Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Ketahanan Pangan di Kabupaten Simalungun: Pendekatan Rasio Ketersediaan Beras Jef Rudiantho Saragih; Ratna Sahara; Ummu Harmain
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2021): Desember
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v28i3.1027

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan paling utama bagi setiap manusia untuk dikonsumsi setiap harinya untuk aktif dan produktif secara berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh luas areal panen padi, jumlah penduduk, dan ketersediaan beras tahun sebelumnya terhadap ketahanan pangan. Ukuran ketahanan pangan dalam penelitian ini menggunakan rasio ketersediaan beras, yaitu Rasio Konsumsi Normatif per kapita terhadap Ketersediaan Beras. Penelitian dilakukan di Kabupaten Simalungun pada bulan Pebruari sampai bulan April tahun 2020. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Simalungun dan Provinsi Sumatera Utara; Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun dalam periode tahun 1988-2018. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda. Rasio ketersediaan beras rata-rata di Kabupaten Simalungun pada tahun1988-2018 adalah 0,41. Dengan surplus rata-rata 225.856 ton per tahun, ketahanan pangan (beras) Kabupaten Simalungun berada pada status surplus tinggi. Luas areal panen padi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan; yang berarti bahwa penambahan luas lahan areal panen padi akan menurunkan rasio ketersediaan beras. Penurunan rasio ketersediaan beras berarti meningkatkan ketahanan pangan. Jumlah penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketahanan pangan; dimana pertambahan penduduk akan menaikkan rasio ketersediaan beras. Meningkatnya rasio ketersediaan beras berarti menurunkan ketahanan pangan. Ketersediaan beras tahun sebelumnya berpengaruh negatif dan sangat signifikan terhadap ketahanan pangan; dimana peningkatan jumlah ketersediaan beras tahun sebelumnya akan menurunkan nilai rasio ketersediaan beras. Dengan kata lain, ketersediaan beras tahun sebelumnya berperan positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi sekaligus rekomendasi bahwa diperlukan pengendalian laju alihfungsi lahan sawah, peningkatan produktivitas padi sawah dan padi ladang; pengendalian jumlah penduduk, diversifikasi pangan pokok; yang pada gilirannya akan meningkatkan ketersediaan beras tahun sebelumnya dan meningkatkan rasio ketersediaan beras dan meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Simalungun.
The Role of Village Fund in Local Economic Development through Revamping the Bah Biak Waterfall Ecotourism Area Saragih, Jef Rudiantho; Asaad, Mhd.; Nurhayati, Nurhayati
Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan) Vol. 8 No. 3 (2024): Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangu
Publisher : P4W IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jp2wd.2024.8.3.183-196

Abstract

The Village Fund (VF) drives local economic growth by fostering ecotourism development. This study investigates the impact of the VF program on Local Economic Development (LED) in the Bah Biak Waterfall Ecotourism area, located in Sidamanik Sub-district, Simalungun Regency, North Sumatra. The VF program aims to enhance community income, create employment opportunities, and improve the productive capacity of rural communities. We use a purposive sampling method to collect data from 64 households out of 174 in the area. Critical indicators of LED, including local employment, household income, and expenditure, were analyzed using paired sample t-tests to compare conditions before and after using the VF. The results indicate a significant increase in local employment, household income, and expenditure following the utilization of the VF. This research underscores the importance of community participation in all stages of program activities, from planning to evaluation, and highlights the need for enhanced involvement in monitoring processes. The findings contribute to understanding how the VF can effectively support local economic development and provide recommendations for future ecotourism package development that integrates local resources and attractions. Future studies will focus on developing integrated ecotourism packages that combine multiple attractions and activities in the region, such as the panorama of tea plantations, Arabica coffee farming, creative economics based on beekeeping, and educational tourism related to sustainable practices.
Strategi Perencanaan Wilayah dalam Menanggulangi Dampak Perubahan Iklim pada Kawasan Pertanian Malau, Herminda; Saragih, Jef Rudiantho; Purba, Tioner
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i2.7667

Abstract

Perubahan iklim memberikan dampak signifikan terhadap kawasan pertanian, terutama di negara-negara agraris seperti Indonesia. Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan wilayah dalam menanggulangi dampak perubahan iklim pada sektor pertanian. Data penelitian diperoleh dari Google Scholar untuk periode 2015–2024, dengan hasil akhir seleksi sebanyak 16 artikel dari total 35 artikel awal. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi pendekatan efektif seperti penggunaan teknologi berbasis data, konservasi ekosistem, zonasi lahan, dan kolaborasi lintas sektor. Studi kasus dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Yogyakarta, Bali, dan Karawang, menunjukkan keberhasilan implementasi strategi yang holistik, seperti penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mitigasi risiko bencana, pendekatan partisipatif berbasis komunitas, serta pendanaan berbasis adaptasi iklim. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi teknologi, kebijakan, dan partisipasi lokal dalam meningkatkan ketahanan kawasan pertanian terhadap perubahan iklim. Dengan strategi yang inovatif dan inklusif, keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan dapat tercapai di tengah tantangan global ini.
Analysis of Rice Fields Conversion to Improve Control Strategies: A SWOT Framework Saragih, Jef Rudiantho; Sitepu, Dhenny Valentino P. A.; Nurhayati, Nurhayati
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1702

Abstract

Rice fields are the leading supplier of rice in Indonesia. The conversion of rice fields is a severe problem that needs to be addressed to support food security. This study aims to formulate a strategy to control the conversion of rice fields in Pematangsiantar City. We conducted a comprehensive SWOT analysis, identifying the strengths, weaknesses, opportunities, and threats to control rice field conversion. This analysis was based on focus group discussions and in-depth interviews with 24 key respondents. Based on the evaluation matrix of internal and external factors and the strategy matrix, the strategies to control rice field conversion are aggressive (SO strategy), adaptive (WO strategies), and competitive (ST strategies). The main strategies are regulatory consistency, incentive, and disincentive systems, preparation of LP2B Perda, consistency in issuing non-agricultural sector permits, and institutional capacity building of rice farmers. This research is the latest comprehensive study in formulating control strategies for rice field conversion in Pematangsiantar City. The contribution is a strategy that can be used as an action program to control the conversion of rice fields. Implementing the strategy requires technical and political will from all stakeholders, especially local government, legislators, and farmers.
Marketing Channels, Margin and Farmer Share, and The Marketing Mix of Stingless Bee Honey in North Sumatra, Indonesia: A Field Survey Harmain, Ummu; Saragih, Jef Rudiantho; Martial, Tri
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v8i3.2505

Abstract

The uniqueness of stingless bee honey makes it an attractive choice as both food and natural medicine for honey consumers, who were previously dominated by honey produced by honeybees (Apis mellifera). This study examines the marketing of stingless bee honey in North Sumatra. The objectives were to determine marketing channels and functions, farmer share, share margin, and the marketing mix. This study uses a cross-sectional survey in five districts/cities in North Sumatra. Respondents were selected using the purposive sampling method (11 stingless bee farmers with at least 50 colonies and at least 5 years of experience), snowball sampling (5 resellers) by recording buying and selling prices. The study results show that three marketing channels are used, with farmers sharing 64.6% on channel 2, yielding an average margin of IDR 106,088/kg. This study found that the longer the distribution chain, the smaller the proportion of income received by farmers (farmer share). Direct channels provide full margins to farmers, whereas the involvement of resellers significantly reduces the farmer's share of the profit. The implications of these findings underscore the importance of developing more efficient and equitable marketing strategies for farmers, including the effective use of digital platforms to expand their markets. However, this study was limited to a specific region and sample. Further studies are recommended to analyze channel efficiency and the impact of digital promotions on increasing sales and farmer welfare.
Analisis Spasial Kesesuaian Fungsi Kawasan Daerah Aliran Sungai Batang Kuis Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Deli Serdang (Studi Kasus : Kecamatan Batang Kuis) Hevietri Ida Lolyta Siregar; Jef Rudiantho Saragih; Tioner Purba
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Regional Planning Vol 3 No 2 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/t8svx510

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui data spasial daerah resapan dan kesesuaian fungsi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuis Kecamatan Batang Kuis. Parameter yang digunakan adalah kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan dan potensi air tanah. Langkah pertama dilakukan adalah membuat peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, peta curah hujan dan peta potensi air tanah. Kemudian peta- peta tersebut dioverlay sehingga dapat diperoleh hasil infiltrasi alami yang akan dioverlay kembali terhadap tutupan lahan. Dari hasil overlay infiltrasi alami dan tutupan lahan akan menghasilkan daerah resapan yaitu pada kelas Baik seluas 106,54 Ha, Normal Alami seluas 287,16 Ha, Mulai Kritis seluas 59,03 Ha dan Agak Kritis seluas 143,37 Ha serta Tingkat Kritis seluas 77,05 Ha. Kemudian daerah resapan dioverlay kembali terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Deli Serdang (2021-2041), sehingga diperoleh tingkat kesesuaian fungsi kawasan yang sesuai seluas 196,11 Ha (29,13%) pada 2 (dua) kategori yaitu yang tidak kritis seluas 37,43 Ha (5,56%) dan kategori kritis seluas 158,68 Ha (23,57%), dan yang tidak sesuai adalah seluas 477,03 Ha (70,87%) pada 2 (dua) kategori yaitu tidak kritis seluas 415,30 (61,69%) dan kategori kritis seluas 61,73 Ha (9,17%)
Perencanaan Sistem Cluster Pengelolaan Sampah Dalam Mengurangi Penumpukan Sampah Di Kota Pematang Siantar M Ade Kurnia Harahap; Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Anggiat Sinurat; Benteng Sihombing; Ika Rosenta Purba; Hisarma Saragih
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/smz44433

Abstract

Pertumbuhan populasi, urbanisasi yang pesat, dan pola konsumsi yang meningkat telah menyebabkan volume sampah di daerah perkotaan menjadi semakin besar. Pengelolaan sampah di daerah perkotaan merupakan masalah yang semakin mendesak untuk diatasi dengan serius. Pertumbuhan populasi, urbanisasi yang pesat, dan pola konsumsi yang meningkat telah menyebabkan volume sampah di daerah perkotaan menjadi semakin besar. Akibatnya, sistem pengelolaan sampah yang ada seringkali tidak mampu mengakomodasi jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan, mengakibatkan dampak lingkungan yang merugikan seperti pencemaran udara, tanah, dan air, serta masalah kesehatan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengelolaan sampah berbasis klaster (cluster-based waste management) yang memanfaatkan teknologi pemusnah sampah (incinerator) pada setiap klaster, sehingga proses pengolahan dilakukan secara mandiri tanpa bergantung pada TPA di Kota Pematang Siantar. Metode penelitian ini meliputi pemetaan wilayah dan pembagian klaster, perancangan infrastruktur pengelolaan sampah, penerapan teknologi monitoring, edukasi dan pelibatan masyarakat, serta evaluasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem klaster ini mampu mengurangi timbulan sampah yang masuk ke TPA hingga 85% dan menurunkan penumpukan sampah di lingkungan masyarakat sebesar 65%. Keberhasilan sistem ini ditopang oleh kolaborasi multi pihak, dukungan teknologi, serta partisipasi aktif warga dalam proses pengelolaan sampah di tingkat lokal
Tingkat Pelayanan Puskesmas Dan Pemanfaatan Puskesmas Oleh Masyarakat Di Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi Yulie Widya Hapsari; Jef Rudiantho Saragih; Pinondang Nainggolan; M Ade Kurnia Harahap
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/f9h0by89

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator penting kesejahteraan, sehingga keberadaan fasilitas kesehatan dasar seperti puskesmas menjadi elemen penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat. Puskesmas tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kesehatan tingkat pertama, tetapi juga sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh masyarakat (Azwar, 1996). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan puskesmas, tingkat pemanfaatan puskesmas oleh masyarakat, serta pengaruh jarak, fasilitas pendukung, dan perilaku petugas kesehatan terhadap pemanfaatan puskesmas di Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dokumentasi, dan skoring terhadap 96 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan skala Likert, metode skoring, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan puskesmas di Kecamatan Rambutan berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata persentase 90,05%. Tingkat pemanfaatan puskesmas pada tiga puskesmas penelitian berada pada kategori sedang. Secara simultan, variabel jarak, fasilitas pendukung, dan perilaku petugas kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan puskesmas, dengan nilai F hitung 99,035 dan signifikansi 0,000. Secara parsial, perilaku petugas kesehatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pemanfaatan puskesmas. Dengan demikian, peningkatan mutu interaksi pelayanan menjadi aspek kunci dalam mendorong pemanfaatan puskesmas oleh masyarakat
BUDIDAYA SAYURAN SISTEM HIDROPONIK DI KELURAHAN PARDOMUAN KECAMATAN SIANTAR TIMUR KOTA PEMATANGSIANTAR Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ej8jvx30

Abstract

The limited land available has made the community less interested in farming. Even the small amount of household vegetable needs is obtained from markets and stalls. For this reason, the community needs to be given knowledge of vegetable farming by utilizing existing land so that at least it is able to meet the family's vegetable needs and if possible, can increase household income. The output plan for this activity is: (1) Participants have technical skills in cultivating several types of vegetables; (2) Participants have technical knowledge and skills of hydroponic system vegetable cultivation; (3) Participants are able to produce several types of fresh vegetables; (4) Participants receive additional income; and (5) The local area can become a demonstration plot for similar activities. Methods and outcomes of activities: extension (100%), hydroponic vegetable cultivation practice (100%), sales (25%), and promotion activities (25%). The results and outcomes obtained in the community service activities carried out include increased public understanding of vegetable cultivation and hydroponic systems, vegetable self-sufficiency, utilization of empty space in the yard.
SOSIALISASI DAN BUDIDAYA LEBAH MADU DI NAGORI BAHSULUNG KECAMATAN PANOMBEIAN PANEI KABUPATEN SIMALUNGUN Ummu Harmain; Ramainim Saragih; Jef Rudiantho Saragih; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/e5rtvd74

Abstract

The types of honey bees commonly found in Indonesia are Apis and Trigona. In Nagori Bahsulung, Apis dorsata, Apis cerana, and Trigona bees were found. Seeing this, it is necessary to carry out socialization activities and practices for cultivating honey bees for the local community. The methods used include pre - training (presentation of material), honey bee cultivation practices, comparative studies, and periodic and ongoing assistance. In cultivation practices, identification of the types of bees in Nagori Bahsulung is carried out, namely by looking directly at the existing bee colonies, both apis and trigona. Comparative study activities were carried out at the KUBE Takoma bee education tourism site, Pematang Sidamanik. Ongoing assistance continues to be provided to partner groups until the transferred science and technology can be implemented independently. This activity concluded that Nagori Bahsulung, has the potential to develop honey bee cultivation with the large number of existing honey bees, both apis and trigona bees. Apart from that, the surrounding environment is very supportive of the availability of abundant food sources, including vegetation sources of nectar, pollen, and resin. With this socialization and cultivation training, activity participants better understand the potential of their village and have basic skills in cultivating honey bees. It is recommended to add vegetation as another food source for bees to ensure food availability, especially during the rainy season.