Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Workplace Environment and Its Effect on Employee Productivity: Insights from the Boyolali Garment Industry Anugerah, Adhe Rizky; Mahmud , Dyantika Putry; Jayatri , Ummi Fakhriyah; Wijayanti , Nanik; Nanda , Syalfa Oktifa; Jinan , Shannaz Fairuz Nurul
Tekmapro Vol. 20 No. 1 (2025): TEKMAPRO
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of physical and non-physical work environments on employee performance in the garment industry. Both physical and non-physical work environments are crucial factors that affect employee productivity and well-being. The research method employed is a survey with a Structural Equation Modelling (SEM) approach to evaluate the relationships between latent variables, namely physical work environment, non-physical work environment, and employee performance. Data were collected through questionnaires distributed to 39 respondents working in a garment company in Boyolali, Central Java. The analysis results show that the physical work environment has a significant influence on employee performance, with aspects such as temperature, ventilation, noise, and workspace layout contributing positively. On the other hand, the non-physical work environment, such as communication with superiors, self-development, and responsibility, does not show a direct significant effect on employee performance. These findings indicate that improvements in physical aspects are more urgently needed to directly enhance employee performance. However, non-physical factors may require a more strategic and in-depth approach to yield optimal impact.
Analisis perilaku pembelian makanan segar dan ready-to-eat berdasarkan karakteristik sosio-demografis mahasiswa Jayatri, Ummi Fakhriyah; Jerusalem, Mohammad Adam; Mahmud, Dyantika Putry
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 6 No 2 (2025): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v6i2.1790

Abstract

Perubahan gaya hidup mahasiswa yang serba cepat telah mendorong pergeseran perilaku konsumsi makanan ke arah yang lebih praktis. Makanan Ready-to-Eat (RTE) menjadi salah satu pilihan yang semakin populer karena kemudahan dalam penyajiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pembelian makanan segar dan RTE pada mahasiswa berdasarkan karakteristik sosio-demografis serta mengidentifikasi potensi pengembangan produk RTE. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan 430 responden mahasiswa yang berdomisili di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa masih mengonsumsi makanan segar secara rutin, sedangkan RTE lebih sering dikonsumsi beberapa kali dalam sebulan sebagai solusi praktis. Faktor sosio-demografis seperti usia, jenis kelamin, universitas, dan pengeluaran bulanan memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku konsumsi makanan, khususnya pada kategori RTE. Kemudahan penyajian menjadi alasan utama pemilihan RTE oleh 84,9% responden. Meskipun pembelian makanan segar lebih dominan dilakukan secara offline, pembelian RTE menunjukkan kecenderungan meningkat melalui online, membuka peluang pengembangan pemasaran digital dan penjualan e-commerce. Temuan ini mengindikasikan potensi besar untuk mengembangkan produk RTE yang sehat, terjangkau, dan variatif, dengan strategi promosi yang disesuaikan dengan karakteristik mahasiswa.
​​​PENINGKATAN KUALITAS DAN DAYA SAING PRODUK TENUN GAMPLONG MELALUI SOSIALISASI TEKNOLOGI MANUFAKTUR DAN DIVERSIFIKASI DESAIN PRODUK Jerussalem, Mohammad Adam; Suparmanto, Nova; mahmud, dyantika; Jayatri, Ummi Fakhriyah
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tenun di Sleman mengalami penurunan produktivitas akibat penggunaan ATBM yang usang dan dominasi tenaga kerja lanjut usia. Kurangnya regenerasi karena minimnya minat generasi muda menambah tantangan yang dihadapi. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan merevitalisasi industri dengan meningkatkan produktivitas, menarik keterlibatan pemuda, dan memperkaya variasi produk melalui otomasi dan inovasi desain.  Kegiatan dilakukan di Sentra Tenun Gamplong bersama mitra Paguyuban Tegar, yang menghadapi masalah rendahnya produktivitas, terbatasnya desain, dan pemasaran digital yang belum optimal. Solusi yang ditawarkan berupa pemberian mesin tenun semi-otomatis, pelatihan operasional mesin, dan workshop diversifikasi desain bersama desainer profesional Bapak Afif Ghurub Bestari, M.Pd. Pelatihan ini meningkatkan kapasitas produksi dari 4–5 meter menjadi 15–20 meter kain per hari dan mendorong eksplorasi desain sesuai tren pasar.  Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam produksi, kreativitas desain, dan kesiapan pemasaran digital. Dua desain baru telah dihasilkan, dan perajin menunjukkan peningkatan motivasi. Dampak jangka panjang diharapkan menciptakan ekosistem tenun yang lebih inovatif, efisien, dan berdaya saing secara berkelanjutan.
Behavioral Drivers of First-Time Blood Donor Retention in Yogyakarta, Indonesia Mohammad Adam Jerusalem; Kartika Ratna Pertiwi; Agung Wijaya Subiantoro; Ummi Fakhriyah Jayatri; Dyantika Putry Mahmud
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 9 No. 5 (2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i5.9414

Abstract

ntroduction: Voluntary blood donor retention is still challenging in blood stock issue, specifically in decentralization system like in Indonesia. Most of previous research has focused on logistic or survey-based study, hence it cannot explain the dynamics of actual donor behavior from time to time. Further, there is a lack of understanding of donor retention as a behavioral process that develops longitudinally. This research aims to identify the first-time donor retention pattern and also demographic characteristics and relevant service context as basis for developing more effective health promotion strategies. Methods: This research implemented a retrospective longitudinal cohort design based on routine blood donor registration data of 26,170 first-time donors from five Blood Transfusion Units in the Province of Special Region of Yogyakarta during the period 2021–2024. Donor visit trajectories were analyzed using a sequence analysis approach with the optimal matching method and then grouped using the Partition Around Medoids algorithm. Cluster validity was determined using the silhouette and Dunn indeces and further analyzed descriptively and statistically to examine differences in characteristics among groups. Results: The study found three main donor patterns, i.e. one-time donors, regular donors, and donors who have temporarily stopped donating. City of Yogyakarta has highest retention rate, while Gunung Kidul is dominated by donors-once. Male donors tend to dominant among regular donors, on the contrary female donors are more represented in temporarily stopped donating. The vital finding points out the first 6–12 months engagement after initial donation is strongly associated with donor behavioral intentions. Conclusion: Blood donor retention is dynamic process that is influenced by demographic characteristics and service context. A limitation of this study is the lack of consideration of psychosocial as a variable. However, the use of actual longitudinal data is a major strength of this study. The managerial implication of this study is that segmentation-based strategies, strengthening interventions in the early phase, and gender-sensitive and community-based approaches are needed to increase donor retention in a sustainable manner.
Penguatan Literasi Teknik Industri melalui Desain Tumbler Ergonomis dan Simulasi Rantai Pasok bagi Peserta Didik Brilianti, Grahita Prisca; Jayatri, Ummi Fakhriyah; Putra, Perdana Suteja; Tawada, Atsa; Gracia, Gabriella Puspa; Dhiyaulhaq, Dhimas Ariesta; Ramadhani, Afrizan Deo; Lestari, Ersa Widi; Firdaus, Muhammad Farid
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6427

Abstract

Literasi terapan perlu diperkenalkan sejak dini agar peserta didik mampu menghubungkan kreativitas dengan fungsi produk dan memahami keterkaitan antaraktivitas dalam suatu sistem. Namun, pembelajaran pada lembaga pendidikan nonformal umumnya masih didominasi penguatan akademik dasar dan belum banyak mengintegrasikan literasi Teknik Industri berbasis praktik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan prinsip dasar ergonomi, desain produk, dan rantai pasok kepada peserta didik Yayasan Bina Umat Hasanah Klaten. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Maret 2026 selama sekitar tiga jam dengan melibatkan 60 peserta dari kelompok usia heterogen, yaitu 4–15 tahun, lima pendamping yayasan, tiga dosen, dan lima mahasiswa. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui penjelasan interaktif, praktik desain tumbler secara individual, permainan peran rantai pasok, presentasi karya, dan evaluasi lisan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta menghasilkan satu desain tumbler, sedangkan 10 karya dipilih sebagai hasil terbaik melalui penilaian dosen dan pendamping yayasan. Dari 10 pertanyaan evaluasi lisan, delapan dapat dijawab dengan benar oleh peserta secara sukarela. Berdasarkan evaluasi lisan kelompok, sebagian peserta mampu mengenali aspek fungsi, kenyamanan, serta tahapan sederhana penyediaan produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan produk sehari-hari dan permainan peran dapat digunakan sebagai media kontekstual untuk memperkenalkan konsep dasar Teknik Industri serta mendorong keterlibatan peserta dalam pembelajaran berbasis praktik. Meskipun demikian, evaluasi belum mengukur perubahan pemahaman individual karena tidak menggunakan pretest dan posttest terstruktur. Strengthening Industrial Engineering Literacy through Ergonomic Tumbler Design and Supply Chain Simulation for Students Abstract Applied literacy needs to be introduced from an early age so that learners can connect creativity with product functionality and understand the interrelationships among activities within a system. However, learning activities in non-formal educational institutions are generally still dominated by basic academic reinforcement and have not widely integrated practice-based Industrial Engineering literacy. This community service activity aimed to introduce basic principles of ergonomics, product design, and supply chains to participants at the Bina Umat Hasanah Foundation in Klaten. The activity was conducted on March 14, 2026, for approximately three hours and involved 60 participants from a heterogeneous age group ranging from 4 to 15 years, five foundation facilitators, three lecturers, and five university students. A participatory mentoring approach was implemented through interactive explanations, individual tumbler-design practice, supply-chain role-playing activities, product presentations, and oral evaluation. The results showed that all participants produced one individual tumbler design, while 10 works were selected as the best designs through assessments conducted by the lecturers and foundation facilitators. Of the 10 oral evaluation questions, eight were answered correctly by participants on a voluntary basis. Based on the group oral evaluation, some participants were able to recognize aspects of product function, user comfort, and the basic stages involved in product delivery. The results indicate that everyday products and role-playing activities can serve as contextual learning media for introducing basic Industrial Engineering concepts and encouraging participant engagement in practice-based learning. Nevertheless, the evaluation did not measure changes in individual understanding because no structured pretest and posttest were administered.
Revitalisasi Ekosistem Seni Gamelan Laras Budoyo: Digitalisasi Karya, Pertunjukan Hibrida, dan Regenerasi Seniman Muda Berbasis Desa Budaya Sariharjo Fitria, Yunike Juniarti; Ardiyanto, Ardiyanto; Jayatri, Ummi Fakhriyah; Kharismawati, Anisa; Brilianti, Grahita Prisca; Putra, Perdana Suteja; Ersyad, Axel Fabiant; Fatih, Muhammad; Irawanti, Niken Purbo; Mahmud, Dyantika Putry
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.6539

Abstract

Karawitan sebagai salah satu warisan budaya takbenda memerlukan upaya regenerasi dan adaptasi agar tetap relevan di tengah perkembangan sosial dan teknologi. Paguyuban Laras Budoyo yang berlokasi di Jongkang Baru, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, menghadapi tantangan berupa terbatasnya keterlibatan generasi muda serta belum optimalnya pemanfaatan media digital untuk promosi dan publikasi kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung penguatan aktivitas seni dan promosi digital Paguyuban Laras Budoyo melalui empat pendekatan terintegrasi, yaitu pelatihan karawitan bagi generasi muda, pengembangan media digital, penyediaan perangkat pendukung pertunjukan, dan penyelenggaraan pertunjukan berbasis hibrida. Program dilaksanakan oleh tim dosen lintas disiplin dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Paguyuban Laras Budoyo sebagai mitra utama dalam skema Program Inovasi Seni Nusantara (PISN). Metode pelaksanaan meliputi observasi dan identifikasi kebutuhan mitra, tiga sesi pelatihan karawitan bagi generasi muda berusia 10–25 tahun, pengembangan dan peluncuran situs web larasbudoyo.com, penyerahan perangkat pendukung pertunjukan, penyelenggaraan pertunjukan hibrida secara luring dan melalui siaran langsung dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, serta evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa setiap sesi pelatihan diikuti oleh 25–30 peserta. Situs web Laras Budoyo mencatat lebih dari 150 total kunjungan  selama periode 15 Agustus – 18 Agustus 2026. Pada pertunjukan hibrida, data platform siaran langsung menunjukkan 180 views, 158 likes, tambahan 3 pelanggan baru, dan 26 interaksi melalui fitur live chat. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan generasi muda dan perluasan pemanfaatan media digital dalam aktivitas Paguyuban Laras Budoyo. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mendukung ekosistem seni karawitan yang lebih adaptif, sekaligus menunjukkan potensi integrasi antara pelestarian budaya, pemberdayaan generasi muda, dan pemanfaatan teknologi digital. Revitalization of the Laras Budoyo Gamelan Art Ecosystem: Digitalization of Works, Hybrid Performances, and Regeneration of Young Artists Based on the Sariharjo Cultural Village Abstract Karawitan, as a form of Indonesia’s intangible cultural heritage, requires continuous regeneration and adaptation to remain relevant amid social and technological change. The Laras Budoyo art community, located in Jongkang Baru, Sariharjo Village, Ngaglik District, Sleman Regency, faces several challenges, particularly limited participation among younger generations and the underuse of digital media for promoting and publicizing its activities. This community engagement program aimed to strengthen the artistic activities and digital promotion of Laras Budoyo through four integrated approaches: karawitan training for young participants, development of digital media, provision of supporting performance equipment, and the organization of hybrid performances. The program was implemented by a multidisciplinary team of lecturers from Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) and Universitas Gadjah Mada (UGM), in collaboration with Laras Budoyo as the main community partner under the Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) scheme. The implementation process included observation and identification of community needs, three karawitan training sessions for participants aged 10 to 25 years, development and launch of the larasbudoyo.com website, provision of performance equipment, a hybrid performance conducted both onsite and through live streaming as part of the 81st Anniversary of Indonesian Independence, and program evaluation. The results showed that each training session involved 25 to 30 participants. The Laras Budoyo website recorded more than 150 total visits during the period of 15 Agustus – 18 Agustus 2026. The live-streamed performance generated 180 views, 158 likes, 3 new subscribers, and 26 live chat interactions. These outcomes indicate increased engagement among younger participants and broader use of digital media in supporting Laras Budoyo’s activities. The program represents an initial step toward supporting a more adaptive karawitan arts ecosystem while also demonstrating the potential of integrating cultural preservation, youth empowerment, and digital technology.