p-Index From 2021 - 2026
2.096
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Valtech
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN JUST IN TIME SEBAGAI UPAYA EFISIENSI PRODUKSI (STUDI KASUS HOME INDUSTRY BAKSO BONTOTANGNGA) Adel Nurmiyalah; Nelly Budiharti; Emmalia Adriantantri
Jurnal Valtech Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v7i1.9250

Abstract

Home Industry Bakso Bontotangnga merupakan industri makanan yang memproduksi bakso dalam kemasan plastik. Pembelian bahan baku dilakukan terus menerus dalam jumlah besar sehingga adanya kelebihan bahan baku yang besar dapat mengurangi efisiensi produksi sebab akan mengalami kesulitan dalam mengelola penggunaan bahan baku, menambah biaya operasional dan mengurangi keuntungan Home Industry. Tujuan penelitian ini yaitu mengefisienkan produksi dengan menganalisis persediaan bahan baku melalui penerapan Just In Time. Metode Just In Time dapat meningkatkan efisiensi produksi karena nilai persediaan diusahakan menjadi seminimal mungkin atau bahkan nol, sehingga perusahaan mampu menekan pemborosan khususnya dalam mengelola persediaan. Hasil dari analisis simulasi metode JIT (Just In Time), yaitu frekuensi pemesanan bahan baku menjadi 5 kali dalam setahun, dengan setiap pemesanan mencakup 10 kali pengiriman. Kuantitas bahan baku yang dipesan dalam satu kali pemesanan adalah sebesar 13.364,57 kg, sedangkan untuk satu kali pengiriman yaitu 1.336,45 kg. Total biaya persediaan hanya sebesar Rp 17.425.127,23, berkurang sebanyak 31,85% dibandingkan dengan total persediaan awal yang mencapai Rp 25.567.800
PERANCANGAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN PEMBANTU PROSES DI PABRIK GULA MERITJAN Madya Jelnyta; Nelly Budiharti; Salmia L.A.
Jurnal Valtech Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v7i1.9266

Abstract

Pabrik Gula Meritjan sejauh ini masih kurang memperhatikan manajemen pengendalian persediaan. Hal ini tercermin dari adanya kekurangan bahan pembantu proses seperti kapur serta adanya kelebihan persediaan pada material belerang, fosfat, dan flokulan. Penelitian ini mencoba memberikan usulan kepada perusahaan untuk mengendalikan persediaan menggunakan suatu metode dengan dua model. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Material Requirement Planning dengan model Lot-for-Lot (LFL) dan Economic Order Quantity (EOQ) dengan indikator pengendalian bahan baku yang kurang optimal di Pabrik Gula Meritjan berupa jumlah order material. Hasil perbandingan dari kedua model menunjukkan model Economic Order Quantity (EOQ) lebih cocok diterapkan untuk material belerang dan fosfat. Sementara untuk material kapur, biaya persediaan yang minimal didapat dari model Lot-for-Lot (LFL) serta untuk material flokulan, didapatkan kedua model menghasilkan total biaya yang sama.
PERANCANGAN STASIUN KERJA ERGONOMIS DAN 5S (SEIRI, SEITON,SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE) PADA PEKERJA HOME INDUSTRI (STUDI KASUS PADA HOME INDUSTRI KERIPIK TEMPE ANDRA KECAMATAN BLIMBING, KOTA MALANG ) hengki nur jaya; nelly Budiharti; sony hariyanto
Jurnal Valtech Vol 7 No 1 (2024): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v7i1.9537

Abstract

Salah satu produsen keripik tempe yang cukup banyak dikenal adalah Keripik Tempe Andra. Bu Ninik mulai memproduksi keripik tempe dengan 5 orang karyawan, 4 di antaranya adalah kaum Perempuan. Ukuran meja pengemasan keripik tempe tidak mencukupi untuk menampung keripik tempe. Meja pengemasan keripik tempe berbahan dari kayu, meja pengemasan berbahan kayu pada umumnya cenderung lapuk jika secara terus menerus terkena minyak. Kursi pada stasiun pengemasan berbahan plastik tidak mampu menahan beban yang berat karena mudah, bengkok dan licin mengakibatkan pekerja bisa beresiko terjengkang. Kemudian kondisi area Home Industri Keripik Tempe Andra belum tertata dengan baik untuk itu perlu ada upaya perbaikan fasilitas kerja dan lingkungan kerja sesuai dengan penerapan kerja 5S. Antropometri merupakan pengukuran dimensi tubuh, untuk mengetahui ukuran dari masing-masing objek penelitian. Pengukuran antropometri yang diambil meliputi panjang popliteal, lebar pinggul, tinggi popliteal, tinggi siku duduk, jangkauan tangan depan, dan rentang tangan. Data yang telah dikumpukan menggunakan ukuran antropometri akan diolah menggunakan uji keseragaman data, uji kecukupan data dan penentuan persentil. Untuk mengetahui seberapa jauh penerapan aplikasi 5S di Industri keripik tempe Andra dilakukan teknik observasi dan wawancara maka diperoleh hasil penelitian berupa prosentase dan tingkat efektivitas mengenai ketercapaian penerapan 5S (seiri, seiton, seioso, seiketsu, dan shitsuke) di Industri keripik tempe Andra. Berdasarkan uraian diatas, proses perhitungan pada stasiun pengemasan telah menggunakan kaidah ergonomi karena dalam proses perhitungan telah menggunakan persentil yang membuat kursi dan meja pengemasan akan nyaman saat digunakan oleh pekerja yang bertubuh tinggi dan pendek. Desain rancangan dibuat dengan menggunakan software SketchUp Ukuran yang didapatkan dari perhitungan yaitu lebar kursi sebesar 34,3 cm, tinggi kursi sebesar 38,01 cm, panjang kursi sebesar 37.52 cm, panjang meja 160.4 cm, lebar meja 75.2 cm, tinggi meja 60,3 cm. Usulan rancangan meja menggunakan bahan stainless steel, karena bahan tersebut tidak bersifat menyerap. Bahan stainless steel juga bersifat anti karat. Rancangan kursi yang telah diukur menggunakan data antropometri sesuai dengan ukuran pekerja dengan usulan bahan yang dibuat yaitu dari kayu yang kuat atau kokoh dan alas tempat duduk menggunakan bahan busa spon agar pekerja merasa nyaman dan nyaman saat dipakai. Ketebalan rancangan kursi pada penelitian ini menggunakan ukuran 3 cm agar lebih kuat dan tidak mudah patah. Hasil prosentase ketercapaian penerapan 5S di home industri keripik tempe Andra meliputi penerapan seiri (pemilahan) sebesar 25%, penerapan seiton (penataan) sebesar 25%, penerapan seiso (pembersihan) sebesar 50%, penerapan seiketsu (pemantapan) sebesar 25%, dan penerapan shitsuke (pembiasaan) sebesar 25%. Dari hasil prosentase tersebut menunjukkan bahwa ada 5 aspek dari 5S yang belum diterapkan secara keseluruhan. Sehingga apabila semua kriteria yang harus tercapai bisa dilaksanakan dengan baik, maka penerapan 5S bisa dikatakan 100% terpenuhi sesuai tujuannya. Adapun tujuannya tersebut yaitu menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan nyaman serta pengurangan resiko kecelakaan kerja, kepuasan konsumen akan meningkat dan meningkatkan produktivitas.
IMPLEMENTASI METODE HAZOP PADA BENGKEL MODIFIKASI BOGANK MOTOR Niko Hernandes; Nelly Budiharti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v7i2.11252

Abstract

Bengkel motor, yang berfokus pada perawatan dan perbaikan kendaraan, menghadapi risiko kecelakaan kerja tinggi akibat penggunaan mesin dan peralatan berbahaya. Di bengkel modifikasi Bogank Motor, terjadi 62 kasus kecelakaan kerja sepanjang Januari hingga Desember 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan kerja dengan menerapkan metode Hazard and Operability Study (HAZOP). Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi hazard dan menilai tingkat risikonya berdasarkan kategori ekstrim, tinggi, dan rendah. Sebelum penerapan HAZOP pada Mei 2023, tercatat 8 kasus kecelakaan, meliputi 2 kasus terpeleset dan 6 kasus tersayat. Setelah penerapan metode, angka kecelakaan menurun drastis menjadi 1 kasus tersayat dan 0 kasus terpeleset. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan HAZOP secara efektif mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan di bengkel. Penelitian ini memberikan panduan penting dalam penerapan strategi manajemen risiko keselamatan di industri bengkel motor.
ANALISIS PENERAPAN METODE JUST IN TIME (JIT) PADA PROSES PENGADAAN KAPUR TOHOR SEBAGAI BAHAN PENDUKUNG DI PT XYZ Gloria Irene Rambu Ahana; Nelly Budiharti
Jurnal Valtech Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v8i1.13553

Abstract

PT XYZ merupakan sebuah pabrik gula pasir yang sebagaimana proses produksi gula pasir pada umumnya, PT XYZ membutuhkan kapur tohor sebagai bahan pendukung dalam proses pembuatan gula pasir. Permasalahan yang terjadi adalah adanya kelebihan persediaan kapur tohor dalam jumlah yang besar dan adanya frekuensi kedatangan yang cukup tinggi sehingga dapat menimbulkan ketidakefisienan biaya. Metode just in time (JIT) adalah salah satu yang tepat digunakan dalam membantu menilai efisiensi biaya dalam proses pengadaan bahan pendukung hingga jumlah pemakaiannya. Tujuan dari penelitian adalah untuk meminimalisir potensi pemborosan biaya pada bahan pendukung yaitu kapur dengan metode Just in Time (JIT). Hasil penelitian menunjukkan frekuensi pemesanan dalam satu bulan tepatnya pada bulan Mei 2023 berkurang menjadi 17 kali dalam sebulan dan frekuensi pengiriman menjadi 3 kali dalam satu minggu. Dengan mengadopsi metode JIT, perusahaan berhasil menghemat 14,75% dari total biaya persediaan mereka. Ini setara dengan pengurangan biaya sebesar Rp. 2.851.107,00, menurunkan total biaya persediaan menjadi Rp. 16.466.693,00.