Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Panggung Depan Anggota DPRD Kota Bengkulu dalam Menjalankan Fungsi Legislasi Eceh Trisna Ayuh; Elfahmi Lubis; Evi Hafizah
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i1.1130

Abstract

DPRD (Regional People's Representative Council) is a legislative institution that has a legislative function. Through the legislative function, DPRD has the authority to form and create Regional Regulations. This makes the role of DPRD very important in the process of a Regional government. In addition, DPRD also acts as a channel for community aspirations, which means that its role in the legislative function should aim for community welfare. The purpose of this study is to determine the front stage of DPRD members of Bengkulu City in carrying out their legislative function. By using the perspective of action theory, this study aims to understand the motivation, interpretation, and choice of actions of DPRD members in the legislative process. This study is a qualitative descriptive study that will provide research results in the form of words, not numbers. The results of the study reveal that the front stage of DPRD members of Bengkulu City in carrying out their legislative function can be caused by various factors including an understanding of institutions, personal interests, and political dynamics. DPRD members of Bengkulu City generally interpret situations and choose actions based on personal and institutional interests, even certain individuals. The decision-making process in forming and creating regional regulations involves complex negotiations between various interested parties.
Strategi Host Live Tiktok Dalam Membangun Keterhubungan Emosional Dengan Penonton Eceh Trisna Ayuh; Lely Arrianie; Evi Hafizah; Marlinda Irwanti
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v8i1.1658

Abstract

The live streaming phenomenon on TikTok has created a new form of interaction between content creators and viewers, requiring hosts to establish a strong emotional connection within a short timeframe. This issue is significant because emotional connection serves as a key factor in maintaining viewer engagement and loyalty in highly competitive digital environments. This study aims to analyze the strategies employed by TikTok live hosts to build emotional connections with their audiences and sustain active participation during live sessions. A descriptive qualitative research method was used, involving a literature review that analyzed various academic sources regarding digital communication and social media. Erving Goffman’s dramaturgical theory was applied to understand how hosts perform on the "front stage" to create a desired impression and manage audience perceptions. The findings indicate that TikTok live hosts utilize various strategies such as personalizing interactions, emotional storytelling, real-time responsiveness, and virtual community building to foster emotional connections. These strategies have proven effective in cultivating a sense of closeness, strengthening audience engagement, and enhancing long-term viewer loyalty and participation on the platform.
Etika Komunikasi dalam Menggunakan Media Sosial : Dasar Penerapan Etika Komunikasi melalui Media Sosial Instagram bagi Siswa Siswi MTS Panca Mukti Bengkulu Tengah Evi Hafizah; Sonde Martadireja
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v6i1.10218

Abstract

Perkembangan media sosial sekarang ini sangat pesat, karena banyaknya masyarakat yang menggunakan media sosial namun kurang memahami makna medianya itu sendiri dan bagaimana menerapkan etika komunikasi. Media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktifitas maupun berkolaborasi, karena itu media sosial dapat dilihat sebagai medium( fasilitator) online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial. Adapun media sosial yang digunakan adalah Instagram. Instagram dikategorikan sebagai kelompok media sosial Cotent Communities, merupakan aplikasi yang memiliki fitur efek foto, pengguna diberikan keleluasaan untuk menyunting foto dan memiliki fitur berbagai foto sebagai sisi karakteristik media sosialnya. Perkembangan media sosial secara langsung berdampak terhadap tatanan dari perilaku manusia, baik sebagai sarana informasi maupun sebagai sarana sosialisasi dan interaksi antar manusia. Media sosial seakan menjadi tempat menumpahkan segala aktivitas yang tidak jarang mengesampingkan beragam etika yang ada. Siswa-siswi MTS Panca Mukti Kabupaten Bengkulu Tengah juga menggunakan media sosial instagram sehingga perlu perhatian dalam menerapkan etika komunikasi melalui media sosial. Tujuan pengabdian ini adalah diharapkan para siswa-siswi dapat menunjukkan penerapan dasar etika komunikasi yang efektif dalam melakukan komunikasi melalui media sosial instagram. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa-siswi MTS Panca Mukti Kabupaten Bengkulu Tengah yang telah mengikuti kegiatan ini dapat memahami dan menerapkan tentang dasar etika komunikasi yang efektif dalam menggunakan media sosial instagram.