Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Implementasi Pijat Oksitosin dan Konseling Laktasi serta Hubungannya dengan Peningkatan Volume Perah ASI (Objective Measurement) pada Dua Minggu Postpartum Riska Reviana; Andi Mustika Fadillah Rizki; Sumarmi Sumarmi; Dwi Ghita; Tania Aprilianti; Rahma Aulia
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.151

Abstract

Produksi ASI pada dua minggu pertama postpartum merupakan fase kritis yang menentukan keberhasilan menyusui jangka panjang. Hambatan dalam refleks let-down, pengetahuan laktasi yang terbatas, serta kecemasan ibu dapat menurunkan volume ASI perah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan implementasi pijat oksitosin dan konseling laktasi dengan peningkatan volume perah ASI yang diukur secara objektif pada ibu postpartum dua minggu. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 31 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Implementasi pijat oksitosin dan konseling laktasi dinilai melalui lembar checklist, sedangkan volume ASI perah diukur menggunakan botol berskala berdasarkan rata-rata tiga kali pemerasan pada hari awal (T0) dan dua minggu kemudian (T1). Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test dan perhitungan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan volume perah ASI yang signifikan antara T0 dan T1 (p < 0,001). Implementasi pijat oksitosin memiliki hubungan signifikan dengan peningkatan volume ASI (p = 0,018; OR = 4,82), yang menunjukkan bahwa ibu dengan pelaksanaan pijat oksitosin kategori baik memiliki peluang hampir lima kali lebih besar untuk meningkatkan volume ASI. Implementasi konseling laktasi menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan peningkatan volume ASI (p = 0,004; OR = 9,00), menandakan bahwa ibu yang menerima konseling laktasi berkualitas memiliki peluang sembilan kali lebih besar untuk mengalami peningkatan volume ASI. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi pijat oksitosin dan konseling laktasi merupakan intervensi efektif yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan volume perah ASI pada dua minggu postpartum.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Pola Makan pada Stunting terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polman Tahun 2025 Andi Mustika Fadillah Rizki; Riska Reviana
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.153

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat dicegah melalui intervensi edukatif, terutama pada ibu balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pola makan terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Campalagian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pendidikan kesehatan pola makan pada stunting terhadap peningkatan pengetahuan ibu balita. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 48 ibu balita yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan responden dengan mayoritas responden berada pada kategori baik sebanyak 30 orang (62,5%), dan sisanya 18 orang (37,5%) berada pada kategori cukup. Nilai uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukatif.
Analisis Faktor Risiko Kematian Neonatal pada Era Pasca-Pandemi di Indonesia Tahun 2025 Dwi Ghita; Astri Yuliandini; Riska Reviana
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.157

Abstract

Kematian neonatal masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada era pasca-pandemi yang membawa perubahan besar terhadap sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap kematian neonatal pada tahun 2025 dengan menggunakan desain observasional analitik pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada beberapa rumah sakit daerah dan puskesmas di Indonesia selama Januari hingga September 2025 dengan total sampel 500 bayi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui rekam medis, register persalinan, serta catatan layanan neonatal, yang mencakup variabel maternal, neonatal, dan akses layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi bayi dengan berat badan lahir rendah mencapai 32%, sedangkan 27% mengalami gangguan pernapasan pada awal kehidupan. Selain itu, 24% ibu tercatat mengalami infeksi selama kehamilan, dan 30% persalinan dilakukan tanpa kehadiran tenaga kesehatan terlatih. Analisis regresi logistik mengungkapkan bahwa faktor risiko paling signifikan terhadap kematian neonatal adalah berat badan lahir rendah (OR = 4,21), gangguan pernapasan (OR = 3,74), infeksi maternal (OR = 2,89), tidak dilakukan inisiasi menyusu dini (OR = 2,42), serta rendahnya akses pelayanan kesehatan (OR = 2,11). Temuan ini menegaskan bahwa risiko kematian neonatal sangat dipengaruhi oleh kondisi biologis bayi, kesehatan maternal, serta kualitas layanan kesehatan yang diterima sebelum, saat, dan sesudah persalinan. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan layanan antenatal, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, optimalisasi praktik perawatan neonatal, serta perluasan akses layanan kesehatan berkualitas sebagai strategi kunci untuk menurunkan angka kematian neonatal di Indonesia pada era pasca-pandemi.
Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Bunga Kenanga dan Aplikasinya pada Sabun Cair untuk Pencegahan Infeksi Sekunder pada Ibu Pasca Persalinan Indriani Febrishaummy Gunawan; Riska Reviana; Fadhila Arienda Humaira
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i2.160

Abstract

Minyak Bunga Kenanga (Cananga odorata var. fruticosa (Craib) J. Sinclair) merupakan tanaman alami yang memiliki sifat antibakteri serta memiliki berbagai manfaat kesehatan. Minyak atsiri yang diperoleh dari bunga kenanga dapat diformulasikan menjadi sabun cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi minyak atsiri dari bunga kenanga, menguji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri yang sering muncul pada infeksi sekunder ibu pasca persalinan yaitu Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, serta melakukan aplikasi dalam pembuatan sabun cair. Minyak atsiri diperoleh menggunakan metode distilasi uap-air dengan ciri khas berupa warna kuning muda, aroma segar khas kenanga, berat jenis 0,912 g/mL, dan indeks bias 1,499 yang seluruhnya sesuai dengan standar mutu minyak atsiri kenanga berdasarkan SNI 06-3949-1005. Analisis kandungan kimia dengan GC-MS mengidentifikasi 41 senyawa, yang sebagian besar merupakan turunan terpenoid. Tiga senyawa utama yang ditemukan adalah Caryophyllene (26,6%), L-linalool (16%), dan Germacrene-D (14,6%). Uji aktivitas antibakteri minyak atsiri dengan metode dilusi menunjukkan kemampuan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi hambat minimum masing-masing 6,25% dan 3,12%, serta konsentrasi bunuh minimum sebesar 25%. Selain itu, hasil uji pada sabun cair menunjukkan nilai pH yaitu 9,5 dan berpotensi efektif mencegah infeksi sekunder pada ibu pasca persalinan, terutama melalui kemampuan senyawa aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri pada kulit dan luka operasi.
Teknik Menyusui yang Benar dengan Kejadian Puting Lecet pada Ibu Nifasdi Wilayah Jakarta Barat Riska Reviana; Andi Mustika Fadilah; Dwi Ghita; Agnin Ilma Aura; Tania Aprilianti
Midwife Care Journal Vol. 3 No. 1 (May 2026)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v3i1.240

Abstract

The postpartum period is a critical transitional phase characterized by maternal physiological recovery and breastfeeding adaptation. One of the most common breastfeeding problems experienced by postpartum mothers is nipple trauma, which may cause pain, discomfort, and potentially interfere with breastfeeding continuation. Evidence suggests that improper breastfeeding techniques, particularly incorrect positioning and latch, are major contributing factors to nipple injury. In the context of homecare services in West Jakarta, direct evaluation of breastfeeding techniques at mothers’ homes becomes an important preventive strategy. This study aims to determine the relationship between proper breastfeeding techniques and the incidence of nipple trauma among postpartum mothers in West Jakarta. Methods this study employed a quantitative analytic approach with a cross-sectional design. The research was conducted within midwifery homecare services in West Jakarta from January to July 2026. The study population consisted of postpartum mothers receiving homecare services and practicing direct breastfeeding. A total of 30 respondents were selected using consecutive sampling. Breastfeeding technique data were collected using an observational checklist covering maternal position, infant position, latch, and effective sucking. Nipple trauma was assessed through visual inspection and categorized according to severity. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with Chi-square or Fisher’s Exact test at a significance level of 0.05.
Hubungan Mobilisasi Dini dengan Penyembuhan Luka Perineum pada Ibu Postpartum Dwi Retno Handayani; Fadhila Arienda Humaira; Riska Reviana
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v4i2.4952

Abstract

Childbirth often results in perineal tears, particularly in first-time deliveries, and can also occur in subsequent births. Improper perineal care can create a moist environment due to lochia, promoting bacterial growth and increasing the risk of infection, which may delay wound healing. Complications of perineal tears include bleeding, infection, and dyspareunia. This study aimed to analyze the relationship between early mobilization and perineal wound healing in postpartum mothers in 2020. The research used an analytical survey with a cross-sectional approach, involving 30 postpartum patients at PMB Bidan Ai Duriah through total sampling. Data collection was conducted using observation sheets, and analysis was performed with the chi-square test at a 95% significance level (p < 0.05). Results indicated that most postpartum mothers (20 respondents) experienced good perineal wound healing with early mobilization. The study concludes that early mobilization plays a significant role in promoting perineal wound healing in postpartum mothers.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pra-Operasi Apendiktomi di RSU Bhakti Asih Saryono Sudirman; Dessi Juwita; Wasiran Wasiran; Dwi Retno Handayani; Riska Reviana
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2024): November : Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v4i3.4983

Abstract

Appendectomy is a surgical procedure performed to cut the inflamed appendix tissue. The appendectomy procedure can cause anxiety for appendicitis patients before the operation. If the coping usually used is not able to control anxiety, it can have an impact on increasing vital signs and delaying the operation. The aim of this research is to determine the factors related to the anxiety level of pre-operative appendectomy patients in the operating room at RSU Bhakti Asih Tangerang in 2024. The research method is quantitative research with a cross- sectional approach. The research sample was 56 patients using purposive sampling technique. The instrument used in this research was the Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) surgical anxiety questionnaire in the operating room at RSU Bhakti Asih, Tangerang City. The data were analyzed using the statistical tests used, namely the bivariate test, namely Chi-Square and the multivariate test, namely the Backward logistic regression method. The results of the research show that there are three independent variables on the dependent variable. It shows that there is one dominant variable which has p > 0.05, namely the nurse support variable which can be seen from the OR value of 0.016 times (p < 0.007; 95% CI 0.016-0.521) which means that respondents who support from nurses, the risk will be 16 times greater and can prevent the occurrence of anxiety levels Pre-Appendectomy in the Surgical Room at RSU Bhakti Asih Tangerang, Year 2024. Conclusion, there is a relationship between the analysis of factors related to the level of anxiety of pre-operative appendectomy patients in the operating room at RSU Bhakti Asih Tangerang.