Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EFFECTS OF CORONAVIRUS 2019 (COVID-19) IN THE LEARNING PROCESSES OF UNIVERSITIES IN INDONESIA Dewi Alima Nostalia Suseno; Dewi Nurmalita Suseno; Moch Saad; Adi Suseno
Erudio Journal of Educational Innovation Vol 7, No 2 (2020): Erudio Journal of Educational Innovation
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18551/erudio.7-2.6

Abstract

Background: The global pandemic that has affected many parties, digital transformation in increasing connectivity, the speed of change, the modern world, and improving education around the world is one solution that can be done. Purpose: The purpose of this study is to describe the opinions of Indonesian students in distance learning during the pandemic coronavirus 2019 (COVID-19). Methods: The method used is the technique of accidental sampling and regression analysis with SPSS software ver.16. Results: 76.2% of distance learning with practicum is difficult to understand, 31.7% experienced boredom, 82.5% often experienced difficulties with signal difficulty, 47.6% had difficulties when using media, 60.3% more time-consuming learning activities, 69.8% more spend money. Conclusion: There are significant differences between X1-X10 and Y1 and Y2 as well as the influence during the (COVID-19) (X) on changes in learning before and after (COVID-19) (Y2).
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN AUTOMATIC FEEDER PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI PT. WINDU MARINA ABADI KECAMATAN SAMBELIA, LOMBOK TIMUR Giban Samawi; Amyda Suryati Panjaitan; Erni Marlina; Luchiandini Ika Pamaharyani; Ofan Bosman; Dewi Nurmalita Suseno
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 3, No 2 (2021): September 2021
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v3i2.10719

Abstract

Budidaya udang vaname menjadi primadona di Indonesia karena memiliki nilai komersil  dan memberikan pendapatan bagi negara. Teknologi pemberian pakan salah satu faktor untuk keberhasilan budidaya. Saat ini teknologi berbasis IoT yaitu automatic feeder yang sedang tren pada budidaya udang vaname. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan automatic feeder pada budidaya udang vaname. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2021 di PT. Windu Marina Abadi, Lombok Timur dengan pengukuran pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan FCR serta menganalisis kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan berat terendah terdapat pada petak A5 (7,79 g) dan tertinggi B5 (18,14 g) dengan rata-rata laju pertumbuhan perhari terendah yaitu A5 (0,09) dan B5 (0,21 g), kelangsungan hidup pada tambak menggunakan automatic feeder mencapai 97%, FCR tertinggi yaitu pada tambak (manual) A5 (2,45) dan terendah pada tambak B6 (automatic feeder) (1,08). Nilai kualitas air masih kisaran normal untuk budidaya. Tambak dengan penggunaan automatic feeder relatif lebih baik dibandingkan dengan tambak dengan pemberian pakan secara manual.
Potensi Campuran Bubuk Meniran (Phyllanthus Niruri) dan Bawang Putih (Allium Sativum) Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias sp.) Melinda Kustiana; Dewi Nurmalita Suseno
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 12, No 1 (2021): Grouper : Jurnal Ilmiah Fakultas Perikanan Universitas Islam Lamongan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v12i1.79

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi campuran tepung meniran dan bawang putih dicampur dalam pakan (pellet) untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan lele dilihat dari pertumbuhan ikan lele dengan mengukur ABW, ADG, dan SR ikan, Dosis pakan yang dicampurkan dengan tepung meniran dan bawang putih yaitu  (B1) meniran 5gr/kg + bawang putih 20 gr/kg pakan, (B2) meniran 10 gr/kg + bawang putih 40 gr/kg pakan, dan  (B0) kontrol, perlakuan ini dilakukan selama 3 minggu masa pemeliharaan. Hasil pengukuran yang memiliki nilai tertinggi ABW dan ADG ialah pada perlakuan (B1) dengan pemberian simplisia dosis meniran 5 g/kg dan bawang putih 20 g/kg. Terjadi kematian ikan pada hari ke­3, dengan SR terendah diperoleh oleh (B2) sebanyak 93%, dan SR tertinggi diperoleh 100% oleh perlakuan (B1).
Analisis Kadar Histamin pada Produk Olahan Ikan Pindang di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Menggunakan ELISA Budi Rianto Wahidi; Adi Suseno; Dewi Alima Nostalia Suseno; Dewi Nurmalita Suseno; Nisa Hakimah
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 13 No 2 (2022): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.523 KB) | DOI: 10.35316/jsapi.v13i2.1791

Abstract

Histamin merupakan salah satu indikator keamanan mutu pangan untuk produk olahan ikan. Histamin dimungkinkan terkandung pada ikan pindang karena beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar histamin pada ikan pindang yang dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat serta faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya dan kenaikan kadar histamin pada ikan pindang. Sampel ikan pindang diperoleh dari beberapa pasar tradisional di Sidoarjo dan diuji menggunakan metode ELISA. Hasil uji terhadap beberapa parameter menujukkan bahwa nilai pH berkisar antara 6,05 – 6,95; kadar air 13,11 – 27,79%; kadar garam 6,71 – 12,31%; dan kadar histamin 4,143 – 11,450 ppm. Kadar histamin tertinggi diperoleh dari sampel ikan pindang dengan kadar air yang tinggi dan kadar garam yang rendah.
EFEKTIVITAS PROBIOTIK TERHADAP EFISIENSI PAKAN DAN ULAS DARAH IKAN KOMET (Carassius auratus) Dewi Nurmalita Suseno; Indah Puspitasari; Shara Jayanti
Grouper: Fisheries Scientific Journal Vol 13, No 2 (2022): Grouper : Jurnal Ilmiah Perikanan
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/grouper.v13i2.137

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi efektivitas pemberian probiotik kepada efisiensi pakan dan dalam darah ikan komet sebagai parameter kesehatan ikan. Dosis pakan yang dicampurkan dengan probiotik ialah yaitu (A0=kontrol; A1=50ml/kg; A2=100 ml/kg ml/kg; A3=200 ml/kg; A4=400 ml/kg) dilakukan selama ± 1,5 bulan masa pemeliharaan. Hasil perhitungan FCR perlakuan A2 hasil analisa varian menggunakan kruskal wallis pada FCR ikan komet menunjukkan adanya perbedaan signifikan (P=0,012) antara ikan yang diberikan dosis probiotik yang berbeda , serta ikan mas komet mampu meningkatkan respon imunitas ikan terhadap antigen yang masuk dalam tubuh ikan,  hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah leukosit dan jumlah aktifitas fagositosis pada preparate ulas darah 
EFFECTIVENESS OF Exoecaria agallocha SUBSTANCE POWDER AS MOLLUSCICIDE ON SNAIL MUD PEST (Ceritidea sp.) Puspitasari, Indah; Suseno, Dewi Nurmalita; Jayanti, Shara
Chanos Chanos Vol 19, No 2 (2021): Chanos chanos
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.166 KB) | DOI: 10.15578/chanos.v19i2.10646

Abstract

The use of chemical-based molluscicides at the preparation stage of aquaculture activities in ponds can cause residues and death of biota other than mollusc pests and ultimately cause environmental damage. Because of this, natural ingredients are needed. A study on the effectiveness of Excoecaria agallocha gum powder as a molluscicide against Trisipan Cerithidea sp. has been carried out during September - November 2020 in Pulokerto Village, Kraton District, Pasuruan Regency, East Java. The sap from the E. agallocha tree was tapped and made into powder, then tested on 10 trisipans per aquarium, with concentrations of 0, 200, 400, 800, 1600 ppm and control with 3 repetitions. Mortality observations were carried out for 24 hours. The results of the characteristic analysis showed that the E. agallocha latex powder had an ash content of 7.73%, water content of 3.08%, pH 10. The content of bioactive compounds from E. agallocha gum powder using 70% methanol solution included saponins and triterpenoids. The concentration of latex powder has a high influence on the mortality of Cerithidea sp. (Linear regression, R2 = 0.8762) and had a significantly positive relationship (Pearson correlation test, r = 0.936, P = 0.019). Significant differences were found in the mortality of Cerithidea sp. with treatments of 800 and 1600 ppm which were significantly different with concentrations of 200 and 400 ppm (One-way Anova, F = 29.50, P <0.05, df = 3, Tukey test). Toxicity test showed 24-hour LC50 of E. agallocha latex powder against Trisipan Cerithidea sp. is 688.89 ppm and can be categorized as toxic.
POTENSI SERBUK DAUN SIRIH (Piper Betle L.) SEBAGAI IMUNOSTIMULAN PADA BENIH IKAN NILA (Oreochromis Niloticus) Maulida, Rizka Sherly; Suseno, Dewi Nurmalita
Chanos Chanos Vol 18, No 2 (2020): Chanos chanos
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.369 KB) | DOI: 10.15578/chanos.v18i2.9547

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi serbuk daun sirih yang dicampur dalam pakan (pellet) sebagai immunostimulan ikan nila dengan mengukur nilai pertambahan panjang rata-rata, ADG, ABW, FCR dan SR. Dosis pakan yang dicampurkan dengan bubuk daun sirih yaitu (A1) 0,3 g/100g pakan dan (A2) 0,4 g/100g pakan, serta pakan kontrol (A0) tanpa pemberian bubuk daun sirih dilakukan selama 4 minggu masa pemeliharaan. Nilai ADG ikan nila diukur setiap 4 hari sekali dengan penimbangan berat dan pengukuran panjang ikan. Sedangkan nilai ABW, FCR dan SR dihitung pada akhir pemeliharaan. Hasil pengukuran panjang rata-rata terbaik pada dosis (A2) 0,4 g/100g pakan yang menunjukkan 8.9667b ± 0.47258. Sedangkan pada pertumbuhan (ADG) diperoleh 1.3333b± 0.00000, ABW (17.0000 b ± 0.00000. Hasil perhitungan FCR yaitu sebesar 0.6000b ± 0.00000, serta pada survival rate (%) tidak ditemukannya ikan nila yang mati selama masa pemeliharaan pada perlakuan (A2).
Pelatihan Pembuatan Anestesi Alami Untuk Meningkatkan Tingkat Kelangsungan Hidup Ikan DI Desa Sumberdodol Magetan SETYASTUTI, TRI ARI; Hakimah , Nisa; Suseno, Dewi Nurmalita; Achmad, Naufal
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i1.5058

Abstract

 Desa Sumberdodol merupakan salah satu desa di Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan yang memiliki potensi unggul dalam budidaya ikan koi. Permasalahan tingginya tingkat stress dan kematian ikan koi selama proses penanganan dan transportasi menjadi kendala utama yang dihadapi para pembudidaya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pembudidaya ikan koi di Desa Sumberdodol, Magetan, mengenai pembuatan dan aplikasi anestesi alami berbahan dasar ekstrak kemangi dan cengkeh. Pelatihan dilaksanakan melalui penyuluhan, bimbingan teknis, dan praktik lapangan dengan metode infusa yang sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dan keberhasilan aplikasi anestesi alami yang terbukti efektif menjaga tingkat kelangsungan hidup ikan koi hingga 100% selama proses penanganan dan transportasi. Penggunaan anestesi alami ini juga berkontribusi mengurangi stres ikan, menurunkan tingkat mortalitas kematian, serta mendukung budidaya ramah lingkungan. Hal ini menegaskan pentingnya transfer teknologi anestesi alami sebagai solusi inovatif dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing produk ikan koi di tingkat lokal maupun nasional.
EFEKTIVITAS DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) DAN BAWANG PUTIH (Allium sativum) SEBAGAI IMUNOSTIMULAN HERBAL PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Insivitawati, Era; Wahidi, Budi Rianto; Asmarany, Anja; Hakimah, Nisa; Jayanti, Shara; Setyatuti, Tri Ari; Suseno, Dewi Nurmalita; Sugianti, Budi
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 2 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.2.138-144

Abstract

Budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) berpotensi besar, namun rentan terinfeksi bakteri dan memerlukan solusi alternatif pengganti antibiotik sintetis. Daun ketapang (Terminalia catappa) dan bawang putih (Allium sativum) bersifat antimikroba dan imunostimulan, namun efektivitas dan formulasi optimal masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kombinasi daun ketapang dan bawang putih untuk mencari alternatif pengendalian bakteri yang lebih aman, mengingat penggunaan obat berlebihan dapat memicu resistensi. Daun ketapang dan bawang putih dipilih sebagai imunostimulan herbal yang potensial menekan bakteri Aeromonas tanpa dampak negatif bagi lingkungan. Metode yang digunakan adalah eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu  Perlakuan Kontrol tanpa pemberian ekstrak daun ketapang dan bawang putih, Perlakuan A (komposisi 75 % daun ketapang dan 25% bawang putih), Perlakuan B (komposisi 50 % daun ketapang dan 50% bawang putih), dan Perlakuan C (komposisi 25 % daun ketapang dan 75% bawang putih). Pengujian mencakup uji fitokimia, zona hambat, DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl), analisis kualitas air dan pertumbuhan ikan dengan uji statistik. Hasil menunjukkan kombinasi 50% daun ketapang dan 50% bawang putih (Perlakuan B) merupakan yang terbaik dan berpotensi meningkatkan daya tahan tubuh ikan dengan kadar alkaloid tertinggi sebesar 37,91% (b/b) dengan persentase Relative Percent Difference (RPD) 1,5%, IC50 Uji DPPH 3,79 mg/ml, menghambat pertumbuhan bakteri yang ditunjukkan dengan hasil zona hambat terbesar, pertumbuhan berat terbaik dengan ABW mencapai 17,60 ± 6,84 gram/ekor dan ADG 1,53 g/minggu. Penelitian ini mengindikasikan bahwa kombinasi daun ketapang dan bawang putih dapat menjadi imunostimulan alami yang ramah lingkungan dalam budidaya ikan nila.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa) DAN KENCUR (Kaempferia galanga) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KOI (Cyprinus carpio) Hakimah, Nisa; Wahidi, Budi Rianto; Suseno, Dewi Nurmalita; Setyastuti, Tri Ari; Sugianti, Budi; Yudana, I Gusti Putu Gede Rumayasa
JARI : Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Vol. 12 No. 2 (2024): JARI : JURNAL AKUAKULTUR RAWA INDONESIA
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jari.v12i2.8

Abstract

Pertumbuhan yang lama menjadi salah satu kendala dalam budidaya ikan koi. Pemberian ekstrak bahan herbal sebagai pemacu pertumbuhan melalui perendaman masih jarang dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh perendaman ekstrak kunyit dan kencur dengan waktu berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan koi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2023 selama 5 minggu (35 hari) di Laboratorium Patologi Ikan, Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu K (kontrol), B1 (perendaman 30 menit), B2 (perendaman 45 menit), dan B3 (perendaman 60 menit). Analisis data menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey yang menunjukkan bahwa perendaman ikan koi ke dalam ekstrak kunyit dan kencur selama 45 menit (perlakuan B2) merupakan hasil terbaik dengan nilai kelangsungan hidup 86,67±0,57%, pertumbuhan bobot mutlak sebesar 3,27±0,03 gram, pertumbuhan panjang mutlak 0,27±0,02 cm, efisiensi pakan 86,73±4,18%, dan konversi pakan sebesar 1,15±0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah perendaman ekstrak kunyit dan kencur selama 45 menit dapat memberikan peningkatan kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, dan efisiensi pakan serta menurunkan nilai konversi pakan. Ekstrak kunyit dan kencur yang diberikan pada ikan koi berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan sehingga dapat direkomendasikan sebagai pemacu pertumbuhan pada budidaya ikan air tawar.