Donny Hendra
Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Anak Thalassemia Dalam Mengikuti Terapi Transfusi Darah Di RSUD Arifin Achmad Wita Nopriani Mukti; Afrida Sriyani Harahap; Donny Hendra; Ifon Drispowana Putra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 9 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i9.2470

Abstract

Thalasemia merupakan kelainan darah herediter yang menyebabkan gangguan pembentukan hemoglobin sehingga penderita memerlukan terapi transfusi darah secara rutin sepanjang hidup. Kepatuhan dalam menjalani terapi transfusi darah sangat penting untuk mempertahankan kadar hemoglobin dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan anak thalasemia dalam mengikuti terapi transfusi darah di RSUD Arifin Achmad. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 63 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 32 responden (50,8%), dukungan keluarga pada kategori baik sebanyak 36 responden (57,1%), akses pelayanan kesehatan pada kategori cukup sebanyak 32 responden (50,8%), dan kepatuhan anak dalam mengikuti terapi transfusi darah pada kategori baik sebanyak 32 responden (50,8%). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua memiliki pengetahuan yang baik, memperoleh dukungan keluarga yang baik, memiliki akses pelayanan kesehatan yang cukup, serta anak menunjukkan kepatuhan yang baik dalam mengikuti terapi transfusi darah.
Hubungan Intensitas Penggunaan Smartphone dengan Nomophobia pada Anak Remaja di SMPN 16 Kota Pekanbaruu Despa Nur Efrita Sari; Ulfa Hasanah; Afrida Sriyani; Donny Hendra; Muhammad Amirul Nur
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 4 No. 4 (2026): Oktober : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v4i4.1196

Abstract

Adolescents are a vulnerable age group when it comes to the impact of digital technology. High and uncontrolled smartphone usage can trigger dependence and psychological anxiety such as nomophobia (no mobile phone phobia), which is an excessive fear or anxiety when away from a smartphone or disconnected from the internet.To determine the relationship between the intensity of smartphone use and nomophobia among adolescents at SMPN 16 in Pekanbaru. This quantitative study employed a cross-sectional design with a descriptive-correlational approach. The study population consisted of all 256 seventh- and eighth-grade students at SMPN 16 in Pekanbaru. The sample consisted of 154 respondents selected using the Slovin formula and proportionate stratified random sampling. Data were collected using a structured interview questionnaire to assess smartphone usage intensity and the No Mobile Phone Phobia Questionnaire (NMP-Q). Data analysis was performed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test (α = 0.05).The average respondent was 14 years old (50.0%), female (52.6%), and more than half were eighth-graders (61.0%). Less than half reported high smartphone usage intensity (>5 hours/day)—67 students (43.5%)—and 75 students (48.7%) experienced moderate nomophobia. The results of the chi-square test showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a significant association between smartphone usage intensity and nomophobia.There is a significant association between smartphone usage intensity and nomophobia among adolescents at SMPN 16 in Pekanbaru. The higher the intensity of smartphone usage, the higher the tendency toward nomophobia.
Perancangan Aplikasi JUPE BB Sebagai Upaya Pengendalian Peningkatan Berat Badan Interdialisis Pada Pasien Hemodialisis Ulfa Hasana; Asniati Asniati; Donny Hendra; Dwi Rahayu; Revelin Kezia Br Tanjung
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62933

Abstract

Pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis berisiko mengalami peningkatan berat badan interdialisis (Interdialytic Weight Gain/IDWG) akibat akumulasi cairan selama periode antarhemodialisis. IDWG yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko hipertensi, edema, gangguan kardiovaskular, dan komplikasi lainnya. Pengendalian IDWG memerlukan pemantauan berat badan, asupan cairan, serta kemampuan self-management pasien secara konsisten. Penelitian ini bertujuan merancang aplikasi JUPE BB sebagai media digital untuk membantu pasien hemodialisis dalam memantau dan mengendalikan peningkatan IDWG. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Tahap analisis dilakukan melalui identifikasi kebutuhan pasien dan tenaga kesehatan terkait pemantauan berat badan, asupan cairan, dan edukasi pengendalian IDWG. Hasil analisis menjadi dasar perancangan fitur JUPE BB berupa pencatatan berat badan, pemantauan asupan cairan, pengingat konsumsi cairan, edukasi kesehatan, dan catatan harian. Aplikasi JUPE BB diharapkan menjadi inovasi digital yang mendukung self-management pasien secara mandiri, terstruktur, dan berkelanjutan dalam mengendalikan IDWG serta meningkatkan kepatuhan terhadap pembatasan cairan dan pemantauan kondisi kesehatan selama periode interdialisis.