Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Re-fermentation of Green Liberica Coffee (Coffea Liberica) Beans: Impact on the Caffeine and Antioxidant Content of the Roasted Beans Sunarharum, Wenny Bekti; Umami, Hindun Riza; Kartika, Annisa Aurora; Septiana, Siska; Mahatmanto, Tunjung
The Journal of Experimental Life Science Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2023.013.02.001

Abstract

Coffee is renowned for its delightful taste and associated health benefits. A growing preference for lower-caffeine coffee is evident, but traditional decaffeination processes can inadvertently deplete vital bioactive compounds like antioxidants. This research explores the effects of re-fermentation on green liberica coffee beans to alter their caffeine and antioxidant levels. The re-fermentation was achieved using water and coffee cherry extract as media, while a control sample without re-fermentation was used for comparison. The study focused on caffeine content and antioxidant activity, measured as IC50. The results show that re-fermentation, whether with water or coffee cherry extract, led to decreased caffeine content and increased antioxidant activity. The re-fermentation process utilizing coffee cherry extract yielded the lowest caffeine content at 0.12% and exhibited the strongest antioxidant activity with an IC50 of 11.00 ± 1.21 ppm. Keywords: Antioxidant, caffeine, green coffee beans, liberica, re-fermentation.
Pendidikan Berbasis Permainan Tradisional untuk Mengurangi Ketergantungan Gadget pada Siswa SD di Kelurahan Ngronggo Sari, Ria Permata; Meliana, Elma; Hanif, Ahmad Royan; Septiana, Siska; Kurniawan, Andi; Susanti, Mia Aprilia; Prananda, Yhogi; Wibowo, Prasetyo Ari; Risky, Muhammad; Fadila, Dhita Nur; Yulianto, Eko; Arsita, Deby; Firmansyah, Andy; Bachti, Achmad Syauqi; Basori, Muhamad
Dedikasi Nusantara: Jurnal Pengabdian Masyarakat Pendidikan Dasar Vol 5 No 1 (2025): Dedikasi Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dedikasi.v5i1.25661

Abstract

Kemajuan teknologi berdampak besar pada kehidupan anak-anak, terutama meningkatnya ketergantungan siswa SD terhadap gadget. Penggunaan perangkat digital yang berlebihan berisiko menghambat perkembangan sosial, emosional, dan akademik, serta mengurangi interaksi sosial dan aktivitas fisik mereka. Salah satu solusi alternatif adalah memperkenalkan kembali permainan tradisional yang memiliki nilai edukatif dan sosial. Pengabdian ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan menganalisis efektivitas permainan tradisional dalam mengurangi ketergantungan gadget di kalangan siswa SD di Kelurahan Ngronggo. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner yang melibatkan siswa, guru, serta orang tua. Selama KKN, mahasiswa menerapkan berbagai permainan tradisional, seperti egrang, estafet karet sedotan, memasukkan paku ke dalam botol, dan balap karung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional membantu mengurangi durasi penggunaan gadget, meningkatkan interaksi sosial, serta mendorong aktivitas fisik. permainan ini juga berkontribusi terhadap perkembangan kognitif dan motorik anak. Dengan demikian, program KKN berbasis permainan tradisional dapat menjadi strategi efektif untuk mengatasi kecanduan gadget sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat dan pendidikan berbasis kearifan lokal.
PRODUKTIVITAS KERJA DITINJAU DARI MOTIVASI, GAJI, DAN INSENTIF KARYAWAN DI PR BINA KARYA TOBACCO Septiana, Siska; Leksono, Poniran Yudho
Prosiding Simposium Nasional Manajemen dan Bisnis Vol. 4 (2025): Simposium Manajemen dan Bisnis
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/6bp76n30

Abstract

Penelitian ini bermaksud menguji variabel motivasi, gaji, dan insentif terhadap produktivitas kerja karyawan di PR Bina Karya Tobacco Tulungagung. Melalui pendekatan kuantitatif korelasional bermaksud mengetahui hubungan antar variabel baik parsial maupun simultan. Penghimpunan data penelitian dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner kepada 116 karyawan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi duapuluh tujuh untuk menguji validitas reliabilitas instrumen, uji asumsi klasik dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item yang digunakan valid dan reliabel, adapun pada prasyarat analisis telah memenuhi asumsi normalitas, multikolinieritas, dan hetersoskedastisitas. Adapun pada analisis regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara motivasi terhadap produktivitas kerja, sementara gaji memiliki pengaruh yang positif namun tidak signifikan terhadap produktivitas kerja. Namun, insentif terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi yang positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja .Meskipun motivasi dan gaji memainkan peran penting, insentif terbukti menjadi faktor yang lebih kuat dalam mendorong produktifitas kerja karyawan.
Bioactive Peptides from Indonesian High-Protein Fermented Foods: A Promising Source of Functional Compounds Kurnianto, Muhammad Alfid; Aulia, Salma Shafrina; Septiana, Siska; Syahbanu, Fathma; Munarko, Hadi; Tinh, Nguyen Thi Thanh; Chasanah, Ekowati; Rini, Dina Mustika
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v17i3.74936

Abstract

Graphical Abstract Highlight Research Fermentation improves the biological function of proteins. Bioactive peptides increase after fermentation. Indonesia has many unexplored sources of bioactive peptides in fermented food. Indonesian high-protein fermented foods have high bioactivity potential. Research is needed on the bioactivity of Indonesian bioactive peptides sources for broader health implications.     Abstract Bioactive peptides (BPs) are short protein fragments with significant physiological functions, including antioxidant, antihypertensive, antimicrobial, and antidiabetic activities. These compounds are commonly released during fermentation, making high-protein fermented foods (HPFF) a promising source of natural health-promoting agents. Indonesia, with its rich biodiversity and long-standing tradition of fermentation, offers a unique variety of traditional HPFF. However, the potential of these indigenous products as BP sources remains underexplored and poorly represented in the global literature. This review aims to examine Indonesian traditional HPFF as a source of BPs, categorize them based on raw material, and highlight their functional and health-related properties. A literature review was conducted using publications from Scopus, PubMed, ProQuest, Google Scholar, and SINTA (2000–2023). The search applied Boolean strategies and the PEO (Population, Exposure, Outcome) framework to identify relevant studies on fermented foods, bioactive peptides, and their biological activities. Indonesian HPFF including tempeh, rusip, dangke, pekasam, and cangkuk contain BPs with diverse bioactivities. Tempeh shows antidiabetic and antihypertensive potential; rusip exhibits antioxidant and cholesterol-lowering effects; dangke and cangkuk demonstrate antimicrobial and ACE-inhibitory activities. These functional properties are influenced by substrate type (e.g., legumes, fish, milk), microbial composition (lactic acid bacteria, Bacillus spp., yeasts), and fermentation conditions. Notably, certain Indonesian HPFF exhibit multi-functional peptides with synergistic health effects, suggesting significant therapeutic promise. This review bridges a critical knowledge gap by consolidating evidence on BPs from Indonesian HPFF. It provides a foundation for future investigations into peptide bioactivity, supports functional food innovation, and highlights the global relevance of Indonesia’s fermentation heritage in health science and sustainable nutrition.