Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Sosialisasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Bidang Kehutanan Bagi Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Sebagai Persiapan Pra Kerja Lestari, Ika; Somadona, Sonia; Darlis, Viny Volcherina; Sribudiani, Evi; Qomar, Nurul; Pebriandi, Pebriandi; Irfani, Ewi; Oktorini, Yossi; Mardiansyah, M. Mardiansyah; Yoza, Defri; Suhada, Nur; Masruri, Niskan Walid; Metananda, Arya Arismaya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.6329

Abstract

Pekerjaan di bidang kehutanan tergolong berisiko tinggi, baik terhadap kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. Rendahnya kesadaran pekerja terhadap pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi salah satu penyebab utama belum optimalnya penerapan K3 di sektor ini. Sayangnya, pemahaman mengenai K3 masih sangat minim, baik dari segi edukasi, pelatihan, maupun sosialisasi di lingkungan kerja kehutanan. Siswa SMK Kehutanan, sebagai calon tenaga kerja masa depan, perlu dibekali sejak dini dengan pengetahuan menyeluruh tentang pentingnya K3. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman awal kepada siswa, khususnya di SMK Negeri Kehutanan Pekanbaru, agar mereka memiliki kesiapan bekerja secara sehat, aman, dan bertanggung jawab setelah menyelesaikan Pendidikan. Kegiatan diimplementasikan melalui sosialisasi K3 yang mencakup tiga tahapan utama: prasosialisasi, sosialisasi, dan pascasosialisasi. Materi disampaikan melalui metode posko dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan interaktif. Terdapat empat fokus materi yang diberikan, yaitu: (1) K3 di bidang kehutanan, (2) alasan pentingnya K3, (3) alat pelindung diri (APD) yang digunakan dalam kehutanan, dan (4) perancangan praktik kerja kehutanan yang sesuai dengan standar K3. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 20 indikator yang telah ditentukan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa dari 49% sebelum sosialisasi menjadi 82% setelah kegiatan berlangsung. Ini membuktikan bahwa kegiatan sosialisasi berhasil membangun kesadaran awal siswa mengenai pentingnya perlindungan diri dan keselamatan kerja sejak dini, khususnya dalam sektor kehutanan.
Sosialisasi Agroforestri di Lahan Gambut untuk Ketahanan Pangan dan Mitigasi Perubahan Iklim Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pebriandi Pebriandi; Lefdi Agung Nugraha; Ewi Irfani; Wahyu Tegar Pratama; Eka Hidyatulah; Viny Volcerina Darlis; Maryani Maryani; Muhammad Mardhiansyah; Evi Sribudiani; Yossi Oktorini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1333

Abstract

Agroforestri merupakan salah satu pendekatan pengelolaan lahan yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim melalui integrasi tanaman kehutanan dan pertanian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep dan implementasi agroforestri dalam pengelolaan lahan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 11 April 2026 di Aula Hotel Dika Raya, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan dengan jumlah peserta sebanyak 18 orang yang berasal dari LSM Daemeter, LPHD, SPLP, serta mahasiswa Jurusan Kehutanan Universitas Riau. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi penyampaian materi, diskusi, sharing session, dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep agroforestri, manfaatnya dalam meningkatkan produktivitas lahan, serta perannya dalam penyerapan karbon dan konservasi lingkungan. Selain itu, interaksi aktif antar peserta melalui diskusi dan berbagi pengalaman turut memperkuat pemahaman kontekstual dan mendorong potensi adopsi praktik agroforestri di tingkat masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat serta mendukung pengelolaan sumber daya lahan yang berkelanjutan.
Pengenalan Penggunaan Chainsaw sebagai Alat Semi Mekanis Pada Kegiatan Pemanenan Kayu Bagi Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru Ika Lestari; Anesha Allasselcida; Dinda Tri Agustina; Lefdi Agung Nugraha; Hanifah Ikhsani; Agung Kartika Putra; Maryani Maryani; Viny Volcherina Darlis; Pebriandi Pebriandi; Ewi Irfani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Unity Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70340/japamas.v5i1.428

Abstract

Pemanenan kayu merupakan proses penting dalam pengelolaan hutan yang melibatkan penebangan pohon dengan berbagai alat, termasuk chainsaw sebagai alat semi mekanis. Chainsaw memerlukan keterampilan khusus agar penggunaanya efektif dan aman. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan penggunaan chainsaw kepada siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru dan meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa terkait chainsaw baik penggunaanya, komponen-komponen alat dan aspek K3. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan partisipatif dengan pendekatan kualitatif melalui pemberian materi, diskusi, pengenalan komponen chainsaw dan video simulasi penggunaan alat, serta pendekatan kuantitatif dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Responden dipilih secara purposive sampling dari siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru sebanyak 30 siswa yang memili minat  pada mata pelajaran pemanenan hasil hutan. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman siswa setelah pelatihan, dengan rata-rata skor pre-test 66 meningkat menjadi 91 pada post-test, yaitu peningkatan rata-rata 24 poin. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi pada sesi teori, pengenalan komponen, dan simulasi video. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) untuk keselamatan kerja. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pengenalan penggunaan chainsaw efektif meningkatkan wawasan dan pengetahuan siswa. Pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dan simulasi praktik mendukung pemahaman yang lebih baik dan memperkuat kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja dibidang kehutanan.
Nilai Ekonomi Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Di Taman Nasional Tesso Nilo Oleh Masyarakat Desa Lubuk Kembang Bunga Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau Pebriandi; Lefdi Agung Nugraha; Defri Yoza; Yossi Oktorini; Muhammad Mardhiansyah; Ewi Irfani; Sonia Somadona; Evi Sribudiani; Feny Oktaningsih; Ika Lestari Hutasuhut
Jurnal Ilmu Ilmu Kehutanan Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jiik.10.1.%p

Abstract

Tesso Nilo National Park (TNNP) is one of the national parks in the province of Riau. TNNP is also one of the national parks that has great potential such as protected animals both Sumatran Elephants, Sumatran Tigers, HHK, and NTFPs. The existence of the forest is very important for the survival of the people living around the forest as well as the animals living in it. The diversity of types of forest products, especially NTFPs in the TNNP, are used by the people around the National Park, especially the people of Lubuk Kembang Bunga Village The use of NTFPs from national parks for both domestic needs and economic needs has different types and types, NTFPs used by the community, such as rattan, resin, honey, pandan and medicine from forest areas.
Potensi Simpanan Karbon di Hutan Kota Pulau Bungin, Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Ewi Irfani; Rini Dwi Putri; Pebriandi Pebriandi; Sonia Somadona
MAKILA Vol 20 No 1 (2026): Makila : Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v20i1.23734

Abstract

Bungin Island City Forest located in Teluk Kuantan, Kuantan Singingi Regency, Riau Province with an area of 3.7 ha is one of the Green Open Spaces (RTH) that has the potential to store carbon. This study aims to determine the carbon storage potential stored in vegetation and soil in the Bungin Island Urban Forest area. The research method involved making plots measuring 20 m x 100 m with a sampling intensity (IS) of 30%, using the systematic with random star method. Data collection included measurement of tree diameter (DBH), identification of plant species, wood specific gravity, and analysis of biomass and carbon storage from five constituent components, namely: (1) aboveground biomass (seedlings, understory, saplings, poles, and trees), (2) belowground biomass (roots), (3) necromass (dead trees), (4) litter, and (5) soil. Estimating carbon stocks using biomass data. Allometric equations were used to assess aboveground plant biomass. Data analysis for other carbon sources uses formulas according to national standards (SNI 7724: 2019). The results showed that the total carbon storage in Bungin Island Urban Forest was 155.32 tons/ha, consisting of aboveground carbon storage of 94.92 tons/ha (61.11%), subsurface carbon storage of 35.12 tons/ha (22.61%), litter carbon storage of 0.36 tons/ha (0.23%), necromass storage of 0.49 tons/ha (0.32%), and soil carbon storage of 24.43 tons/ha (15.73%).
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Mahasiswa Kehutanan Universitas Riau melalui Edukasi dan Simulasi Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Manggala Agni Daops Pekanbaru Ika Lestari; Nur Suhada; Pebriandi Pebriandi; Viny Volcherina Darlis; Yossi Oktorini; Defri Yoza; Evi Sribudiani; Muhammad Mardiansyah; Nurul Qomar; Ewi Irfani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0fh9zs20

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah bencana yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, yang memberikan dampak besar terhadap ekosistem, kesehatan, sosial, dan ekonomi masyarakat. Sebagai institusi akademik di bidang kehutanan, Universitas Riau berperan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pengendalian karhutla. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa kehutanan Universitas Riau melalui edukasi dan simulasi pemadaman kebakaran yang diselenggarakan bekerja sama dengan Manggala Agni Daops Pekanbaru. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap: pemberian materi oleh praktisi Manggala Agni, pengenalan alat pemadam kebakaran manual dan mekanis, serta simulasi pemadaman api secara langsung. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan mahasiswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dan keterampilan sebesar 39,42 setelah kegiatan berlangsung, yang mengindikasikan efektivitas kegiatan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan praktis mahasiswa. Kesimpulannya, kegiatan edukasi dan simulasi ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam upaya mitigasi karhutla di Provinsi Riau.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat akan Fungsi Hutan untuk Mewujudkan Pengelolaan Hutan Lestari di Desa Kuala Tolam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau Ika Lestari; Maryani Maryani; Dinda Tri Agustina; Hanifah Ikhsani; Lefdi Agung Nugraha; Gandhiko Mohta; Anesha Allasselcida; Agung Kartika Putra; Erwanda Trio Bintan Sabri; Nurul Qomar; Pebriandi Pebriandi; Ewi Irfani
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.236-245

Abstract

Kuala Tolam Village, Pelalawan Regency, Riau Province, is one of the regions that still possesses significant peatland forests, which are ecologically, socially, and economically important. However, pressures from plantation expansion, land conversion, and limited community knowledge about forest functions have made this area vulnerable to degradation. This community service activity aimed to enhance public knowledge of the importance of forests. The method employed was socialization through an educational, participatory, and interactive approach combined with small group discussions. The respondents in this activity were stakeholders involved in community deliberations with the Siak Pelalawan Landscape Program in the context of forming a collective commitment to maintain forest functions and areas. The results of this activity showed an increase in community knowledge about forest functions as measured by several aspects, namely forest definition, forest types, and forest functions. Community understanding of the definition of forests increased by 39%, knowledge of forest types around Kuala Tolam Village increased by 36%, and knowledge of forest functions increased by 30%. These findings indicate that the socialization and educational approaches applied were successful in raising public awareness of the importance of forests in supporting the community’s commitment to preserving forest functions and areas. Furthermore, the formation of such commitment, supported by enhanced knowledge and understanding, is expected to serve as a strong foundation for establishing a forest patrol and monitoring team in Kuala Tolam Village, Pelalawan Regency.
Arthropod community at different altitudes in Gunung Halimun-Salak National Park, Western Java, Indonesia NOOR FARIKHAH HANEDA; IWAN HILWAN; EWI IRFANI
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 20 No. 6 (2019)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d200633

Abstract

Abstract. Haneda NF, Hilwan I, Irfani E. 2019. Arthropod community at different altitudes in Gunung Halimun-Salak National Park, Western Java, Indonesia. Biodiversitas 20: 1735-1742. Gunung Halimun Salak National Park (GHSNP) stores high biodiversity both from its flora and fauna. Parts of the diversity that have not been widely explored are soil arthropods at different altitudes. The aim of this study was to analyze soil arthropod community and the correlation between the attributes of soil arthropods and the environmental factors. The soil arthropods were collected using pitfall traps, placed in several altitudes, i.e., 500 m, 700 m, 900 m, 1100 m, 1300 m, 1500 m, and 1700 m . The attributes of community and environmental parameters were analyzed using Pearson correlation and principal component analysis. The result showed that family Formicidae dominated the soil arthropod community. The diversity of arthropods increased with increasing altitudes. The habitat at the altitudes of 1500 m, 1300 m and 1100 m had a dense canopy, thick litter and high total N and organic C. There was positive correlation between the attributes of soil arthropod community and environment variables.
RESPON PEMBERIAN KOMPOS SERBUK GERGAJI GAHARU SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI TREMBESI (Samanea saman) Muhammad Mardhiansyah; Jesi Meirani; Pebriandi; Viny Volcherina Darlis; Ewi Irfani; Lefdi Agung Nugraha
Journal of Tropical Silviculture Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Silvikultur Tropika
Publisher : Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor (IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/j-siltrop.17.01.10-21

Abstract

Salah satu vegetasi yang dijadikan sebagai alternatif dalam revegetasi lahan adalah anaman Trembesi (Samanea saman). Tumbuhan trembesi dapat tumbuh dengan baik jika diberikan unsur hara yang baik yaitu dengan campuran tanah dengan bahan orgnaik. Bahan organik yang berpotensi untuk perbaikan sifat fisik tanah adalah serbuk gergaji. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos serbuk gergaji gaharu sebagai media tanam dan untuk mengetahui komposisi optimal media tanam kompos serbuk gergaji gaharu terhadap pertumbuhan semai trembesi. Metode pengamatan ini dilakukan dengan memperhatikan persentase hidup, pertambahan tinggi semai dan diameter batang, nilai kekokohan, berat kering total, nisbah pucuk akar dan indeks mutu bibit. Data yang didapatkan kemudian dianalisis sidik ragam secara statistik menggunakan software SPSS versi 17.0. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu bahwa pemberian kompos serbuk gergaji gaharu berpengaruh terhadap persentase hidup, tinggi, diameter, dan kekokohan semai terhadap semai trembesi dan Komposisi optimal kompos serbuk gergaji gaharu terhadap pertumbuhan semai trembesi yaitu perlakuan P3 dimana rata-rata persentase hidup 60%, pertambahan tinggi 2,98 cm, pertambahan diameter 1,13 mm, nilai kekokohan semai 8,46, nisbah pucuk akar 1,56, dan indekd mutu bibit 1,86.
Analysis of the Physical and Chemical Properties of Soil in the Riau University Arboretum Pebriandi Pebriandi; Gilang Panca Marsanda; Zeki Desvita; Efilda Sari; Vinny Volcherina Darlis; Yossi Oktorini; Ewi Irfani; Lefdi Agung Nugraha; Hutami Indah Pertiwi
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.10805

Abstract

Soil is an important component of forest ecosystems because it acts as a provider of nutrients, a support for vegetation, and a regulator of biogeochemical cycles. Variations in the physical and chemical properties of soil are greatly influenced by vegetation cover and soil depth. This study aims to analyse the chemical properties of soil in two types of vegetation cover, namely dense and moderate cover, in the Riau University Arboretum, which was determined using the Normalised Difference Vegetation Index (NDVI) method. Soil samples were taken at three depths (0–10 cm, 10–20 cm, and 20–30 cm) to determine the vertical variation in soil chemical properties. The parameters analysed included pH, organic carbon (organic C), total nitrogen (total N), phosphorus (P₂O₅), and potassium (K₂O). The results showed that soil pH was in the acidic category, ranging from 4.43 to 5.21. Organic carbon content was higher in the surface layer than in the lower layers, with the highest value of 5.14% in medium cover. Total N content was low in all samples (0.11–0.25%), indicating a limitation of nitrogen as a factor restricting vegetation growth. The nutrient elements P₂O₅ and K₂O tended to be higher in the surface layer, especially in dense cover (P₂O₅ = 26.66 mg/100 g; K₂O = 24.56 mg/100 g). In general, dense cover was able to maintain nutrient availability better than medium cover, although medium cover had relatively higher organic C content on the surface. These findings confirm that vegetation cover plays an important role in maintaining soil quality, and the preservation of dense vegetation needs to be optimised to support soil fertility and the sustainable conservation function of the arboretum.