Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN MENGGUNAKAN BUFFLED UP-FLOW REACTOR Artiningsih, Wuryani; Triastianti, Rita Dewi
Jurnal Teknologi Technoscientia Vol 10, No 2 (2018): Vol 10 No 2 Februari 2018
Publisher : IST AKPRIND YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental problems occur because the act of a human hand which then cause disturbance to the environment. Household or domestic activities such as can be and has been shown to cause a decline in water quality. With increasing liquid waste disposal, pollution is increasing so that pollute the environment. Therefore, the authors wish to conduct research of domestic waste water with the aim to reduce levels of phosphate, nitrite and detergent. In domestic wastewater/sewage household, the authors chose to use anaerobic processing using buffled up-flow reactor were made using glass with a length of 100cm, width 25 cm and height 30 cm. The results obtained for the effluent phosphate levels for 0.3502 mg/L on the second replay (the second day), nitrite by 0.1206 mg/L on the second replay (the second day) and detergent was 0.2799 mg/L in the first repeat (on the first day) in terms of the processing of the buffled up-flow reactor capable of lowering the levels of phosphate, nitrite and detergent in water and wastewater. Removal efficiency obtained from the results of wastewater treatment with bufffled up-flow reactor for phosphate content of 47.3%,-13.30% and detergents nitrite 57.8%.
PERBAIKAN KUALIATAS AIR HUJAN SEBAGAI AIR BERSIH DENGAN METODE MINERALISASI DAN DESINFEKSI Triastianti, Rita Dewi; Hazilmi, Rian
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.896 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v18i2.29

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperbaiki kualitas kadar air hujan dengan rangkaian proses mineralisasi dengan media batuan kapur dan pecahan genteng dilanjutkan dengan proses desinfeksi menggunakan kaporit sehingga dapat mengolah air hujan sebagai alternatif air bersih. Hasil yang didapatkan pada proses mineralisasi adalah pH sebesar 6,733, Fe sebesar 0,01 mg/l dan kesadahan sebesar 70,63 mg/l CaCO3. Sedangkan pada proses desinfeksi didapatkan perbaikan pada konsentrasi total coli dengan efisiensi penurunan sebesar 100%. Sehingga dari seluruh rangkaian penelitian ini dapat dihasilkan komposisi media terbaik yaitu perbandingan batuan kapur dan pecahan genteng (45cm : 45cm) dan dosis terbaik desinfektan kaporit 0,1% adalah 30ml/L.
PEMANFAATAN LIMBAH PADAT SLAG NIKEL, ABU SEKAM PADI, DAN FLY ASH MENJADI PAVING BLOCK Aprianto, Yusril; Triastianti, Rita Dewi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.443 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v18i1.24

Abstract

PT. Aneka Tambang Pomalaa Kabupaten Kolaka Propinsi Sulawesi Tenggara menghasilkan limbah buangan hasil pada pengolahan bijih nikel berupa slag, selama ini slag hanya digunakan sebagai bahan timbunan yang kurang memiliki nilai ekonomis. Jumlah slag nikel kian hari kian menumpuk, karena setiap proses pemurnian satu ton produk nikel menghasilkan limbah padat 50 kalinya, setara 50 ton. Slag nikel dapat dijadikan sebagai pengganti pasir pada paving block dengan penambahan abu sekam padi dan fly ash yang berasal dari PLTU PT.    Paving block yang telah di keringkan selama 24 jam kemudian diberikan perlakuan (perendaman) selama 17 hari dan selanjutnya dikeringkan kembali dan siap untuk dilakukan uji kuat tekan paving dengan menggunakan alat uji tekan beton merek ENERPAC. Paving block terdiri dari lima (5) sampel dengan kode sampel menggunakan abjad A,B,C,D,dan E, dengan komposisi yang berbeda tiapsampel. Komposisi sampel A semen 25%, Slag 25%, abu sekam padi 25% dan Fly ash 25%. Komposisi sampel B semen 25%, Slag 45%, Abu sekam padi 15%, dan Fly ash 15%. Komposisi sampel C semen 25%, Slag 15%, Abu sekam padi 45%, dan Fly ash 15%. Komposisi sampel D semen 25%, Slag 15%, Abu sekam padi 15%, dan Fly ash 45%. Komposisi sampel E semen 25%, Slag 35%, Abu sekam padi 25%, dan Fly ash 15%            Paving block dengan kode sampel C campuran 45%  abu sekam padi, 25%  semen, 15 % slag nikel dan 15% ply ash dengan waktu perendaman selama 17 hari menghasilkan kuat tekan paving block sebesar 15731 kg/𝑐𝑚2, begitu pula pada persentase paving block dengan kode sampel B campuran 25% semen, 45% slag, dan 15% fly ash dengan waktu perendaman yang sama selama 17 hari mengahasilkan kuat tekan paving block sebesar 15731 kg/cm2, tetapi dua sampel ini menunjukan berat yang berbeda. Paving block dengan penambahan beberapa persentase abu sekam padi, slag nikel, dan ply ash menunjukkan hasil kuat tekan yang berbeda-beda. Kuat tekan terbaik ditunjukan pada kodesampel A  dengan penambahan 25% abu sekam padi, 25% slag nikel, dan 25% ply ash menunjukkan perilaku kuat tekan yang cukup baik dimana nilainya kuat tekannya22238 kg/cm2.
STUDI POTENSI DEBIT DAN TINGGI JATUH AIR PADA SALURAN IRIGASI UNTUK MENDUKUNG KEBUTUHAN ENERGI LISTRIK KAWASAN EKOWISATA DI DESA SRIHARJO Fachri, Ahmad; Dewi Triastianti, Rita; Indrawati, Rosiana
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 19, No 1 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.396 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v19i1.15

Abstract

Salah satu sumber energi terbarukan adalah energi air (air). Jika pemanfaatan energi air (hidro) ditargetkan untuk mencapai 4% dari penggunaan energi nasional pada tahun 2025. Untuk mencapai target ini, perlu untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya air (hidro) yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai sumber energi terbarukan. Salah satu kategori pemanfaatan sumber daya air yang menjanjikan sebagai energi terbarukan (listrik) adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) (Marfudin, 2016). Kincir air adalah sarana untuk mengubah energi air menjadi energi mekanik dalam bentuk torsi pada poros roda. Roda air breastshot adalah kombinasi dari tipe overshot dan undershot dilihat dari energi yang mereka terima. Data dikumpulkan di Dusun Palemadu, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Yogyakarta karena tidak adanya data sebelumnya, peneliti melakukan observasi dan metode literatur dengan mengukur kecepatan aliran irasional sebelum memasuki pabrik, dan ukuran utama air. pabrik. Total energi yang dihasilkan oleh roda air Breashshot pada saluran irigasi dengan efisiensi adalah 50,49% dengan laju aliran 1,8 m3 / dtk, head adalah 0,3 kepadatan air 1000 kg / m3 dan gravitasi 9,81 diperoleh dengan daya listrik sebesar 267,46 watt. Dengan total daya 267,46 watt termasuk dalam jenis Pembangkit Listrik Tenaga Air Picohidro, di mana daya listrik picohidro adalah kurang dari 500 watt. Desa Sriharjo adalah sebuah desa yang terletak di kawasan ekowisata dan pertanian. Daya yang dihasilkan dari roda air Breastshot tidak hanya untuk penerangan jalan, mereka juga dapat digunakan untuk mengusir hama yang menyerang petani padi.  
KOMPARASI ALAT GALI MUAT PC 1250 DAN PC 800 SERTA ALAT ANGKUT HD 465 TERHADAP PENCAPAIAN TARGET PRODUKTIVITAS TANAH PENUTUP DIPT. MADHANI TALATAH NUSANTARABANTUAS KALIMANTAN TIMUR Pranajati, Andi; Saputra, Apriadi; Triastianti, Rita Dewi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.644 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v18i2.26

Abstract

PT. Madhani Talatah Nusantara merupakan salah satu kontraktor perusahaan batubara yang beroperasi di Desa Bantuas, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan penambangannya menggunakan system tambang terbuka dengan metode open pit. Adapun kegiatan penambangan yang dilakukan yakni pembersihan lahan, pengupasan tanah penutup, penggalian, pemuatan dan pengangkutan. Akan tetapi dalam proses kegiatan tersebut seringkali terkendala dalam proses pemenuhan target produksi dikarenakan material keras, metode kurang efektif, kurangnya kebutuhan alat angkut dan efisiensi kerja yang kurang optimal.Penelitian ini membahas tentang komparasi alat gali muat antara excavator Komatsu PC-1250 dan PC-800 serta alat angkut HD-465 untuk mencapai target produksi perbulan yang telah ditentukan. Adapun teknik pengumpulan data ialah dengan cara penelitian langsung di lapangan. Metode analisis menggunakan pendekatan analisis dekskriptif.Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa untuk produksi pemuatan excavator Komatsu PC-1250 sebesar 175.935 Bcm/bulan dengan alat angkutnya HD-465 sebesar 142.865 Bcm/bulan dan excavator Komatsu PC-800 sebesar 177.345 Bcm/bulan dengan alat angkutnya sebesar 179.159 Bcm/bulan. Hal ini menunjukkan pada excavator Komatsu  PC-1250 belum memenuhi target produksi, Namun setelah dilakukan evaluasi dan peningkatan dengan mengkaji faktor 4M metode, material, man, machine maka didapatkan solusi perlunya memaksimalkan penggunaan ripping serta penambahan 1 unit alat angkut HD-465. Hasil setelah mengkaji faktor tersebut, maka produksi overburden untuk excavator Komatsu PC-1250 meningkat sebesar 214.835 Bcm/bulan, dan telah memenuhi target produsi yang telah di tentukan.
PEMANFAATAN “FLOATING PLANT” DALAM HORIZONTAL SAND FILTER TERHADAP PENURUNAN KADAR PO4 3- PADA LIMBAH CAIR LAUNDRY Amarullah, Zainal Mukhlis; Triastianti, Rita Dewi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.589 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v2i2.7

Abstract

       Pertumbuhan industri laundry memiliki efek samping yang kurang baik, sebab industriindustri kecil tersebut sebagian besar langsung membuang limbahnya ke selokan atau badan air tanpa pengolahan terlebih dulu. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena dalam limbah tersebut mengandung bahan pencemar antara lain yaitu fosfat yang tinggi. PO4 yang berlebih dalam badan air akan mengakibatkan terjadinya eutrofikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tanaman eceng gondok (Eichornia Crassipes) dapat menurunkan konsentrasi fosfat dari limbah cair laundry dengan variasi waktu kontak 2 hari, 4 hari dam 6 hari. Serta mengetahui seberapa besar efisiensi pemanfaatan floating plant dalam horizontal sand filter dalam menurunkan kadar fosfat limbah cair laundry.       Pemanfaatan floating plant dalam horizontal sand filter adalah salah satu alternatif penyisihan fosfat yang mudah dan murah yang mana dalam unit reaktor ini akan mengkombinasikan dua proses yaitu proses filtrasi dengan menggunakan media pasir dan fitoremediasi menggunakan tumbuhan eceng gondok. Percobaan dilakukan dengan menggunakan perlakuan variasi jumlah tanaman eceng gondok (5 tanaman, 10 tanaman, 15 tanaman, dan 0 tanaman sebagai kontrol) dan detensi waktu fitoremediasi (hari ke-2, hari ke-4, dan hari ke-6).       Berdasarkan hasil pengujian (sampel diambil tiap dua hari sekali selama 6 hari) diketahui waktu efektif fitoremediasi penyerapan fosfat pada limbah cair laundry yang optimal (efisien) adalah pada hari ke-2 dengan konsentrasi rata-rata 0,024 mg/L untuk jumlah 5 tanaman, 0,014 mg/L untuk jumlah 10 tanaman dan 0,011 mg/L untuk jumlah 15 tanaman. Konsentrasi fosfat pada efluen horizontal sand filter sebesar 1,797 mg/L.
ANALISIS SARANA SANITASI TERHADAP INDEKS KENYAMANAN PENGUNJUNG DI OBYEK WISATA PUNCAK SOSOK KECAMATAN PLERET KABUPATEN BANTUL Fadhila, Ashilla Sita; Triastianti, Rita Dewi; Warsiyah, Warsiyah
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v21i2.118

Abstract

Pengembangan pariwisata di DIY telah mengalami kemajuan yang sangat pesat baik dari kualitas maupun kuantitas. Besarnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pariwisata di Yogyakarta salahsatunya yaitu Puncak Sosok tentunya harus diimbangi juga dengan adanya perhatian yang besar kepada aspek-aspek kesehatan lingkungan, salah satunya adalah aspek sanitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sarana sanitasi dan sistem pengelolaan sanitasi serta indeks kenyamanan pengunjung dalam menggunakan sarana sanitasi di obyek wisata Puncak Sosok (toilet, air bersih, tempat sampah). Penelitian ini menggunakan metode kuantiatif deskripsi dengan populasi seluruh wisatawan di obyek wisata Puncak Sosok sejumlah 265 orang/minggu. Teknik penentuan sampel mengggunakan rumus Slovin diperoleh sampel 73 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan indeks kenyamanan pengunjung obyek wisata Puncak Sosok berdasarkan suhu dan kelembaban didapatkan hasil keseluruhannya adalah tidak nyaman. Nilai tertinggi untuk keadaan tidak nyaman adalah berada pada angka 82,54 yaitu pada pukul 08.00 WIB berdasarkan Oliver (1981), dikatakan tidak nyaman apabila indeks kenyamanan berada di antara 81 – 90. Hasil kuesioner terhadap 73 responden untuk tingkat kenyamanan pengunjung obyek wisata Puncak Sosok terhadap sanitasi dasar adalah tinggi yaitu dengan rata-rata nilai sebesar 77,5% untuk jamban/toilet 80%, kebisingan 83%, aroma/bau-bauan 75%, serta penglolaan tempat sampah 72%.
UJI PERBANDINGAN PLASTIK BIODEGRADABEL PATI SINGKONG DAN PATI KENTANG TERHADAP KEKUATAN DAN PEMANJANGAN Aditya Nugraha, Lutfi; Dewi Triastianti, Rita; Prihandoko, Diananto
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v20i1.38

Abstract

Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat terdekomposisi oleh aktivitas penguraian mikroorganisme. Plastik dapat dibuat dari pati singkong dan tepung kentang dengan penambahan sorbitol plasticizer untuk plasticizer plastik dan chitosan untuk penguatan plastik sehingga dapat meningkatkan kekuatan tarik dan perpanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, konsentrasi kitosan terbaik, dan sifat mekanik (kekuatan tarik dan perpanjangan) dari plastik yang dapat terbiodegradasi.Studi ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu ekstraksi pati dari singkong dan kentang, membuat plastik biodegradable, kekuatan tarik dan uji perpanjangan. Pembuatan plastik biodegradable menggunakan pati singkong dan tepung kentang masing-masing 10 gram, sorbitol plasticizer 5 ml, variasi kitosan 0,2 gram, 0,4 gram; 0,6 gram; 0,8 gram; 1 gram; 1,2 gram 1,4 gram, cuka 150 ml, dan aquadest.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi kitosan dengan pati singkong dan tepung kentang, dan plasticizer sorbitol memiliki efek pada karakteristik, kekuatan tarik dan nilai perpanjangan. Perlakuan kuat tarik tertinggi adalah 10 gram pati singkong, 5 ml sorbitol dan variasi kitosan seberat 1,4 gram adalah 17,28 MPa dan perlakuan perpanjangan tertinggi adalah dengan 10 gram pati bak cuci, 5 ml sorbitol plasticizer, variasi kitosan berbobot 0,6 gram dengan 76,32 %.
KONSERVASI SUMBER DAYA AIR DAN LINGKUNGAN MELALUHI KEARIFAN LOKAL DI DESA MARGODADI KECAMATAN SEYEGAN KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA Rita Dewi Triastianti; Nasirudin Nasirudin; Sukirno Sukirno; Warsiyah Warsiyah
Jurnal Kawistara Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.579 KB) | DOI: 10.22146/kawistara.15391

Abstract

Local wisdom has been derived from the expression of ancestors that grows and develops especially in rural life norms which could be related to local food security. The question will be on what kind of natural resources can be managed without damaging the environment. In line with the issue, we need to know the local natural resources and manage it through the people behavior by following the local norms. Margodadi Village located in the western part of Sleman regency. The condition of society and its natural resources and environment is still original and unique. Activities undertaken by the community are mostly simple and traditional. Live harmony between individuals in society still exists. Natural resources and the environment are utilized by the community from generation to generation to this day, such as the existence of clean water - lake which is considered out of a big banyan tree. This water comes out of the ground under the tree and is called “Tuk Sibedug”. The water of this lake is often used for bathe rituals in a pond and the rest flows into the river for farming irrigation especially rice fields. By knowing the inner or spiritual strength of each individual, the norms of life will grow and develop, so that natural resources and environment can be managed better. Natural resources from the agricultural, livestock, fishery and small industries sectors are possible to potentially generate per capita income of 519 kg per person per year. This shows the existence of local food security in the villages of Seyegan that has been achieved.
PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN MENGGUNAKAN BUFFLED UP-FLOW REACTOR Wuryani Artiningsih; Rita Dewi Triastianti
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 10 No 2 Februari 2018
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.693 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v10i2.93

Abstract

Environmental problems occur because the act of a human hand which then cause disturbance to the environment. Household or domestic activities such as can be and has been shown to cause a decline in water quality. With increasing liquid waste disposal, pollution is increasing so that pollute the environment. Therefore, the authors wish to conduct research of domestic waste water with the aim to reduce levels of phosphate, nitrite and detergent. In domestic wastewater/sewage household, the authors chose to use anaerobic processing using buffled up-flow reactor were made ​​using glass with a length of 100cm, width 25 cm and height 30 cm. The results obtained for the effluent phosphate levels for 0.3502 mg/L on the second replay (the second day), nitrite by 0.1206 mg/L on the second replay (the second day) and detergent was 0.2799 mg/L in the first repeat (on the first day) in terms of the processing of the buffled up-flow reactor capable of lowering the levels of phosphate, nitrite and detergent in water and wastewater. Removal efficiency obtained from the results of wastewater treatment with bufffled up-flow reactor for phosphate content of 47.3%,-13.30% and detergents nitrite 57.8%.