Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Ramatekno

PENGARUH TEKANAN, TEMPERATUR TUANG DAN CETAKAN TERHADAP PROPERTIES MATERIAL METODE HIGH PRESSURE DIE CASTING (HPDC) PADUAN Al-Si Ade Irvan Tauvana
JURNAL RAMATEKNO Vol 2 No 1 (2022): Ramatekno
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.235 KB) | DOI: 10.61713/jrt.v2i1.45

Abstract

Pengecoran Logam dengan metode High Pressure Die Casting (HPDC) adalah metode pengecoran dengan cara mengijeksikan cairan logam kedalam cetakan dengan kecepatan dan tekanan tertentu menggunakan mesin HPDC. Cetakan yang digunakan berbahan dasar baja karbon. Metode pengecoran tersebut dilakukan pada pembuatan Cetakan Adaptor Cakram dan Dudukan Lampu dengan bahan dasar paduan Al-Si 7,79%. Penelitian ini menggunakan tekanan sebesar 50 bar, 75 bar dan 100 bar. Variasi temperatur tuang adalah 700oC, 750oC, dan 800oC sedangkan temperatur cetakan 250oC, 300oC, dan 350oC. Variasi temperatur tuang dan temperatur cetakan akan mempengaruhi karakteristik dari benda hasil coran. Kekerasan tertinggi didapatkan pada temperatur molding 250°C, temperatur tuang 750°C dengan tekanan 75 bar yaitu 79,94 BHN.
PENGARUH KECEPATAN DAN DAYA PEMOTONGAN MESIN CUTTING LASER TERHADAP MATERIAL THERMOPLASTIC POLY-URETHANE Tauvana, Ade Irvan; Nulhakim, Lukman; Widodo; Saepurohman, Ferdi
JURNAL RAMATEKNO Vol 3 No 2 (2023): Ramatekno
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v3i2.95

Abstract

Proses pemotongan material Thermoplastic Poly-Urethane (TPU) menggunakan mesin cutinglaser dengan menggunakan besaran kecepatan dan juga power pemotongan. MaterialThermoplastic Polyurethane merupakan salah satu material polimer berjenis termoplastik, danmemiliki sifat biodegradable, biocompatible, tidak beracun, fleksibilitas serta elongisitas yangtinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh besaran power terhadap kualitas danjuga pengaruh besaran kecepatan terhadap hasil serta waktu pemotongan. Metode yangdigunakan mulai dari pembuatan pola pada komputer yang selanjutnya ditransfer ke mesin cuttinglaser setelah itu dilakukan proses pemotongan. Penelitian ini menggunakan besaran parameterkecepatan 20 mm/s, 50 mm/s serta 80 mm/s dan juga menggunakan besaran daya pemotongansebesar 40%, 45% serta 50%. Dari hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa hasilpemotongan menggunakan besaran parameter kecepatan 50 mm/s dan daya 45% merupakanhasil potongan terbaik. Semakin besar paramter kecepatan yang digunakan maka waktupemotongan juga semakin cepat, dan juga pada pengujian yang dilakukan dengan menggunakanbesaran parameter kecepatan serta daya yang terlalu besar atau terlalu kecil terdapat hasilpemotongan yang cacat, cacat yang terdapat pada hasil pemotongan berupa sobekan dan jugalelehan.
KARAKTERISTIK ALUMINIUM ALLOY 6001 PENGARUH PENGELASAN GTAW Syafrizal, Syafrizal; Tauvana, Ade Irvan; Supriyanto, Adolf Asih
JURNAL RAMATEKNO Vol 4 No 1 (2024): Ramatekno_Vol_4_No_1
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v4i1.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kekuatan tarik pada sambungan aluminium alloy 6001 melalui proses las GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) yang banyak digunakan pada sambungan rangka kendaraan ringan, seperti Gokar. Penelitian ini memperhatikan pengaruh sifat kelenturan aluminium yang digunakan banyak kendaraa ringan, termasuk jenis aluminium, teknik persiapan permukaan, logam pengisi yang digunakan, dan parameter pengelasan. Metode eksperimental dilakukan dengan mempersiapkan sampel aluminium alloy 6001, menjalankan proses las GTAW dengan parameter menguji kekuatan tarik sambungan. Hasil penelitian ini memberikan wawasan faktor yang mempengaruhi kekuatan tarik sambungan las GTAW pada aluminium. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan praktik pengelasan aluminium dan memastikan kualitas sambungan yang optimal dalam aplikasi teknik yang berbeda. Dari hasil pengujian tarik secara keseluruhan memenuhi syarat, karena sambungan las berada diatas kekuatan minimum yang disyaratkan berdasarkan ASME BPVC 2021 Section IX(1), QW 422 yaitu dengan kekuatan minimum 145 MPa
ANALISA KARAKTERISTIK LOGAM ST37 SETELAH PROSES HEAT TREATMENT Syafrizal, Syafrizal; Tauvana, Ade Irvan; Nulhakim, Lukman
JURNAL RAMATEKNO Vol 4 No 2 (2024): Ramatekno_vol_4_no_2
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v4i2.203

Abstract

Proses heat treatmen pada baja karbon adalah salah satu teknik untuk mengetahui perubahan sifat sifat fisik dan mekanik baja, dan berapa besar pengaruh yang ditimbulkan terhadap kemampuan suatu material khususnya baja karbon ST37. Baja ST37 adalah jenis baja yang cukup banyak dimanfaatkan sebagai bahan praktek bagi mahasiswa mesin di setiap kampus, karena harga yang relative murah dan tersedia banyak dipasaran, disamping itu jenis baja ini termasuk jenis baja yang mudah dibentuk, mudah dilas dan mudah dipotong. Baja ST37 tergolong baja karbon rendah. Setelah mengalami proses heat treatment dengan temperature yang cukup tinggi 900 oC, dengan pendingian cepat menggunakan air, hasil pengujian menunjukkan bahwa baja ST37, mampu meningkatkan kekuatan tarik 100 % dari kekuatan semula dan kekerasanya juga naik 30 % lebih tinggi, maka dalam hal ini wajib diwaspadai, jika salah dalam perlakuan heat treatment pada baja ST37, maka baja yang dianggap bagus bisa berubah manjadi baja ST37 yang dapat merusak mata pahat yang biasa digunakan pada proses permesinan.
Analisis Pemotongan Logam ST-37 Dengan Mesin Brander CG1-30 Menggunakan Bahan Bakar Gas Propane Musicool 22 Tauvana, Ade Irvan; Widodo; Syafrizal; Wibowo, Nanang Roni; Hartanto, Ageng
JURNAL RAMATEKNO Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ramatekno
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v5i1.218

Abstract

Analisis pemotongan logam ST 37 dengan mesin brander CG1-30 menggunakan bahan bakar gas propane Musicool 22.Pemotongan pelat baja merupakan salah satu proses permesinan yang banyak digunakan di industri. Oleh karena itu, efisiensi dan kemudahan dalam proses pemotongan perlu terus ditingkatkan. Salah satu metode pemotongan yang umum digunakan adalah dengan campuran oksigen dan bahan bakar gas, karena dianggap efektif dan efisien dalam penggunaannya.Penelitian ini berfokus pada penggunaan bahan bakar baru, yaitu campuran gas oksigen dan propane Musicool 22 sebagai alternatif dalam proses pemotongan pelat baja. Karena bahan bakar ini memiliki komposisi yang baru, maka perlu dilakukan analisis mengenai pengaruh laju kecepatan pemotongan terhadap ketebalan pelat agar dapat menentukan kecepatan optimal dalam proses pemotongan.Mesin yang digunakan dalam proses pemotongan adalah gas cutting machine semiotomatis, karena mampu memotong dengan akurat serta memiliki pergerakan yang stabil di atas lintasan rel. Mesin ini juga dilengkapi dengan fitur adjusting speed dalam rentang 50–750 mm/menit, dapat memotong pelat dengan ketebalan 3–100 mm, serta memiliki komponen pengapian yang menghasilkan nyala api stabil.Pengujian dilakukan pada pelat dengan ketebalan 5 mm, 10 mm, dan 15 mm. Hasil pemotongan menggunakan gas cutting machine dengan bahan bakar propane Musicool 22 menunjukkan kecepatan pemotongan optimal untuk pelat 5 mm sebesar 7,1 mm/s, pelat 10 mm sebesar 10,4 mm/s, dan pelat 15 mm sebesar 18,3 mm/s.
RANCANG BANGUN KOMPOR ARANG DENGAN MODIFIKASI TERMOELEKTRIK GENERATOR Nulhakim, Lukman; Syafrizal; Irvan Tauvana, Ade; Fernandha, Endricko
JURNAL RAMATEKNO Vol 5 No 2 (2025): Jurnal_Ramatekno_vol_5_no_2_2025
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v5i2.266

Abstract

Termoelektrik generator merupakan sebuah teknologi yang digunakan untuk menghasilkan listrik dengan memanfaatkan efek Seebeck yang terjadi akibat perbedaan suhu panas dan dingin pada kedua sisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tegangan yang dihasilkan oleh termoelektrik generator dari proses pembakaran pada kompor dengan menggunakan arang tempurung kelapa sebagai bahan bakarnya. Pembangkit listrik ini memanfaatkan 7 termoelektrik generator tipe TEG1-241-1.4-1.2 yang disambungkan secara seri dan dipasang pada material logam sebagai penghantar panas pada kompor yang berukuran 270 x 270 x 250 mm serta dilengkapi dengan heatsink. Heatsink yang digunakan sebagai pendingin merupakan model extrude. Pengujian dilakukan selama 30 menit, dimana tegangan dan kuat arus maksimum yang dihasilkan mencapai 1,54 V dan 1,43 A dalam waktu 18 menit dengan perbedaan temperatur 13,5 oC, dimana sisi panas dan sisi dingin pada TEG memiliki temperatur sebesar 124,8 oC dan 111,3 oC. Semakin besar perbedaan temperatur panas dan dingin pada sisi TEG semakin besar pula tegangan yang dihasilkan.
PENGEMBANGAN EXTENSION MIRROR PADA TRUK SCANIA R620 UNTUK MENEKAN FREKUENSI KERUSAKAN MENGGUNAKAN METODE F.E.M DENGAN BANTUAN CAD CATIA V.5 Abidin, Zainul; I Putu Hikariantara; Hendrawan Rachman, Indra; Adiman; Irvan Tauvana, Ade; Is Subekti, Mokhamad
JURNAL RAMATEKNO Vol 5 No 2 (2025): Jurnal_Ramatekno_vol_5_no_2_2025
Publisher : LPPM Politeknik Enjinering Indorama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61713/jrt.v5i2.274

Abstract

Penelitian ini mengembangkan desain rangka spion pada truk Scania R620 untuk menekan frekuensi kerusakan yang terjadi. Masalah utama yang terjadi adalah kerusakan pada bracket yang mengalami retak maupun patah, serta kerusakan pada area sambungan profil hexagon dan hollow beam. Dengan metode analisis rekayasa kekuatan rangka batang, dilakukan simulasi pada CAD 3D agar dapat dianalisis struktur dan kekuatan material secara FEM pada CATIA V5. Berdasarkan hasil analisis, desain awal dengan material SS41, diperoleh tegangan maksimum sebesar 138.03 MPa, deformasi maksimum sebesar 0.00054 mm, dan nilai safety factor minimum sebesar 1.63. Sedangkan, hasil simulasi pada desain baru dengan material hollow galvanis, diperoleh tegangan maksimum sebesar 88,89 MPa dengan deformasi maksimum sebesar 0,00041 mm, serta nilai safety factor sebesar 3,94 yang berada di atas batas minimum standar teknik, yaitu 2.0. Desain baru terbukti aman dan lebih kuat, serta direkomendasikan untuk diimplementasikan dan disempurnakan lebih lanjut pada truk Scania R620.