Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HISTOPATHOLOGIC FEATURES OF HEPATOPANCREAS INFECTED WITH Vibrio parahaemolyticus IN VANNAMEI SHRIMP (Litopenaeus vannamei) Wijaya, Avira Salsabila; Insivitawati, Era; Sugianti, Budi
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i1.1434

Abstract

Shrimp farming faces a major problem, which is the disease caused by Vibrio parahaemolyticus infection, leading to vibriosis and damage to the shrimp's hepatopancreas. This study aims to analyze the pathological changes that occur in the tissues and organs of vannamei shrimp due to Vibrio parahaemolyticus infection using histopathological testing methods. The research findings show that this bacterial infection causes damage to the hepatopancreas, including hemocyte infiltration, melanization, sloughing, necrosis, and bacterial colonization. This damage is caused by toxins produced by Vibrio parahaemolyticus, leading to the degeneration of cells and tissues. This study provides important information that can be used to develop prevention and treatment strategies for diseases in vannamei shrimp farming, as well as enhance understanding of the impact of bacterial infection on the hepatopancreas organ of shrimp.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN APLIKASI PENGKAYAAN BIOENKAPSULASI NAUPLI ARTEMIA DENGAN KOMBINASI EKSTRAK KETAPANG JAHE KENCUR KUNYIT DI HATCHERY DESA PACIRAN, KABUPATEN LAMONGAN Insivitawati, Era; Wahidi, Budi Rianto; Jayanti, Shara; Sugianti, Budi; Asmarani, Anja
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 7 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i1.8744

Abstract

Budidaya udang vannamei skala rumah tangga di Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, seringkali menghadapi masalah kematian pada benih atau larva. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu mengatasi permasalahan pembudidaya dalam meningkatkan kelangsungan hidup larva udang melalui pemberian pakan fungsional berupa bioenkapsulasi naupli artemia yang diperkaya dengan ekstrak ketapang, jahe, kencur, dan kunyit sebagai imunostimulan. Metode yang digunakan meliputi pelatihan dan pendampingan kepada pembudidaya tentang pembuatan imunostimulan dari ekstrak ketapang, jahe, kencur, dan kunyit dan bioenkapsulasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bioenkapsulasi naupli artemia dengan ekstrak ketapang, jahe, kencur, dan kunyit dapat menjadi alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas benih udang dan mengurangi tingkat kematian. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas budidaya udang vannamei skala rumah tangga.
DETECTION OF INFECTIOUS MYONECROSIS VIRUS (IMNV) IN LITOPENAEUS VANNAMEI USING NESTED REVERSE TRANSCRIPTION-POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) AT PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA SIDOARJO EAST JAVA Nur Amalliyah, Hanifah; Hakimah, Nisa; Sugianti, Budi
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 2 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i2.1446

Abstract

Increased production and stocking density have elevated the risk of viral diseases, which can lead to significant economic losses. This study aimed to detect the presence of Infectious Myonecrosis Virus (IMNV) in vannamei shrimp using the Nested Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction (nRT-PCR) method. 54 vannamei shrimp samples from various regions in Indonesia were tested to detect the presence of IMNV. The test results showed 2 samples were detected positive for IMNV, namely samples from Central Kalimantan and East Java. The test results were confirmed and reinforced by other supporting factors that influence the spread or occurrence of IMNV disease infection in the sample's region of origin. This study highlights the importance of routine IMNV surveillance using sensitive molecular methods to control disease spread and protect the shrimp aquaculture industry in Indonesia.
EFEKTIVITAS DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) SEBAGAI IMUNOSTIMULAN HERBAL PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Insivitawati, Era; Wahidi, Budi Rianto; Asmarany, Anja; Hakimah, Nisa; Jayanti, Shara; Setyatuti, Tri Ari; Suseno, Dewi Nurmalita; Sugianti, Budi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.138-144

Abstract

Budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) berpotensi besar, namun rentan terinfeksi bakteri dan memerlukan solusi alternatif pengganti antibiotik sintetis. Daun ketapang (Terminalia catappa) dan bawang putih (Allium sativum) bersifat antimikroba dan imunostimulan, namun efektivitas dan formulasi optimal masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi daun ketapang dan bawang putih untuk mencari alternatif pengendalian bakteri yang lebih aman, mengingat penggunaan obat berlebihan dapat memicu resistensi. Daun ketapang dan bawang putih dipilih sebagai imunostimulan herbal yang potensial menekan bakteri Aeromonas tanpa dampak negatif bagi lingkungan. Metode yang digunakan adalah eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu  Perlakuan Kontrol tanpa pemberian ekstrak daun ketapang dan bawang putih, Perlakuan A (komposisi 75 % daun ketapang dan 25% bawang putih), Perlakuan B (komposisi 50 % daun ketapang dan 50% bawang putih), dan Perlakuan C (komposisi 25 % daun ketapang dan 75% bawang putih). Pengujian mencakup uji fitokimia, zona hambat, DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl), analisis kualitas air dan pertumbuhan ikan dengan uji statistik. Hasil menunjukkan kombinasi 50% daun ketapang dan 50% bawang putih (Perlakuan B) merupakan yang terbaik dan berpotensi meningkatkan daya tahan tubuh ikan dengan kadar alkaloid tertinggi sebesar 37,91% (b/b) dengan persentase Relative Percent Difference (RPD) 1,5%, IC50 Uji DPPH 3,79 mg/ml, menghambat pertumbuhan bakteri yang ditunjukkan dengan hasil zona hambat terbesar, pertumbuhan berat terbaik dengan ABW mencapai 17,60 ± 6,84 gram/ekor dan ADG 1,53 g/minggu. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kombinasi daun ketapang dan bawang putih dapat menjadi imunostimulan alami yang ramah lingkungan dalam budidaya ikan nila.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa) DAN KENCUR (Kaempferia galanga) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KOI (Cyprinus carpio) Hakimah, Nisa; Wahidi, Budi Rianto; Suseno, Dewi Nurmalita; Setyastuti, Tri Ari; Sugianti, Budi; Yudana, I Gusti Putu Gede Rumayasa
JARI : Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024): JARI : JURNAL AKUAKULTUR RAWA INDONESIA
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jari.v12i2.8

Abstract

Pertumbuhan yang lama menjadi salah satu kendala dalam budidaya ikan koi. Pemberian ekstrak bahan herbal sebagai pemacu pertumbuhan melalui perendaman masih jarang dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh perendaman ekstrak kunyit dan kencur dengan waktu berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan koi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2023 selama 5 minggu (35 hari) di Laboratorium Patologi Ikan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu K (kontrol), B1 (perendaman 30 menit), B2 (perendaman 45 menit), dan B3 (perendaman 60 menit). Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey yang menunjukkan bahwa perendaman ikan koi ke dalam ekstrak kunyit dan kencur selama 45 menit (perlakuan B2) merupakan hasil terbaik dengan nilai kelangsungan hidup 86,67±0,57%, pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,27±0,03 gram, pertumbuhan panjang mutlak 0,27±0,02 cm, efisiensi pakan 86,73±4,18%, dan konversi pakan sebesar 1,15±0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah perendaman ekstrak kunyit dan kencur selama 45 menit dapat memberikan peningkatan kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, dan efisiensi pakan serta menurunkan nilai konversi pakan. Ekstrak kunyit dan kencur yang diberikan pada ikan koi berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan sehingga dapat direkomendasikan sebagai pemacu pertumbuhan pada budidaya ikan air tawar.
Capacity Enhancement of Catfish Farmers through Herbal Immunostimulant Training as a Preventive Strategy in Gelang Village, Sidoarjo: Penguatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Lele melalui Pelatihan Imunostimulan Herbal sebagai Strategi Preventif Penyakit Kuning di Desa Gelang, Sidoarjo Suseno, Dewi Nurmalita; Setyastuti, Tri Ari; Wahidi, Budi Rianto; Hakimah, Nisa; Insivitawati, Era; Jayanti, Shara; Asmarany R, Anja; Sugianti, Budi
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 1 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.871

Abstract

Jaundice remains a recurrent problem in small-scale catfish aquaculture and contributes to reduced market value and economic losses for farmers. This community service program aimed to enhance the capacity of catfish farmers in Gelang Village, Tulangan District, Sidoarjo Regency, in producing and utilizing herbal immunostimulants as a preventive strategy. The program involved 10 farmers and was implemented through technical training consisting of theoretical sessions, hands-on practice, and mentoring. The immunostimulant introduced was prepared using a simple decoction method from locally available ingredients including Terminalia catappa, ginger, galangal, turmeric, and Curcuma xanthorrhiza. Quantitative evaluation showed an average knowledge increase of 147 percent from pre-test to post-test, with all participants exceeding the minimum improvement target. Practical skill assessment indicated an average mastery score of 94 percent, and 100 percent of participants were able to independently produce the extract. The readiness to adopt the technology reached an average score of 93 percent. Field observations indicated perceived effectiveness in supporting preventive health management practices. However, no laboratory analysis or biological measurements were conducted. This program primarily strengthened farmers’ knowledge, technical skills, and adoption readiness toward locally based preventive approaches that may support sustainable small-scale catfish farming.
Capacity Enhancement of Catfish Farmers through Herbal Immunostimulant Training as a Preventive Strategy in Gelang Village, Sidoarjo: Penguatan Kapasitas Pembudidaya Ikan Lele melalui Pelatihan Imunostimulan Herbal sebagai Strategi Preventif Penyakit Kuning di Desa Gelang, Sidoarjo Suseno, Dewi Nurmalita; Setyastuti, Tri Ari; Wahidi, Budi Rianto; Hakimah, Nisa; Insivitawati, Era; Jayanti, Shara; Asmarany R, Anja; Sugianti, Budi
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 1 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.871

Abstract

Jaundice remains a recurrent problem in small-scale catfish aquaculture and contributes to reduced market value and economic losses for farmers. This community service program aimed to enhance the capacity of catfish farmers in Gelang Village, Tulangan District, Sidoarjo Regency, in producing and utilizing herbal immunostimulants as a preventive strategy. The program involved 10 farmers and was implemented through technical training consisting of theoretical sessions, hands-on practice, and mentoring. The immunostimulant introduced was prepared using a simple decoction method from locally available ingredients including Terminalia catappa, ginger, galangal, turmeric, and Curcuma xanthorrhiza. Quantitative evaluation showed an average knowledge increase of 147 percent from pre-test to post-test, with all participants exceeding the minimum improvement target. Practical skill assessment indicated an average mastery score of 94 percent, and 100 percent of participants were able to independently produce the extract. The readiness to adopt the technology reached an average score of 93 percent. Field observations indicated perceived effectiveness in supporting preventive health management practices. However, no laboratory analysis or biological measurements were conducted. This program primarily strengthened farmers’ knowledge, technical skills, and adoption readiness toward locally based preventive approaches that may support sustainable small-scale catfish farming.