Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Effect of Patikan Kebo (Euphorbia hirta) Herbal Extract on Collagen Levels in the Kidney and Heart of Fibrotic Rats Pahmi, Khairil; Rahim, Adelia Riezka; Musanip, Musanip; Sahrul Hudha, Lalu; Triani, Eva; Halim, Amran
Indonesian Journal of Pharmaceutical Education Vol 5, No 1 (2025): January–April 2025
Publisher : Jurusan Farmasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/ijpe.v5i1.28940

Abstract

Noncommunicable diseases (NCDs) are the leading cause of death worldwide. There are around 36 million deaths every year. An example of NCD, a non-communicable disease, is hypertension. Excessive consumption of sodium chloride (NaCl) is the main factor that can cause hypertension and organ fibrosis. A natural ingredient that has the potential to act as an antifibrosis agent against fibrosis is quercetin by increasing PPAR-γ expression. Based on research, one of the plants that contains quercetin is the herb of Patikan Kebo (Euphorbia hirta Linn). Collagen is a protein biomarker of fibrosis synthesized via the PPAR-γ signaling pathway. The aim of this research was to determine the organ protective effect of administration of Patikan Kebo herbal extract against renal fibrosis and heart in Wistar rats (Rattus norvegicus) induced with 1.5% NaCl. The method involved 15 male Wistar rats aged 2.5 months with a body weight of 100-150 grams, which were divided into three groups (KI: control; KII: induced by 1.5% NaCl; KIII: induced by 1.5% NaCl + Patikan Kebo extract 200 mg/kg body weight. The induction was carried out for 8 consecutive weeks. On day 56, the kidneys and heart were removed in groups I and II, while in group III the treatment with the Patikan-Kebo extract from Patikan-Kebo at a dose of 200 mg/kg body weight was continued for 28 days in Group III. Specifically, for group III, kidneys and heart were collected on day 84 after treatment with Patikan kebo extract on day 84. Collagen was stained with Giemsa stain. Data were analyzed using a Kruskal-Wallis test. The difference is considered significant if the probability value is p0.05. The result showed that there were significant differences between the control and treatment groups. Patikan Kebo extract can reduce collagen in rats with induced fibrosis with 1.5% NaCl.
REVIEW ARTIKEL: PEMANFAATAN BUAH BUAHAN DALAM MENCEGAH STUNTING DI INDONESIA Halim, Amran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.48525

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia, terutama pada anak usia dini. Kondisi ini berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta produktivitas anak di masa depan. Rendahnya konsumsi buah-buahan yang merupakan sumber mikronutrien penting menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Penelitian ini dilakukan dengan metode systematic review terhadap berbagai literatur ilmiah yang membahas pemanfaatan buah lokal sebagai upaya pencegahan stunting di Indonesia, khususnya buah naga, pisang, alpukat, dan pepaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa keempat buah tersebut mengandung nutrisi esensial seperti vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan senyawa bioaktif yang berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak. Inovasi pengolahan seperti puding, selai, cookies, dan MPASI dari buah-buahan ini telah diterapkan dalam berbagai program pengabdian masyarakat dan terbukti meningkatkan penerimaan anak terhadap pangan bergizi serta memberdayakan ekonomi keluarga. Kesimpulannya, pemanfaatan buah lokal sebagai intervensi gizi berbasis masyarakat sangat potensial untuk dimasukkan dalam strategi pencegahan stunting secara berkelanjutan di Indonesia.
Peran Apoteker dalam Menegakkan Keadilan Sosial Melalui Pelayanan Kefarmasian Berbasis Nilai Pancasila Pramesthi Asmara Sayidina Sayhputri, Acyuta; Dian Safitri, Afifa; Fadilati, Nabila; Halim, Amran; Alfhina, Luluk
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66909/lrp.salut.v2i2.207

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan komponen esensial dalam sistem pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis penyediaan obat, tetapi juga menyentuh dimensi sosial, etis, dan humanistik. Keadilan sosial merupakan amanat sila kelima Pancasila yang menjadi landasan fundamental dalam mewujudkan sistem pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran apoteker dalam menegakkan keadilan sosial melalui pelayanan kefarmasian yang berbasis pada nilai-nilai Pancasila. Metodologi yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan sistematik review atau literatur review, yang menganalisis berbagai literatur ilmiah, kebijakan kesehatan, dan publikasi akademik relevan dari tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa apoteker memiliki peran strategis dalam menjamin akses terhadap obat dan informasi kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti masyarakat miskin, lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman etis dalam praktik kefarmasian. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, serta sinergi antara apoteker, pemerintah, dan masyarakat penting untuk menciptakan pelayanan kefarmasian yang adil, inklusif, dan berkeadilan sosial