Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Penyebab Cacat Produk Furniture Pintu Dengan Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dan Fault Tree Analysis (FTA) Kartika Dewi, Adhisty; Wahyu Sidiq; bahari, samsudin
JERA : Journal of Engineering Research and Application Vol 5 No 1 (2026): JERA : Journal of Engineering Research and Application
Publisher : Fakultas Teknik dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/c9mzp453

Abstract

Persaingan industri manufaktur yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas produk guna memenuhi kebutuhan serta harapan konsumen. Mebel Cemerlang merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang furnitur, khususnya produksi pintu, yang masih menghadapi permasalahan kecacatan produk pada proses produksinya. Cacat produk yang terjadi berdampak pada penurunan kualitas serta meningkatnya biaya perbaikan. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode analisis yang sistematis untuk mengidentifikasi penyebab kecacatan dan menentukan prioritas perbaikan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya cacat produk pada proses produksi pintu, menentukan prioritas masalah berdasarkan tingkat risiko, serta memberikan rekomendasi perbaikan untuk meminimalkan terjadinya kecacatan produk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan data historis perusahaan pada periode 14 Agustus 2023 hingga 14 September 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan jenis cacat produk dengan total kejadian sebanyak 90 kali. Berdasarkan analisis FMEA, diketahui bahwa beberapa jenis cacat memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) yang tinggi sehingga perlu diprioritaskan dalam perbaikan. Faktor penyebab utama kecacatan berasal dari aspek manusia, metode kerja, mesin, dan material. Rekomendasi perbaikan yang diusulkan meliputi penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur (SOP), peningkatan pengawasan proses produksi, pelatihan operator, serta perawatan mesin secara berkala. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam meningkatkan pengendalian kualitas dan meminimalkan terjadinya kecacatan produk di masa mendatang.
Analisis Potensi Bahaya Kecelakaan Dan Kesehatan Kerja Pada Proses Maintenance Mesin Compressor Fs Elliot Di Departemen Utility Pt. Xyz Menggunakan Metode Hiradc Saputra, Wahyu Sidiq; Dewi, Adhisty Kartika; Abid, Khoirul
JERA : Journal of Engineering Research and Application Vol 5 No 1 (2026): JERA : Journal of Engineering Research and Application
Publisher : Fakultas Teknik dan Rekayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/sq18wk18

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan serta melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Peningkatan jumlah klaim Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang dilaporkan oleh BPJS Ketenagakerjaan selama periode 2019–2023 menunjukkan bahwa permasalahan kecelakaan kerja di Indonesia masih tergolong tinggi. Pada tahun 2019 tercatat 182.835 kasus dan meningkat signifikan hingga mencapai 360.635 kasus pada Januari–November 2023. Kondisi ini mengindikasikan perlunya pengelolaan risiko K3 yang lebih sistematis dan terstruktur di berbagai sektor industri. Penelitian ini dilakukan pada Departemen Utility, khususnya group section Compressor di PT. XYZ, perusahaan industri tekstil yang berorientasi ekspor. Aktivitas maintenance mesin Compressor FS Elliot memiliki berbagai potensi bahaya, seperti tertimpa pipa saat proses bongkar pasang, kebisingan mesin, tangan terjepit, serta risiko tergores komponen tajam. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian risiko kecelakaan kerja pada proses maintenance mesin compressor menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Metode penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan identifikasi aktivitas kerja rutin maupun non-rutin, kemudian dilanjutkan dengan penilaian tingkat risiko berdasarkan tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa risiko dengan kategori tingkat sedang hingga tinggi yang memerlukan pengendalian segera. Rekomendasi pengendalian meliputi rekayasa teknik (engineering control), penyusunan prosedur kerja standar (SOP), penggunaan alat pelindung diri (APD), serta peningkatan pengawasan dan pelatihan K3. Implementasi HIRADC pada proses maintenance mesin compressor terbukti mampu memberikan gambaran sistematis mengenai potensi bahaya dan prioritas pengendalian risiko. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penerapan manajemen risiko K3 di sektor industri, khususnya pada aktivitas maintenance peralatan berisiko tinggi, guna menekan angka kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas perusahaan
The Impact of Overclaim in Local Skincare Products on Gen Z Consumer Behavior: Forecasting Trends Among Students at Universitas Selamat Sri Adhisty Kartika Dewi; Wahyu Sidiq Saputra
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 6 No. 2 (2026): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v6i2.5863

Abstract

This study discusses the impact of overclaim practices in local skincare products on Gen Z consumer behavior at Universitas Selamat Sri. Overclaim, which refers to excessive claims not fully supported by scientific evidence, has been shown to reduce consumer trust and influence purchase decisions. This research uses a descriptive-verification quantitative approach to examine the effect of overclaim on trust, brand image, and purchase decisions, while also assessing the role of trust as a mediating variable. The regression analysis results indicate that overclaim significantly negatively affects Gen Z consumer behavior. Meanwhile, trust and brand image have a significant positive impact on shaping purchase decisions. The mediation test also shows that trust significantly mediates the effect of overclaim on consumer behavior. The findings highlight the importance of information transparency and evidence-based marketing practices for the local skincare industry to build consumer trust and avoid negative responses from Gen Z.