Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MODEL KOMUNIKASI VISUAL FOTO PRODUK UNTUK OPTIMALISASI BRAND AWARENESS UMKM DI ERA DIGITAL Ningsih, Suswinda; Santi, May Rizdiana; Dacosta, Kornelia Johana
Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jmb.v4i2.5339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model komunikasi visual foto produk yang sederhana, aplikatif, dan efektif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan brand awareness di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Desa Pulo Sari, Kabupaten Sukabumi, melibatkan 15 UMKM. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, pre-test dan post-test pelatihan, serta analisis konten media sosial. Hasil penelitian menunjukkan model komunikasi visual tiga tahap ("3P": Persiapan, Pemotretan, Publikasi) terbukti efektif meningkatkan pemahaman UMKM tentang identitas visual, teknik fotografi, dan distribusi konten digital. Model ini memberikan kontribusi praktis dan konseptual bagi peningkatan literasi digital visual UMKM, terbukti dari peningkatan engagement di media sosial dan pemahaman UMKM terhadap pentingnya visualisasi produk.
PENGARUH TERPAAN IKLAN EDISI SAMPO KHUSUS HIJAB: RECHARGE REFRESH & ANTI KETOMBE TERHADAP RESPON KONSUMEN Santi, May Rizdiana; Ningsih, Suswinda; Proborini, Anastasia Lintang; Poetry, Salfhaoctha Friemay Aliefia
Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jmb.v4i2.5357

Abstract

Semua wanita ingin menjaga dirinya semaksimal mungkin, termasuk wanita bercadar yang membutuhkan sampo khusus hijab untuk merawat rambutnya. Meski hijab dapat melindungi rambut dari sinar matahari, angin, dan polusi udara, namun seorang wanita berhijab tidak boleh mengabaikan perawatan rambutnya. Perawatan rambut harus lebih diperhatikan. Rambut kita yang tertutup dan tidak terkena sinar matahari akan mengalami berbagai masalah seperti lepek, gatal bahkan bercabang jika tidak dirawat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh terpaan iklan televisi terhadap respon khalayak konsumen dalam melihat dan memahami pesan iklan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis penelitian regresi berganda. Teori yang digunakan adalah The Facet Models of Response Consumer dengan populasinya adalah siswa kelas XII SMA AL-Azhar 3. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden melalui teknik stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh terpaan iklan tidak banyak berpengaruh terhadap keberhasilan sebuah iklan dalam membujuk konsumen untuk membeli produk tersebut.
Strategi Komunikasi dalam Praktik Pembelajaran Etika Sosial: Studi di Masjid Jami' Al-Ikhlas Hilvania, Iche; Ningsih, Suswinda; Santi, May Rizdiana; Burhanuddin, Radyta Achmad; Ali, Aura Zhafira Nugaraha
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i4.1852

Abstract

Social ethics education is an essential component of non-formal learning activities in mosques, which function as value-based educational spaces. This study aims to examine the communication strategies used in social ethics education at Jami’ Al-Ikhlas Mosque. A descriptive qualitative approach was employed, using participant observation, in-depth interviews, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model. The findings reveal five key strategies used by the ustazah: interpersonal, symbolic, persuasive, exemplary, and community-based communication. These strategies were found to be effective in conveying values such as honesty, responsibility, and solidarity, while also encouraging active engagement among congregants. This study affirms the importance of participatory and contextual communication in value-based learning and contributes to the development of communication strategies in community-based social ethics education.ABSTRAKPendidikan etika sosial merupakan bagian penting dari pembelajaran nonformal di masjid sebagai ruang edukatif berbasis nilai. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi komunikasi yang digunakan dalam pendidikan etika sosial di Masjid Jami’ Al-Ikhlas. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan lima strategi utama yang diterapkan oleh ustazah, yaitu komunikasi interpersonal, simbolik, persuasif, keteladanan, dan komunikasi berbasis komunitas. Strategi-strategi ini dinilai efektif dalam menyampaikan nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas, serta membentuk keterlibatan aktif jamaah. Temuan ini memperkuat pentingnya komunikasi partisipatif dan kontekstual dalam pembelajaran nilai, serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi komunikasi dalam pendidikan etika sosial berbasis komunitas.
Pendampingan Pengelolaan AI Tools Canva dalam Mengembangkan Promosi Sanggar Seni dalam Society 4.0 Rafi’i; Novida Irawan; Santi, May Rizdiana; Ningsih, Suswinda; Poetry, Salfhaoctha Friemay Aliefia; Hesti, Sri; Hanifah, Ummy; Muhammad, Tri Satria; Proborini, Anastasia Lintang
 Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Vol. 4 No. 03 (2025): Desember: JURNAL ABDI MASYARAKAT MULTIDISIPLIN
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jammu.v4i03.2519

Abstract

Keterampilan berkomunikasi diera globalisasi saat ini bergerak lintas generasi, hampir seluruh komponen Lingkungan sosial Masyarakat. Kemampuan untuk mengelola dan menumbuhkan konten yang bermanfaat dalam promosi Sanggar seni, perlu mengetahui beberapa unsur pengetahuan bidang Media Personal Branding dan Marketing Product bidang Seni Teater menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan saat ini. Keterampilan ini dapat mengembangkan kualitas pribadi, meningkatkan citra dan reputasi diri dan organisasi kelompok seni. Serta diharapkan dapat menunjang kesuksesan secara keseluruhan di masa mendatang. Namun, masih banyak individu yang belum menyadari mengenai pentingnya keterampilan tersebut. Program pengabdian masyarakat berupa pelatihan ilmu komunikasi dalam pemanfaat Perkembangan Teknologi Komunikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tersebut, terutama di lingkungan pendidikan non-formal di kalangan Sanggar seni.
Pemberdayaan Guru melalui Pelatihan Coding dan AI untuk Meningkatkan Kompetensi Digital di Era Revolusi Industri 4.0 Kurniawan, Wawan; Ilyas, Mefida; Tresnawaty, Nia; Budisantoso, Teguh; Sulistiyowati, Rini; Ningsih, Suswinda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1047

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 menuntut transformasi dalam sistem pendidikan, termasuk peningkatan kompetensi digital guru sebagai garda terdepan pembelajaran. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan memberdayakan guru melalui pelatihan coding dan artificial intelligence (AI) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan intensif, pendampingan berkelanjutan, dan pengembangan modul pembelajaran digital. Target peserta adalah guru-guru SMP, dan SMA di wilayah mitra. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep pemrograman dasar, penggunaan tools AI untuk pembelajaran, dan kemampuan mengintegrasikan teknologi dalam proses mengajar. Luaran program berupa modul pelatihan, video tutorial, dan komunitas belajar guru yang berkelanjutan. Program ini memberikan dampak positif terhadap kompetensi digital guru dan kesiapan menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
FoMO and Social Media: Constructing Tennis as a Middle-Class Lifestyle Trend in Jakarta Rosalina, Indah Fajar; Kristanti Agustina; Ningsih, Suswinda
ULTIMA Comm Vol 17 No 2 (2025): Regular Issue
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the phenomenon of Fear of Missing Out (FoMO) on social media and its influence on the rise of tennis as a lifestyle trend among Jakarta’s middle class. Using a qualitative phenomenological approach, data were gathered through in-depth interviews, observation, and document analysis involving eight participants. The findings reveal that platforms like Instagram and TikTok shape tennis not only as a recreational activity but also as a symbol of status, health, and social identity. FoMO drives participation by creating pressure to keep up with curated digital trends. Urban middle-class individuals engage in tennis to maintain visibility, relevance, and a cohesive lifestyle image online. However, this trend is marked by class distinctions: while upper-middle-class individuals actively participate, those from lower-middle backgrounds often face symbolic exclusion due to the high costs of equipment, court access, and stylish sportswear. The study identifies two main FoMO motivations—status-driven and wellness-oriented—both amplified by social media’s visual culture. Emerging strategies to reduce FoMO include media literacy, and a return to authentic offline experiences. By applying Veblen’s theory of conspicuous consumption and Baudrillard’s sign-value, this research contributes to understanding the intersections of lifestyle, identity, and social class in Jakarta’s digital urban culture.
Persepsi gen z tentang efektivitas kolaborasi perusahaan dalam promosi produk kosmetik lokal menggunakan influencer Korea Ningsih, Suswinda; Gusfa, Henni; Santi, May Rizdiana; Soemiadeny, Soemiadeny
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 12 No 1 (2026): April 2026 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v12i1.43507

Abstract

Abstract This study examines Generation Z’s perceptions of the effectiveness of collaborations between Indonesian local cosmetic brands and Korean influencers in promotional activities amid the growing influence of K-culture in the national beauty industry. Brands such as Somethinc, Dear Me Beauty, and Emina increasingly adopt Korean elements to construct modern and globally appealing brand images. This research employs a descriptive qualitative approach involving ten Generation Z informants residing in Jakarta. Data were collected through in-depth interviews to explore perceptions of brand image, influencer credibility, and purchase decisions. The analysis focuses on how participants interpret the presence of Korean public figures compared to the mere adoption of Korean visual aesthetics. The findings indicate that collaborations involving Korean celebrities, particularly Han So-hee and the K-pop group NCT Dream, significantly strengthen perceptions of product quality, global appeal, and brand credibility. Somethinc is perceived as the most effective brand due to its authenticity and consistency between influencer persona and brand identity. In contrast, Dear Me Beauty and Emina are viewed as less capable of building strong emotional connections with audiences. Grounded in Cultural Hybridization and Influencer Credibility theories, this study emphasizes that authentic value integration and persona brand alignment are more decisive than surface-level Korean visual adoption. These findings offer practical implications for marketers in designing culturally resonant influencer-based promotional strategies targeting young Indonesian beauty market segments. Keywords: Generation Z; local cosmetic brands; cross-cultural collaboration; Korean influencers; cultural hybridization.   Abstrak Penelitian ini mengkaji persepsi Generasi Z terhadap efektivitas kolaborasi antara merek kosmetik lokal Indonesia dan influencer Korea dalam aktivitas promosi, seiring meningkatnya pengaruh Kculture dalam industri kecantikan nasional. Merek seperti Somethinc, Dear Me Beauty, dan Emina semakin mengadopsi elemen Korea untuk membangun citra yang modern dan berdaya tarik global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan sepuluh informan Generasi Z yang berdomisili di Jakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam untuk mengeksplorasi persepsi terkait citra merek, kredibilitas influencer, dan keputusan pembelian. Analisis difokuskan pada bagaimana partisipan memaknai kehadiran figur publik Korea dibandingkan dengan sekadar adopsi estetika visual Korea. Temuan menunjukkan bahwa kolaborasi yang melibatkan selebritas Korea, khususnya Han So-hee dan grup K-pop NCT Dream, secara signifikan memperkuat persepsi kualitas produk, daya tarik global, dan kredibilitas merek. Somethinc dipersepsikan sebagai merek paling efektif karena menunjukkan autentisitas serta konsistensi antara persona influencer dan identitas merek. Sebaliknya, Dear Me Beauty dan Emina dinilai kurang mampu membangun koneksi emosional yang kuat dengan audiens. Berlandaskan teori Hibridisasi Budaya dan Kredibilitas Influencer, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi nilai yang autentik dan keselarasan personamerek lebih menentukan dibandingkan adopsi visual Korea secara permukaan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pemasar dalam merancang strategi promosi berbasis influencer yang relevan secara kultural bagi segmen pasar kecantikan muda di Indonesia. Kata-kata kunci: Generasi Z; merek kosmetik lokal; kolaborasi lintas budaya; influencer Korea; hibridisasi budaya.