Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

ANALISIS INTEGRASI KEARIFAN LOKAL KOTA SAMARINDA DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN BUDAYA PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR Zimmy Siringo-Ringo; Eko Handoyo; Indriana Eko Armaidi; Rhodentia Sri Hastuti Tamba
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.15858

Abstract

Local wisdom is one of the important elements in contextual learning that can be used to strengthen the cultural identity of students in elementary school. This study aims to analyze the integration of local wisdom of Samarinda City in the learning of Natural and Social Sciences (IPAS) in order to increase the cultural awareness of elementary school students. The research uses a literature study method (library research) by examining various scientific sources in the form of journal articles, books, curriculum documents, and research results relevant to local wisdom, science learning, cultural identity, and Culturally Responsive Teaching (CRT). Data is analyzed through content analysis techniques which include data collection, reduction, organization, and interpretation. The results of the study show that the local wisdom of Samarinda City which includes Dayak, Kutai, Banjar, Erau traditions, Jepen dance, Horngang dance, Lamin traditional houses, beaded crafts, traditional food, as well as the value of mutual cooperation and environmental conservation have great potential to be integrated in IPAS materials. This integration can be done through the development of electronic teaching materials, project-based learning, exploration of the surrounding environment, and the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach. The implementation of learning based on local wisdom is able to increase students' understanding of regional culture, foster a sense of pride in cultural identity, and strengthen cultural awareness in daily life. Therefore, the integration of local wisdom in social studies learning is an important strategy in realizing contextual education rooted in local culture.
Kajian Literatur: Peran Media Digital dalam Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Nusantara pada Siswa Sekolah Dasar Puji Destiani; Eko Handoyo; Indriana Eko Armaidi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4688

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menyebabkan siswa sekolah dasar lebih banyak terpapar budaya global dibandingkan budaya lokal, sehingga pemahaman dan kecintaan terhadap nilai-nilai budaya Nusantara cenderung mengalami penurunan. Kondisi ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan karena sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan identitas budaya dan karakter bangsa sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media digital dalam menanamkan nilai-nilai budaya Nusantara pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan menganalisis 11 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021–2026 dan diperoleh melalui database Google Scholar, Garuda, Crossref, dan Scopus menggunakan bantuan aplikasi Publish or Perish. Proses analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, seleksi, ekstraksi data, sintesis, dan interpretasi temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital, seperti video pembelajaran, animasi, aplikasi edukasi, e-book interaktif, permainan edukatif, dan augmented reality, berperan efektif dalam memperkenalkan serta menanamkan nilai-nilai budaya Nusantara kepada siswa sekolah dasar. Nilai budaya yang paling banyak dikembangkan meliputi gotong royong, toleransi, cinta tanah air, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman. Penggunaan media digital mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi media digital dan pendidikan budaya dapat menjadi strategi yang relevan untuk mendukung pelestarian budaya Nusantara di era digital sekaligus memperkuat karakter siswa sekolah dasar.
Pemanfaatan Media Digital untuk Mengenalkan Kearifan Lokal pada Siswa Sekolah Dasar Febrilla Puspita Sari; Eko Handoyo; Indriana Eko Armaidi
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media digital dalam mengenalkan budaya lokal pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 untuk memastikan proses pencarian, seleksi, dan analisis literatur dilakukan secara sistematis dan transparan. Artikel diperoleh melalui aplikasi Publish or Perish yang terhubung dengan Google Scholar dan Crossref. Setelah melalui tahap identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, diperoleh 12 artikel yang relevan untuk dianalisis. Data dari artikel terpilih kemudian disintesis secara deskriptif guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai topik penelitian yang dikaji. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai media digital telah digunakan untuk mengenalkan budaya lokal, seperti komik digital, video pembelajaran, video animasi, media interaktif berbasis Android, etnomedia, scrapbook digital, media audiovisual, dan media karikatur. Komik digital menjadi media yang paling banyak digunakan karena dianggap sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Selain itu, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa media digital mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa, hasil belajar, serta pemahaman siswa terhadap budaya lokal. Kajian ini juga menemukan bahwa penelitian mengenai media digital berbasis budaya lokal mengalami peningkatan pada periode 2021–2026. Namun, penerapan media digital masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas teknologi dan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran. Penelitian selanjutnya juga dapat mengembangkan berbagai jenis media digital berbasis budaya lokal yang lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan pada wilayah dan jumlah responden yang lebih luas agar diperoleh hasil yang lebih beragam. Peneliti berikutnya juga dapat mengkaji dampak media digital terhadap aspek lain, seperti karakter, kreativitas, dan keterampilan berpikir siswa, serta menelaah berbagai kendala yang dihadapi guru dalam penerapannya di sekolah dasar. Dengan demikian, kajian mengenai media digital berbasis budaya lokal dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak agar pemanfaatan media digital berbasis budaya lokal dapat dilakukan secara optimal untuk mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.