Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS USAHATANI DAN SISTEM PEMASARAN JAGUNG HIBRIDA DI KECAMATAN PATUMBAK KABUPATEN DELI SERDANG Rio Darmansyah; Leni Handayani; Nomi Noviani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 1 No. 2 (2021): JURNAL AGRO NUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.353 KB) | DOI: 10.32696/jan.v1i2.901

Abstract

Permintaan jagung di Indonesia terus meningkat, baik untuk pangan sebagai sumber karbohidrat juga merupakan bahan baku industri pangan. Dewasa ini kebutuhan jagung untuk pakan sudah lebih 50% kebutuhan nasional. Peningkatan kebutuhan jagung terkait dengan makin berkembangnya usaha peternakan, terutama unggas. Sementara itu produksi jagung dalam negeri belum mampu memenuhi semua kebutuhan, sehingga kekurangannya dipenuhi dari jagung impor. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah Melihat pendapatan yang diterima petani jagung hibrida di daerah penelitian, Kelayakan usahatani jagung hibrida di daerah penelitian dan Sistem pemasaran jagung hibrida di daerah penelitian. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, yaitu penelitan dengan cara mendeskripsikan keadaan di lapangan dari sejumlah individu yang di wawancara secara langsung. yang dijadikan sampel dengan menggunakan kuisioner dengan menganalisis usahatani dengan menggunakan rumus pendapatan, kelayakan dan saluran serta margin pemasaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa keuntungan yang diterima petani jagungdi daerah penelitian sebesar Rp. 10.098.216 /musim tanam. Usahatani jagung layak diusahakan dengan nilai R/C rasio lebih besar dari 1 yaitu 4,53 > 1 artinya bahwa keuntungan yang diperoleh petani 4,53 kali lipat dari biaya produksi yang dikeluarkan. Saluran distribusi yang menguntungkan dalam pemasaran jagung adalah petani menjual ke Pedagang Pengumpul Desa kemudian menjual ke Pedagang Pengecer dan selanjutnya Konsumen membeli jagung dari Pedagang pengecer
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA OLAHAN SALAK DI DESA PARSALAKAN KECAMATAN ANGKOLA BARAT KABUPATEN TAPANULI SELATAN Nurajana Ritonga; Nomi Noviani; Farida Yani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 2 No. 1 (2022): JURNAL AGRO NUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.492 KB) | DOI: 10.32696/jan.v2i1.1177

Abstract

Strategi pengembangan usaha olahan salak merupakan kegiatan dalam bidang pengembangan mulai dari proses perencanaan produk yang dapat berdampak pada kondisi organisasi bisnis kedepannya dan juga untuk mencapai tujuan perusahaan tercapai secara efektif dan efisien. MatriksIFAS menunjukkan bahwa faktor kekuatan dan kelemahan memiliki total skor 3,09. Hal ini mengidentifikasi bahwa Usaha Olahan Salak Di Desa Parsalakan Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan berada pada posisi internal yang begitu kuat. Matriks EFAS menunjukkan bahwa faktor peluang dan ancaman memiliki total skor 3,2. Hal ini mengidentifikasi bahwa respon peluang yang ada dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman- ancaman di pasar industrinya,Usaha Olahan Salak Di Desa Parsalakan KecamatanAngkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan telah terbukti bisa berkembang dengan penelaahan menggunakan analisis SWOT,Nilai Tambah dalam usaha pengolahan salak menjadi dodol salak menggunakan bahan baku sebanyak 75 Kg dapat menghasilkan output sebanyak 25 Kg. Adapun harga rata-rata bahan baku usaha pengolahan dodol salak di daerah penelitian adalah Rp.3.000/Kg. sedangkan sumbangan input lain adalah Rp.5.000/Kg bahan baku.Nilai Tambah dalam usaha pengolahan salak rumahan menjadi Keripik salak menggunakan bahan baku sebanyak 35 kg dapat menghasilkan output sebanyak 13 kg, Adapun harga rata-rata bahan baku usaha pengolahan keripik salak di daerah penelitian adalah Rp.3.000/kg, sedangkan sumbangan input lain adalah Rp.3.000/kg bahan baku.
ANALISIS BIAYA PRODUKSI USAHATANI SEMANGKA MERAH TERHADAP PENDAPATAN PETANI Muhammad Hilal; leni handayani; Nomi Noviani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 2 No. 2 (2022): JURNAL AGRO NUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.472 KB) | DOI: 10.32696/jan.v2i2.1502

Abstract

Budidaya tanaman semangka di tanah air, masih terbatas untuk memenuhi pasaran dalam negeri, tetapi tidak tertutup kemungkinan kita mampu bersaing di pasaran internasional.Faktor-faktor yang menjadi barometer naik turunnya harga pasaran buah semangka didalam negeri adalah banyaknya hasil buah yang dipanen secara bersamaan. Masuknya benih-benih semangka import mempunyai daya tarik yang kuat, sebab buah semangka tersebut mampu merebut pasaran sejajar dengan buah-buahan jenis lainnya yang sebagian masih didatangkan dari luar negeri. Kenyataan demikian permintaan buah semangka semakin meningkat.Terlebih saat buah yang didatangkan dari daerah-daerah penghasil relatif sedikit, sehingga harganya melonjak tinggi.Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research).Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisisnya, penulis menggunakan metode analisis regresi linier berganda (multiple linear regression) dengan dibantu program SPSS versi 20.00. Berdasarkan analisis yang dilakukan bahwa luas lahan dan produksi usahatani semangka merah setiap tahun mengalami peningkatan.Pendapatan usahatani semangka merah rata-rata Rp. 32.430.142. Usahatani semangka merah layak di usahakan karena nilai B/C sebesar 3,41 dan nilai R/C sebesar 3,41 > 1. Faktor biaya pupuk dan biaya tenaga kerja pada usahatani semangka merah berpengaruh nyata secara parsial terhadap pendapatan petani, sedangkan biaya produksi (biaya pupuk, biaya pestisida, biaya benih, biaya tenaga kerja) berpengaruh nyata secara serempak terhadap penerimaan semangka merah.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA PRODUKSI TAHU PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KECAMATAN SERBA JADI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI M.Reno Panca Sukma; Leni Handayani; Nomi Noviani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 2 No. 2 (2022): JURNAL AGRO NUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.486 KB) | DOI: 10.32696/jan.v2i2.1504

Abstract

Tahu merupakan menu penting serta aman dikonsumsi oleh semua golongan umur sebagai sumber protein yang relatif murah harganya, potensi pasar tahu cukup besar dan berkembang terus seiring dengan berkembangnya bisnis warung makan dan kuliner.Komoditas pertanian pada umumnya mempunyai sifat mudah rusak sehingga perluh langsung dikonsumsi atau diolah terlebih dahulu.Fokus penelitian ini adalah mengetahui berapa besar pendapatan yang diterima pengusaha dalam memproduksi tahu pada industri rumah tangga di Kecamatan Serba Jadi Kabupaten Serdang Bedagai.Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif, Metode kualitatif dilakukan dengan analisis deskriptif untuk melihat meliputi kegiatan usaha produksi tahu di Industri Rumah Tangga.Sedangkan Metode kuantitatif dilakukan dengan analisis finansial untuk dapat mengetahui besarnya biaya, tingkat pendapatan, dan kirteria-kriteria analisis pendapatan.Penerimaan Usaha Tahu Industri Rumahan Tahu di Kecamatan Serba Jadi mencapai Rp. 23.117.666,-./bulan dengan total biaya sebesar Rp. 15.911.502,- , dan jumlah produksi dalam 1 Bulan sebesar 900 Papan. Pendapatan yang dihasilkan oleh Industri Rumahan tahu pada Bulan Agustus sebesar Rp. 7.206.163. Nilai R/C rasio atas biaya total sebesar 1,45 dan nilai B/C rasio atas biaya totalnya sebesar 0,45. Dengan nilai R/C rasio atas biaya total sebesar 1,45 menunjukkan bahwa untuk setiap Rp 1.000.000,- biaya yang dikeluarkan maka usaha produksi tahu memberikan penerimaan sebesar Rp 1.450.000. Berdasarkan penerimaan dan biaya yang dikeluarkan nilai R/C Rasio > 1, sedangkan nilai B/C Rasio 0,45 artinya untuk setiap Rp 1.000.000,- biaya yang dikeluarkan, maka usaha produksi tahu memperoleh keuntungan sebesar Rp 450.000,-.
STRATEGI PEMASARAN TAHU MENTAH PADA UD. ADLI DI KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Ayu Ulandari; Sri Wahyuni
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL AGRO NUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.282 KB) | DOI: 10.32696/jan.v3i1.1997

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Pemasaran Tahu Mentah dalam meningkatkan pendapatan terhadap pengusaha di UD. Adli khususnya tentang pendapatan pengusaha tahu mentah yang di pasarkan , system pemasaran yang terjadi , saluran pemasaran serta efisiensi pemasaran. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret 2022 di UD. Adli di Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. Posisi strategi pemasaran tahu dalam meningkatkan pendapatan usaha adalam matriks posisi SWOT terletak pada kuadran I (0.625;0,205), sehingga alternatif strategi pemasaran tahu mentah adalah strategi agresif yang di peroleh dari nilai total skor pembobotan pada strategi pemasaran di peroleh faktor internal 0,625 yang artinya nilai ini merupakan selisih antara kekuatan dan kelemahan dan untuk faktor eksternal 0,205 yang artinya nilai ini merupakan selisish antara peluang, dan ancaman di mana ancaman sama degan peluang.
ANALISIS USAHATANIDAN SISTEM PEMASARAN JAGUNG MANIS (Zea mays L Saccharata) Dewan Perkasa; Nomi Noviani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2023): JURNAL AGRO NUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.719 KB) | DOI: 10.32696/jan.v3i1.2001

Abstract

Usahatani jagung di daerah penelitian telah berlangsung dalam waktu yang lama dan telah banyak mengalami pasang surut dalam pengusahaannya, namun masih tetap berjalan sampai sekarang.Dilihat dari faktor geografis, Desa Bingkat memiliki potensi yang baik untuk usahatani jagung sebagai sumber pendapatan dan memungkinkan tanaman jagung untuk berkembang, karena didukung oleh keadaan tanahnya yang cocok untuk tanaman jagung.Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research).Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisisnya, penulis menggunakan rumus pendapatan dan kelayakan usahatani serta pola pemasxaran jagung manis. Berdasarkan analisis yang dilakukan bahwa keuntungan petani jagungdi daerah penelitian sebesar Rp. 10.098.216 /musim tanam.Usahatani jagung layak diusahakan dengan nilai R/C rasio lebih besar dari 1 yaitu 4,53 > 1 artinya bahwa keuntungan yang diperoleh petani 4,53 kali lipat dari biaya produksi yang dikeluarkan. Saluran distribusi yang menguntungkan dalam pemasaran jagung adalah saluran distribusi langsung tapi petani jagung tidak memilih saluran distribusi ini karena keterbatasan kemampuan untuk memasarkan sendiri jagung mereka ke pasar yang lebih menguntungkan dan saluran yang terjadi di daerah penelitian adalah saluran petani menjual ke pedagang pengumpul luas wilayah dan selanjutnya di jual ke pedagang pengecer
Pendampingan Pemeriksaan Kadar Gula Darah Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2 Kiki Rawitri; Dikki Miswanda; Zulmai Rani; Anggitha Ningtias; Sri Wahyuni; Syilvi Rinda Sari; Cut Intan Annisa Puteri
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli 2023
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v3i2.618

Abstract

Penyakit degeneratif saat ini telah menjadi ancaman serius kesehatan global, salah satu diantara penyakit degeneratif tersebut adalah Diabetes Melitus (DM). Perhatian pada penyakit DM semakin tinggi karena prevalensinya semakin meningkat pada masyarakat. Salah satunya terjadi pada masyarakat Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, dimana kesadaran terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan khususnya pemeriksaan kadar gula darah (KGD) masih rendah. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan masalah ekonomi masyarakat. Pemeriksaan ini perlu dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh apakah dalam batas normal, kurang, atau melebihi batas normal dan sebagai deteksi dini penyakit DM. Guna mengatasi masalah tersebut dilakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Kolam mengenai penyakit DM melalui edukasi, penyuluhan kesehatan, dan pemeriksaan gula darah sewaktu. Metode yang digunakan dalam edukasi dan penyuluhan adalah ceramah dan diskusi, serta untuk melihat tingkat pengetahuan masyarakat dilakukan pre test dan post test dengan memberikan kuesioner berisi pertanyaan terkait DM sesuai dengan materi yang akan dipaparkan. Data dianalisis menggunakan uji Paired T Test pada program SPSS. Pemeriksaan gula darah acak dilakukan menggunakan glucometer. Kegiatan ini dilakukan terhadap masyarakat, dibantu oleh kader posyandu dan pihak terkait di wilayah Dusun I Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan.Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang penyakit DM tipe 2, gejala/ tanda, pencegahan, faktor risiko, pola hidup sehat, komplikasi yang ditimbulkan apabila kadar gula darah tidak terkontrol, dan kepatuhan dalam minum obat. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu pada masyarakat dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan skrining penyakit DM tipe 2.
Model Strategi Pemasaran Produk Umkm Untuk Meningkatkan Penjualan di Kelurahan Harjosari II Nomi Noviani; Dian Habibie; Leni Handayani; Sri Wahyuni; Bambang Hermanto
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 07 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i07.470

Abstract

UMKM memiliki potensi yang besar dalam perkembangannya, namun masih terdapat kendala yang sering dihadapi oleh para pelaku UMKM. Kendala tersebut antara lain keterbatasan akses pada permodalan, rendahnya kapasitas dan kualitas sumber daya yang tersedia, informasi dan teknologi, serta tingginya biaya produksi. Kendala tersebut dapat menghambat perkembangan UMKM sehingga kinerjanya rendah. Kinerja yang rendah menunjukkan bahwa organisasi tidak dapat mencapai tujuannya secara optimal dan proses produksi belum dijalankan secara efektif dan efisien. Hal tersebut menjadi permasalahan bagi UMKM, di kelurahan harjosari II maka perlu dilakukan peningkatan kinerja untuk mengatasi permasalahan tersebut. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu kekuatan penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini karena UMKM dapat menciptakan lapangan pekerjaan paling banyak, sehingga dapat memberikan kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja. UMKM mampu bertahan apabila menerapkan pengelolaan manajemen dengan baik terutama dalam segi pemasarannya. Perancangan strategi pemasaran dibutuhkan untuk dapat meningkatkan nilai jual, seperti pada produk UMKM di kelurahan harjosari II, perlu adanya perancangan strategi pemasaran dengan baik, Karena dengan adanya pengelolaan strategi pemasaran yang baik maka dapat meningkatkan omset penjualan. Produk umkm yang akan di teliti adalah hasil olahan ubi kayu yang merupakan hasil olahan umkm kelurahan harjosari II. Dari aspek produk, makanan ringan dari hasil olahan agroindustri ubi kayu yaitu keripik  dan kerupuk opak adalah produk hasil olahan dari UMKM di tempat penelitian. Dari hasil penelitian dapat di jelaskan Strategi penetapan harga produk olahan ubi kayu di tetapkan oleh produsen sesuai dengan biaya produksi yang di keluarkan saat memproduksi produk Untuk ke depan perlu dipertimbangkan penetapan harga dengan melihat faktor harga produk pesaing. Strategi promosi keripik dan opak ubi kayu masih terbatas sedangkan aspek promosi dalam penjualan pribadi (personal selling) telah dilakukan. Untuk aspek distribusi, keripik dan opak dipasarkan melalui pedagang pengecer (82 persen) dan langsung kepada konsumen (18 persen). Kondisi produsen makanan cemilan hasil olahan ubi kayu umumnya memiliki posisi tawar lebih lemah dan ketergantungan yang tinggi kepada pengecer karena keterbatasan modalnya, yang menjurus kepada pola hubungan patron-client.
Model Strategi Pemasaran Produk Umkm Untuk Meningkatkan Penjualan di Kelurahan Harjosari II Nomi Noviani; Dian Habibie; Leni Handayani; Sri Wahyuni; Bambang Hermanto
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 2 No 07 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v2i07.470

Abstract

UMKM memiliki potensi yang besar dalam perkembangannya, namun masih terdapat kendala yang sering dihadapi oleh para pelaku UMKM. Kendala tersebut antara lain keterbatasan akses pada permodalan, rendahnya kapasitas dan kualitas sumber daya yang tersedia, informasi dan teknologi, serta tingginya biaya produksi. Kendala tersebut dapat menghambat perkembangan UMKM sehingga kinerjanya rendah. Kinerja yang rendah menunjukkan bahwa organisasi tidak dapat mencapai tujuannya secara optimal dan proses produksi belum dijalankan secara efektif dan efisien. Hal tersebut menjadi permasalahan bagi UMKM, di kelurahan harjosari II maka perlu dilakukan peningkatan kinerja untuk mengatasi permasalahan tersebut. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu kekuatan penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini karena UMKM dapat menciptakan lapangan pekerjaan paling banyak, sehingga dapat memberikan kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja. UMKM mampu bertahan apabila menerapkan pengelolaan manajemen dengan baik terutama dalam segi pemasarannya. Perancangan strategi pemasaran dibutuhkan untuk dapat meningkatkan nilai jual, seperti pada produk UMKM di kelurahan harjosari II, perlu adanya perancangan strategi pemasaran dengan baik, Karena dengan adanya pengelolaan strategi pemasaran yang baik maka dapat meningkatkan omset penjualan. Produk umkm yang akan di teliti adalah hasil olahan ubi kayu yang merupakan hasil olahan umkm kelurahan harjosari II. Dari aspek produk, makanan ringan dari hasil olahan agroindustri ubi kayu yaitu keripik  dan kerupuk opak adalah produk hasil olahan dari UMKM di tempat penelitian. Dari hasil penelitian dapat di jelaskan Strategi penetapan harga produk olahan ubi kayu di tetapkan oleh produsen sesuai dengan biaya produksi yang di keluarkan saat memproduksi produk Untuk ke depan perlu dipertimbangkan penetapan harga dengan melihat faktor harga produk pesaing. Strategi promosi keripik dan opak ubi kayu masih terbatas sedangkan aspek promosi dalam penjualan pribadi (personal selling) telah dilakukan. Untuk aspek distribusi, keripik dan opak dipasarkan melalui pedagang pengecer (82 persen) dan langsung kepada konsumen (18 persen). Kondisi produsen makanan cemilan hasil olahan ubi kayu umumnya memiliki posisi tawar lebih lemah dan ketergantungan yang tinggi kepada pengecer karena keterbatasan modalnya, yang menjurus kepada pola hubungan patron-client.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PEMBELIAN AYAM POTONG RN FARM DI DESA TUMPATAN KECAMATAN BERINGIN KABUPATEN DELI SERDANG Imam Septiawan; Nomi Noviani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Agronusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v3i2.2517

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian ayam potong RN Farm dan untuk mengetahui faktor mana yang paling mempengaruhi perilaku pembelian. Adapun lokasi penelitian ini dilaksanakandi Desa Tumpatan Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang membeli ayam potong RN Farmsebanyak 30 orang konsumen, jumlah sampel yang diambil dari keseluruhan yaitu sebanyak 30 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis regresi linear berganda, uji t parsial, uji F simultan dan Koefisien Determinan (R2). Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa secara parsial (satu persatu) terdapat pengaruh faktor sosial(X1), harga jual produk (X2), kualitas produk (X3), dan lokasi (X4) terhadap produk perilaku pembelian (Y), karena nilai thitung > ttabel. Secara keseluruhan (simultan) terdapat pengaruh faktor sosial (X1), harga jual produk (X2), kualitas produk (X3), dan lokasi (X4) terhadap produk perilaku pembelian (Y) karena nilai Fhitung ≥ Ftabel.. Hasil uji koefisien determinasi diperoleh bahwa faktor sosial (X1), harga jual produk (X2), kualitas produk (X3), dan lokasi (X4) dapat menjelaskan hubungan yang erat terhadap produk keputusan pembelian (Y). R square (R2) atau kuadrat Radalah sebesar 0,503, artinya persentase sumbanganfaktor sosial (X1), harga jual produk (X2), kualitas produk (X3), dan lokasi (X4) terhadap keputusan pembelian sebesar 50,3%, sedangkan sisanya sebesar 49,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti oleh penelitian ini.