Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Thunkable bagi Pendidik di UPT SD Negeri 1 Tonronge: Indonesia Rahmita Rahmita; Putriwanti Putriwanti; Danti Indriastuti Purnamasari; Kasmawati Kasmawati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1176

Abstract

Pendidikan saat ini dituntut untuk terus beradabtasi sesuai dengan perkembangan zaman, salah satunya penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Pendidik perlu mendapatkan pelatihan pembuatan media pembelajaran untuk mendukung keterampilan dalam menyiapkan proses belajar mengajar yang kreatif dan interaktif. UPT SD Negeri 1 Tonronge merupakan salah satu satuan pendidikan dengan jenjang SD di Tonrong Rijang, Kec. Baranti, Kab. Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Thunkable yang merupakan salah satu aplikasi yang dapat membantu pendidik dalam mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan mengikuti perkembangan zaman. Tujuan dilakasanakannya pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada pendidik dalam membuat media pembelajaran dengan bantuan aplikasi Thunkable sehingga pendidik dapat mengimplementasikan media tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan dengan jumlah pendidik sebanyak 10 orang, selama 1 hari dengan pemberian materi dan pendampingan implementasi penggunaan aplikasi Thunkable. Hasil dari kegiatan ini yakni mampu meningkatkan kemampuan pendidik dalam merancang media pembelajaran inovatif menggunakan aplikasi Thunkable, sehingga dapat mendorong peningkatan partisipasi dan pemahaman peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas maupun secara mandiri.
Sosialisasi Bencana Gempa Bumi Dan Tsunami Serta Mitigasinya di SDN Baloroa Danti Indriastuti Purnamasari; Rangga Putera Boroallo; Ifka Nafisya
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1242

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di kawasan cincin api Pasifik, yang menjadikannya rentan terhadap bencana alam, terutama gempa bumi dan tsunami. Wilayah Palu menjadi salah satunya memiliki potensi bahaya gempa bumi yang tinggi, mengingat banyaknya aktivitas tektonik yang terjadi di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan sosialisasi tentang bencana gempa bumi dan tsunami serta upaya mitigasinya di SDN Baloroa. Sosialisasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan siswa dalam menghadapi bencana alam, khususnya di wilayah yang rawan gempa bumi dan tsunami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan di SDN Baloroa Setelah dilakukan pre-test dan post-test kepada siswa sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi, dapat dilihat adanya peningkatan skor rata-rata pemahaman siswa mengenai bencana gempa bumi, tsunami, dan langkah-langkah mitigasi. Misalnya, rata-rata skor pre-test sebesar 60 dan setelah sosialisasi meningkat menjadi 85, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mereka. Meskipun demikian, beberapa kendala seperti keterbatasan waktu dan sarana prasarana mitigasi bencana perlu diperhatikan untuk meningkatkan efektivitas sosialisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program pendidikan mitigasi bencana di sekolah-sekolah, serta memperkuat peran sekolah dalam membentuk kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Selain itu, pengintegrasian teknologi simulasi bencana, pelatihan guru, pembentukan tim tanggap darurat, serta kolaborasi dengan pihak berwenang akan memperkuat kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi gempa bumi dan tsunami.
Pemanfaatan Artifisial Intelligence (AI) dalam Menyusun Modul Ajar Interaktif Bagi Guru Sekolah Dasar Gagaramusu, Yusdin; Kaharu, Sarintan; Khairunnisa, Khairunnisa; Pratama, Ryan; Ammar, Ammar; Shalehuddin, Shalehuddin; Purnamasari, Danti Indriastuti
Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Multikultural Vol 3 No 1: BATIK April 2025
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia (IRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/batik.v3i1.1815

Abstract

Penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan semakin berkembang pesat, terutama dalam penyusunan modul ajar yang interaktif dan sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Namun, banyak guru, terutama di daerah seperti Kecamatan Tanantovea, masih menghadapi kesulitan dalam memanfaatkan AI secara efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, agar mampu memanfaatkan teknologi AI dalam menyusun modul ajar yang inovatif dan menarik. Pelatihan berlangsung selama tiga hari dengan pendekatan learning by doing dan melibatkan pemanfaatan berbagai platform berbasis AI, seperti ChatGPT dan Canva AI. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa para guru mampu menyusun modul ajar yang lebih interaktif dan sesuai dengan karakteristik peserta didik, meskipun masih menghadapi tantangan terkait literasi teknologi. Rekomendasi dari kegiatan ini meliputi pelatihan lanjutan dan peningkatan fasilitas teknologi di sekolah untuk mendukung penerapan modul ajar berbasis AI. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kecamatan Tanantovea.
Pentingnya Evaluasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Kualitas Pengajaran di Era Modern: Penelitian Rangga Putera Boroallo; Danti Indriastuti Purnamasari; Kasmawati; Mas’adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.949

Abstract

Evaluasi pembelajaran memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pengajaran, terutama di era modern yang menuntut inovasi dan efektivitas dalam proses pendidikan. Artikel ini membahas pentingnya evaluasi sebagai alat untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, menilai efektivitas metode pengajaran, serta memberikan umpan balik yang membangun bagi guru dan peserta didik. Di era modern, evaluasi tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga melalui pendekatan digital dan autentik yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan evaluasi yang tepat, guru dapat meningkatkan strategi pembelajaran, menyesuaikan pendekatan pengajaran, serta mendorong terciptanya proses belajar yang bermakna dan berkualitas. Evaluasi yang dilakukan secara objektif, adil, dan berkesinambungan akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pendidikan yang adaptif dan progresif.
SOSIALISASI BIJAK MENGGUNAKAN GADGET TERHADAP PESERTA DIDIK KELAS IV SD 1 TALISE Isnayanti, Andi Nur; Purnamasari, Danti Indriastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30057

Abstract

Abstrak: Gadget merupakan alat komunikasi berukuran mini dengan banyak kegunaan yang dapat diperoleh di dalamnya. Di SD 1 Talise, terdapat beberapa permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan gadget di kalangan peserta didik kelas IV. Pertama, banyak siswa yang menghabiskan waktu berlebihan di depan layar gadget, yang mengakibatkan penurunan minat belajar dan prestasi akademik. Kedua, siswa sering terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia mereka, yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis dan sosial mereka. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi bijak penggunaan gadget sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa kelas IV yang terdiri dari 18 siswa di SD 1 Talise Kota Palu Sulawesi Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu persiapan, tim pengabdian akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan jadwal pelaksanaan, dan materi yang akan disampaikan dan sebelum kegiatan dimulai, materi sosialisasi dibuat sesuai dengan kebutuhan siswa. Penyuluhan, presentasi interaktif digunakan untuk memberikan instruksi tentang penggunaan bijak gadget yaitu membahas manfaat dan risiko penggunaan gadget, serta cara mengatur waktu yang tepat untuk menggunakannya. Monitoring dan Evaluasi dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai penggunaan gadget yang bijak. Hasil dari PKM ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang penggunaan gadget yang bijak. Sebelum sosialisasi, hanya 44% yang menjawab benar pada kuesioner terkait penggunaan gadget yang bijak. Setelah sosialisasi, persentase siswa yang menjawab benar meningkat menjadi 94%. Berdasarkan hal tersebut, maka menunjukkan keberhasilan kegiatan sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang gadget, manfaat, resiko dan cara penggunaan yang bijak.Abstract:  Gadgets are mini communication devices with a wide range of functionalities. At SD 1 Talise, there are several issues related to gadget usage among fourth-grade students. First, many students spend excessive time in front of gadget screens, leading to a decline in their interest in learning and academic performance. Second, students are often exposed to age-inappropriate content, which can affect their psychological and social development. Therefore, community service through the socialization of wise gadget usage is essential to provide a better understanding to the fourth-grade students, consisting of 18 students at SD 1 Talise in Palu City, Central Sulawesi. The implementation of this activity consists of three main stages: preparation, where the service team coordinates with the school to determine the schedule and materials to be presented. Before the activity begins, the socialization materials are tailored to the students' needs. Counseling, where interactive presentations are used to provide instructions on wise gadget usage, discussing the benefits and risks of gadget use, as well as how to manage appropriate screen time. Monitoring and Evaluation, using questionnaires to assess students' understanding of wise gadget usage. The results of this community service program indicate a significant increase in students' understanding of wise gadget usage. Before the socialization, only 44% of students answered correctly on the questionnaire related to wise gadget usage. After the socialization, the percentage of students answering correctly increased to 94%. This demonstrates the success of the socialization activity in raising students' awareness about gadgets, their benefits, risks, and how to use them wisely.
The Effect of Problem-Based Learning Using Geoboard on Cognitive Ability of SDN 8 Mamboro Students Kurnia Putri, Anggi; Zulnuraini; Sani, Nurul Kami; Nashrullah; Purnamasari, Danti Indriastuti
Media Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2025): J-MPM
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/mpm.v13i2.17822

Abstract

This study aims to investigate the effect of the Problem Based Learning (PBL) model using geoboard media on the cognitive abilities of fourth-grade students at SD Negeri 8 Mamboro, specifically in the mathematics subject focusing on plane figures. Employing a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach, the study involved 29 students as the population. The research hypothesis proposed that the PBL model assisted by geoboard media significantly improves students' cognitive abilities. Data were collected through a multiple-choice test consisting of 14 validated questions. Analysis included descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, paired sample t-test, and N-gain test. Results revealed a significant increase in cognitive ability, with the mean pretest score rising from 51.51 to 82.48 in the posttest. The paired sample t-test indicated a significance value of 0.001 (p < 0.05) and a t-value of -19.324, confirming the acceptance of the alternative hypothesis and rejection of the null hypothesis. Furthermore, the N-gain score averaged 0.6765, categorized as moderate improvement. These findings demonstrate that implementing the PBL model with geoboard media effectively enhances students' cognitive skills by fostering independent discovery and active engagement in learning
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD DALAM MERANCANG PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MELALUI KOMUNITAS BELAJAR DI KECAMATAN TANANTOVEA Herlina, Herlina; Ratman, Ratman; Nasrullah, Nasrullah; Gagaramusu, Yusdin; Guci, Ammar Abdullah Joni; Purnamasari, Danti Indriastuti
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3284

Abstract

This community service activity is motivated by the importance of improving elementary school teachers' competencies in designing differentiated learning, given the challenges faced in meeting the diverse needs of students. In Tanantovea District, many teachers do not fully understand the concept and application of effective differentiated learning. The purpose of this activity is to improve teachers' skills in designing and implementing differentiated learning through a learning community approach. Research focused on quantitative aspects aims to provide a systematic and factual overview of the factors, characteristics, and relationships between phenomena. Qualitative research is viewed as a process of exploring and strengthening predictions about phenomena based on field data. Following this activity, there was a significant increase in teachers' understanding and skills in designing differentiated learning. Teachers demonstrated improved skills in adapting teaching materials to the diverse needs of students in differentiated lesson plans using word walls. Furthermore, the former learning community strengthened collaboration among teachers and enabled them to share experiences and solutions to challenges. Post-test results indicated an increase in teachers' practical abilities in implementing more interactive and relevant differentiated learning techniques. This activity successfully improved elementary school teachers' competency in designing differentiated learning through a learning community approach, which has proven effective in supporting teacher professional development.  
Analisis Kemampuan Literasi Baca-Tulis Siswa Kelas IV SD Inpres 1 Tondo Nur Azizah A. Maliada; Yusdin Bin M. Gagaramusu; Kadek Hariana; Zulnuraini, Zulnuraini; Danti Indriastuti Purnamasari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan literasi baca-tulis siswa kelas IV SD Inpres 1 Tondo dengan meninjau empat aspek linguistik utama, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena rendahnya kemampuan membaca pemahaman dan menulis siswa sekolah dasar yang berdampak pada hasil belajar secara umum. Literasi baca-tulis dipandang sebagai fondasi penting bagi keberhasilan pembelajaran, namun implementasinya di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya minat membaca, keterbatasan kosakata, serta lemahnya pemahaman siswa terhadap struktur bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Inpres 1 Tondo, Kota Palu, dengan sumber data yang meliputi guru dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber untuk memastikan keandalan temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi baca-tulis siswa berada pada kategori cukup baik, meskipun terdapat variasi kemampuan antar siswa. Pada aspek fonologi, sebagian besar siswa mampu melafalkan kata dengan benar, namun masih mengalami kesulitan pada kata dengan struktur kompleks. Pada aspek morfologi, siswa telah mengenali huruf dan kata dasar dengan baik, tetapi belum sepenuhnya memahami perubahan makna akibat penggunaan imbuhan. Aspek sintaksis menunjukkan bahwa siswa mampu menyusun kalimat sederhana, namun belum terampil dalam membentuk kalimat majemuk, sedangkan pada aspek semantik, pemahaman makna bacaan serta kemampuan menulis dengan variasi kosakata masih perlu ditingkatkan. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penyajian gambaran empiris yang komprehensif mengenai kemampuan literasi baca-tulis siswa sekolah dasar berdasarkan empat aspek linguistik secara terpadu, khususnya pada konteks sekolah dasar di wilayah Sulawesi Tengah yang masih terbatas diteliti. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dan pemangku kepentingan pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran literasi yang lebih kontekstual, komunikatif, dan berkelanjutan, serta sebagai dasar pengembangan program literasi sekolah yang lebih efektif di masa mendatang.
Enhancing Elementary Students' Learning Interest Through Teams Games Tournament with Monopoly Media : A Quasi-Experimental Study in Science and Social studies Atmajanti, Azzahra Nabilla; Rahman, Abdul; Dewi Pendit, Sinta Satria; Azizah, Azizah; Purnamasari, Danti Indriastuti
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.3213

Abstract

This quasi-experimental study examined the effect of the Teams Games Tournament (TGT) learning model supported by monopoly learning media on fourth-grade students' learning interest in IPAS (Science and Social studies) subjects. Forty-four students at MI Muhammadiyah Al-Haq Palu were purposively selected based on low learning interest indicators and randomly assigned to experimental (n=22) and control (n=22) groups. The experimental group received TGT instruction with monopoly games, while the control group experienced conventional lecture-based teaching. A validated 20-item Guttman scale questionnaire measured learning interest before and after the two-session intervention. Data analysis employed paired samples t-tests, independent samples t-tests, normalized gain calculations, and Cohen's d effect size. Results revealed significant learning interest improvements in both groups (p < 0.001), with the experimental group demonstrating substantially greater gains (mean increase = 1.36, N-gain = 0.37) compared to the control group (mean increase = 0.91, N-gain = 0.18). The independent samples t-test confirmed significant differences between groups (p < 0.001, t = 3.954), with a large effect size (Cohen's d = 0.82). These findings indicate that TGT supported by monopoly media significantly and practically enhances elementary students' learning interest, offering educators an accessible, evidence-based strategy for improving affective outcomes in integrated science education.
Building Student Discipline Through Classroom Management Strategies: A Qualitative Study in Indonesian Elementary Schools Renita, Renita; Gagaramusu, Yusdin Bin M; Hariana, Kadek; Rizal, Rizal; Purnamasari, Danti Indriastuti; Wilade, Surahman
Journal of Innovation and Research in Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jirpe.v5i1.3223

Abstract

The decline in student discipline in elementary schools, exacerbated by globalization and technological advancement, necessitates effective classroom management strategies that foster intrinsic behavioral regulation rather than external compliance. This study examined classroom management strategies employed by fourth-grade teachers at SDN Bambalemo to cultivate student discipline and identified factors influencing their implementation. A qualitative descriptive design was employed, with data collected through systematic observations, in-depth interviews with four teachers (coded A1-A4), and documentation analysis. Data were analyzed using Miles and Huberman's interactive model, incorporating triangulation to ensure validity. Three primary strategies emerged: creating positive learning climates through warm teacher-student relationships and consistent modeling; organizing adaptive learning spaces that promote cooperation and ownership; and managing interactive teaching-learning processes through two-way communication and constructive feedback. Internal factors—including teacher personality, professional awareness, motivation, and growth mindset—and external factors—encompassing family support, school regulations, and community environments—significantly influenced strategy effectiveness. An unexpected finding revealed students spontaneously maintained classroom tidiness, indicating internalized responsibility. Student discipline develops through ecological processes involving habituation, role modeling, and multi-stakeholder collaboration rather than authoritarian control. The findings challenge punitive approaches while supporting relationship-based pedagogies that foster self-regulation, providing empirical foundations for character-based classroom management in elementary education.