Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PENJUAL NASI GORENG DI KECAMATAN SINGARAN PATI KOTA BENGKULU TAHUN 2020 RAASYIDAH, FITRI; LAKSONO, HERU; PUDIARIFANTI, NADIA; SURYANTI, SURYANTI
Journal of Nursing and Public Health Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v8i2.1185

Abstract

Penjual nasi goreng merupakan salah satu profesi yang mempunyai waktu tidur yang kurang dikarenakan aktifitasnya di malam hari. Dengan aktifitas berjualannya rata- rata dari jam 17.00 s/d 03.00 membuat penjual tidak beristirahat pada malam hari dan merasa lelah sehingga waktu tidurnya berkurang. Di kota Bengkulu pada umumnya penjual nasi goreng bekerja hingga larut malam, sehingga rentan terhadap peningkatan gula darah, yang dapat berlanjut menjadi diabetes mellitus tipe 2. Normalnya kadar glukosa darah sewaktu yaitu kurang dari 200 mg/dL. Kadar glukosa darah yang tinggi dalam tubuh menandakan penyakit Diabetes Mellitus. Tujuan dari penelitian ini diketahui Gambaran Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Penjual Nasi Goreng di Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu Tahun 2019. Jenis Penelitian ini yang digunakan deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan suatu phenomena yang terjadi di kalangan masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah penjual nasi goreng di kecamatan singaran pati kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada calon responden dalam penelitian dan peneliti melakukan wawancara yang meliputi identitas responden. Didapatkan hasil kadar glukosa normal sebanyak 34 responden (97,2%) dan 1 responden (2,8%) kadar glukosanya abnormal. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil kadar glukosa hampir seluruh responden yaitu normal dengan jumlah 34 orang (97,2%) dan sebagian kecil responden abnormal dengan jumlah 1 orang (2,8%).
Increasing Self-Medication Knowledge of Administrators in the Child Social Welfare Institution Muslim, Zamharira; Susilo, Avrilya Iqoranny; Pudiarifanti, Nadia; Meinisasti, Resva; Krisyanella, Krisyanella; Khasanah, Heti Rais; Irnameria, Dira
Media Karya Kesehatan Vol 6, No 2 (2023): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v6i2.44731

Abstract

Child Welfare Institution (CWI) managers often provide self-treatment or self-medication when foster children experience mild symptoms of illness. In its implementation, self-medication often results in inaccuracies. For this reason, it is necessary to increase the self-medication knowledge capacity of CWI managers in Bengkulu City. The aim of this activity is to increase knowledge about self-medication by CWI managers. This activity provides knowledge about how to manage medicines properly and correctly. The training was given using the Active Human Learning Method which was attended by 30 people. Based on the pretest results, the average score was 5.73, while the posttest results showed an increase in the average score to 7.27 and was tested by an independent t-test (p=0.000). Increasing this knowledge is important in supporting rational drug use programs. Keywords: Child Welfare Institutions, knowledge, self-medication.
TREND PENYIMPANAN OBAT KERAS PADA RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU SUSILO, AVRILYA IQORANNY; PUDIARIFANTI, NADIA; MUSLIM, ZAMHARIRA; LAKSONO, HERU
Journal of Nursing and Public Health Vol 12 No 1 (2024)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v12i1.6405

Abstract

Pendahuluan: Praktik pengobatan sendiri pada masyarakat atau swamedikasi mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menyebabkan 94,3% masyarakat menyatakan menyimpan obat-obatan di rumah dan diperoleh 49,8% masyarakat mendapatkan obat keras tanpa resep dokter dalam praktik swamedikasi yang mereka lakukan. Penyimpanan ini memiliki resiko cukup tinggi jika tidak dilakukan manajemen obat dengan baik dalam penyimpanan obat pada rumah tangga. Perlunya penelitian dilakukan untuk melihat bagaimana perilaku penyimpanan obat keras yang dibeli tanpa resep dokter pada rumah tangga. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Cross-Sectional dengan desain survei cluster 2 tahap. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan menggunakan kuesioner semi terstruktur. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Simple Random Sampling) digunakan untuk memilih klaster pada tahap pertama dan pengambilan klaster tahap kedua pada rumah tangga dilakukan secara acak sistematik (Systematic Random sampling). Hasil dan Pembahasan: Diperoleh 100 rumah tangga dari 9 klaster yang ditetapkan. Diperoleh 82% terdapat penyimpanan obat keras tanpa resep dokter dengan mayoritas 86% obat keras dengan indikasi analgetik pada rumah tangga. Diperoleh 30% obat kadaluarsa dan 54% antibiotik yang disimpan. Kesimpulan: Penyimpanan obat kadaluarsa membahayakan jika dikonsumsi kembali dan penyimpanan antibiotik menggambarkan bahwa masyarakat masih banyak yang tidak menyelesaikan dalam penggunaan antibiotik yang dapat menyebabkan resistensi penggunaan obat.
Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu zuzetta, Tata; Pudiarifanti, Nadia; Sayuti, Noviandi
Jurnal Pharmacopoeia Vol 1 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.435 KB) | DOI: 10.33088/jp.v1i2.287

Abstract

Prevalensi penyakit diabetes di ndonesia  terus meningkat. Berdasarkan hasil riskesdas tahun 2013 dan 2018, terjadi peningkatan sebesar 2,5% dari tahun ketahun. Selain itu, penyakit diabetes juga menjadi penyebab kematian tertinggi dan menempati urutan ke 3 di dunia. Diabetes melitus merupakan penyakit menahun dan bersifat seumur hidup sehingga mempengaruhi kualitas hidup penderitanya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas hidup. Penelitan ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 53 orang pasien DM di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuisioner Sf- 36. Penelitian ini menggunakan analisis data kruskal wallis untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tlipe II di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu faktor yang mempengaruhi Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tlipe II Di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu meluputi usia (p value = 0,008), status pernikahan (p value = 0,024), lama menderita diabetes p value=0,015) dan lama penggunaan obat/ kepatuhan pengobatan (p value =0, 024). Sedangkan variabel yang tidak mempengaruhi terdiri dari jenis kelamin (p value=1,000), pendidikan (p value= 0,178), pekerjaan (p value = 0,688), terapi yang digunakan (p value= 0,082) dan penyakit penyerta (p value 0,185). Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien diabete melitus tipe II di Puskesmas Sawah Lebar Kota Bengkulu yaitu usia, status pernikahan, lama menderita dan lama penggunaan obat.
IDENTIFICATION OF SIDE EFFECTS OF USE OF ANTI TUBERCULOSIS DRUGS IN PADANG SERAI AND TELAGA DEWA HEALTH CENTERS BENGKULU CITY 2024 Khasanah, Heti Rais; Pudiarifanti, Nadia; Baharyati, Delta; Meliyarta, Elda; Nurul Inayah, Azizah
Avicenna: Jurnal Ilmiah Vol. 19 No. 3 (2024): Avicenna: Jurnal Ilmiah
Publisher : Public Health Department, Faculty of Health Science University Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/avicenna.v19i3.7452

Abstract

Background: Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis, which can attack the lungs and other organs. Despite the progress that has been achieved, the number of tuberculosis cases is one of the biggest challenges faced and requires attention from all parties. Method: This study is a prospective observational study. The population in this study was 37 patients at the Telaga Dewa and Padang Serai Health Centers, Bengkulu City. The sampling technique was total sampling with inclusion criteria for patients seeking treatment at the Telaga Dewa and Padang Serai Health Centers, Bengkulu City. Results: The side effects of anti-tuberculosis drugs that occurred at the UPTD of the Padang Serai and Telaga Dewa Community Health Centers were red urine 100%, lack of appetite and nausea, vomiting 51.35%, weakness and pain 37.83%, stomach ache 32.43% , itching 29.72%, tingling and shortness of breath 16.21%, skin and eye color 13.51%, hearing loss 8.10%, visual disturbances, seizures and unconsciousness 2.7%. Conclusion; The majority of TB sufferers are male. The most frequent side effects of anti-tuberculosis drugs are red urine, lack of appetite, nausea, vomiting, pain. Keywords : Side effects; OAT; tuberculosis,
Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Gagal Jantung Di RSUD Dr. M.Yunus Kota Bengkulu Tahun 2023 Pudiarifanti, Nadia; Dona, AnggelaAprilia; Jatiningsih, Setiyati
Jurnal Akademi Farmasi Prayoga Vol 9 No 2 (2024): JURNAL AKADEMI FARMASI PRAYOGA
Publisher : Jurnal Akademi Farmasi Prayoga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Berdasarkan World Health Organization (WHO) sejak 20 tahun terakhir penyakit jantung menjadipeingkat pertama penyebab kematian diseluruh dunia. Penderita penyakit gagal jantung biasanya diresepkanlebih dari dua obat sehingga untuk terjadinya interaksi obat berpotensi sangat besar. Tujuan : Penelitian inibertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat pada pasien gagal jantung di RSUD Dr. M. Yunus Kota BengkuluTahun 2023.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode retrospektif. Penelitian inidilakukan dengan cara mengumpulkan data rekam Medis pasien tahun 2023. Penetapan bear sampelmenggunakan metode purposive sampling sampel yang didapatkan pada penelitian ini sebanyak 103 sampel,kemudian dianalisis menggunakan microsoft excel.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 103 pasienditemukan paling banyak pada pasien dengan usia > 65 tahun (32,04%). Jenis kelamin yang paling banyak adalahlaki-laki sebanyak 77 pasien (74,76%). Untuk kombinasi obat paling banyak adalah golongan ACE-Inhibitor +Diuretik hemat kalium + Diuretik loop + Digoxin + Antikoagulan sebanyak 4 resep (3,88%). Kemudian ditemukan101 resep dari 103 resep mengalami interaksi obat. Mekanisme interaksi yang banyak ditemukan terjadi padamekanisme farmakodinamik (93,93%). Untuk kategori keparahan interaksi obat Minor (19 kasus), Monitor Closely(468 kasus), Serious-Use Alternative (7 kasus). Kesimpulan : Terdapat potensi interaksi obat pada pasien gagaljantung sebanyak 101 resep dari 103 resep dengan persentase sebesar 98,06 %.
Pola Penggunaan Antidiabetes Pada Penderita Diabetes Melitus Yang Terinfeksi Covid-19 Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M.Yunus Bengkulu Pudiarifanti, Nadia; Susilo, Avrila Iqoranny; Irnameria, Dira
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 1 (2025): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 5, Edisi 1, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i1.24814

Abstract

Latar belakang: Virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-Cov 2) atau Covid-19 telah menyebar dengan sangat cepat melalui udara yang menyebabkan lebih dari 4,2 juta kasus kematian di dunia. Virus ini memberikan dampak negatif pada beberapa penderita penyakit kronik. Salah satu yang terkena dampaknya adalah penderita diabetes mellitus. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antidiabetes dan outcome penderita diabetes yang terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah M.Yunus Bengkulu. Metode: penelitian ini adalah penelitian ini deskriptif dengan pengambilan data secara total sampling. Data diambil melalui rekam medis pada RSUD M.Yunus Bengkulu rawat inap pada tahun 2021 sebanyak 62 pasien. Hasil : berdasarkan hasil penelitian di dapatkan pola pengobatan antidiabetes pada pasien Covid-19 yaitu 4,48% tidak diberikan antidiabetes, 14,51% diberikan antidiabetes oral, 54,83% diberikan Insulin, dan 25,80% diberikan kombinasi insulin dan antidiabetes oral. Outcome terapi didapatkan 64,5% pasien sembuh dan 35,5% pasien dinyatakan meninggal.  Kesimpulan : Pola terapi antidiabetes paling banyak adalah kombinasi Insulin (Insulin Long acting dan rapid acting) dengan outcome pasien dinyatakan sembuh. Saran : Penelitian lanjut terkait efek samping pasien diabetes yang di diagnosa Covid-19 dan interaksi obat yang digunakan pada pasien.
Pola Penggunaan Antidiabetes Pada Penderita Diabetes Melitus Yang Terinfeksi Covid-19 Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M.Yunus Bengkulu Pudiarifanti, Nadia; Susilo, Avrila Iqoranny; Irnameria, Dira
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 5, No 1 (2025): Generics: Journal of Research in Pharmacy, Volume 5, Edisi 1, 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v5i1.24814

Abstract

Latar belakang: Virus Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-Cov 2) atau Covid-19 telah menyebar dengan sangat cepat melalui udara yang menyebabkan lebih dari 4,2 juta kasus kematian di dunia. Virus ini memberikan dampak negatif pada beberapa penderita penyakit kronik. Salah satu yang terkena dampaknya adalah penderita diabetes mellitus. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan antidiabetes dan outcome penderita diabetes yang terinfeksi Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah M.Yunus Bengkulu. Metode: penelitian ini adalah penelitian ini deskriptif dengan pengambilan data secara total sampling. Data diambil melalui rekam medis pada RSUD M.Yunus Bengkulu rawat inap pada tahun 2021 sebanyak 62 pasien. Hasil : berdasarkan hasil penelitian di dapatkan pola pengobatan antidiabetes pada pasien Covid-19 yaitu 4,48% tidak diberikan antidiabetes, 14,51% diberikan antidiabetes oral, 54,83% diberikan Insulin, dan 25,80% diberikan kombinasi insulin dan antidiabetes oral. Outcome terapi didapatkan 64,5% pasien sembuh dan 35,5% pasien dinyatakan meninggal.  Kesimpulan : Pola terapi antidiabetes paling banyak adalah kombinasi Insulin (Insulin Long acting dan rapid acting) dengan outcome pasien dinyatakan sembuh. Saran : Penelitian lanjut terkait efek samping pasien diabetes yang di diagnosa Covid-19 dan interaksi obat yang digunakan pada pasien.
The level of compliance in the use of drugs based on the antihypertensive and the patient's classification of hypertension: A cross-sectional study Muslim, Zamharira; Saktia, Linice; Pudiarifanti, Nadia
Riset Informasi Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30644/rik.v14i2.1001

Abstract

Background: The objective of antihypertensive therapy is to regulate blood pressure in accordance with the patient's condition. Patient adherence to medication is a significant factor affecting the efficacy of hypertension treatment. Regulated blood pressure is an indicator of the efficacy of antihypertensive treatment. Objective: This study seeks to assess the correlation between adherence to antihypertensive medication and patient characteristics, antihypertensive kinds, and hypertension categorization. Methods: This research employed a descriptive-analytical methodology with a cross-sectional design. The sample method employed was purposive sampling. Seventy-eight respondents participated in interviews utilizing a compliance questionnaire. Statistical analysis of the data was conducted utilizing the chi-square test method. Results: The study showed that most respondents had a high level of compliance (46.15%). Most respondents had blood pressure in the stage 2 hypertension category (46.15%). Based on the results of the correlation test between the level of compliance with the classification of hypertension obtained (p = 0.000). Conclusion: The level of compliance in undergoing therapy is related to the patient's gender and hypertension classification, but is not statistically related to the type of antihypertensive used.
PERBANDINGAN DISPENSING TIME DAN PENGETAHUAN PASIEN BERDASARKAN INDIKATOR WHO DI PUSKESMAS KABUPATEN SLEMAN Nugraheni, Diesty Anita; Pudiarifanti, Nadia
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 16 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v16i2.13988

Abstract

Pengetahuan pasien yang tidak memadai tentang obat yang diserahkan adalah hasil dari buruknya proses dispensing, misalnya seperti pemberian etiket, pemberian informasi obat dan dispensing time. Pengetahuan pasien yang memadai tentang obat saat mereka keluar dari fasilitas kesehatan adalah hal kritis dalam penerimaan kualitas informasi selama interaksi pasien dengan dokter dan apoteker. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan dispensing time dan tingkat pengetahuan pasien tentang obat di Puskesmas Ngemplak 1 dan Ngemplak 2 Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode cross-sectional. Populasi adalah pasien atau keluarga pasien yang mendapatkan obat di Unit Farmasi Puskesmas Ngemplak 1 dan 2 Kabupaten Sleman. Sampel dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Sumber data primer yaitu menghitung dispensing time dan wawancara terstruktur terkait pengetahuan serta karakteristik pasien dan petugas. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pasien Puskesmas Ngemplak 1 mempunyai persentase pengetahuan obat benar lebih banyak dibandingkan Ngemplak 2 terdiri dari nama obat, dosis obat, aturan pakai dan durasi atau lama penggunaan obat. Kesimpulan penelitian adalah rata-rata dispensing time di Puskesmas Ngemplak 1 adalah 62,58 detik dan Ngemplak 2 adalah 63,38 detik. Persentase tingkat pengetahuan pasien tentang obat pada kategori baik di Puskesmas Ngemplak 1 sebesar 65,38% dan Ngemplak 2 sebesar 43,08%.