Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN ZAT BESI DAN KALSIUM DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Desi Wildayani; Widya Lestari; Winda Listia Ningsih
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol 7 No 2 (2023): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v7i2.3383

Abstract

One sign of reproductive maturity in young women is the arrival of menstruation or menstruation (menarche). A common menstrual disorder is painful menstruation (dysmenorrhea), especially during adolescence. The incidence of dysmenorrhea in the world is quite high. The prevalence of menstrual pain in Indonesia consists of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary dysmenorrhea. If left untreated, dysmenorrhea can develop into pathological conditions, including infertility. Dysmenorrhea that every woman experiences is different, some are a little annoying, but some are unable to carry out activities. Many nutrients, such as magnesium, calcium, vitamin E, and iron, have also been linked to dysmenorrhea. Adequate intake of calcium and iron is believed to reduce dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the relationship between intake of iron and calcium with the incidence of dysmenorrhea in young women at SMP Negeri 16 Padang. This research uses observational analytic method with cross sectional design. The sample in this study were 39 young women (grade IX students) using a proportional random sampling technique. Researchers used a menstrual questionnaire and a 24-hour food recall form. This research was conducted from July to September 2022. The research results were processed using the chi square statistical test. From a study conducted on 39 respondents, it was found that most respondents (61.5%) experienced dysmenorrhea, 30.8% of respondents had insufficient iron intake and most (87.2%) had calcium intake that was less than the adequacy rate. daily minimum nutrition. The results of the bivariate test found that there was no relationship between iron (Fe) intake and the incidence of dysmenorrhea (p value 0.083) and there was no relationship between calcium intake and the incidence of dysmenorrhea in young women at SMPN 16 Padang with p value = 0.062. Adolescent girls should still pay attention to iron and calcium intake in their daily consumption because if the intake is insufficient it can increas.e the risk of dysmenorrhea.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KUALITAS TIDUR DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI PESANTREN PERKAMPUNGAN MINANGKABAU YAYASAN SHINE AL FALAH PADANG Lestari, Widya; Wildayani, Desi; Listia Ningsih, Winda
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1212

Abstract

Menstruasi merupakan tanda organ reproduksi perempuan telah matang, namun masih banyak remaja yang tidak teratur siklus haidnya. Ketidakteraturan haid menjadi pertanda permasalahan dalam tubuh. Penyebabnya yakni rendahnya status gizi, buruknya kualitas tidur, stress, kurangnya aktifitas fisik dan usia menarche lambat. Pada usia sekolah, sebagian orang tua menginginkan anaknya mendapat pendidikan di pesantren, namun di sisi lain, kesederhanaan kehidupan dipesantren dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi remaja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan status gizi dan kualitas tidur dengan siklus menstruasi remaja putri di Pesantren Perkampungan Minangkabau Yayasan Shine Al-Falah Padang. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja putri di Pesantren Perkampungan Minangkabau Yayasan Shine Al-Falah Padang yang telah mengalami haid minimal 1 tahun. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sebanyak 74 orang. Peneliti menggunakan format pengumpulan data penilaian status gizi dan siklus haid, serta kuesioner PQSI untuk menilai kualitas tidur. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan uji statistik Chi-square, dengan hasil sebanyak 62% responden memiliki status gizi underweight, 69% responden memiliki kualitas tidur baik, 66% responden memiliki siklus menstruasi normal, terdapat hubungan status gizi dengan siklus menstruasi (p value 0,004, p value < 0,05), terdapat hubungan kualitas tidur dengan siklus menstruasi (p value 0,000, p value < 0,05). Diharapkan pihak pengelola pesantren mengatur kegiatan pesantren dengan tetap memperhatikan jam tidur malam, dan bekerjasama dengan puskesmas dalam pemeriksaan siklus menstruasi siswi serta menindaklanjuti siklus menstruasi remaja yang tidak normal. Menstruation is a sign that a woman's reproductive organs have matured, but there are still many teenagers whose menstrual cycles are irregular. Menstrual irregularities can be a sign of problems in the body. The causes are poor nutritional status, poor sleep quality, stress, lack of physical activity and late menarche. At school age, some parents want their children to receive an education at a boarding school, but on the other hand, the simplicity of boarding school life can affect teenagers' reproductive health. The aim of this research is to determine the relationship between nutritional status and sleep quality with the menstrual cycle in adolescent girls at the Minangkabau Village Islamic Boarding School, Shine Al-Falah Foundation, Padang. This research uses analytical methods with a cross sectional design. The population of this study were young women at the Shine Al-Falah Foundation Padang Minangkabau Village Islamic Boarding School who had experienced menstruation for at least 1 year. The sample was selected using a purposive sampling technique with a total of 74 people. Researchers used questionnaires, namely assessing nutritional status (BMI), sleep quality (PSQI questionnaire) and menstrual cycle. The research results were processed using the Chi-square statistical test, with the results that 62% of respondents had underweight nutritional status, 69% of respondents had good sleep quality, 66% of respondents had normal menstrual cycles, there was a relationship with nutritional status with the menstrual cycle (p value 0.004, p value < 0.05), there is a relationship between sleep quality and the menstrual cycle (p value 0.000, p value < 0.05). It is hoped that Islamic boarding school management will organize Islamic boarding school activities while still paying attention to nighttime sleeping hours, and collaborate with community health centers in checking female students' menstrual cycles and following up on abnormal teenage menstrual cycles.
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN DAN UKURAN LINGKAR LENGAN ATAS BERDASARKAN KEJADIAN NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI Wildayani, Desi; Lestari, Widya; Ningsih, Winda Listia; Sari, Dian Febrida; Sujendri, Sintia; Suyitno, Lulu Shabina; Sanita, Rani; Toinio, Diffi Wardhani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.21680

Abstract

Pada masa remaja gangguang yang sering terjadi adalah nyeri haid. Nyeri perut saat haid atau dismenore yang dirasakan oleh wanita dapat menghambat aktivitas. Angka kejadian dismenore primer di Indonesia adalah 54,89%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin dan ukuran lingkar lengan atas berdasarkan kejadian nyeri haid pada remaja putri di MTsS Pesantren Shine Alfalah. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswi MTsS Pesantren Shine Alfalah Padang pada bulan September – November 2023 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berjumlah 74 orang. Peneliti menggunakan kuesioner menstruasi, melakukan pemeriksaan hemoglobin dan mengukur LiLA responden. Hasil penelitian diolah dengan uji statistik T independent. Penelitian ini didapatkan hasil bahwa 17 orang (23%) mengalami nyeri haid, rerata kadar hemoglobin responden adalah 13,565 g/dl, dan rerata ukuran LiLA responden adalah 21,628 cm. Hasil uji T independent didapatkan bahwa terdapat perbedaan kadar hemoglobin antara kelompok yang mengalami nyeri haid dengan yang tidak mengalami nyeri haid (p value = 0,000). Hasil lain didapatkan bahwa terdapat perbedaan ukuran LiLA antara kelompok yang mengalami nyeri haid dengan yang tidak mengalami nyeri haid (p value = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar hemoglobin dan ukuran lingkar lengan atas berdasarkan kelompok nyeri haid pada remaja putri di MTsS Pesantren Shine Alfalah Padang.
Manajemen Asuhan Kebidanan pada Ny. N Umur 29 Tahun di TPMB Netti Sumarni, S.Keb Kota Padang Tahun 2024 Akmida, sari; Aprianti, Ety; Lestari, Widya; Wildayani, Desi
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan Kebidanan berkelanjutan contunity of care adalah penerapan fungsi, kegiatan dan tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan. Berdasarkan data SDKI pada tahun 2022 angka kematian ibu masih tinggi sekitar 305/100.000 Kelahiran Hidup. Tujuan dari penulisan laporan ini adalah memberikan asuhan kebidanan secara contunity of care (berkesinambungan) pada Ny “N” pada masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan KB dengan menggunakan pendekatan SOAP di TPMB Netti Sumarni, S.Keb kota Padang tahun 2024. Metode yang digunakan penulis adalah asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) di TPMB Netti Sumarni. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”N” berlangsung ± 20 minggu dari masa kehamilan 26 minggu, bersalin, nifas, neonatus dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 4 kali Konsultasi Langsung dan 1x via Whatsapp, persalinan 1 kali, neonatus 3 kali, Nifas 4 kali dan KB. Proses persalinan berlangsung normal di TPMB dengan kala I dari pembukaan aktif sampai lengkap selama ±7 Jam, kala II 15 menit, kala III 15 menit dan kala IV 2 jam. Pada tanggal 08 April 2024 pukul 00.08 WIB lahir bayi berjenis kelamin laki-laki, menangis, tonus otot baik, warna kulit merah, berat badan 2.830 gram dan panjang badan 48 cm. Pada asuhan kebidanan masa nifas ASI ibu lancar dan tidak ada keluhan. Pada Kunjungan KF4 ibu memilih KB metode sederhana yaitu kondom. Asuhan Pada Ny. “N” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan fasilitas kesehatan untuk mengupdate ilmu dan menerapkan ilmu terbaru pada klien.
PENGARUH HIPNOTERAPI TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL DALAM MENGHADAPI PERSALINAN PASCA BENCANA DI KLINIK NETTY Zulfita; Ulfy Marsyah; Wildayani, Desi; Tsamarah Kurniadi; Yola Indrika Sari; Rahmi Azzuhri Wirmaneva; Giva Aulia
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v8i1.568

Abstract

Bencana alam merupakan peristiwa yang berdampak pada ibu hamil karena secara fisik dan mental mengalami kejadian traumatis dan mengerikan akibat bencana dapat mengakibatkan stress dan trauma mendalam. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah hipnoterapi. Hipnoterapi merupakan sebuah pendekatan yang kerap digunakan untuk mengatasi kecemasan. Strategi yang digunakan berupa kombinasi rileksasi fisik dan merestruksturisasi kognitif untuk mengatasi kecemasan. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, metode hipnoterapi ini belum pernah dilakukan untuk mengatasi kecemasan pada ibu hamil khusus nya di Klinik Netty. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hipnoterapi terhadap kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan pascabencana. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari 22 orang ibu hamil yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu 11 orang kelompok eksperimen dan 11 orang kelompok kontrol. Hipnoterapi diberikan hanya kepada kelompok eksperimen. Hasil uji Paired Sample T-Test pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai t sebesar 5,81 dan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat kecemasan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan hipnoterapi. Sementara itu, pada kelompok kontrol diperoleh nilai t sebesar -6,07 dan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00, yang juga menunjukkan hasil signifikan. Namun demikian, perbedaan yang terjadi bersifat negatif, yang mengindikasikan bahwa tanpa intervensi, tingkat kecemasan justru cenderung meningkat atau tidak membaik. Maka dari itu hipnoterapi efektif dalam menurunkan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi persalinan pascabencana. Hipnoterapi dapat menjadi salah satu intervensi non-farmakologis yang direkomendasikan dalam pelayanan kesehatan maternal, khususnya di wilayah terdampak bencana
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU REMAJA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING: STUDI ANALISIS DI PESANTREN PERKAMPUNGAN MINANGKABAU YAYASAN SHINE AL FALAH PADANG Lestari, Widya; Desi Wildayani
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jkm.v8i1.597

Abstract

Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap malnutrisi karena kebutuhan gizi yang meningkat selama masa pertumbuhan, Remaja yang malnutrisi kelak akan menjadi calon ibu yang juga akan menghasilkan anak stunting. Salah satu model Pendidikan yang ada di Indonesia adalah pondok pesantren dan masih memerlukan perhatian, baik dalam akses pelayanan kesehatan, perilaku sehat maupun kesehatan lingkungan yang sangat mempengaruhi kesehatan reproduksi remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang stunting dengan perilaku remaja terkait pencegahan stunting di Pesantren Perkampungan Minangkabau Yayasan Shine Al Falah Padang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitaf dengan populasi remaja putri Pesantren Perkampungan Minangkabau Yayasan Shine Al Falah Padang usia 16-19 tahun. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Peneliti menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap dan perilaku responden tentang pencegahan stunting. Hasil penelitian akan diolah dan dianalisa dengan menggunakan analisis deskriptif dan analitik (uji Chi Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 56,7% responden memiliki pengetahuan yang tinggi tentang stunting, sebesar 56,7% responden memiliki sikap yang baik tentang stunting, sebesar 60% responden memiliki perilaku yang kurang baik dalam pencegahan stunting. Hasil Analisa bivariat diperoleh adanya hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan stunting (p value = 0,000, p<0,05) dan tidak ada hubungan sikap dengan perilaku remaja terkait pencegahan stunting (p value = 0,956, p value>0,05). Dapat disimpulkan bahwa separuh responden memiliki pengetahuan yang tinggi dan sikap yang baik tentang stunting, lebih dari separuh responden memiliki perilaku yang kurang baik dalam pencegahan stunting dan ada hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan stunting dan tidak ada hubungan sikap dengan perilaku remaja terkait pencegahan stunting. Diharapkan pihak pesantren, dapat bekerjasama dengan unit pelayanan kesehatan terdekat untuk melakukan upaya peningkatan pengetahuan, sikap dan perbaikan perilaku santri tentang pencegahan stunting.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Kunjungan K6 Pada Ibu Hamil di Puskesmas Pauh Kota Padang Novianti, Desy; Wildayani, Desi; Aprianti, Ety
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6836

Abstract

Antenatal care (ANC) merupakan pemantauan kondisi ibu dan janin selama kehamilan sebelum persalinan, yang bertujuan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin terjaga dengan baik. Salah satu indikator kualitas ANC adalah tingkat kepatuhan ibu terhadap jadwal kunjungan K6, yang mencakup 6 kali pemeriksaan selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam melakukan kunjungan K6 Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan pada November 2024 – Januari 2025, dengan pengumpulan data tanggal 14–23 Februari 2025. Jumlah populasi 120 orang dan sampel sebanyak 33 orang menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (p0,05). Hasil menunjukkan sebagian kecil ibu berada pada usia berisiko (33,3%), berpendidikan rendah (18,2%), sebagian besar responden adalah tidak bekerja (78,8%) , dan memiliki pengetahuan rendah (12,1%) dan lebih dari separuh (54,5%) memiliki sikap negatif terhadap ANC. Kurang dari separuh responden (48,5%) tidak patuh dalam melakukan kunjungan K6. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu dengan kepatuhan kunjungan K6 (p = 0,002). Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan sikap ibu dengan kepatuhan kunjungan K6 (p 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan antara umur ibu hamil trimester III dengan kepatuhan kunjungan K6, namun tidak terdapat hubungan antara tingkat pendikikan pekerjaan, tingkat pengatahuan dan sikap ibu dengan kepatuhan kunjungan K6 di Puskesmas Pauh Kota Padang Tahun 2025. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan edukasi untuk ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilan tentang pentingnya kunjungan ANC selama kehamilan. Kata Kunci : ANC, Pengetahuan, Sikap, Umur, Ibu Hamil
Faktor Penyebab Langsung Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester Iii Rahayu, Hesti; Mariati, Ulvi; Wildayani, Desi
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.7106

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan salah satu penyebab utama tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia. WHO (2024) mencatat prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai 48,9%. Tujuan: Untuk mengetahui Faktor Penyebab Langsung Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang.  Metode: Desain penelitian merupakan studi cross sectional yang dilakukan pada   Desember 2024 - Maret 2025, tahap pengumpulan data telah dilakukan pada tanggal 13-20 Maret 2025. Sampel ibu hamil trimester III 61 responden. Variabel independent yaitu kepatuhan konsumsi tablet fe, jarak kehamilan, paritas dan status gizi. Adapun variabel dependent adalah kejadian anemia pada ibu hamil. Analisis deskriptif untuk melihat frekuensi dan distribusi data. Analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan  57,4 % anemia, 80 % tidak patuh konsumsi tablet fe, 61,4 % jarak kehamilan tidak berisiko, 63,4 % paritas tidak berisiko,  60,4  % KEK dan ada hubungan antara kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet fe dengan kejadian anemia dengan p-value 0,00 0,05. tidak ada hubungan jarak kehamilan (p-value 0,63), paritas (p-value 0,42), status gizi (p-value 0,36) 0,05 dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas dadok tunggul hitam.              Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III namun tidak terdapat hubungan antara  jarak kehamilan, paritas dan Status Gizi dengan Faktor Penyebab Langsung Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang. Saran:  Disarankan Bagi ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan keamilan di fasilitas kesehatan untuk mendeteksi anemia.Kata Kunci : Anemia, Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe, Paritas, Jarak Kehamilan, Paritas, Status Gizi