Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Training and Development of Cassava Chips MSMEs in Lingga Tiga Village: Efforts to Increase Capacity and Competitiveness of Local Products Abd. Rasyid Syamsuri; Siti Lam'ah Nasution; Rika Syahmewah; Pera Herawati; Hidayatul Majidah
International Journal of Community Service Implementation Vol. 2 No. 3 (2024): IJCSI DECEMBER 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijcsi.v2i3.259

Abstract

Lingga Tiga Village has great potential in developing cassava chips MSMEs, but still faces various obstacles such as limitations in management, marketing and product innovation. This community service aims to provide training and assistance to cassava chips MSMEs in Lingga Tiga Village to increase production capacity, business management and marketing strategies. The methods used include training, mentoring and evaluation. The results of the service show an increase in the knowledge and skills of MSME players in managing businesses, as well as the formation of more effective marketing strategies. It is hoped that this activity can encourage village economic growth and increase the competitiveness of cassava chips products in the wider market.
Pendampingan Mengaji dan Calistung untuk Anak Desa Sungai Raja Kecamatan Na. IX X Kabupaten Labuhanbatu Utara Annim Hasibuan; Pera Herawati; Amron Zarkasih Ritonga; Siti Zubaidah; Hidayatul Mazidah Harahap
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tt1bg014

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai respons terhadap rendahnya kemampuan dasar membaca, menulis, berhitung (Calistung), dan kurangnya pembinaan keagamaan anak-anak di Desa Sungai Raja, Kecamatan Na. IX X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah terbatasnya akses layanan pendidikan nonformal dan pembinaan mengaji, serta rendahnya keterlibatan orang tua dan minimnya tenaga pendamping dengan kompetensi pedagogis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dasar dan pembinaan keagamaan anak usia dini melalui pendampingan yang dilakukan secara langsung oleh para dosen pelaksana dengan pendekatan tematik, visual-audio, dan permainan edukatif berbasis nilai-nilai Islam. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi lima tahap: (1) sosialisasi program kepada pemerintah desa dan tokoh masyarakat; (2) pelatihan internal bagi dosen pelaksana dalam penggunaan modul ajar dan strategi pembelajaran aktif; (3) pelaksanaan pendampingan Calistung dan mengaji. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan Calistung dan motivasi anak untuk belajar mengaji. Selain itu, tercipta suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan partisipatif.
Learning Innovation in Higher Education: Study of Blended Learning Implementation at Universitas Islam Labuhan Batu Amron Zarkasih Ritonga; Maimunah Ritonga; Zulpahri Nainggolan; Wasri Aminah; Pera Herawati
12 Waiheru Vol. 11 No. 1 (2025): 12 Waiheru
Publisher : Balai Diklat Keagamaan Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70872/12waiheru.v11i1.350

Abstract

Blended learning is an innovative approach in higher education that integrates online and face-to-face instruction to enhance flexibility and student engagement. This study aims to examine the implementation of the blended learning model at Universitas Islam Labuhan Batu (UNISLA) and to evaluate its impact on student participation, academic achievement, and the challenges encountered during its application. A qualitative research method was employed, utilizing in-depth interviews, surveys, and document analysis involving students and lecturers. The findings reveal that implementing blended learning significantly enhances student engagement by offering diverse learning media and encouraging active participation in the learning process. Furthermore, students’ academic performance improved due to the flexibility in accessing learning materials at their own pace, which supports better comprehension and retention. However, the study also identifies several challenges, particularly the limited availability of digital infrastructure and uneven internet access, which hinder the full integration of online learning. These findings highlight the importance of institutional support and the strengthening of technological infrastructure to optimize the effectiveness of blended learning in higher education settings. This study contributes to the growing literature on digital learning in Indonesia and offers practical insights for educational institutions seeking to design adaptive and sustainable learning strategies.
Pelatihan Penggunaan Gamma AI untuk Guru SMK Swasta Al Aziz Pera Herawati; Hidayatul Mazidah Harahap; Nailil Khairini; Ade Suryani; Maimunah Ritonga; Irhamna Mandili Lubis
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e510xt97

Abstract

PKM ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penggunaan Gamma AI bagi guru SMK Swasta Al Aziz, dan menyelenggarakan workshop bagi guru untuk mengembangkan bahan ajar dan media pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan Gamma AI. Sasaran kegiatan adalah 30 orang guru SMK Swasta Al Aziz Kabupaten Labuhanbatu yang dipilih berdasarkan analisis kebutuhan di lapangan. Program dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan untuk menjelaskan tujuan, manfaat, serta mengukur kemampuan awal guru dalam memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Hasil pre-assessment menunjukkan bahwa 80% guru belum pernah menggunakan Gamma AI. Tahap inti berupa pelatihan dan workshop dilaksanakan dengan metode partisipatif dan praktik langsung. Guru dibimbing membuat akun, mengenal fitur utama, serta menghasilkan bahan ajar digital sesuai bidang mata pelajaran masing-masing. Produk yang dihasilkan beragam, mulai dari presentasi matematika hingga materi kejuruan bisnis daring. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan guru, ditandai dengan rata-rata skor pre-test 45 yang meningkat menjadi 82 pada post-test. Selain itu, 26 dari 30 produk presentasi masuk kategori baik, sedangkan sisanya cukup baik. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri guru dalam berinovasi serta mendorong kolaborasi antar peserta. Hasil PKM menunjukkan bahwa Gamma AI dapat menjadi solusi praktis dalam pembuatan bahan ajar digital, sekaligus mendukung transformasi pendidikan di era industri 4.0. Ke depan, kegiatan serupa perlu diperluas ke sekolah lain untuk memperkuat ekosistem literasi digital di Kabupaten Labuhanbatu.