Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK BUAH MANGROVE (Sonneratia alba) SEBAGAI BIOENRICHMENT PAKAN ALAMI Artemia salina Cahyadi, Jimmy; Satriani, Gloria Ika; Gusman, Ery; Weliyadi, Encik; Sabri, Sabri
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.457 KB) | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i3.932

Abstract

Penelitian mengenai skrining fitokimia terhadap ekstrak buah mangrove pedada(Sonneratia alba) Telah dilakukan. Buah pedada (Sonneratia alba) diperoleh darimangrove pesisir Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Data yang dianalisis meliputi kondisisimplisia, rendemen, ekstraksi dan skrining fitokimia pada Artemia salina nonbioenrichment maupun pasca bioenrichment. Prosedur pembuatan simplisia melaluisortasi basah dan kering, analisa rendemen berdasarkan rasio bobot, ekstraksi buahpedada (Sonneratia alba) berdasarkan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol96%, dan skrining fitokimia dilakukan melalui pengujian warna menggunakan berbagaipereaksi. Teknik analisa data dilakukan secara kualitatif deskriftif. Hasil penelitianmenyimpulkan bahwa ekstrak pasta kental (Sonneratia alba) positif mengandungalkaloid, flavonoid, tannin, steroid dan tripernoid pada bioenrichment dan senyawasteroid dan tanin negatif pada non bioenrichment.
ANALISIS KONDISI SPASIAL DAERAH ALIRAN SUNGAI KOTA TARAKAN BAGI PENGEMBANGAN KEGIATAN PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR Cahyadi, Jimmy
Jurnal Borneo Saintek Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.487 KB) | DOI: 10.35334/borneo_saintek.v1i1.883

Abstract

Produksi perikanan Kota Tarakan khususnya kegiatan budidaya air tawar tidak menunjukkan kenaikan yang signifikan dalam kurun waktu 5 tahun. Informasi dan kajian analisis kondisi spasial sungai Kota Tarakan sangat penting sebagai dasar pemerintah bersama masyarakat dalam rangka perbaikan kualitas hidup dan taraf ekonomi masyarakat khususnya pengembangan kegiatan perikanan budidaya air tawar. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan awal tahun 2015 masuk musim kemarau dengan wilayah kajian sempadan daerah aliran sungai (DAS) di wilayah administrasi Kota Tarakan. Metode yang digunakan yaitu metode survey dan bersifat deskriftif kualitatif. Survei lapangan sebagai data primer meliputi kondisi hidrologi, klimatologi dan beberapa informasi penting lainnya. Metode penentuan titik sampling (stasiun) menggunakan teknik purposive sampling dipadukan karakteristik ekologis, aksesibilitas, keamanan, keterjangkauan dan ruang dari potensi aliran sungai. Sedangkan data sekunder meliputi klimatologi dan dokumen terkait dari berbagai instansi pemerintah. Hasil Data eksisting baik insitu, eksitu maupun data sekunder lainnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif proporsional diintegrasikan ke system peta dan diolah secara SIG. Hasil survey dan konsultasi diperoleh 25 DAS terbagi menjadi 3 katagori pemanfaatan : katagori Biru (Eksisting) yaitu sudah di manfaatkan menjadi Embung sumber air minum masyarakat ; katagori Kuning (On progress) yaitu sedang dalam proses perencanaan ; katagori Putih (Natural) masih alami dan belum di rencanakan fungsinya. Sehingga berdasarkan analisis dan pertimbangan katagori natural dan teknis lainnya diperoleh 12 DAS kajian mendalam. Hasil kajian dan analisi penelitian dari 12 DAS yang ada diperoleh sebanyak 7 DAS berpotensi dapat menjadi lahan pendukung budidaya air tawar melalui intervensi teknologi dan pola usaha semi tradisional.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PRIMER PERAIRAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN BAGI PENGEMBANGAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT jimmy cahyadi
Jurnal Harpodon Borneo Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.961 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v10i1.226

Abstract

Many factors to the effect of water productivity content like physical, chemical and biological.  The basic of water productivity is how to make synthesis inorganic material to organic or photosynthesis process.  Processed can make happen because of chlorophyll on algae especially phytoplanktons. The purpose of this research was to analyse primary productivity Amal water Tarakan city of North Borneo to sea weed development in 2016.  The basic information can make manage it to continued seaweed aquaculture. The research methods were used GIS integration with ecology analyse in-situ and ek-situ combination.  The research and analyse showed physical and chemical water still good average for seaweed live.   The analyse chlorophyll a and primary productivity was moderate for seaweed aquaculture development. Key Words: Primary Productivity, Seaweed Aquaculture, Tarakan
KAJIAN POTENSI BUDIDAYA KERAPU (Epinephelus sp) DI PERAIRAN PULAU BUNYU MELALUI PENDEKATAN HIDRO-OCEANOGRAFI DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Jimmy Cahyadi, M.Si
Jurnal Harpodon Borneo Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v6i1.54

Abstract

Pulau Bunyu memiliki sumberdaya perikanan pesisir yang cukup potensial bagi pengembangan budidaya laut dengan luas potensi perairan ± 32.654 ha dan termasuk pada Kawasan Andalan Laut Nasional Sekunder dalam arahan rencana Tata Ruang Kelautan Nasional 2003-2028. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi budidaya kerapu di perairan Pulau Bunyu Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur melalui pendekatan hidro-ocenaografi dan sistem informasi geografis dengan luas area penelitian ± 32.654 ha.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dan bersipat deskriptif kuantitatif. Observasi potensi area budidaya dilakukan secara insitu dan eksitu sebagai data primer kemudian identifikasi kondisi lingkungan, aksesibilitas dan infrastruktur pendukung sebagai data sekunder.  Hasil analisa tersebut selanjutnya di analisis berdasarkan evaluasi penilaian pembobotan terhadap matriks kesesuaian bagi pengembangan budidaya kerapu dan analisis spasial. Hasil analisa budidaya kerapu menghasilkan luas potensi kesesuaian bagi pengembangan budidaya kerapu dengan kriteria sesuai ± 38.7 % (12.622 ha) dan tidak sesuai ± 61.3  % (20.032 ha).
EFISIENSI PEMANFAATAN PUPUK HAYATI DALAM PRODUKTIVITAS BUDIDAYA RUMPUT LAUT (Eucheuma sp) KOTA TARAKAN Jimmy Cahyadi, M.Si; Ery Gusman
Jurnal Harpodon Borneo Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v7i2.101

Abstract

Efisiensi pemanfaatan pupuk hayati dalam meningkatkan produktivitas budidaya rumput laut saat ini terus dikembangkan.  Dalam penelitian sebelumnya telah diperoleh hasil yang positif dalam penambahan bobot biomassa rumput laut serta berpengaruh dalam laju tumbuh relatifnya. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya bahwa makin lama melakukan perendaman bibit rumput laut dalam media pupuk hayati terindikasi meningkatkan bobot pertumbuhan. Hasil penelitian ini sangat mengembirakan khususnya bagi pembudidaya rumput laut Kota Tarakan yang selama ini masih alami dan tradisional.  Ekplorasi pemanfaatan pupuk hayati bagi tanaman air ini masih perlu dilakukan penelitian dalam rangka efisiensi dan produktifitas pengembangan budidaya rumput laut dengan mengetahui konsentrasi dosis yang efisien dan tepat. Hasil penelitian dengan perlakuan dosis 10 ml pada perendaman 6 jam menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan terhadap pertumbuhan dan produksi budidaya rumput laut. Kata Kunci : Dosis Pupuk Hayati, Budidaya Eucheuma sp, Kota Tarakan
KAJIAN POTENSI BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PERAIRAN PULAU BUNYU MELALUI PENDEKATAN HIDRO-OCEANOGRAFI DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Jimmy Cahyadi; Asbar Laga; Mas Apriyan Noor
Jurnal Harpodon Borneo Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v3i1.442

Abstract

The purpose of this research is to study potential sea weed cultivation at island waters bunyu by hidro-oceanografi and geography information system.  Location of this research on marine culture development zone plan waters (RDTR) island bunyu, Regency bulungan, East Kalimantan, where geographically in 3°24'46" -3°24'46" latitude and 117°47'3" -118°00'00" Longitude.  This research are literature review,  ground check, Observation and Interview.  The research that used method survey and qualitative.  The stage is preced with identify condition hidro-oceanografi that measuresed according to insitu as primary data.  Then identification accessibility as secondary data.  Identification result further more at analysis based on weighted  sea weed cultivation location with matrix.  Analysis result above then analyzed furthermore by using method skoring and Geographical information system to produces map tematik new.  Percentage turn result as result skoring from location suitable evaluation system evaluation for sea weed cultivation (eucheuma cottonii) show in four locations moderate suitable and One location marginal suitable Keywords: Sea weed, Hidro-oceanografi, Geographical information system
PERUBAHAN SOSIAL KOMUNITAS PESISIR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP DEGRADASI SUMBERDAYA ALAM DI KAWASAN DELTA MAHAKAM, KALIMANTAN TIMUR Jimmy Cahyadi, M.Si
Jurnal Harpodon Borneo Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v4i1.67

Abstract

This article studies about social change from in perpective of historical sosio of community who live in region Delta Mahakam Kalimantan Timur. Social change from coastal area community Delta Mahakam in the form of institution change influencing social system, has lessened local area carrying capacity is affecting high of resources degradation which is mangrove area is wide in world.  This article substance, that change of community social Delta Mahakam started by some complex social processes like resident increase, contradiction (conflict and integration) between group and community communications process Delta Mahakam with other community having different in perpective background about Delta Mahakam. Social Management Approach Based On Trust Communication between the parties is having importance is alternative submitted in this article end. Keywords : social change, degradation SDA, social management based on trust communication, sustainability
INDEKS PERTUMBUHAN IKAN KAKAP MERAH DAN KERAPU LUMPUR PADA PERIKANAN BUBU DASAR DI PERAIRAN BUNYU Muhammad Firdaus; Gazali Salim; Jimmy Cahyadi; Encik Weliyadi
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2520.291 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.11.29-43

Abstract

Bunyu Island in the North Kalimantan province has abundant and economically valuable marine aquatic ecosystem resources, where Bunyu Island communities utilize the potential of marine aquatic ecosystems to be used as fishery potential in terms of fishing using bottom fish pots. Fishing catch is economically valuable in the form of red snapper and grouper fish found in the marine ecosystems of Bunyu Island. The research objective was to analyze the growth and size structure of the Red Snapper fish (Lutjanus argentimaculatus) and Grouper fish (Epinephalus malabaricus) originating from the waters of the island of Bunyu. Retrieval of data in the form of growth parameters are the total length and standard length, total weight, gender, gonad maturity level, and gonad weight. The results of the study of most snapper caught the length of 40,49-47,61 cm and a weight of 990,05-1.451,68 grams. While the results of the grouper study most caught were 43,73-50,13 cm in length and weights of 800,94-1.308,70 grams. The nature of growth of Red Snapper fish (Lutjanus argentimaculatus) are negative allometry. The condition index value is skinny of Red Snapper fish (Lutjanus argentimaculatus). Grouper fish (Epinephalus malabaricus) of total length and total weight is positive allometry and on the standart and fork length with total weight is negative allometri.
PENERAPAN SISTEM PROGRAM INTRODUKSI COASTAL CLEAN-UP DI EKOWISATA PANTAI BINALATUNG KOTA TARAKAN Jimmy Cahyadi; Gazali Salim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Borneo Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpmb.v2i2.514

Abstract

Tarakan memiliki sumberdaya hayati Pantai yang sesuai dengan ecological preference dari biota laut di Patai Binalatung yaitu kerang kapah, ikan, kepiting dan sebagainya. Besarnya potensi sumberdaya hayati laut yang tinggi harus di imbangi dengan melindungi habitat ekosistem biota tersebut terutama di daerah pantai Binalatung Kota Tarakan. Perlindungan habitat sangat penting bagi kelangsungan hidup biota laut sehingga biota laut sangat perlu dijaga kelestariannya dalam hal bersih-bersih lingkungan pantai terutama di daerah ekowisata pantai binalatung.  Bersih-bersih pantai atau Coastal Clean-up merupakan kegiatan internasioal yang di kembangkan di daerah pantai untuk keberlangsungan dan perlindungan habitat ekosistem di daerah pantai. Kegiatan coastal clean-up telah dilaksanakan di daerah ekowisata Pantai Binalatung Kota Tarakan didapatkan 4 jenis sampah yang di sortir yaitu sampah dari masyarakat/warga, sampah dari budidaya rumput laut, sampah dari wisatawan, sampah dari alam. Sampah dari hasil bersih pantai sepanjang Kawasan Ekowisata Pantai Binalatung didapatkan sampah sebanyak 418,2 kg dengan komposisi distribusi jenis sampah berasal dari wisatawan sebesar 34,2 kg dengan persentase sebesar 8,2 % kemudian distribusi jenis sampah berasal dari rumput laut sebesar 138 kg dengan persentase sebesar 33,0 % kemudian distribusi jenis sampah berasal dari alam sebesar 237 kg dengan persentase sebesar 56,7% dan distribusi jenis sampah berasal dari industri sebesar 9 kg dengan persentase sebesar 2,2 %. Banyak masyarakat berminat dan tertarik dengan kegiatan ini karena merupakan salah satu bagian dari kesadaran dalam diri dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.
PEMANFAATAN BUAH MANGROVE PEDADA (Sonneratia sp) SEBAGAI CAMPURAN PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IKAN MAS Ery Gusman; Jimmy Cahyadi
Jurnal Harpodon Borneo Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.225 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v8i2.124

Abstract

Feed was the most valueable input cost in aquaculture process (fish and shrimp) and very influenced toward cultivan growth.  Therefore artificial feed from manufacture always facing to the cost problem in providing raw material that always rise.  The purposes of this research is to find out the advanteges from mangrove fruits as alternative raw material for artificial feeding and also to searching the ability of mangrove fruits in artificial feed to increasing the growth of carps fish.  This research was done from April 2015 until May 2015 at aquacultute technology laboratory, Faculty Fishieries and Marine, University of Borneo Tarakan, North Borneo.  The fruits of mangrove that was used is Pedada (Sonneratia sp.).  The design of this research is randomized completely design with 4 treatment that are : A (Control, manufacture artificial feed), B (Pedada 30%), C (Pedada 40%), and D (Pedada 50%).  The high value of Specific Growth Rate is treatment C (Pedada powder with protein concentration 40%) 1.66%, followed by  treatment D (Pedada powder with protein concentration 50%) 1.44%, treatment A (Control) 1.14%, and treatment B (Pedada Powder with protein concentration 30%) 0.84%.  The high value of absolute growth  is in treatment C (Pedada powder with protein concentration 40%) followed by treatment D (Pedada powder with protein concentration 50%), treatment A (Control,manufacture artificial feed), and treatment B (Pedada powder with protein concentration 30%).  The value of Feed Convertion Rate is about 1.05-1.42, more high than manufacture artificial feed (0.99).  the high value of Survival Rate reached by treatment C (80%), followed by treatment B (73.33%), treatment D (70%) and treatment A (53.33%).  Keywords : mangrove fruit, Sonneratia, artificial feed, fish, Common carp