Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Komunikasi dan Negosiasi Identitas dalam Interaksi Jual-Beli di Pasar Tradisional Medan: Kajian Sosiolinguistik Fadhilah Sabrina; Yusnika Sihite; Rini Syarifah; A Samhudi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2j7t3e84

Abstract

Di pasar tradisional Medan, fenomena alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi dipelajari dalam penelitian ini. Pasar Medan adalah tempat berkumpulnya orang dari berbagai etnis, termasuk Batak, Melayu Deli, Jawa, dan Tionghoa. Penelitian ini menyelidiki bagaimana masyarakat dwibahasawan beralih dari satu kode ke kode lain berdasarkan faktor keakraban dan negosiasi dengan menggunakan pendekatan observasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode ke bahasa daerah, seperti Batak, digunakan untuk mempererat hubungan kekerabatan dan membuat suasana transaksi lebih ringan. Sementara itu, terbentuknya bahasa pasar yang unik dan dipahami bersama ditunjukkan oleh campur kode dan integrasi elemen leksikal daerah. Fenomena ini lebih dari sekedar kebiasaan bahasa; itu menunjukkan harmoni sosial dan adaptasi identitas masyarakat Medan dalam mempertahankan keberagaman budaya dalam interaksi ekonomi sehari-hari.
PEMANFAATAN BAHAN MAKANAN LOKAL SEBAGAI SUMBER NUTRISI UNTUK ANAK USIA DINI DI DESA MARGAMUKTI KECAMATAN PANGALENGAN Dea Amelia; Fairuz Afra Rafifah; Jihan Fauziah; Zulfa Syarifah; Asep Kurnia Jayadinata; Idat Muqodas
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41561

Abstract

Pemanfaatan bahan makanan lokal sebagai sumber nutrisi untuk anak usia dini memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya di Desa Margamukti, kecamatan Pangalengan. Desa Margamukti memiliki potensi besar dalam menghasilkan sayur-sayuran seperti kentang, wortel, dan lainnya, yang dapat menjadi sumber nutrisi penting bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan bahan makanan lokal sebagai sumber nutrisi melalui edukasi dan pelatihan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, workshop, wawancara dan pendampingan ibu rumah tangga dalam pengolahan bahan lokal menjadi makanan menarik, seperti bento. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya makanan lokal dalam mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, kreativitas dalam pengelolaan bahan makanan lokal mampu membuat anak tertarik untuk mengkonsumsinya.
Berburu Hasangapon di Perantauan: Logika Konversi Modal dan Histeresis Habitus dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Saibil Aprilia Putri; Zai Alpris Wulandari Saragih; Fadhilah Sabrina Zaylani; Rini Syarifah Siregar; Yusnika Sihite; Ahmad Samhudi; Tomi Arianto; Heny Anggreini
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.791

Abstract

Studi ini menggunakan teori Arena Produksi Kultural Pierre Bourdieu untuk mengeksplorasi logika sosial di balik konflik antar generasi yang diterjemahkan dalam film Bene Dion Rajagukguk Ngeri-Ngeri Sedap (2022). Studi ini menyelidiki bagaimana para agen dalam arena keluarga Batak menciptakan, mempertahankan, dan mengubah klaim kebenaran. Hal ini dilakukan dengan menggunakan epistemologi “berpikir relasional”, atau berpikir relasional. Metode deskriptif kualitatif yang digunakan menggunakan sosiologi sastra (sosiologi produksi budaya). Data primer bersumber pada unit tekstual, yakni dialog, tindakan serta narasi pada film Ngeri-Ngeri Sedap. Merujuk pada temuan riset bahwa: (1) Arena keluarga Batak berfungsi sebagai arena pertarungan modal simbolik yang dipimpin oleh dominasi patriarki dominan; (2) Terjadi fenomena habitus histeresis pada generasi tua (Pak Domu) yang berbenturan dengan habitus kosmopolitan generasi muda (Domu dan Sarma); (3) Tokoh Gabe mengubah strategi dengan menggunakan rumus praktik= (Habitus × Modal) + Arena untuk memperoleh legitimasi di arena dengan menggunakan modal budaya (gelar hukum). Studi ini menunjukkan bahwa konflik keluarga modern bukan hanya masalah komunikasi; itu adalah konflik struktural antar-kebiasaan yang memerlukan perundingan kembali ruang tradisi di tengah arus modernitas.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Jurnal Ilmiah Rumpun Teknik dalam Kurun Waktu 2024-2025 Fadhilah Sabrina Zaylani; Yusnika Sihite; Rini Syarifah Siregar; Saibil Aprilia Putri; Zai Alpris Wulandari Saragih
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/j0fex814

Abstract

Penulisan naskah pada jurnal ilmiah bidang teknik harus memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang benar guna menjaga wibawa dan kejelasan informasi akademik. Namun, saat ini banyak artikel ilmiah yang lebih memprioritaskan validitas data teknis dibandingkan ketepatan mekanika kebahasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi kesalahan berbahasa pada tataran ortografi, morfologi, dan sintaksis berdasarkan Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) Edisi V. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis kesalahan. Data dikumpulkan dari lima artikel ilmiah jurnal teknik dari berbagai sub-bidang (sipil, hidrologi, dan manajemen konstruksi) yang terbit dalam kurun waktu 2024-2025. Hasil analisis menunjukkan adanya berbagai penyimpangan, meliputi kesalahan penulisan ejaan dan istilah asing, penggunaan afiksasi yang tidak tepat, hingga struktur kalimat yang tidak efektif. Kesalahan-kesalahan tersebut dinilai berpotensi mengaburkan alur logika penalaran ilmiah dalam teks. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan perlunya proses penyuntingan bahasa yang lebih ketat oleh pengelola jurnal teknik sebelum naskah dipublikasikan agar kualitas komunikasi ilmiah tetap terjaga.
Diversity and potential invasiveness of insects in agricultural landscapes of Wonosobo, Central Java, Indonesia SAKINA ENOVA RAHMADHANI; SIBRINA SALSABILA; ROI ANDRIANTO; SYARIFAH HASNA ROSYIDA; QUROTUL AINIA; ARU DEWANGGA; AHMAD DWI SETYAWAN
Asian Journal of Agriculture Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Smujo International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/asianjagric/g090234

Abstract

Abstract. Rahmadhani SE, Salsabila S, Andrianto R, Rosyida SH, Ainia Q, Dewangga A, Setyawan AD. 2025. Diversity and potential invasiveness of insects in agricultural landscapes of Wonosobo, Central Java, Indonesia. Asian J Agric 9: 663-670. Altitude and microclimatic variation act as key ecological filters that shape species diversity, community structure, and invasion potential altitude, microclimate, and land-use intensity jointly structure insect communities in the agricultural landscapes of Wonosobo, Central Java, Indonesia. Surveys across lowland Karangsambung (621 masl), mid-elevation Blederan (969 masl), and highland Sembungan (2,056 masl) recorded 57 species from 31 families, revealing clear diversity gradients. Species richness and functional balance peaked at mid-elevation, where moderate temperatures and heterogeneous vegetation supported diverse herbivores, predators, and pollinators. Lowland sites retained high diversity driven by warm conditions and productive cropping systems. In contrast, highland assemblages were simplified and dominated by synanthropic Diptera (Musca domestica, Leucostoma simplex), reflecting harsh climatic filters and nutrient-enriched soils. NMDS-envfit analyses highlighted altitude, temperature, illumination, and wind as the main determinants of community structure. Invasiveness remained low overall, but disturbance-tolerant taxa increased with elevation. These findings emphasize the importance of vegetation heterogeneity, microclimate buffering, and biological control in sustaining ecological stability. As climate warming accelerates, mid-elevation agroecosystems may become critical resilience zones for conserving biodiversity and maintaining agricultural sustainability.
Kegagalan Felicity Conditions dan Pelanggaran Maksim Grice dalam Tuturan Fitnah Aparat: Studi Kasus Sudrajat Es Gabus Fadhilah Sabrina; Zai Alpris; Saibil Aprilia; Yusnika Sihite; Rini Syarifah; Herning Puspitarini; M. Oky Fardian Gafari
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/wfpmgm34

Abstract

Dalam penelitian ini, kondisi felicity teori speech acts (Austin & Searle) dan maksim Grice digunakan untuk menganalisis kegagalan komunikatif yang melanggar prinsip pragmatik ketika aparat negara menuduh Sudrajat Es Gabus. Dengan menggunakan pendekatan pragmatik kualitatif, data primer dari transkrip tuturan fitnah aparat di media sosial dan konferensi pers diuji menggunakan checklist felicity conditions (sincerity, preparatory, propositional, essential) dan klasifikasi pelanggaran maksim (Quantity, Quality, Relation, Manner). Mengungkapkan kegagalan sincerity condition karena niat manipulatif dan pelanggaran kualitas karena informasi palsu dan pelanggaran hubungan yang menimbulkan implikasi fitnah.