Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

General Election as a Means of Creating a Clean, Good and Authorized Government Wardana, Surya Kusuma
Law Research Review Quarterly Vol 5 No 2 (2019): L. Research Rev. Q. (May 2019) "Contemporary Issues in Crime and Countermeasures"
Publisher : Faculty of Law Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/snh.v4i03.27098

Abstract

General Election is a means to make it happen sovereignty of the people in the government of the Republic of Indonesia, which is based on Pencasila, as mandated in the 1945 Constitution of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Therefore, general elections need to be held in a higher quality with the widest possible participation of the community / people and be carried out based on direct principles. public, free, confidential, honest, and fair. The general election to elect members of a representative institution must be able to guarantee the principles of representation, accountability, and legitimacy. Meanwhile, the general elections for the President and Vice President are held in a democratic and civilized manner with the widest possible participation of the people which are carried out based on direct, general, free, confidential, honest, and fair principles. the president and the general election law for members of DPR, DPD, DPRD (Province / City / Regency), such as the principles of representation, accountability, and legitimacy as well as the principles of honesty and fairness, all of which are intended to be able to realize a clean, good, and authoritative government.
Nyongkolan Tradition of The Sukarara Indigenous People of Lombok Middle In A Comparative Approach To Legal Anthropology Surya Kusuma Wardana; Suparno Suparno; Emy Handayani
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 3 No. 1 (2023): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.885 KB) | DOI: 10.59188/eduvest.v3i1.731

Abstract

The Nyongkolan tradition of the Sukarara Central Lombok community can last a long time as a crystallization of noble habits in the implementation of the Nyongkolan tradition which is accepted as a custom of the Sukarara Central Lombok community and its imp lementation is supported by legal protection in comparative studies of legal anthropology in accommodating the preservation of the Nyongkolan tradition from extinction, a tradition which is the guardian of the Nyongkolan tradition preservation. The Nyongkolan tradition in the study of a comparative approach is to compare one regulation with the reality that occurs in the Sukarara Central Lombok community through the Marriage Law no. 1 / 1974, so that nyongkolan marriage or traditions as traditions related to the authority in determining custom system of Sukarara village, Jongat district, Central Lombok. The theory used by the researcher in this study is the theory of Cultural Relativism which views local wisdom as a tradition, addressing the reality of plurality and religion through understanding the traditions and culture of the community in maintaining traditions in the local wisdom of the indigenous Sukarara Central Lombok community. The suggestion used in this study, the government of West Nusa Tenggara Province should synergize with the reality that occurs in the indigenous Sukarara Central Lombok community while maintaining local wisdom of the local indigenous people
HELP DESK DAN SOSIALISASI PERCEPATAN STATUS BADAN HUKUM PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDESA) SE-KECAMATAN GUBUG KABUPATEN GROBOGAN Farida, Any; Wardana, Surya Kusuma; Ekaningsih, Lailasari; Ahmad, Ridho Sa’adillah; Esdarwati, Susila
Journal of Community Service Vol 6 No 1 (2024): JCS, June 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v6i1.272

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) adalah lembaga milik desa dengan fungsi penting untuk menunjang kemajuan desa sebagai salah satu sumber pendapatan asli desa dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat desa. Sebagai lembaga ekonomi dalam menjalankan usahanya menjadi sangat penting untuk memiliki status badan hukum, sehingga dengan leluasa untuk mengelola dan menjalin kemitraan dengan lembaga ekonomi dan keuangan yang lain. Oleh karenanya, percepatan status Badan Hukum ini harus segera dilaksanakan. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan sosialisasi (ceramah dan dialog interaktif) juga help desk (konseling) terhadap pengurus BUMDesa. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa peningkatan status dokumen pengajuan statu badan hukum menjadi terverifikasi dan bagi BUMDesa yang belum mengajukan segera mengajukan secara virtual.
The Investigation Process of Drug-Related Crimes Based on the Criminal Procedure Code (Kuhap) Within the Jurisdiction of the Salatiga Police Resort Nirmala Permatasari; Ridho Sa’dillah Ahmad; Lailasari Ekaningsih; Surya Kusuma Wardana; Any Farida
JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL Vol. 1 No. 4 (2022): Desember: JURNAL HUKUM, POLITIK DAN ILMU SOSIAL
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jhpis.v1i4.4691

Abstract

This study aims to understand the process of investigating drug-related criminal offenses based on the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP) within the jurisdiction of the Salatiga Police Department. It also seeks to identify the obstacles faced in conducting the investigation of drug crimes based on KUHAP in the Salatiga Police jurisdiction and explore the solutions to these challenges. The research employs both normative juridical and sociological juridical methods, with a descriptive-analytical specification. The population and sampling method includes all objects, phenomena, events, or units that will be studied. Data collection techniques include library research and interviews, and data analysis is qualitative in nature. The steps in investigating drug-related crimes within the jurisdiction of the Salatiga Police Department are fundamentally similar to the investigation of other general criminal offenses, in accordance with KUHAP. The steps taken include: raids and arrests, searches, seizures, securing evidence, securing the crime scene, crime scene processing, evaluation, proof, and case development. Obstacles faced by law enforcement officers in investigating and resolving drug-related crimes in the Salatiga Police jurisdiction include: suspects failing to provide clear statements, witness testimonies that do not support the investigation, and incomplete evidence. Efforts to overcome these obstacles in drug crime investigations include: ensuring suspects provide clear and honest statements about the sequence of events and the drug crime objects involved, which can serve as evidence to uncover the crime; witnesses must cooperate with investigators by providing honest and complete testimonies to facilitate the investigation; investigators should work to find and gather at least two pieces of evidence in uncovering drug-related crimes; and fostering community involvement to assist in revealing drug crimes within the Salatiga Police jurisdiction.
Upaya mediasi dalam penyelesaian sengketa tanah di Desa Bedono Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang Fata, Khoerul; Wardana, Surya Kusuma; Farida, Any
Cessie : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 4 No. 2 (2025): Cessie: Jurnal Ilmiah Hukum
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/cessie.v4i2.1706

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi upaya mediasi pada proses penyelesaian konflik pertanahan di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, serta mengkaji kesesuaiannya dengan landasan hukum dan teori mediasi. Penelitian menerapkan pendekatan yuridis empiris menggunakan studi pustaka dan wawancara dengan Kepala Desa Bedono sebagai mediator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak 2022 terdapat dua kasus sengketa tanah di Dusun Wawar Kidul dan Wawar Lor yang berhasil diselesaikan dengan mediasi. Proses mediasi diterapkan dengan tahapan memperhatikan pernyataan pihak-pihak terkait, menganalisis permasalahan, merumuskan kesimpulan, dan mencapai kesepakatan bersama. Upaya mediasi ini sejalan dengan prinsip mediasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa serta Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016, khususnya prinsip netralitas, sukarela, dan win-win solution. Penelitian ini menyatakan mediasi dapat berfungsi sebagai alternatif utama penyelesaian sengketa tanah di tingkat desa karena lebih cepat, murah, dan menjaga keharmonisan sosial dibanding jalur litigasi.
Perbandingan Hukum Pidana Pelanggaran Hak Cipta di Berbagai Negara: Pelajaran untuk Indonesia Wardana, Surya Kusuma; Ekaningsih, Lailasari
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i1.3288

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi perbandingan hukum pidana pelanggaran hak cipta di beberapa negara, dengan tujuan untuk mengeksplorasi pelajaran yang dapat diambil untuk Indonesia. Pelanggaran hak cipta menjadi isu global yang semakin kompleks dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kepustakaan untuk menganalisis kerangka hukum yang berlaku di negara-negara terpilih, termasuk Uni Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara Asia. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membandingkan pendekatan hukum pidana dalam menangani pelanggaran hak cipta antara berbagai negara dan mengeksplorasi dampak implementasinya terhadap penegakan hukum di Indonesia. Metode studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi data dari berbagai sumber literatur, termasuk peraturan hukum, studi kasus, dan tinjauan akademis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam pendekatan hukum pidana terhadap pelanggaran hak cipta antara negara-negara yang diteliti. Uni Eropa, misalnya, menerapkan kerangka hukum yang ketat dengan fokus pada perlindungan hak kekayaan intelektual, sementara di Amerika Serikat, pendekatan lebih berorientasi pada sanksi pidana yang tegas terhadap pelanggaran hak cipta. Di Asia, berbagai negara memiliki pendekatan yang bervariasi, terpengaruh oleh konteks budaya dan ekonomi regional.
PENERAPAN HAK ASASI MANUSIA INTERNASIONAL DAN IMPLIKASINYA PADA HUKUM NASIONAL INDONESIA Surya Kusuma Wardana
JPeHI (Jurnal Penelitian Hukum Indonesia) Vol 1, No 01 (2020): Jurnal Penelitian Hukum Indonesia (JPeHI)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jpehi.v1i01.210

Abstract

Hak asasi manusia Internasional membawa perubahan terhadap doktrin non intervention untuk melaksanakan HAM di suatu negara. Dalam ius cogen doctrin indirect enforcement sudah berganti menjadi doktrin direct enforcement untuk memaksakan penghormatan Hak Asasi Manusia disuatu negara pelanggar Hak Asasi Manusia berat, oleh karena itu tertib hukum internasional merupakan suatu transformasi dari nilai global Hak Asasi Manusia yang mempengaruhi kedaulatan suatu negara. Penerapan Hak Asasi Manusia Internasional memunculkan penegasan adanya Universal Jurisdiksion, khususnya dalam rangka menuntut tanggung jawab dari pelaku pelanggar Hak Asasi Manusia untuk melakukan proteksi terhadap Hak Asasi Manusia di Indonesia, hukum Indonesia selayaknya menjadi hukum progresif baik struktur, substansi dan kultur hukum yang berbasis pada pembangunan legal science untuk mampu menyerap nilai global Hak Asasi Manusia yang memanusiakan manusiaKata kunci: HAM, Internasional, Implikasi, Hukum Nasional
REKONSTRUKSI PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 57 TAHUN 2021 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN NASIONAL Surya Kusuma Wardana
JPeHI (Jurnal Penelitian Hukum Indonesia) Vol 2, No 01 (2021): Jurnal Penelitian Hukum Indonesia (JPeHI)
Publisher : Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61689/jpehi.v3i1.226

Abstract

Segala aspek kehidupan dalam berbangsa harus sesuai dengan sistem hukum nasional, dalam teori perundang-undangan dikenal dengan adanya heirarki perundang-undangan, teori tersebut mengajarkan bahwa aturan yang berada dibawah merupakan pelaksanaan atas aturan yang ada diatasnya, serta tidak boleh terjadinya pertentangan dengan aturan yang berada diatas. Ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional tidak mengamanatkan secara jelas untuk Pancasila dan bahasa Indonesia sebagai kurikulum pendidikan wajib, padahal peraturan pemerintah tersebut merupakan turunan dari undang-undang tentang sistem Pendidikan nasional dan undang-undang perguruan tinggi. Fokus permasalahan yang dikaji yaitu alasan diperlukannya rekonstruksi hukum serta bagaimana bentuk rekonstruksi hukum pada Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Pendidikan Nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan mengunakan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Alasan yang mendasari diperlukannya rekonstruksi adalah adanya ketidak selarasan peraturan perundang-undangan serta adanya kebiasan pasal sehingga dapat menyebabkan multi tafsir. Bentuk rekonstruksi hukum yang diharapkan yaitu pada Pasal 40 ayat (2) dan ayat (3) dengan menambahkan mata pelajaran atau mata kuliah Pancasila dan Bahasa Indonesia sebagai kurikulum wajib