berastagi kabupaten karo. Metode pengambilan sampel adalah dengan random sampling, dengan besar sampel 30 sampel. Data yang digunakan data primer dan data skunder. Metode analisis yang digunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Untuk menganalisis besarnya margin pemasaran maka digunakan rumus sebagai berikut : Mji = Psi – Pbi.Hasil penelitian ini menujukkan saluran pemasaran yang dapat memberikan petani keuntungan yang lebih besar adalah petani yang memasarkan selada air dengan menggunakan jalur pemasaran yang lebih singkat seperti saluran pemasaran II. Margin pemasaran pada saluran pemasaran II sebesar Rp. 8.000 / Bal terdapat pada pedagang pengecer dengan keuntungan sebesar Rp. 10.500 / Bal . Margin pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp. 17.000 /Bal terdapat pada pedagang pengumpul dengan keuntungan Rp. 11.750/ Bal, dan sebesar Rp. 10.000/Bal margin pemasaran pada pedagang pegecer, dengan keuntungan Rp. 9.250/Bal. Harga jual tertinggi ditetapkan pedagang pengecer kepada konsumen Rp. 50.000/Bal pada saluran I, sedangkan pada saluran II pengecer menetapkan harga kepada konsumen Rp. 20.000/Bal. Nilai efisiensi pemasaran pada saluran II sebesar 8,43 % pada saluran I 12% ini menunjukkan bahwa semua jalur pemasaran selada air pada daerah penelitian telah efesien. Namun saluran I merupakan saluran yang paling efesien.
PENGARUH KARAKTERISTIK SOSIAL DAN BIAYA EKONOMI PETERNAK SAPI POTONG (Bos primigenius) TERHADAP PENDAPATAN DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG Putri Dahlia; Bambang Hermanto; Sri Wahyuni
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 1 No. 1 (2021): JURNAL AGRO NUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.709 KB)

Abstract

Untuk mengetahui faktor sosial dan biaya ekonomi peternak sapi potong berpengaruh terhadap pendapatan peternak sapi di daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisis persamaan regresi berganda yang menggunakan SPSS dapat diketahui bahwa variabel faktor sosial dan ekonomi yaitu umur peternak, pengalaman beternak, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, jumlah ternak, dan biaya produksi berpengaruh terhadap pendapatan. Menunjukan bahwa hipotesis 1 menggunakan Uji-F dan Uji T pada taraf 95% pada Uji-F diketahui Fhitung> Ftabel (144,024 > 2,62) maka Ho ditolak dan Ha diterima,artinya bahwa variabel independen secara serempak berpengaruh nyata terhadap variabel dependen. Pada Uji-t untuk X1 umur peternak terdapat nilai nilai sig (0,000 < 0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. X2 Tingkat pendidikan nilai sig (0,032 < 0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. X3 Pengalaman Beternak nilai sig (0,000 < 0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. X4 Jumlah Tanggungan nilai sig (178 > 0,05) maka Ha dtolak dan Ho diterima. X5 Jumlah Ternak nilai sig (0,000 < 0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. X6 Biaya Produksi nilai sig (0,000 < 0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak.