Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Manajemen Komunikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam Penanggulangan Bencana Banjir di Kabupaten Tolitoli Wulan, Sri Nawang; Herawati, Andi Febri; Alfiyaty, Rizqy
Social Humanity: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): October
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j.sochum.v8i2.1905

Abstract

This study aims to find out how BPBD Tolitoli Regency's communication management. In addition, in handling disasters using qualitative descriptive methods with the theory of Puji Lestari in Susanto et al. and collecting data through observation, personal interviews and structured, and documented. This study used a purposive sampling method by taking four informants. The results of this study indicate that the Tolitoli Regency Regional Disaster Management Agency carried out the stages in accordance with the Law of the Republic of Indonesia number 24 of 2007 concerning disaster management. In the communication management plan, they carry out pre-disaster and post-disaster stages. They themselves have their own organizing and duties in disaster management. Then from disaster management planning and evaluation they always coordinate cooperation with relevant stakeholders. Self-evaluation in the event of a disaster they make into an action plan report that is the gradual development of the area of the disaster incident. For the inhibiting factors we saw that BPPD has problems related to difficult communication networks for remote areas and budgets for disaster management as well as a lack of infrastructure which is an obstacle to BPBD activities in flood disaster management.
Manajemen Krisis dalam Penanganan Pemberitaan Negatif Oknum Anggota oleh Humas Polda Sulawesi Tengah Alfiyaty, Rizqy; Suriady, Israwaty; Maulana, Anugrah Cahya
Jurnal Komunikasi dan Organisasi (J-KO) Vol. 1 No. 2 (2019): Agustus
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Unismuh Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jko.v1i2.5245

Abstract

Maraknya pemberitaan negatif oknum anggota Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) membutuhkan penanganan serius guna menjaga citra lembaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen krisis yang dilakukan oleh Humas Polda Sulteng dalam menangani pemberitaan negatif oknum anggota. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus dengan empat (4) informan menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan serta pengujian kesimpulan setelah melewati proses pengambilan data berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Humas Polda Sulteng menggunakan 6 (enam) langkah yaitu: 1. Identifikasi krisis dengan menurunkan Propam untuk melakukan investigasi dan mengklarifikasikan kepada satuan-satuan kerja Humas Polda Sulteng, 2. Pembentukan Tim Kehumasan Krisis (TKK) yang terdiri dari gabungan profesi dan pengamanan (Propam), Humas, Satuan Reserse Narkoba, dan Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas), 3. Analisa Krisis dilakukan dengan mengidentifikasi masalah, mencari solusi langkah pemecahan masalah, dan terbuka dalam pemberitaan, 4. Penyusunan Alternatif Tindakan dilakukan Humas melalui klarifikasi, memberikan hak jawab, dan menyampaikan langkah yang telah diambil, kemudian melakukan pemberitaan kontra dengan menonjolkan prestasi dan tugas Polda Sulteng kepada media, 5. Implementasi kegiatan-kegiatan Polda Sulteng dengan melakukan konferensi pers, jumpa pers, news release dan kliping. Untuk publikasikan setiap kegiatan di kepolisian dengan mengunakan media sosial (Instagram, Twitter, Youtube, Facebook) dan publikasi internal Polda Sulteng yaitu Majalah Tribata News dan Majalah Simpotove, 6. Evaluasi yang dilakukan terkait kegiatan Kehumasan yang lebih terbuka dan manajemen media membuahkan hasil yaitu pemberitaan yang lebih seimbang utamanya dalam pemberitaan soal keputusan atau tindakan yang mereka ambil terhadap anggotanya. The rise of negative reports from members of the Central Sulawesi Police (Central Sulawesi) requires serious handling in order to maintain the image of the institution. This study aims to determine the crisis management carried out by the Public Relations of the Central Sulawesi Police in dealing with negative news by individual members. This type of research is qualitative with the type of case study research with four (4) informants using purposive sampling. Data analysis used is data reduction, data presentation, and drawing and testing conclusions after going through the data collection process in the form of observation, in-depth interviews and documentation. The results showed that the Public Relations of the Central Sulawesi Police used 6 (six) steps, namely: 1. Identification of the crisis by lowering Propam to carry out investigations and clarify to Central Sulawesi Police Public Relations work units, 2. Formation of a Crisis Public Relations Team (TKK) consisting of a combination of professions. and security (Propam), Public Relations, Drug Research Unit, and Community Development Unit (Binmas), 3. Crisis analysis is carried out by identifying problems, looking for solutions to problem solving steps, and being open in reporting, 4. Preparation of alternative actions carried out by Public Relations through clarification, give the right of reply, and convey the steps that have been taken, then carry out counter reporting by highlighting the achievements and duties of the Central Sulawesi Regional Police to the media, 5. Implementing Central Sulawesi Regional Police activities by holding press conferences, press conferences, news releases and clippings. To publish every activity in the police by using social media (Instagram, Twitter, Youtube, Facebook) and internal publications of the Central Sulawesi Police, namely Tribata News Magazine and Simpotove Magazine, 6. Evaluations carried out related to more open public relations activities and media management yielded results, namely reporting which is more balanced, especially in reporting about the decisions or actions they take against their members.
Mempersuasi Dan Menumbuhkan Motivasi Siswa Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Tingkat Perguruan Tinggi Alfiyaty, Rizqy; Adrian, Donal; Fadhliah, Fadhliah; Yusaputra, Muhammad Isa; Mahardika, I Putu Agus Eka Jaya; Asiyah, Rihadatul; Samsiar, Samsiar; Rahma, Syafina Aulia
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1931

Abstract

Every Indonesian citizen has the right to receive education up to university level. The right to receive education is one of the human rights stated in CHAPTER XIII on Education and Culture in the 1945 Constitution after the amendment, namely Article 28 paragraph (1) which states "everyone has the right to develop themselves through the fulfillment of their basic needs, has the right to receive education and obtain benefits from science and technology, art and culture, in order to improve their quality of life and for the welfare of humanity". Education is a conscious and planned effort to create a learning atmosphere and learning process so that students actively develop their potential to have spiritual religious strength, self-control, personality, intelligence, noble morals, and the skills needed by themselves, society, nation and state (Law No. 20 of 2003). Based on the reality, many students in grade XII of high school or equivalent are found to no longer continue their education in college for economic reasons, family support factors, and others. In fact, the main goal in continuing education to college level is to be able to improve the quality of human resources, change life for the better, be useful for anyone and be able to get a job to meet their life needs. In this service, the author focuses on students of SMA Negeri 7 Palu to be able to persuade and motivate them to have the enthusiasm to continue their education to undergraduate level.
Tingkat Kemampuan Komunikasi Orang Tua Dalam Memberikan Pendidikan Seks Pada Remaja (Studi Perbandingan pada SMAN 2 Sigi dan SMAN 1 Palu) Wulandari, Dwi Rohma; Suriady, Israwati; Alfiyaty, Rizqy; Jafar, Mohamad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8342

Abstract

Keterbukaan antara orang tua dan anak tentang seks sangat penting, dapat mencegah anak mencari dan mendapatkan informasi terkait seks dari orang lain ataupun melalui media online secara bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu tingkat kemampuan komunikasi orangtua kepada remaja terkait Pendidikan Seks. Metode penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan survei. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebar pada 250 remaja yang terdiri dari 125 remaja yang bersekolah di SMAN 2 Sigi dan 125 remaja yang bersekolah di SMAN 1 Palu. Data yang terkumpul lalu diolah menggunakan SPSS, kemudian diinterpretasikan secara naratif. (analitik deskriptif). Adapun hasil pada penelitian ini yaitu : (a) Orang tua remaja yang bersekolah di SMA 2 Sigi dan SMA 1 Palu tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Mereka menunjukkan bahwa sebagai pembicara atau komunikator, orang tua sudah memiliki pengetahuan terkait aspek apa dan bagaimana berkomunikasi dengan anaknya. Selain itu memiliki pengetahuan yang baik tentang seksual dan penyampaian yang mudah dimengerti serta perilaku yang sesuai ketika berbicara. Hanya saja terdapat rentang perbedaan dalam dimensi motivasi yang cukup jauh. Orang tua remaja SMAN 1 Kota Palu masih perlu meningkatkan motivasi atau dorongan dalam dirinya untuk memberikan pendidikan seks pada remaja. Orang tua masih memiliki motivasi yang cenderung negatif yang berakhir pada ketidakmampuan terbuka kepada anak untuk berbicara terkait Pendidikan seks. Terakhir, tingkat keterampilan orang tua di Sigi masih rendah dibandingkan Palu, terlihat dari besarnya jawaban frekuensi remaja menjawab tidak setuju terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.
PENGUATAN PERAN KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MEMPERTAHANKAN BAHASA KAILI DI KALANGAN IBU-IBU PADA DESA NUPABOMBA KABUPATEN DONGGALA Ilyas; Alfiyaty, Rizqy; Ramah, Muchri
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 06 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena tergerusnya atau kemunduran penggunaan bahasa daerah di kalangan anak muda perlu menjadi perhatian semua pihak, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama dan terdekat dari anak. Artikel ini membahas pentingnya penguatan peran komunikasi keluarga dalam pelestarian bahasa daerah. Terdapat permasalahan umum dalam pelestarian bahasa daerah, seperti pengaruh media sosial, akulturasi budaya dan bahasa baik dalam pernikahan maupun sosialisasi di lingkungan masyarakat serta invasi bahasa asing melalui tayangan, tren terkini dan lainnya. Oleh karena itu, sosialisasi terkait peran komunikasi keluarga kepada kalangan Ibu-Ibu sebagai madrasah pertama anak-anak dianggap penting dilakukan. Pemahaman pentingnya menurunkan Bahasa Kaili kepada anak-anak dalam keseharian meskipun respon positif belum diperoleh dari anak-anak, tidak menjadi halangan untuk terus diupayakan. Mengingat potensi punahnya bahasa daerah semakin besar dari tahun ke tahun. Kesimpulannya, partisipasi aktif orang tua dalam mengajarkan Bahasa Kaili guna mempertahankan eksistensi bahasa daerah.
THE INFLUENCE OF ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) ON INTEREST IN VISITING TOURISM POSTS ON @SOALPALU ACCOUNTS FOR TADULAKO UNIVERSITY STUDENTS Aditya Sumanegara; Rizqy Alfiyaty; Dwi Rohma Wulandari
Tadulako Social Science and Humaniora Journal Vol. 2 No. 2 (2022): Tadulako Social Science and Humaniora Journal
Publisher : LPPM Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/sochum.v2i2.17380

Abstract

This study aimed to determine the effect of intensity, valance of opinion, and content in E-WOM on student visiting interest in tourism posts on @soalpalu accounts. The sampling technique used quota sampling technique using the Slovin formula, a sample of 100 respondents was used. The analysis tool uses multiple linear regression, using the classical assumption, F, and t-test tests. Based on the results of the classical assumption test, the data is normally distributed, the F test shows that simultaneously the independent variable (x) affects the dependent variable, and the t-test shows that all variables (x) partially affect the interest in visiting (y). The results of this study are: 1) Intensity variable has a positive and significant effect on visiting interest in @soalpalu account tourism posts with a significance value of 0.00 <0.05. this shows that the intensity of @soalpalu is high among students so it has a positive influence on visiting interest. 2) The valance of the opinion variable has a positive and significant effect on visiting interest in @soalpalu account tourism posts with a significance value of 0.009 <0.05. This shows that positive opinions and good recommendations are obtained by students so that they have a positive effect on visiting interest. 3) The content variable has a positive and significant effect on visiting interest in @soalpalu account tourism posts with a significance value of 0.00 <0.05. This result shows that the content @soalpalu contains information that clearly describes the condition of interesting tourist objects, which affects students' interest in visiting. 4) simultaneously intensity, valance of opinion, and content in E-WOM affect the interest in visiting tourism posts on the @soalpalu account with a significance value of 0.000> 0.05.