Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PEMIJATAN PERINEUM TERHADAP PENCEGAHAN RUPTUR PERINEUM DI UPT PUSKESMAS KASSI-KASSI MAKASSAR Ghita, Dwi; Reviana, Riska
Pasapua Health Journal Vol. 5 No. 2 (2023): Pasapua Health Journal
Publisher : STIKES Pasapua Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62412/phj.v5i2.102

Abstract

Rupture perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi saat kelahiran bayi baik dari menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Dampak dari terjadinya rupture perineum pada ibu antara lain terjadinya infeksi pada luka jahitan dimana dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada munculnya komplikasi infeksi kandung kemih maupun infeksi pada jalan lahir. Selain itu juga dapat terjadi perdarahan karena terbukanya pembuluh darah yang tidak menutup sempurna sehingga perdarahan terjadi terus menerus. Penanganan komplikasi yang lambat dapat penyebabkan terjadinya kematian pada ibu post partum mengingat kondisi fisik ibu post partum masih lemah. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemijatan perineum terhadap pencegahan rupture perineum di UPT Puskesmas Kassi-kassi Makassar tahun 2023. Metode penelitian; Jenis Penelitian yang dilakukan adalah penelitian quasi eksperiment dengan metode post test only control group design. Penelitian dilakukan di UPT Puskesmas Kassi-kassi Makassar dengan subjek 30 responden usia kehamilan 35-42 minggu yang terdiri dari 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Penelitian dilakukan dari 01-30 November 2023, kemudian data dianalisis dengan uji Chi Square
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Diet Hipertensi pada Lansia yang Akan Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Bhakti Asih Tangerang Thomas Ichsan Cahya; Asha Grace Sicilia; Riska Reviana; Harun Wahyudi; Reni Afriyani
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v3i1.4305

Abstract

Background: Hypertension in the elderly is caused by degenerative processes and triggering factors such as poor diet, smoking, and alcohol consumption. The WHO identifies hypertension as a major risk factor for cardiovascular diseases that can lead to serious complications such as stroke and heart disease. Objective: To identify the factors influencing dietary behavior related to hypertension in elderly patients who will be treated as outpatients in the Orchid Room of Bhakti Asih General Hospital, Tangerang, focusing on knowledge, attitudes, health worker support, and family support. Research Method: This quantitative study uses primary data from questionnaires with a Field Research method. The sample consists of 40 respondents, and data analysis was conducted using the Chi-Square Test. Research Results: The results of the Chi-Square test show a significant relationship between knowledge (ρ = 0.000), attitudes (ρ = 0.012), health worker support (ρ = 0.009), and family support (ρ = 0.000) towards dietary behavior related to hypertension in the elderly. Conclusion: Overall, knowledge, attitudes, health worker support, and family support influence dietary behavior related to hypertension in the elderly, which can impact the effective management of hypertension and prevent further complications. Recommendation: For future researchers, this study has limitations, and it is hoped that further research can develop this topic with a more comprehensive research methodology approach.
Penyuluhan Status Gizi Pada Balita di PMB Siti Rahayu, S.Tr.Keb Riska Reviana
Jurnal Relawan dan Pengabdian Masyarakat REDI Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Yayasan REDI Tiga Monas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69773/mmxda880

Abstract

Kebutuhan asupan gizi yang baik sangat dibutuhkan pada  awal masa  kehidupannya. Pada usia lima tahun pertama kehidupan sangat berperan dalam perkembangan fisik dan perkembangan otak paling pesat sehingga asupan gizi yang baik sangat penting pada usia ini. Usia Balita merupakan kelompok umur yang paling sering mengalami kekuragan gizi. Kekurangan gizi pada Balita dapat memberikan dampak buruk  yang  tidak  bisa  dihindari,  dimana manifestasi terburuk dapat menyebabkan kematian. Tujuan kegiatan ini agar dapat memberikan pengetahuan tentang gizi pada Balita sehingga masyarakat dapat termotivasinya dalam meningkatkan Gizi Pada Balita. Metode pelaksanaan menggunakan ceramah, diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan ini didapatkan bahwa warga yang hadir dalam acara penyuluhan mengerti dan memahami tentang gizi pada Balita, mengelola makanan dan jenis makanan yang mengandung untuk gizi pada Balita. Evaluasi dan dampak kegiatan ini adalah Ibu yang mempunyai balita di wilayah PMB Siti Rahayu, S.Tr.Keb (±30 orang), proses dilakukan dengan melihat tanggapan peserta melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ataupun umpan balik yang diberikan dalam diskusi.
Penyuluhan Tentang Bahaya Anemia Terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Andi Mustika Fadillah Rizki; Riska Reviana; Syarifah Sahirah; Nurul Faizin; Ummu Kalsum
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 3 (2024): September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i3.218

Abstract

Anemia yang terjadi pada remaja putri sangat berdampak negative pada kesehatan mereka khususnya berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan system reproduksi. dampak anemia wanita yakni abortus, kelahiran premature, perdarahan pada saat persalianan, BBLR bahkan dapat berlanjut hingga stunting pada anak. Ketidaksaimbangan nutrisi merupakan penyebab utama berbagai masalah kesehatan seperti anemia. Tetapi, selain masalah ketidakseimbangan nutrisi pada remaja, faktor kurangnya pengetahuan remaja putri tentang jenis-jenis makanan yang mengandung zat besi, dan bahaya dari anemia juga mempengaruhi terjadinya anemia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk mengembangkan pengetahuan remaja putri dengan penyuluhan edukasi/informasi yang merupakan salah satu upaya  preventif dan promotif dalam mencegah anemia pada remaja. Metode penyuluhan kegiatan menggunakan metode ceramah (penyuluhan) yang dirangkaikan dengan diskusi tanya jawab secara interaktif antara penyuluh dan peserta kegiatan dengan menggunakan powerpoint dan lembar leaftlet. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis pertanyaan-pertanyaan peserta sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya dan antusias peserta pada saat kegiatan berlangsung.
Implementasi Homecare Pijat Oksitosin dan Konseling Laktasi bagi Ibu Nifas : Upaya Optimalisasi ASI Riska Reviana; Andi Mustika Fadilah Rizki; Alysa Rismalia Zahra; Siti Laila Rahmawati; Sumarmi Sumarmi
Community Service Articles Vol.2 No.2 (Nov 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/comers.v2i2.152

Abstract

Keberhasilan pemberian ASI eksklusif enam bulan pertama sangat dipengaruhi oleh faktor biologis, psikologis, dan sosial. Di wilayah metropolitan Jabodetabek, tingginya mobilitas, tekanan kerja, dan minimnya dukungan pasca-persalinan menyebabkan banyak ibu mengalami kesulitan menyusui, seperti pelekatan yang tidak tepat, bendungan payudara, serta penurunan produksi ASI. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan keberhasilan ASI eksklusif melalui implementasi homecare pijat oksitosin dan konseling laktasi bagi ibu nifas. Kegiatan dilaksanakan selama enam minggu pada 31 ibu nifas dengan dua kali kunjungan rumah, dua sesi tele-counseling, dan satu kali sesi pemantauan. Metode intervensi mengintegrasikan pendekatan fisiologis (pijat oksitosin) dan edukatif (konseling laktasi) berdasarkan prinsip WHO–UNICEF serta komunikasi konseling GATHER. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu dan self-efficacy menyusui, peningkatan pelekatan benar, serta penurunan keluhan bendungan dan nyeri payudara hingga 50%. Faktor keberhasilan didukung oleh keterlibatan pasangan, pendekatan berbasis rumah, serta tele-follow-up yang memungkinkan pemantauan berkelanjutan. Program ini terbukti efektif, aman, murah, dan sesuai diterapkan di lingkungan perkotaan padat seperti Jabodetabek. Model homecare terintegrasi ini direkomendasikan untuk direplikasi di jejaring puskesmas dan rumah sakit dengan dukungan kebijakan kerja ramah laktasi guna memperkuat keberlanjutan ASI eksklusif di wilayah urban.  
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penularan HIV pada Ibu Rumah Tangga: Literatur Review Nurrahma Layuk; Riska Reviana; Dwi Ghita; Meinita Wulansari
Medical Nurse Journal Vol.2 No.2 (Des 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/menu.v2i2.177

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang mengancam kehidupan manusia dan berdampak luas terhadap sistem pelayanan kesehatan serta kondisi sosial ekonomi. Tidak ada negara yang sepenuhnya terbebas dari epidemi ini, dan angka kesakitan serta kematian akibat HIV/AIDS masih menunjukkan kecenderungan yang signifikan. Ibu rumah tangga merupakan salah satu kelompok yang rentan terinfeksi HIV, terutama akibat faktor-faktor yang berada di luar kendali langsung mereka. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian HIV pada ibu rumah tangga. Metode yang digunakan adalah literatur review, pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan basis data dan jurnal-jurnal ilmiah yang relevan yaitu jurnal internasional dan nasional (Pubmed, ScienceDirect, dan Sinta) dalam kurun waktu 5 tahun. Proses seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi untuk memperoleh artikel yang berkualitas dan sesuai dengan topik penelitian. Hasil telaah ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi HIV pada ibu rumah tangga antara lain tingkat pengetahuan, praktik perilaku seksual yang tidak aman, stigma sosial di masyarakat, sikap individu, serta keberadaan infeksi menular seksual (IMS). Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa upaya pencegahan penularan HIV pada ibu rumah tangga memerlukan pendekatan komprehensif yang mencakup peningkatan edukasi kesehatan, pengurangan stigma, promosi perilaku seksual aman, serta penguatan layanan kesehatan reproduksi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan dan program pencegahan HIV pada kelompok rentan.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI PMB TUTI AGUSTINA, S.ST. RISKA REVIANA; ANDI MUSTIKA FADILAH RIZKI; DWI GHITA; AAN SA’DIAH
Midwife Care Journal Vol. 1 No. 1 (May 2024)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i1.18

Abstract

Latar Belakang : Imunisasi dasar merupakan pemberian awal imunisasi, sasarannya yaitu bayi baru lahir sampai usia 12 bulan yang meliputi imunisasi hepatitis B, BCG (Bcille, Calmette, Guerin), DPT-HB-Hib, polio dan campak. Imunisasi dasar juga merupakan salah satu upaya agar mencapai kadar ketahanan di atas tahap perlindungan. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar lengkap yaitu pendidikan ibu. Tujuan : Untuk mengetahui faktor pendidikan ibu yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di PMB Tuti Agustina S.ST. tahun 2021. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi yang akan diberikan imunisasi lengkap atau sudah lengkap pada periode Maret – Mei 2021 sebanyak 35 orang. Teknik samplingnya adalah total populasi. Hasil : dari hasil penelitian dianalisis menggunakan chi-square diketahui bahwa ada hubungan yang bermakna antara ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kelengkapan imunisasi dasar p value = 0,001, ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan kelengkapan imunisasi dasar p value = 0,003. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan pendidikan di PMB Tuti Agustina, S.ST. Diharapkan bagi petugas kesehatan khusunya bidan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan ibu khususnya yang memiliki bayi tentang pentingnya imunisasi dasar.
HUBUNGAN PARITAS TERHADAP KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI PMB Hj. SITI RAHAYU KOTA TANGERANG RISKA REVIANA; ANDI MUSTIKA FADILAH RIZKI; DWI GHITA; SUMARMI SUMARMI
Midwife Care Journal Midwife Care Journal (MICARE)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v1i2.50

Abstract

Latar Belakang : Masa nifas adalah masa dimana dimulai sejak 2 jam setelah lahirnya plasenta hingga 6 minggu atau 42 hari. Sekitar 50% kematian ibu terjadi dalam 24 jam pertama masa nifas sehingga pelayanan pasca persalinan yang berkualitas harus terselenggara pada masa itu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi. Bendungan ASI adalah terjadinya pembengkakan pada payudara karena peningkatan aliran vena dan limfe sehingga menyebabkan bendungan ASI dan rasa nyeri disertai kenaikan suhu badan. Tujuan : Mengetahui hubungan Paritas terhadap kejadian bendungan ASI di PMB Hj. Siti Rahayu Kota Tangerang. Metode : Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang mengalami bendungan ASI sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan sampel nya adalah total sampling. Hasil : hasil penelitian dianalisis menggunakan chi-square diketahui bahwa ada hubungan paritas terhadap kejadian bendungan ASI pada ibu nifas (p value = 0,038). Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan paritas dengan kejadian bendungan ASI pada ibu nifas PMB Hj. Siti Rahayu Kota Tangerang.
Faktor Resiko Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUD Anutapura Palu Andi Mustika Fadillah Rizki; Riska Reviana; Syafirah Sahirah; Nurul Faizin
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1 (May 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.104

Abstract

Kejadian BBLR di Indonesia merupakan penyebab kesakitan dan kematian bayi baru lahir dan tertinggi terjadi di Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor Risiko kejadian BBLR di RSUD Anutapura Palu. Metode Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh bayi yang lahir di RSU Anutapura Palu periode 2023. Sampel kasus (BBLR) diambil secara total populasi yaitu 68 sampel dan  sampel kontrol (tidak BBLR) 136 sampel dengan  matching usia kehamilan 37 sampai 40 minggu dan menggunakan data sekunder. Analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian faktor risiko kejadian BBLR adalah anemia (OR= 3,274)  berisiko 3,3 kali melahirkan BBLR.  paritas dengan risiko tinggi (0 dan >4) (OR= 2,188), berisiko 2,2 kali melahirkan BBLR. Usia ibu dengan risiko tinggi (<20 atau >35 tahun) (OR= 2,066)  berisiko 2 kali melahirkan BBLR. Anemia yang paling berpengaruh terhadap kejadian BBLR 3,369 kali. Kesimpulan dan saran terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu,  paritas dan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Dimana sebanyak 42,7% yang memiliki usia (<20 dan >35 tahun) berisiko tinggi untuk melahirkan BBLR,  54,4% yang memiliki paritas (>4) berisiko tinggi untuk melahirkan bayi dengan BBLR, dan terdapat 67,6% ibu hamil dengan anemia (Hb <11 gr/dL) berisiko untuk melahirkan bayi dengan BBLR.
Hubungan Tingkat Nyeri dengan Pemberian ASI pada Ibu Post Sectio Caesarea di Ruang Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang Riska Reviana; Anggun Kristian Sutra; Irfan Ilmi; Fadhila Arienda Humaira; Andi Mustika Fadillah Rizki; Dwi Ghita; Sumarmi Sumarmi
Midwife Care Journal Vol. 2 No. 1 (May 2025)
Publisher : Universitas Bhakti Asih Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65344/micare.v2i1.113

Abstract

Penurunan tingkat Pemberian ASI pada bayi dapat dipengaruhi dari ibu yang selalu dalam keadaan tertekan, kurang percaya diri, sedih, cemas, dan mengalami berbagai bentuk ketegangan akan mengakibatkan kerja sistem hormon prolaktin dan oksitosin terhambat, yang mana kedua hormon tersebut sangat berpengaruh dan berperan penting terhadap proses sekresi ASI. Tujuan : Mengetahui Hubungan Tingkat Nyeri Dengan Pemberian ASI Pada Ibu Post Sectio Caesarea Di Ruang Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang Metode Penelitian : Metode dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling, yaitu sejumlah 59 responden Hasil Penelitian : Hasil uji statistik dengan Chi-Square diperoleh nilai p (0,248) < a (0,05), sehingga dapat disimpulkan secara statistik terdapat tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat nyeri dengan Pemberian ASI. Kesimpulan : Secara keseluruhan, tingkat nyeri mempengaruhi Pemberian ASI yang dapat berdampak pada dapat meningkatkan produksi ASI memperkuat ikatan antara ibu dan anak serta meningkatkan produksi oksitosin dan prolaktin pada ibu di Ruang Rawat Camelia B RSU Bhakti Asih Kota Tangerang.