Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Spasial Kesesuaian Fungsi Kawasan Daerah Aliran Sungai Bangop Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Studi Kasus: Kecamatan Sarudik) Ahyar Abdi Nasution; Jef Rudiantho Saragih; Ummu Harmain
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Regional Planning Vol 3 No 2 Agustus 2024
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/704cmt03

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesesuaian fungsi kawasan eksisting Daerah Aliran Sungai Bangop di Kecamatan Sarudik dengan rencana pola ruang RTRW Kabupaten Tapanuli Tengah (2013-2033) serta mengetahui lokasi fungsi kawasan terbaik dalam kaitannya menghindari daerah rawan banjir di Kecamatan Sarudik. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis spasial berbasis sistem informasi geospasial. Teknik yang digunakan adalah teknik overlay dan scoring terhadap peta - peta yang dibutuhkan untuk mendapatkan informasi lokasi dan keterangan sesuai kebutuhan yang telah direncanakan sebelumnya. Fotometri dilakukan menggunakan drone yang hasil fotonya diolah untuk dapat dipergunakan sebagai peta dasar digitasi penggunaan lahan aktual di Kecamatan Sarudik. Penelitian mengenai sebaran dan kondisi daerah resapan Kecamatan Sarudik mendapatkan hasil bahwa terdapat kondisi daerah resapan tidak kritis 4.306,61 Ha (95,29%), dan kondisi daerah resapan kritis 212,75 Ha (4,71%). Tingkat kesesuaian fungsi kawasan di Kecamatan Sarudik dengan rencana pola ruang RTRW Kabupaten Tapanuli Tengah (2013-2033) adalah Hutan Lindung (99,90%), Hutan Produksi Konversi (91.34%), Kawasan Perikanan (99,99%), Pemukiman (99,99%), dan Sempadan Sungai (70,04%). Sebagai upaya menghindari dampak banjir, diperoleh lahan seluas 242,07 Ha yang berada diluar daerah kerawanan banjir dan memiliki kondisi daerah resapan yang baik
Analisis Spasial Kesesuaian Fungsi Kawasan Sub Daerah Aliran Sungai Aek Pohon Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Studi Kasus: Kecamatan Panyabungan) Edy Syahputra Batubara; Jef Rudiantho Saragih; Tioner Purba
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 1 Februari 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/he0w0s90

Abstract

Sungai Aek Pohon merupakan bagian tengah dari DAS Batang Gadis. Bertambah luasnya kawasan terbangun dan maraknya penambangan galian golongan c di lokasi ini dikhawatirkan akan mengakibatkan berkurangnya fungsi kawasan Daerah aliran sungai (DAS) Batang Gadis, khususnya Sub DAS Aek Pohon sebagai kawasan konservasi dan ketersediaan ruang terbuka hijau dan fasilitas pelayanan umum dan tidak sesuainya dengan Rencana Tata Ruang Mandailing Natal. Tujuan dari Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran dan fungsi lahan dan kesesuaian fungsi lahan Sub DAS Aek Pohon yang berada pada Kecamatan Panyabungan terhadap RTRW Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan lahan Sub DAS Aek Pohon di Kecamatan Panyabungan didominasi sektor pertanian dengan luas 82,9% dari total luas lahan. Sektor ini meliputi sawah, perkebunan, ladang, kolam, kebun campuran dan hutan. Penggunaan lahan lainnya untuk pemukiman seluas 7,9 %, industri dan perdagangan seluas 1,3 % dan sisanya semak belukar dan sungai. Kesesuaian lahan di Sub DAS Aek Pohon pada Kecamatan Panyabungan terhadap Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Mandailing Natal memiliki dua kategori kesesuaian yaitu tinggi seluas 900,14 Ha, dengan pemanfaatan yang sesuai berupa pengembangan perkotaan, dan katagori kesesuaian lahan sedang dengan luas lahan sebesar 827,46 Ha, sesuai untuk kegiatan konservasi lahan
Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah Di Kabupaten Simalungun Esther Ria Aurora S; Jef Rudiantho Saragih; M Ade Kurnia Harahap
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 1 Februari 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8rh8j130

Abstract

Dalam meningkatkan jaringan irigasi diperlukan pengelolaan aset irigasi untuk menjaga keberlanjutan sistem irigasi. Terbatasnya data kondisi jaringan irigasi yang disediakan oleh pengelola irigasi menjadi permasalahan pemerintah dalam mengoptimalkan kegiatan operasi dan pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aset jaringan irigasi, menganalisis kinerja jaringan irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah berbasis EPAKSI di Kabupaten Simalungun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 dan berlokasi di Kecamatan Panombean Pane dan Pane Tongah Kabupaten Simalungun. Data diperoleh dari pengukuran, survei dan observasi langsung yang disimpan di server pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah kombinasi kualitatif kuantitatif berbasis Elektronik Pengelolaan Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (EPAKSI). Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Panombean/Pane Tongah memiliki saluran dan bangunan irigasi dengan kondisi lebih dari 50 persen mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan sampai rusak berat. Tingkat kerusakan paling tinggi terdapat pada tempat cuci pada saluran sekunder. Penilaian kinerja aset Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah secara kualitatif berada pada kondisi jelek dengan tingkat kerusakan rusak berat dan secara kuantitatif memiliki indeks kinerja sebesar 58,35% terhadap keseluruhan indikator utama fisik dan non fisik sistem irigasi. Rekomendasi penanganan perbaikan kerusakan yang bisa digunakan sebagai alternatif kebijakan dalam pengelolaan jaringan irigasi di Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah adalah kegiatan pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan berat dan penggantian aset yang mengarah pada kegiatan fisik Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Daerah Irigasi Panambean/Pane Tongah
Perencanaan Sistem Cluster Pengelolaan Sampah Dalam Mengurangi Penumpukan Sampah Di Kota Pematang Siantar M Ade Kurnia Harahap; Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Anggiat Sinurat; Benteng Sihombing; Ika Rosenta Purba; Hisarma Saragih
Jurnal Regional Planning Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Regional Planning
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/smz44433

Abstract

Pertumbuhan populasi, urbanisasi yang pesat, dan pola konsumsi yang meningkat telah menyebabkan volume sampah di daerah perkotaan menjadi semakin besar. Pengelolaan sampah di daerah perkotaan merupakan masalah yang semakin mendesak untuk diatasi dengan serius. Pertumbuhan populasi, urbanisasi yang pesat, dan pola konsumsi yang meningkat telah menyebabkan volume sampah di daerah perkotaan menjadi semakin besar. Akibatnya, sistem pengelolaan sampah yang ada seringkali tidak mampu mengakomodasi jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan, mengakibatkan dampak lingkungan yang merugikan seperti pencemaran udara, tanah, dan air, serta masalah kesehatan Masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengelolaan sampah berbasis klaster (cluster-based waste management) yang memanfaatkan teknologi pemusnah sampah (incinerator) pada setiap klaster, sehingga proses pengolahan dilakukan secara mandiri tanpa bergantung pada TPA di Kota Pematang Siantar. Metode penelitian ini meliputi pemetaan wilayah dan pembagian klaster, perancangan infrastruktur pengelolaan sampah, penerapan teknologi monitoring, edukasi dan pelibatan masyarakat, serta evaluasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem klaster ini mampu mengurangi timbulan sampah yang masuk ke TPA hingga 85% dan menurunkan penumpukan sampah di lingkungan masyarakat sebesar 65%. Keberhasilan sistem ini ditopang oleh kolaborasi multi pihak, dukungan teknologi, serta partisipasi aktif warga dalam proses pengelolaan sampah di tingkat lokal
Implementasi Program Zero Waste Dalam Perspektif Ekonomi Hijau: Studi Kasus Kota Pematang Siantar Ummu Harmain; M Ade Kurnia Harahap; Jef Rudianto Saragih; Muhammad Julio Arenda Sembiring; Jemmi Pernando Sembiring; Andre Andika Sinaga
Jurnal Regional Planning Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Regional Planning Vol 7 No 2 Agustus 2025
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/z0bb9j21

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Pematang Siantar semakin kompleks seiring meningkatnya timbulan harian yang mencapai lebih dari 100 ton. Program Zero Waste yang dicanangkan pemerintah belum berjalan optimal akibat keterbatasan regulasi, infrastruktur, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan implementasi Zero Waste, mengidentifikasi peluang integrasi prinsip ekonomi hijau, serta merumuskan strategi kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta telaah dokumen pendukung. Data dianalisis dengan tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Pematang Siantar masih bersifat parsial, belum terintegrasi, dan dominan berakhir di Tempat Pembuangan Akhir tanpa proses pemilahan. Meski demikian, terdapat potensi signifikan untuk menciptakan lapangan kerja hijau, menambah nilai ekonomi melalui daur ulang dan pengomposan, serta mendorong pertumbuhan lokal berbasis circular economy. Rekomendasi kebijakan mencakup penyusunan regulasi daerah terkait Zero Waste, penguatan koordinasi kelembagaan, pembangunan infrastruktur pengolahan berbasis komunitas, pemberian insentif bagi pelaku usaha hijau, dan kampanye edukasi publik yang masif. Integrasi konsisten antara Zero Waste dan prinsip ekonomi hijau diharapkan mampu menjadikan Kota Pematang Siantar sebagai model kota menengah dengan sistem pengelolaan sampah yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pembangunan ramah lingkungan di Indonesia
Tingkat Pelayanan Puskesmas Dan Pemanfaatan Puskesmas Oleh Masyarakat Di Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi Yulie Widya Hapsari; Jef Rudiantho Saragih; Pinondang Nainggolan; M Ade Kurnia Harahap
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/f9h0by89

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator penting kesejahteraan, sehingga keberadaan fasilitas kesehatan dasar seperti puskesmas menjadi elemen penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat. Puskesmas tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kesehatan tingkat pertama, tetapi juga sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh masyarakat (Azwar, 1996). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelayanan puskesmas, tingkat pemanfaatan puskesmas oleh masyarakat, serta pengaruh jarak, fasilitas pendukung, dan perilaku petugas kesehatan terhadap pemanfaatan puskesmas di Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, dokumentasi, dan skoring terhadap 96 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan skala Likert, metode skoring, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan puskesmas di Kecamatan Rambutan berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata persentase 90,05%. Tingkat pemanfaatan puskesmas pada tiga puskesmas penelitian berada pada kategori sedang. Secara simultan, variabel jarak, fasilitas pendukung, dan perilaku petugas kesehatan berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan puskesmas, dengan nilai F hitung 99,035 dan signifikansi 0,000. Secara parsial, perilaku petugas kesehatan merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pemanfaatan puskesmas. Dengan demikian, peningkatan mutu interaksi pelayanan menjadi aspek kunci dalam mendorong pemanfaatan puskesmas oleh masyarakat
BUDIDAYA SAYURAN SISTEM HIDROPONIK DI KELURAHAN PARDOMUAN KECAMATAN SIANTAR TIMUR KOTA PEMATANGSIANTAR Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/ej8jvx30

Abstract

The limited land available has made the community less interested in farming. Even the small amount of household vegetable needs is obtained from markets and stalls. For this reason, the community needs to be given knowledge of vegetable farming by utilizing existing land so that at least it is able to meet the family's vegetable needs and if possible can increase household income. The output plan for this activity is: (1) Participants have technical skills in cultivating several types of vegetables; (2) Participants have technical knowledge and skills of hydroponic system vegetable cultivation; (3) Participants are able to produce several types of fresh vegetables; (4) Participants receive additional income; and (5) The local area can become a demonstration plot for similar activities. Methods and outcomes of activities: extension (100%), hydroponic vegetable cultivation practice (100%), sales (25%), and promotion activities (25%). The results and outcomes obtained in the community service activities carried out include increased public understanding of vegetable cultivation and hydroponic systems, vegetable self-sufficiency, utilization of empty space in the yard
PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH PERKOTAAN DENGAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK Ummu Harmain; Jef Rudiyantho Saragih; Tri Astuti; Muldri P.J. Pasaribu; Pinondang Nainggolan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/f198jn91

Abstract

Houses in urban areas generally have limited yard land. With a little creativity, the limited yard land can be used for hydroponic vegetable cultivation. This activity aims to disseminate hydroponic system vegetable cultivation by utilizing limited land for home gardens in urban areas. Activities carried out in the form of counseling, cultivation practices and the manufacture of ab-mix nutrition as well as assistance in hydroponic vegetable cultivation. This activity is able to increase participants' knowledge by producing vegetables for consumption and has the potential to be developed into additional household income
SOSIALISASI DAN BUDIDAYA LEBAH MADU DI NAGORI BAHSULUNG KECAMATAN PANOMBEIAN PANEI KABUPATEN SIMALUNGUN Ummu Harmain; Ramainim Saragih; Jef Rudiantho Saragih; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/e5rtvd74

Abstract

Jenis lebah madu yang umum ditemukan di Indonesia adalah jenis Apis dan Trigona. Di Nagori Bahsulung ditemukan lebah Apis dorsata, Apis cerana dan trigona. Melihat hal ini maka perlu dilakukan kegiatan sosialisasi dan praktek budidaya lebah madu bagi masyarakat setempat. Metode yang dilakukan pra pelatihan (pemaparan materi), praktik budidaya lebah madu, studi banding serta pendampingan berkala dan berkelanjutan. Pada praktik budidaya dilakukan identifikasi jenis lebah yang ada di Nagori Bahsulung, yaitu dengan melihat langsung koloni lebah yang ada baik itu apis maupun trigona. Kegiatan studi banding dilakukan di eduwisata lebah KUBE Takoma, Pematang Sidamanik. Pendampingan berkala dan berkelanjutan terus dilakukan pada kelompok mitra hingga ipteks yang dialihkan dapat dilaksanakan secara mandiri. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa Nagori Bahsulung berpotensi dalam mengembangkan budidaya lebah madu dengan banyaknya lebah madu yang ada, baik lebah apis maupun trigona. Selain itu lingkungan sekitar sangat mendukung dengan tersedianya sumber pakan yang berlimpah diantaranya vegetasi sumber nektar, polen dan resin. Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan budidaya ini peserta kegiatan lebih memahami potensi desanya dan memiliki kemampuan dasar dalam budidaya lebah madu. Disarankan untuk menambah vegetasi sumber pakan lebah lainnya untuk menjamin ketersediaan pakan  terutama pada saat musim hujan
Sosialisasi Budidaya Lebah Madu Tanpa Sengat (Stingless Bee) Dan Manfaatnya Ummu Harmain; Jef Rudiantho Saragih; Marulam MT Simarmata; Muldri P J Pasaribu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/brsxhx97

Abstract

There are honey-producing bees that have a sting and do not have a sting (stingless bee). The last type of bee is still rarely known to the public. To introduce these bees, socialization needs to be done. Socialization activities use the method of extension and dissemination of science and technology. This activity explains the conditions of the honey market in Indonesia, types of honey bees, determinants of production, benefits and techniques for harvesting honey and stingless bee pollen. During the activity, the participants enthusiastically listened to the material and played an active role, especially during the discussion and question and answer sessions regarding honey harvesting and pollen processing techniques. For the practice of stingless honey bee cultivation, bee colonies of the Heterotrigona itama species are given to the target community group
Co-Authors Ade Wijaya Ahyar Abdi Nasution Ahyar Abdi Nasution Alvera Siburian Andre Andika Sinaga Anggiat Sinurat Arvita N Sihaloho Arvita N Sihaloho Arvita Netty Sihaloho Arvita Netty Sihaloho Azhari, Mhd. Harry Benteng H Sihombing Benteng H Sihombing Benteng Haposan Sihombing Benteng Sihombing Benteng Sihombing Benteng Sihombing Dadang Subarna Dadang Subarna Dimpu Jekson Panjaitan Doloksaribu, Sulastri Edy Syahputra Batubara Elida Samosir Endang Christina Endang Christina Ester Ria Aurora Ester Ria Aurora Esther Ria Aurora S Faiz Ahmad Sibuea Fetty Farida Tamba Galumbang Hutagalung Galumbang Hutagalung Hevietri Ida Lolyta Siregar Hisarma Saragih Ika Rosenta Purba Imanuel Sitohang Imanuel Sitohang James Pasaribu, Muldri Pudamo Jemmi Pernando Sembiring Jico Sigiro Jico Sigiro Lela, Janidar M Ade Kurnia Harahap Malau, Herminda Marulam MT Simarmata Mhd. Asaad Mida D Rajagukguk Mida D Rajagukguk Mispa Tarigan Mispa Tarigan Muhammad Ade Kurnia Harahap Muhammad Buhari Sibuea Muhammad Julio Arenda Sembiring Muldri P J Pasaribu Muldri P J Pasaribu Muldri P.J. Pasaribu Muldri Pudamo James Pasaribu Nainggolan, Pinondang Nisma Khairani Ritonga Nurhayati Nurhayati Pasaribu, Muldri P.J. Pasaribu, Muldri Pudamo James Pinondang Nainggolan Ramainim Saragih Ramainim Saragih Ratna Sahara Ringkop Situmeang Ringkop Situmeang Ringkop Situmeang Ringkop Situmeang Roy Sartana Napitupulu Roy Sartana Napitupulu Samosir, Elida Saragih, Ramainim Sitepu, Dhenny Valentino P. A. Sulastri Doloksaribu Tioner Purba Tioner Purba Tioner Purba Tri Astuti Tri Astuti Tri Astuti Tri Martial Ummu Harmain Ummu Harmain Ummu Harmain Ummu Harmain, Ummu Wahyunita Sitinjak Yulie Widya Hapsari