Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Bimbingan Teknis Pengolahan Bakso Ikan bagi Masyarakat Jongkong Kapuas Hulu Kalimantan Barat Belvi Vatria
Kapuas Vol 1 No 2 (2021): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v1i2.349

Abstract

Bakso ikan adalah produk olahan hasil perikanan dengan bahan baku ikan utuh dan lumatan daging ikan (minced) atau surimi, ditambah bahan pengisi berpati atau tepung tapioka dan bumbu-bumbu, yang dibentuk bulat-bulat dan direbus dalam air panas. Wilayah sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah Kecamatan Jongkong, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilakulan pada Bulan Oktober Tahun 2020. Jumlah masyarakat yang mengikuti kegiatan ini sebanyak kurang lebih 40 orang yang mewakili desa-desa di Kecamatan Jongkong kemudian dibagi menjadi 5 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 8 orang. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif, sehingga mitra dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan dan pemecahan masalah. Secara umum hasil kegiatan ini berjalan dengan lancar dan tuntas. Hal ini disebabkan antara lain karena; kegiatan bimbingan teknis pengolahan ikan merupakan aspirasi dari masyarakat Jongkong sendiri sebagai peserta pelatihan sehingga seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias, bersemangat, dan bergembira; pemilihan metode pelaksanaan kegiatan tersebut sangat memengaruhi keberhasilan program; dan peserta pelatihan memperoleh harapan baru untuk memulai usaha sampingan pengolahan bakso ikan sebagai mata pencaharian alternatif.
Keterampilan Pengolahan Produk Diversifikasi Hasil Perikanan Bagi Masyarakat Desa Sungai Rengas Kabupaten Kubu Raya Vatria, Belvi; Riyadhi, Baidhillah; Kusumawati, Rr. Puji Hastuti; Primadini, Vivin
Kapuas Vol. 4 No. 2 (2024): Kapuas : Jurnal Publikasi Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/jk.v4i2.807

Abstract

Sungai Rengas Village, Kubu Raya Regency is on the banks of the Kapuas River, which is the longest and widest river in West Kalimantan Province. Apart from that, in the village there is a Coastal Fishing Port which is very active in fish loading and unloading activities. Sungai Rengas Village has great potential to develop the fisheries sector, especially the diversified fishery product processing sub-sector. However, the skills of the people of Sungai Rengas village in processing diversified fishery products are still minimal. Therefore, to utilize the existing fisheries potential, it is necessary to carry out community service activities regarding processing skills for diversified fishery products for the community in the village. Diversification of fishery product processing is a technique for processing fishery products by applying appropriate technology between fish meat and other additives to obtain added value to fishery products or accommodate excess harvest. The target audience for this community service activity is housewives and young women who live in Sungai Rengas Village with the consideration that the role of housewives and young women is very necessary in helping to improve nutrition and family income. The aim of this community service activity is to increase knowledge and skills in processing diversified fishery products for the people of Sungai Rengas Village. The implementation method is training in processing diversified fishery products using good manufacturing practice standards. This activity ran smoothly and was completed and was attended by 15 training participants. The Sungai Rengas Village Government, Kubu Raya Regency, strongly supports this activity and hopes it can be sustainable.
Karakteristik Mutu Fisik dan Hedonik Dimsum Ikan Nila dengan Penambahan Konsentrasi Karagenan yang Berbeda Vatria, Belvi; Primadini, Vivin; Lasmi, Leni
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 4 No 2 (2023): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v4i2.615

Abstract

Dimsum ikan merupakan salah satu diversifikasi produk olahan hasil perikanan yang dapat meningkatkan produksi produk perikanan di Indonesia. Kriteria terpenting pada produk-produk fish jelly seperti dimsum, antara lain adalah kestabilan emulsi, tingkat kekenyalan, dan kerenyahan, yang dapat memengaruhi tingkat kesukaan konsumen. Oleh karena itu diperlukan bahan penstabil yang perlu ditambahkan dengan takaran yang tepat ke dalam adonan dimsum yang dibuat. Karagenan merupakan bahan alami untuk penstabil adonan makanan yang terbuat dari rumput laut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik mutu fisik dan hedonik dimsum ikan nila dengan penambahan konsentrasi karagenan yang berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode rancangan acak lengkap satu faktor dengan empat taraf. Faktor yang diuji pada penelitian ini yaitu perbedaan penambahan karagenen sebesar 1%, 3%, 5%, dan 7% sebanyak 2 kali ulangan. Analisis parametrik menggunakan uji F pada Anova dan jika memberikan pengaruh yang berbeda terhadap dimsum ikan nila maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Analisis non parametrik menggunakan uji Kruskal- Wallis dan jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut Multiple comparison. Hasil penelitian menemukan bahwa penambahan karagenan yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap parameter uji gigit, uji lipat, kekuatan gel, stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Nilai uji fisik akan berbanding lurus dengan penambahan karagenan pada dimsum ikan nila. Formulasi terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis adalah formulasi A1, dengan spesifikasi karateristik mutu fisik berupa uji gigit dengan katagori normal, uji lipat dengan katagori tidak retak bila dilipat satu kali, kekuatan gel 242.16 g.cm, daya mengikat air 70.22 %, dan stabilitas emulsi 71.34 %.
Karakteristik Mutu Kaki Naga Ikan Nila Dengan Substitusi Tepung Mocaf Sebagai Produk Diversifikasi Vatria, Belvi; Primadini, Vivin; Kusumawati, Rr. Puji Hastuti
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 5 No 2 (2024): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v5i2.918

Abstract

Tilapia dragon feet are processed fish products that are currently developing. The combination of tilapia meat and mocaf flour can create dragon feet products with delicious taste, high nutrition, affordable price, and good for health. The purpose of this study was to describe the quality characteristics of tilapia dragon feet substituted with mocaf flour and to describe the best formulation of tilapia dragon feet with mocaf flour substitution. This study conducted an experiment using a one-factor completely randomized design (CRD) model with four levels. The factors tested were the substitution between tilapia meat and mocaf flour of 5%, 10%, 15%, and 20%. The substitution was calculated from the total weight of 100% (meat + mocaf flour). Parametric analysis used the F test in Anova. Non-parametric analysis used the Kruskal-Wallis test. This study found that the physical test of dragon fish feet, which includes a bite test obtained a value ranging from 6.15 - 6.42 (scale 9), a folding test of 3.45 - 3.83 (scale 5), gel strength ranging from 232.17 g.cm - 245.38 g.cm, water binding capacity ranging from 72.27% - 73.12%, and emulsion stability of 72.22% - 72.87%. The hedonic test of tilapia dragon fish feet which includes color obtained a value ranging from 6.21-7.39, aroma 7.89 - 7.81, texture 7.12 - 7.89, taste 6.95 - 7.66 and appearance 7.15 - 7.26. The chemical and microbiological quality characteristics of all dragon fish feet formulations still meet SNI quality standards. With physical quality characteristic specifications such as gel strength of 232.17 grams per centimeter, water binding capacity of 72.27%, and emulsion stability of 72.22%, formulation A1 is the best based on the panelists' preference level.
Karakteristik Mutu Nugget Ikan Nila dengan Subtitusi Tepung Kacang Merah Sebagai Pangan Fungsional Primadini, Vivin; Vatria, Belvi; Wibowo Sasongko, Lukas
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 1 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31573/manfish.v6i1.1052

Abstract

Kriteria mutu yang terpenting pada produk nugget ikan adalah kestabilan emulsi, derajat kekenyalan, dan kerenyahan. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan karateristik mutu nugget ikan nila yang disubtitusi dengan tepung kacang merah dan menguraikan formula terbaik nugget ikan nila yang disubtitusi dengan tepung kacang merah. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan model rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf. Faktor yang di uji pada penelitian ini adalah subtitusi antara daging ikan nila dengan tepung kacang merah 5%, 10%, 15%, dan 20% sebanyak 2 kali ulangan. Hasil penelitian menemukan bahwa subtitusi tepung kacang merah yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap parameter uji gigit, uji lipat, kekuatan gel, stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Berdasarkan hasil uji fisik nugget ikan, yang mencakup uji gigit memperoleh nilai berkisar 6.22 – 6.47 (skala 9), uji lipat 3.45 – 3.83 (skala 5), kekuatan gel berkisar 236.38 g.cm – 227.17 g.cm, daya mengikat air berkisar 71.56% – 71.88%, dan stabilitas emulsi 72.21% – 73.11%. Berdasarkan hasil uji hedonik nugget ikan nila yang meliputi warna memporoleh nilai berkisar 6.81-7.57, aroma 7.61 – 7.68, tekstur 7.34 – 7.98, rasa 7.15 – 7.85, dan kenampakan 7.15 – 7.35. Karateristik mutu kimia dan mikrobiologi seluruh formulasi nugget ikan masih memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Formulasi terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis adalah formulasi A1, dengan spesifikasi hasil uji gigit dengan katagori normal, uji lipat dengan katagori tidak retak bila dilipat satu kali, kekuatan gel 232.17 g.cm, daya mengikat air 72.27%, dan stabilitas emulsi bernilai 72.22 %.
Keterampilan Pengolahan Ikan Sebagai Mata Pencaharian Alternatif Bagi Masyarakat Kelurahan Batu Layang Kota Pontianak Vatria, Belvi; Nugroho, Teguh Setyo; Suherma, Linda
Jurnal Pengabdi Vol 8, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v8i2.99055

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan keterampilan pengolahan ikan sebagai alternatif mata pencaharian bagi masyarakat Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Mitra kegiatan adalah Kelompok Dasawisma Bougenvile yang terdiri atas 12 orang ibu rumah tangga, remaja putri, dan pemuda dengan kondisi sosial ekonomi rendah. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis pengolahan ikan berbasis Good Manufacturing Practice (GMP), pelatihan manajemen usaha, penerapan teknologi sederhana, serta pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Produk yang dihasilkan meliputi bakso ikan, nugget ikan, dimsum ikan, dan kaki naga ikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek produksi (keterampilan pengolahan, diversifikasi produk, higienitas, pengemasan, dan akses pemasaran) serta aspek sosial (partisipasi, gotong royong, motivasi, kepemimpinan, dan jejaring usaha). Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan ekonomi keluarga dan peningkatan ketahanan pangan. Disarankan agar program ini dilanjutkan melalui pembentukan kelompok usaha bersama, penguatan jejaring pemasaran digital, serta fasilitasi perizinan PIRT dan sertifikasi halal guna memperluas akses pasar.
Kualitas Produk Otak-Otak Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Dimodifikasi dengan Tepung Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) Vatria, Belvi; Primadini, Vivin; Wibowo Sasongko, Lukas
Jurnal Kelautan, Lingkungan, dan Perikanan Vol 6 No 2 (2025): MANFISH JOURNAL
Publisher : Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Politeknik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otak-otak ikan merupakan produk diversifikasi hasil perikanan yang banyak digemari, dengan mutu yang sangat dipengaruhi oleh bahan baku dan proses pengolahannya. Ikan nila berpotensi digunakan sebagai bahan baku karena ketersediaannya melimpah, bernutrisi tinggi, dan berharga relatif murah. Tepung sorgum memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang berfungsi sebagai bahan pengikat dan berpotensi meningkatkan tekstur produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas otak-otak ikan nila yang dimodifikasi dengan tepung sorgum serta menentukan formulasi terbaik. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan empat taraf subtitusi tepung sorgum sebesar 5%, 10%, 15%, dan 20% dari total adonan, masing-masing dengan dua ulangan. Analisis data meliputi ANOVA dan uji Duncan untuk data parametrik, serta uji Kruskal–Wallis dan Multiple Comparison untuk data non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subtitusi tepung sorgum berpengaruh nyata terhadap uji gigit, uji lipat, kekuatan gel, stabilitas emulsi, warna, tekstur, dan rasa. Nilai fisik produk berada pada kisaran: uji gigit 6.11–6.42, uji lipat 3.42–3.66, kekuatan gel 232.21–248.16 g.cm, daya mengikat air 73.32%–73.42%, dan stabilitas emulsi 71.24%–71.39%. Penilaian hedonik menunjukkan skor warna 6.78–7.48, aroma 7.33–7.38, tekstur 7.35–7.67, rasa 7.26–7.64, dan kenampakan 7.36–7.53. Seluruh formula memenuhi standar mutu SNI. Formula terbaik diperoleh pada subtitusi 5% (A1), dengan mutu fisik dan sensoris paling disukai panelis.
Penguatan Kapasitas Nelayan melalui Diseminasi Inovasi Alat Tangkap Bagan Apung Berbasis Mekanisasi dan IoT di Perairan Pulau Lemukutan Vatria, Belvi; Tegus Setyo Nugroho; La Baharudin; Risko; Topan Prihantoro; Indah Sepitri
Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 3 (2025): Mitra Akademia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemukutan Island, located in West Kalimantan, possesses high marine resource potential. However, local fishers still rely on conventional fishing gear that is inefficient and ecologically detrimental. This community service initiative aims to enhance the capacity and productivity of fishers through the transfer of bagan apung (lift-net) technology based on mechanization and the Internet of Things (IoT). The method employed is Participatory Action Research (PAR), conducted in four phases: needs assessment, technology design, technical training, and mentoring with evaluation. The results show a significant improvement in fishers’ understanding and technical skills in operating mechanized digital lift nets, along with increased catch efficiency and ecological awareness. Furthermore, local initiatives emerged to replicate the technology independently. This technology has proven to be an environmentally friendly, appropriate, and empowering fishing solution aligned with marine conservation principles and sustainable development goals. Keywords: Lift net, mechanization, IoT, fishers, empowerment Abstrak Kawasan Pulau Lemukutan di Kalimantan Barat memiliki potensi sumber daya kelautan yang tinggi, namun nelayan setempat masih bergantung pada alat tangkap konvensional yang kurang efisien dan berdampak ekologis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas nelayan melalui transfer teknologi alat tangkap bagan apung berbasis mekanisasi dan Internet of Things (IoT). Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahapan: identifikasi kebutuhan, perancangan teknologi, pelatihan teknis, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan teknis nelayan terhadap penggunaan bagan apung mekanis–digital, serta peningkatan efisiensi tangkapan dan kesadaran ekologis. Selain itu, muncul inisiatif lokal untuk mereplikasi teknologi secara mandiri. Teknologi ini terbukti sebagai solusi tangkap ramah lingkungan yang tepat guna dan memberdayakan, sejalan dengan prinsip konservasi laut dan pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: Bagan apung, mekanisasi, IoT, nelayan, pemberdayaan