Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Democracy In Islamic Politics (Historical Review of the Election of the Head of State in Islam) Munawaroh, Hifdhotul; Nurjanah, Nurjanah; Diana, Rashda
Jurnal Kawakib Vol 5 No 02 (2024): Studi Keislaman
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kwkib.v5i02.226

Abstract

Muslim scholars are still debating democracy in Islam. Some of them reject democracy because the essence of democracy is the sovereignty of the people. At the same time, siyasah syar'iyyah (Islamic politics) is the sovereignty of Allah with its various provisions. Others argue that some of the substances of democracy are the same as the essence of Islamic politics, which have existed before democracy itself began to be hot in the discussions of political experts today. One form of democracy is the election of leaders. In the history of Islam, the appointment of leaders can be made in several ways, namely through nash (holy books), deliberation of ahlul halli wal 'aqd, wilayah al 'ahd, and coercion. The method of selecting leaders was implemented in the election and appointment of Khulafa ar Rasyidun as Caliph.
NIKAH TAHLIL DAN HUBUNGANNYA DENGAN REKAYASA DALAM SYARI’AT ISLAM Kanggas, Fazari Zul Hasmi; Munawaroh, Hifdhotul
JOURNAL OF INDONESIAN COMPARATIVE OF SYARIAH LAW Vol 6 No 1 (2023): Hukum dan Hukum Islam
Publisher : Journal of Indonesian Comparative of SyariÆah Law

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jicl.v6i1.10174

Abstract

Pernikahan disyariatkan dalam agama Islam, yang memiliki tujuan mulia. Salah satunya adalah memelihara geneasi dan memuliakan Wanita. Oleh karena itu, maka perceraian adalah perkara yang dibendi oleh Syara’. Perceraian dapat dilakukan jika terjadi permasalahan dalam keluarga yang tidak dapat diselesaikan. Namun demikian, terdapat permasalahan ketika terjadi proses rekayasa/hilah. Yaitu, ketika mantan suami mencari laki-laki lain agar menikahi mantan isterinya dengan tujuan agar dia kemudian menceraikannya, dan bekas suami bisa menikahi mantan istrinya. Dalam Islam penikahan ini disebut dengan nikah tahlil. Yaitu pernikahan yang dilakukan demi menghalalkan orang yang telah melakukan talak tiga untuk segera kembali kepada istrinya dalam perkawinan yang baru .Seorang suami tidak dapat menikah lagi dengan mantan istrinya kecuali ia telah menikah dengan laki-laki dan kemudian diceraikan serta masa iddah telah berakhir. Artikel ini membahas tentang bagaimana hubungan antara nikah tahlil dengan Rekayasa/Hilah dalam hukum Islam, serta bagaimana Etika Hukum islam melihat permasalahan tersebut.
Penerapan Media Augmented Reality Untuk Pengenalan Perangkat Komputer Pada Siswa SDN 02 Pagerukir Mulyanto, Dedi; Ade, Ahmad; Hafidz, Muhammad; Munawaroh, Hifdhotul; Ramadanu, Anjas Putra Asnur; Fauzan, Muhammad Ali; Manaanu, Yusuf Al
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2025): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v3i5.1235

Abstract

Kegiatan pengabdian ini membahas mengenai penerapan Teknologi Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran komputer di SDN 02 Pagerukir, Kabupaten Ponorogo, melalui program KKN Tematik 35 UNIDA Gontor. Melalui empat tahap, tahapan identifikasi masalah, perancangan sistem, pengujian, dan evaluasi, AR digunakan untuk menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan interaktif. Dukungan aktif dari guru dan pendidik memperkuat keterlibatan mereka dalam pengembangan kurikulum yang relevan dan memastikan keberhasilan program. Hasilnya menunjukkan peningkatan motivasi siswa dan pemahaman yang lebih baik tentang komponen komputer. Dengan pendekatan inovatif ini, pembelajaran menjadi lebih efektif dan menarik, menciptakan pengalaman belajar yang positif bagi siswa. Pengabdian ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di desa, tetapi juga membuka jalan bagi metode pembelajaran yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Langkah-langkah ini memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan literasi teknologi di kalangan siswa dan mempersiapkan mereka untuk tuntutan masa depan yang semakin digital.
Maslahah and Justice in Islamic Inheritance: A Normative and Jurisprudential Inquiry Munawaroh, Hifdhotul; Akmal, Haerul; Diana, Rashda; Kurniawan, Cecep Soleh
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 24 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v24i2.9990

Abstract

Provisions in the transfer of property from people who died to those who were left behind, by the Fuqaha' are named as al-faraid, and or in Indonesia it is better known as Islamic inheritance law. The concept of justice in the distribution of inheritance is still a topic of discussion among the public. The zahir provisions of the Koranic texts that give men a larger share of inheritance than women and ignore equality pose a complicated problem faced by Muslims in various countries. This is because of the invisible Maslahah that is obtained by each heir. This study aims to analyze the concept of benefit in justice contained in Islamic inheritance law to answer contradictory arguments in determining benefit in the form of justice in Islamic inheritance law. This research is a literature review/research with documentation as a data collection method. Philosophical and normative approaches are being used in analyzing data, especially Islamic legal norms which are sourced from the Koran and Hadith. The results of this study indicate that in the distribution of inheritance, Islam is very concerned and even prioritizes the principles of Maslahah and justice for each heir. There is no assumption that Islamic inheritance law does not apply fairly and leads to discrimination against women, because justice has been proven on the side of benefit in the practice of dividing Islamic inheritance.