Suryati
STIKes Surya Global Yogyakarta

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Edukasi kesiapsiagaan bencana di SDN 1 Pundong Bantul Yogyakarta: Disaster preparedness education at SDN 1 Pundong Bantul Yogyakarta Niken Setyaningrum; Arnia Ningsih Hamid; Hesti Damayanti; Sholikhul Huda; Ardhian Indra Darmawan; Suryati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.53

Abstract

Latar Belakang: Letusan gunung merupakan salah satu bencana alam yang dapat menyebabkan kerusakan dan dapat terjadi kapan saja tanpa memberikan peringatan. Kurangnnya kesiapsiagaan, menyebabkan anak berada dalam situasi krisis. Tingkat resiko bencana selain ditentukan oleh potensi bencana juga ditentukan oleh upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa, guru, dan masyarakat sekolah terhadap bencana alam serta mengoptimalkan fungsi sekolah sebagai pusat evakuasi dalam menghadapi bencana alam. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjenis CBR (Community Based Research). Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi dengan menggunakan media powerpoint, video animasi, dan alat praga gunung meletus, setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh siswa yang di laksanakan pada hari Rabu, 16 oktober 2024 di SDN 1 Pundong. Jumlah responden dalam kegiatan ini adalah 24 siswa. Kegiatan pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode ceramah tanya jawab, media video dan demonstrasi selama 90 menit. Hasil: Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan rata-rata nilai pre-test siswa 86,25 dan setelahnya nilai post-test 95,83. Hal ini menunjukkan bahwa memberikan video edukasi dapat meningkatkan pengetahuan siswa meningkat menjadi 95,83. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan pendidikan kesehatan menggunakan media powerpoint, video animasi dan demonstrasi alat peraga gunung meletus efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang bencana gunung meletus.
Edukasi pemahaman kecukupan air susu ibu (ASI) pada ibu menyusui di Queen Baby Spa: Education on understanding the sufficiency of breast milk for breastfeeding mothers at Queen Baby Spa Dian Nur Adkhana Sari; Yeni Isnaeni; Sri Nur Hartiningsih; Suryati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.136

Abstract

Latar Belakang: Menyusui merupakan salah satu investasi kesehatan jangka panjang yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Ibu merupakan pelopor dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di Indonesia, sehingga penting untuk meningkatkan pengetahuannya serta menyadari pentingnya pemberian ASI secara eksklusif terutama bagi bayi usia 0-6 bulan. Bayi diharapkan mendapat cukup ASI pada usia 0-6 bulan, kecukupan ASI pada bayi dapat diartikan sebagai kondisi di mana bayi menerima ASI dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tujuan: Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang kecukupan ASI pada bayi. Metode: Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development), Kegiatan abdimas ini dimulai dengan cek kesehatan pengukuran tekanan darah dan pengukuran berat badan kemudian dilanjutkan edukasi tentang kecukupan ASI. Kegiatan ini diikuiti oleh 40 peserta ibu menyusui, dengan total kegiatan selama 60 menit. Intrumen pada kegiatan ini menggunakan instrument pengetahuan kecukupan ASI. Hasil: Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan skor pengetahuan sebelum dilakukan Pendidikan kesehatan didapatkan Sebagian besar dalam skor cukup sebanyak 25 peserta  (62,5%) dan skor pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan skor baik sebanyak 40 peserta (100%), terdapat kenaikan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Simpulan: Kegiatan abdimas ini berjalan dengan lancar, Sebagian besar ibu menyusui mengalami kenaikan pengetahuan tentang kecukupan ASI. Oleh karena itu diharapkan melalui pengabdian masyarakat ini kesadaran ibu menyusui akan kesehatan semakin meningkat.
Deep breathing dan kombinasi dzikir sebagai terapi menurunkan kecemasan pada remaja di MAN 2 Yogyakarta: Deep breathing and a combination of dhikr as a therapy to reduce anxiety in adolescents at MAN 2 Yogyakarta Ardhian Indra Darmawan; Niken Setyaningrum; Suryati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2 Nomor 2, November 2025
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.370

Abstract

Latar belakang: Masa remaja merupakan fase eksplorasi identitas. Fase ini menghadirkan tantangan bagi remaja dalam memahami, menilai, dan merespons situasi yang terjadi. Potensi stresor dapat terjadi pada remaja selama proses interaksi yang akhirnya berdampak pada kondisi emosional. Tujuan: Menurunkan kecemasan pada siswa di MAN 2 Yogyakarta dengan melakukan kombinasi teknik deep breathing dan dzikir. Metode:  Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan pendidikan kesehatan berbasis praktik (practice-based community intervention). Pada tahap awal  responden diminta mengisi kuesioner generalized anxiety disorder assment (GAD-7), kemudian tahap kedua dilakukan deep birthing dan kombinasi dzikir, kegiatan pengandian ini dilakukan pada pagi hari,  dengan total waktu kegiatan selama 180 menit.  Tahap akhir dilakukan postes. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sebanyak 48 remaja. Tempat pelaksanaan dilakukan di halaman sekolah MAN 2 Yogyakarta. Hasil: Pada penelitian menunjukkan adanya penuruan kecemasan yang dirasakan oleh peserta. Hasil ini ditunjukkan dengan nilai kecemasan sebelum kegiatan terdapat kecemasan berat sebanyak 8 orang dan setelah kegiatan tidak ada yang mengalami kecemasan berat. Terjadi peningkatan jumlah kecemasan ringan dan antisipatif yang menunjukkan perbedaan signifikan ke arah positif (nilai kecemasan menurun) setelah terapi deep breathing dan dzikir. Simpulan: Terapi pernapasan dalam dan dzikir menunjukkan efek positif terhadap penurunan kecemasan. Hal ini terjadi karena terapi tersebut merangsang aktivasi saraf parasimpatis, dan dzikir meningkatkan ketenangan psikologis serta memperkuat makna spiritual.
Edukasi kesehatan menggunakan media video dan booklet dapat meningkatkan praktik kader dalam penyuluhan pencegahan HIV/AIDS: Health education using video media and booklets can improve cadre practices in HIV/AIDS prevention counseling Sri Nur Hartiningsih; Andri Setyorini; Suryati; Gani Apriningtyas Budiyati
Cendekia Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/cmjpm.vi.464

Abstract

Latar Belakang: Pengidap HIV/AIDS dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan. pemerintah telah menggalakkan program edukasi ke masyarakat untuk menekan penularan HIV/AIDS di masyarakat, hanya saja hasilnya belum optimal, sehingga peran kader kesehatan di masyarakat perlu ditingkatkan untuk menurunkan angka penularan HIV/AIDS. Media edukasi perlu didikembangkan untuk mempermudah dalam memberikan edukasi ke masyarakat.   Tujuan: Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatan praktik kader dalam memberikan penyuluhan di masyarakat tentang pencegahan HIV/AIDS. Metode: Pada kegiatan pengabdian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action Research),  peserta kegiatan ini adalah kader kesehatan Padukuhan Panjatan, Kulon Progo,  Yogyakarta, yang berjumlah 25 kader. Edukasi ini dilakukan  secara tatap muka yang bertempat di Aula Balai Desa Panjatan, dengan total kegiatan selama 3 jam, dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama, dilakukan edukasi dengan menggunakan media video, dan booklet serta metode ceramah, sesi ke 2 dilakukan praktik kader. Instrumen yang digunakan adalah ceklish praktik kader. Mitra pada kegiatan ini adalah Kader di Padukuhan Panjatan, Kulon Progo, Yogyakarta. Hasil: Setelah dilakukan edukasi pencegahan HIV/AIDS dapat meningkatkan praktik kader dalam melakukan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dengan peningkatan skor praktik kader 47,03 dengan p value 0,000. Kesimpulan : Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan dengan menggunakan media video dan booklet dapat meningkatkan praktik kader dalam memberikan edukasi tentang pencegahan HIV/AIDS.  
Pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan nenek tentang stunting di wilayah kerja Imogiri II Bantul: The influence of education using video media on grandmothers' knowledge about stunting in the Imogiri II Bantul work area Rivani Nurisa; Eka Oktavianto; Suryati
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.471

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Bantul, khususnya di wilayah Puskesmas Imogiri II dengan prevalensi besar dari pada daerah lainnya. Nenek memiliki peran strategis sebagai pengasuh utama saat orang tua bekerja, sehingga pengetahuan nenek mengenai pola asuh dan gizi sangat krusial dalam pencegahan stunting. Edukasi melalui media video dianggap efektif karena mampu menyampaikan informasi secara visual dan audio yang menarik serta mudah dipahami. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap  pengetahuan nenek tentang stunting di wilayah kerja Puskesmas Imogiri II Bantul. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah nenek yang memiliki cucu usia 0-59 bulan yang tinggal serumah di wilayah tersebut. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 25 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi yang dilakukan yaitu pemberian edukasi menggunakan media video selama 3 menit dan menggunakan tanya jawab selama 90 menit. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak  berdistribusi normal. Hasil Penelitian: Rata-rata (mean) skor pengetahuan nenek sebelum diberikan edukasi adalah 52,20  lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata setelah posttest 85,40. Terjadi kenaikan skor  pengetahuan sebesar  33,2  setelah diberikan edukasi menggunakan media video. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan nenek tentang stunting di Wilayah Kerja Imogiri II Bantul.
Pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap motivasi nenek tentang pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Imogiri II Bantul: The influence of education using video media on grandmothers' motivation regarding stunting prevention in the work area of Imogiri II Bantul Health Center Ulfa Mufidah; Eka Oktavianto; Suryati
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.488

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Kabupaten Bantul, khususnya di wilayah Puskesmas Imogiri II dengan prevalensi besar dari pada daerah lainnya. Nenek memiliki peran strategis sebagai pengasuh utama saat orang tua bekerja, sehingga motivasi nenek mengenai pola asuh dan gizi sangat krusial dalam pencegahan stunting. Edukasi melalui media video dianggap efektif karena mampu menyampaikan informasi secara visual dan audio yang menarik serta mudah dipahami. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap motivasi nenek tentang stunting di wilayah kerja Puskesmas Imogiri II Bantul. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif pre-experimental dengan desain one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah nenek yang memiliki cucu usia 0-59 bulan yang tinggal serumah di wilayah tersebut. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 25 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner motivasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi yang dilakukan yaitu pemberian edukasi selama 90 menit dan menggunakan media video selama 3 menit. Analisis data dilakukan dengan uji statistik wilcoxon signed rank test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil Penelitian: Rata-rata (mean) skor motivasi nenek sebelum diberikan edukasi adalah 59,44 lebih rendah dibandingkan nilai rata-rata setelah posttest 98,68. Terjadi kenaikan skor motivasi sebesar 39,24 setelah diberikan edukasi menggunakan media video. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (nilai p < 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi menggunakan media video terhadap motivasi nenek tentang stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Imogiri II Bantul.
Pengaruh penerapan adab tidur Rasulullah Muhammad SAW terhadap konsentrasi belajar Santriwati Pesantren Ibnu Qoyyim Berbah Sleman: The effect of applying the prophet muhammad’s sleep etiquettes on learning concentration among female students at Ibnu Qoyyim Islamic Boarding School, Berbah Sleman Yogyakarta Siti Aisah; Niken Setyaningrum; Suryati; Pipin Nurhayati
Cendekia Sehat: Jurnal Penelitian Keperawatan Volume 3 Nomor 1, Mei 2026
Publisher : Yayasan Cendekia Sehat Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66689/csjpk.vi.504

Abstract

Latar Belakang: Konsentrasi belajar sangat penting bagi keberhasilan akademik santriwati. Kualitas tidur yang buruk dapat menurunkan fokus dan fungsi kognitif. Penerapan Adab-adab Tidur Rasulullah  Muhammad SAW diyakini dapat meningkatkan kualitas tidur dan konsentrasi belajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Adab-adab Tidur Rasulullah Muhammad SAW terhadap konsentrasi belajar santriwati di Pondok Pesantren Putri Ibnu Qoyyim Berbah Sleman Yogyakarta. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pretest-posttest with control group design dengan melibatkan 50 santriwati kelas XII yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner adab-adab Tidur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi yang dilakukan yaitu pemberian edukasi mengenai adab-adab tidur Rasulullah SAW menggunakan media leaflet. Data dianalisis menggunakan Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil: Rata-rata skor konsentrasi kelompok intervensi meningkat dari 7,56 menjadi 9,32 (p=0,000), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 7,48 menjadi 8,20 (p=0,000). Uji Independent Sample T-Test menunjukkan p=0,001 (p<0,05), yang menandakan adanya pengaruh signifikan dari intervensi. Simpulan: Penerapan Adab-adab Tidur Rasulullah Muhammad SAW efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar santriwati.