Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analysis of Factors Influencing Learning Difficulties in History in Grade X Students at Nurul Amaliyah Private Senior High School Tanjung Morawa Maibang, Listia; Putri, Nadira Aulia; Ryanto, Ammar Zhafran
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 14, No 1 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i1.12827

Abstract

This study aims to identify the factors that cause the learning difficulties of history class X students at SMA Swasta Nurul Amaliyah Tanjung Morawa, which is motivated by the low interest and achievement of student learning, coupled with the students' assumption that history is a boring subject. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. The results revealed that the obstacles in learning history consist of internal and external factors. Internal factors include lack of motivation to learn, negative views of history subjects, low academic achievement, lack of confidence, and inconsistent learning patterns. Meanwhile, external factors include influences from the family and peer environment, the limited ability of teachers to manage learning, teaching methods that are less varied, limited learning media, and lack of available learning resources. Based on these findings, innovations are needed in the history learning process, such as the utilization of interactive learning media, contextual approaches, and increased active student participation to create more interesting and effective learning.
Optimalisasi Pariwisata Budaya Pesisir Melalui Pendampingan Digitalisasi Warisan Budaya Non-Bendawi Dikalangan Pelajar Kota Tanjung Balai Nasution, Abd. Haris; Diansyah, Arfan; Sinaga, Rosmaida; Ryanto, Ammar Zhafran
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat dan Desa Volume 3, Nomor 1, Juli 2025
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/passa.v3i1.2075

Abstract

Kegiatan PKM ini dilatar belakangi belum optimalnya geliat wisata budaya pesisir di kota Tanjung Balai. Akar penyebab masalah pariwisata tersebut antara lain : 1) Sulitnya melakukan penulisan/transkripsi hasil budaya non-bendawi dikarenakan keterbatasan kompetensi mitra dalam hal penelitian budaya; 2) Minimnya kompetensi publikasi digital; 3) Minimnya kompetensi dalam melakukan inventarisasi digital produk budaya non-bendawi. Sejalan dengan identifikasi masalah diatas, tujuan PKM ini ialah untuk meningkatkan kompetensi mitra dalam melakukan penulisan produk budaya non bendawi, meningkatkan kompetensi mitra dalam publikasi digital dan inventarisasi produk-produk budaya non bendawi tersebut. Metode yang digunakan dalam PKM ini antara lain pelatihan meneliti hasil budaya, pelatihan transkripsi dan digitalisasi hasil budaya non-bendawi dan pelatihan inventaris hasil budaya non-benda dengan menggunakan website database. Kegiatan PKM ini menghasilkan produk aplikasi database pariwisata hasil budaya benda dan non bendawi Kota Tanjung Balai yang dapat digunakan untuk mengotimalkan aktifiktas pariwisata sejarah-budaya di Tanjung Balai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini turut meningkatkan kompetensi dan motivasi mitra untuk dapat aktif dan produktif dalam menggiatkan program pariwisata sejarah di Tanjung Balai.
Heroism Values in Indonesian History Textbooks Indonesian History Grade XI Curriculum 2013 Ryanto, Ammar Zhafran; Bahri, Samsul
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 12, No 2 (2024): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v12i2.10323

Abstract

Indonesia has experienced colonialism from Europeans and Japanese occupation. Europeans initially sought spices in eastern Indonesia. Over time, Europeans wanted to control these goods which then tried to control the territory of Indonesia which was famous for its natural wealth. Kingdoms/sultanates that previously controlled parts of Indonesia began to experience unrest. Then came the heroic attitude, an attitude that fought for the rights and territories it controlled without interference from other parties. In the field of education, the concept of heroism is instilled through material in school textbooks. Through this research, the author analyzes the compulsory textbook of Indonesian History grade XI based on the 2013 curriculum. This book consists of seven chapters and the author analyzes the value of heroism in several chapters of this book. The purpose of this research is to analyze the values of heroism in the textbook. This research uses a qualitative approach with a discourse analysis method, with history textbooks as the subject. Based on the analysis, it is found that some passages contain the value of heroism. The author can conclude that the Indonesian history textbook grade 11 in 2013 contains the value of heroism.
Makna Kesulitan Guru Sejarah Dalam Merancang Asesmen Autentik pada Modul Ajar Kurikulum Merdeka: Perspektif Fenomenologi Sinurat, Gabriel Joey Febriand; Tarigan, Gema Persada; Lubis, Rifka Ariani; Rumahorbo, Ruth Debora; Lumbangaol, Tatiah Anisah; Pakpahan, Pretty; Wisabla, Nelman; Silitonga, Eben Ezer; Ryanto, Ammar Zhafran
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7585

Abstract

Perubahan paradigma evaluasi pada Kurikulum Merdeka menempatkan asesmen autentik sebagai komponen inti dalam pembelajaran sejarah, sehingga guru dituntut mampu merancang instrumen yang menilai proses berpikir historis peserta didik secara komprehensif. Artikel ini berupaya menelaah makna kesulitan yang dialami guru sejarah dalam merancang asesmen autentik pada modul ajar melalui pendekatan fenomenologis. Kajian konseptual dilakukan dengan menelaah literatur mengenai kurikulum, pedagogi sejarah, asesmen autentik, serta perspektif fenomenologi untuk mengungkap dinamika subjektif yang dialami guru dalam proses penyusunan penilaian. Analisis menunjukkan bahwa kesulitan guru tidak hanya muncul dari aspek teknis penyusunan instrumen, tetapi juga bersumber dari tekanan profesional, ketidakpastian konsep, dan keterbatasan pendampingan teknis dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Temuan tersebut menegaskan perlunya penguatan kapasitas guru melalui pelatihan aplikatif, kolaborasi profesional, serta dukungan perangkat asesmen yang praktis agar asesmen autentik dapat diterapkan secara konsisten dan bermakna dalam pembelajaran sejarah. 
Strategi Pemecahan Permasalahan Guru Dalam Penyusunan Modul Ajar pada Implementasi Kurikulum Merdeka Limbong, Immanuel Steven; Sitepu, Maria Maharani Br; Manurung, Nadia Katerina; Khalizah, Nazwa; Piliang, Putri Hasanah; Panjaitan, Ridho Affandi; Sibarani, Tesa Romanti; Aulia, Thoriq; Raunaq, Ulya Salisa; Ryanto, Ammar Zhafran
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemecahan permasalahan yang dihadapi guru dalam menyusun modul ajar pada implementasi Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru SMA yang telah melaksanakan Kurikulum Merdeka dan memiliki pengalaman langsung dalam penyusunan perangkat ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan pemahaman terhadap konsep dan struktur modul ajar, manajemen waktu yang kurang efektif, kesulitan dalam menyesuaikan materi dengan konteks lokal, serta ketidaksesuaian antara jadwal asesmen dan penyampaian materi. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi dapat membantu mempercepat proses penyusunan modul, meskipun belum sepenuhnya optimal akibat minimnya pelatihan dan pendampingan. Penelitian ini menemukan beberapa solusi strategis, yaitu perlunya pelatihan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, penguatan kolaborasi antar guru dalam perencanaan pembelajaran, penyusunan modul berbasis analisis kebutuhan peserta didik, optimalisasi pemanfaatan sumber belajar lokal, dan perencanaan asesmen yang lebih fleksibel. Selain itu, dukungan institusional berupa pendampingan intensif terbukti menjadi faktor penting untuk meningkatkan kemandirian guru dalam menyusun modul ajar yang berkualitas. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas implementasi Kurikulum Merdeka melalui penguatan kapasitas guru dalam merancang perangkat pembelajaran
Hotels in Medan During the Colonial Era Tarigan, Yinka Ronatama; Sari, Mia Maya; Jannah, Raudotul; Ryanto, Ammar Zhafran
HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah Vol 14, No 2 (2026): HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah (Issu in Progress)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/hj.v14i2.13306

Abstract

This study aims to examine the role of hotels in Medan during the colonial period, not only as places of accommodation but also as centers of social and cultural activities. The research uses a qualitative method with a content analysis approach, intended to draw conclusions based on historical data while considering the socio-cultural context of the time. The findings reveal that colonial-era hotels in Medan played a significant role in social life, serving as venues for gatherings, parties, and events attended by various elite groups such as colonial officials, entrepreneurs, and community leaders. Although many of these hotels no longer exist, their architectural and historical legacy continues to influence the development of the hospitality industry in Medan today.