Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN SOAL ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM (AKM) MATEMATIKA PADA MATERI PELUANG UNTUK PESERTA DIDIK SMP Supri Mulyani; Lusiana Lusiana; Jumroh Jumroh
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i3.8409

Abstract

Assesmen Kompetensi Minimum (AKM)  diperkenalkan sebagai  upaya peningkatan kualitas pendidikan dan evaluasi hasil belajar . AKM bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, serta literasi matematika dan membaca, yang merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik.Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) matematika untuk peserta didik SMP yang valid dan reliabel. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengann prosedur Raja Guk-Guk. Prosedur Raja Guk-Guk terdiri dari 7 tahap, yaitu menentukan tujuan, analisis kurikulum, membuat kisi-kisi, membuat soal, melakukan telaah instrumen secara teoritis, melakukan uji coba dan analisis hasil uji coba, revisi. Objek dalam penelitian ini adalah soal asesmen kompetensi minimum (AKM) matematika. Data dikumpukan menggunakan  angket dan tes. Analisis kevalidan diuji dengan koefisien korelasi product moment pearson, Reliabilitas instrumen digunakan Alpa Cronbach’s. Hasil validasi memenuhi syarat berdasarkan isi, konstruk dan bahasa. Nilai koefisien reprodusibilitas 0,92 > 0,90, nilai koefisien skalabilitas 0,77 > 0,60, yang menunjukkan soal baik untuk digunakan. Hasil dari uji validasi empiris dari 15 soal diperoleh nilai  seperti terlihat pada tabel 2. , dari uji relliabilitas diperoleh r= 0,926 > 0.70 yang belrarti instrumen yang dikembangkan  dinyatakan Reliable.Minimum Competency Assessment (AKM) was introduced as an effort to improve the quality of education and evaluate learning outcomes. AKM aims to measure critical thinking skills, problem solving abilities, as well as mathematics and reading literacy, which are basic competencies that students must have. The aim of this research is to produce Mathematics Minimum Competency Assessment (AKM) questions for junior high school students that are valid and reliable. . The research method used is research and development (R&D) with the Raja Guk-Guk procedure. The Raja Guk-Guk procedure consists of 7 stages, namely determining objectives, curriculum analysis, creating a grid, creating questions, conducting theoretical instrument studies, conducting trials and analyzing trial results, revision. The object of this research is the minimum competency assessment (AKM) in mathematics. Data collection techniques used were questionnaires and tests. Validity analysis was tested using the Pearson product moment correlation coefficient. The reliability of the instrument was used by Cronbach's Alpa. The validation results meet the requirements based on content, construct and language. The reproducibility coefficient value is 0.92 > 0.90, the scalability coefficient value is 0.77 > 0.60, which indicates the questions are good to use. The results of the empirical validation test of 15 questions obtained a value of r_Calculate>r_(Table ) as shown in table 2. From the reliability test, r= 0.926 > 0.70 was obtained, which means that the instrument developed was declared Reliable.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GOOGLE SITES PADA MATERI BANGUN RUANG Siti Aisyah; Lusiana Lusiana; Allen Marga Retta
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i1.10763

Abstract

Di era digital, teknologi menjadi pilar utama dalam transformasi pendidikan, memungkinkan akses pembelajaran yang fleksibel sesuai dengan kecepatan dan gaya belajar peserta didik. Kurikulum Merdeka mendukung pemanfaatan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan media pembelajaran berbasis website, seperti Google Sites, yang bersifat interaktif dan mudah digunakan. Namun, masih banyak guru yang belum memanfaatkannya, sementara peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami konsep bangun ruang. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran interaktif diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan model ADDIE (analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII.6 di SMP Negeri 8 Palembang berjumlah 33 orang peserta didik. Teknik pengambilan data meliputi angket dan tes. Penelitian ini menghasilkan media pembelajaran yang valid, praktis, dan memiliki efek potensial. Hasil belajar peserta didik dikategorikan sangat baik dengan nilai rata-rata 86,54. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis Google Sites ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam mendukung pembelajaran.In the digital era, technology has become a key pillar in the transformation of education, enabling flexible learning access tailored to students' pace and learning styles. The Kurikulum Merdeka supports the utilization of technology to create more adaptive learning experiences that meet students' needs. One potential solution is the use of web-based learning media, such as Google Sites, which is interactive and easy to use. However, many teachers have not yet taken advantage of this technology, while students still struggle to understand geometric concepts. Therefore, the development of interactive learning media is essential to enhance the effectiveness and quality of learning. The research follows the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The subjects of this study were 33 seventh-grade students from SMP Negeri 8 Palembang, specifically class VII.6. Data collection techniques included questionnaires and tests. The study resulted in a learning medium that is valid, practical, and has potential effects on improving students' understanding of geometric concepts. Students’ learning outcomes were categorized as excellent, with an average score of 86.54. Therefore, this web-based learning media can be an effective alternative in supporting learning.
Strategi Kepala Sekolah Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Kelas III di SD Negeri 01 Betung Lusiana Lusiana; Tri Widayatsih; Darwin Effendi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru kelas III dalam menyusun dan menerapkan bahan ajar, metode ajar, dan media ajar berbasis pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered learning) pada Kurikulum Merdeka di SD Negeri 01 Betung. Penelitian ini mengkaji strategi tersebut baik secara terpisah maupun simultan, serta membandingkan keterampilan profesional guru sebelum dan sesudah penerapan pembelajaran berpusat pada siswa. Selain itu, penelitian ini juga menguraikan faktor pendukung dan hambatan dalam pelaksanaan strategi kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak tiga guru kelas III pada tahun ajaran 2025–2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru meliputi pelaksanaan rapat awal dan akhir semester, workshop, supervisi dan evaluasi pembelajaran, penyediaan fasilitas penunjang, pendampingan oleh guru senior, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta kegiatan peer teaching. Strategi tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Faktor pendukung meliputi tingkat pendidikan guru yang tinggi, kemampuan mengajar yang baik, serta sarana dan prasarana yang memadai, sedangkan faktor penghambat utama adalah usia guru senior yang mendekati masa purna tugas.