Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Evaluasi Beban Kerja Perawat terhadap Kinerja dan Kualitas Pelayanan: Literatur Review Nurul Fajriah Istiqamah; Mujtahidah
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7307

Abstract

Nurse workload is a critical issue in healthcare because it can impact service quality, performance, job satisfaction, and the physical and mental health of healthcare workers. Maintaining service quality requires a balance between the number of healthcare workers, job demands, and a supportive work environment. This literature review aims to review various studies that examine the effect of workload on nurse performance, job satisfaction, and service quality. Furthermore, it also identifies the role of other factors such as emotional intelligence, work motivation, work fatigue, and work environment conditions that can strengthen or weaken these effects. This review analyzed 15 articles from various healthcare institutions in Indonesia and abroad (South Korea, Turkey, Lebanon, Iran, and the United States). The selected articles focused on the topic of workload and its impact on nurse performance and service quality, with publications spanning 2020–2025. The research methods used varied, ranging from quantitative surveys and correlational studies to cross-sectional studies and structural modeling. Data were typically collected using questionnaires and analyzed using regression, path analysis, SEM, and other statistical techniques. Several studies have found that excessive workload can increase stress, fatigue, and burnout, thereby reducing performance and service quality. However, a well-managed workload tailored to capabilities can actually improve job satisfaction and service quality, especially when supported by strong emotional intelligence and motivation. Factors such as limitations in care delivery, job satisfaction, emotional exhaustion, and positive psychological capital also influence how workload impacts service outcomes. A supportive work environment and organizational support also play a crucial role in improving nurse performance. Staff shortages and an unbalanced nurse-to-patient ratio increase the workload and reduce service quality. ABSTRAK Beban kerja perawat menjadi isu penting dalam pelayanan kesehatan karena dapat memengaruhi kualitas layanan, kinerja, kepuasan kerja, serta kesehatan fisik dan mental tenaga kesehatan. Agar mutu pelayanan tetap terjaga, perlu keseimbangan antara jumlah tenaga kesehatan, tuntutan pekerjaan, dan dukungan lingkungan kerja. Literatur ini bertujuan untuk mengulas berbagai studi yang membahas pengaruh beban kerja terhadap kinerja, kepuasan kerja, dan kualitas pelayanan perawat. Selain itu, juga mengidentifikasi peran faktor-faktor lain seperti kecerdasan emosional, motivasi kerja, kelelahan kerja dan kondisi lingkungan kerja yang dapat memperkuat atau melemahkan pengaruh tersebut. Review ini menganalisis 15 artikel dari berbagai institusi layanan kesehatan di Indonesia dan luar negeri (Korea Selatan, Turki, Lebanon, Iran, Amerika Serikat). Artikel yang dipilih berfokus pada topik beban kerja dan dampaknya pada kinerja serta kualitas pelayanan perawat, dengan rentang publikasi 2020-2025. Metode penelitian yang digunakan bervariasi, mulai dari survei kuantitatif, studi korelasional, cross-sectional, hingga pemodelan struktural. Data biasanya dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi, analisis jalur, SEM, dan teknik statistik lainnya. Beberapa penelitian menemukan bahwa beban kerja yang terlalu tinggi dapat meningkatkan stres, kelelahan, dan burnout, sehingga menurunkan kinerja dan kualitas pelayanan. Namun, beban kerja yang diatur dengan baik dan sesuai kemampuan justru dapat meningkatkan kepuasan kerja dan mutu pelayanan, apalagi bila didukung oleh kecerdasan emosional dan motivasi yang baik. Faktor seperti pembatasan dalam pemberian asuhan, kepuasan kerja, kelelahan emosional, dan modal psikologis positif turut memengaruhi bagaimana beban kerja berdampak pada hasil pelayanan. Lingkungan kerja yang mendukung dan adanya dukungan organisasi juga berperan penting dalam meningkatkan kinerja perawat. Kekurangan tenaga dan rasio perawat-pasien yang tidak seimbang menambah beban kerja dan menurunkan mutu layanan.
FENOMENA PEROKOK PEREMPUAN DI KOTA MAKASSAR: STUDI KUALITATIF TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERSEPSI SOSIAL BUDAYA Ismaniar, Nur Inayah; Istiqamah, Nurul Fajriah
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.1, No.3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena perempuan merokok di Makassar menunjukkan dinamika sosial-budaya yang kompleks, terutama karena perilaku tersebut bertentangan dengan stereotipe yang melekat pada perempuan sebagai simbol kehormatan, moralitas, dan kesantunan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana perempuan perokok memaknai perilaku merokok, faktor yang memengaruhi pilihan mereka, serta bagaimana mereka menghadapi stigma dan norma budaya yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada perempuan perokok di beberapa wilayah kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan perempuan untuk merokok dipengaruhi oleh pengalaman personal, pergaulan sosial, tekanan lingkungan, kondisi psikologis, serta akses terhadap informasi kesehatan, sementara stigma masyarakat mendorong sebagian perempuan merokok secara sembunyi-sembunyi. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan kesehatan masyarakat yang lebih sensitif gender dan budaya dalam upaya pencegahan perilaku merokok pada perempuan.
Analysis of Maternal and Child Health Services at the Kampili Community Health Center Istiqamah, Nurul Fajriah; Ismaniar, Nur Inayah
Journal of Scientific Insights Vol. 2 No. 6 (2025): December
Publisher : Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jsi.v2i6.574

Abstract

Maternal and child health issues remain a significant concern in Indonesia, marked by high maternal and infant mortality rates. There is a pressing need to improve the quality of maternal and child health services at the primary healthcare facility level to achieve both national and global health objectives. This study aims to analyze the maternal and child health services provided in the working area of the Kampili Community Health Centre (Puskesmas) in Gowa District. It employs a descriptive qualitative approach and a case study design. The informants included individuals responsible for maternal and child health, midwives, and community members receiving services, all selected purposively. Data were collected through field observations, in-depth interviews, and documentation analysis, with validity tested using triangulation techniques. The study's results indicate that maternal and child health services are operating in accordance with national standard procedures. Skilled midwives, adequate facilities, and funding from the Indonesian Health Insurance (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial-Kesehatan, BPJS Kesehatan) support these services. However, challenges persist, including a limited number of doctors, insufficient auxiliary health center facilities, long waiting times, and an unequal distribution of training opportunities between civil servants and non-civil servants. These findings support Donabedian's theory, which emphasizes the significance of structure and process in the quality of health services. Additionally, they align with previous studies that point to human resource competence and facility adequacy as critical factors in determining service quality. This study aims to provide a foundation for policy-making to enhance maternal and child health services at the primary health facility level.
Edukasi Pemanfaatan Sampah Organik melalui Pembuatan Biopori di Kelurahan Tumampua Kabupaten Pangkep Ismaniar, Nur Inayah; Istiqamah, Nurul Fajriah; Azizah, Andi Nurul; Meliana Handayani; Yadi Jayadilaga
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.567

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah merupakan salah satu isu kesehatan lingkungan yang sering dihadapi masyarakat. Berdasarkan data diperoleh tiga prioritas masalah utama kesehatan, salah satunya yaitu pengelolaan sampah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah organik melalui pembuatan lubang resapan Biopori. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan biopori di lingkungan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah organik serta terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Pelatihan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Berbasis QR Code di Kelurahan Anrong Appaka Rachman, Dian Anggraeni; Istiqamah, Nurul Fajriah; Haeril; Ambas, Jasmin; Wahyudin
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i4.568

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan dan kemandirian masyarakat melalui pemanfaatan teknologi QR Code pada tanaman obat keluarga (TOGA) di Kelurahan Anrong Appaka. Kegiatan terdiri dari sosialisasi pentingnya TOGA, pelatihan pembuatan dan pemasangan QR Code, serta praktik pemanfaatan informasi digital berbasis QR Code. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan identifikasi, serta motivasi masyarakat dalam mengembangkan dan menggunakan TOGA sebagai alternatif kesehatan keluarga. Implementasi QR Code efektif memudahkan akses informasi, memperkuat edukasi kesehatan tradisional, dan mendorong partisipasi lintas generasi. Inovasi ini direkomendasikan untuk direplikasi dalam program edukasi kesehatan berbasis teknologi sederhana di masyarakat lain.