Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

AN ANALYSIS OPTIMIZATION OF PASTRY PRODUCT PRODUCTION Ailsa Azalia; Tanto Pratondo Utomo; Tirza Hanum
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v1i1.2653

Abstract

Pastry industry in Bandar Lampung are well developed and like other industry they have goal to achieve many profit with minimal cost. This research aim to analyze the production process which already applied and give advice on improvements to the production process of pastry products to get the maximum profit. All data were analyzed by LINDO (Linear Interactive Discrete Optimizer) progam. The results of this research on optimal conditions obtained the maximum profit was Rp. 88.237.000,00 per month. The resources with an overload status which have not beenmaximum utilized were raw materials, production employes working hours, dough sheeter machine working hours and oven machine working hours. The mixer machine working hours was the only one resource which had limited use to working.
DETERMINATION OF CLEAN PRODUCTION STRATEGY IN GINGER ESSENTIAL OIL AGROINDUSTRY CV.XY LAMPUNG Ailsa Azalia; Tanto Pratondo Utomo; Sri Hidayati
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v2i1.2929

Abstract

Agroindustri minyak atsiri merupakan salah satu agroindustri penyumbang devisa bagi perekonomian Indonesia. Dalam satu kali proses produksi minyak atsiri di CV. XY menghasil limbah berupa hidrosol sebesar 1,5 L dan ampas sebesar 140,37 Kg. Tujuan penelitian ini adalah menciptakan CV. XY sebagai greenindustry melakui penerapan produksi bersih. Penelitian dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan metode Quick Scan dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan opsi srategi penerapan produksi yang utama pada kriteria bahan dengan bobot 0,607 dengan alternatif menjaga kualitas bahan baku memiliki bobot sebesar 0,652. Opsi penerapan produksi yang kedua yaitu pada tenaga kerja dengan bobot 0,139 dan alternatif menyusun SOP yang aman bagi pekerja memiliki bobot 0,650. Hidrosol dan ampas jahe yang dihasilkan masih mengandung senyawa organik yang dapat dimanfaatkan sebagai produk sampingan yang bernilai tambah tinggi.
Analisis Usaha Tani Tanaman Jagung Manis Berbasis Biosaka Azalia, Ailsa; Putrantri, Desty Aulia; Zulfahmi, Reza
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal JTPG (November)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v8i2.1255

Abstract

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang berpengaruh besar dalam perkembangan perekonomian Indonesia sebagai sumber devisa negara yang kebutuhannya terus meningkat seiring perkembangan teknologi inovasi produk pangan. Kendala utama yang dihadapi petani jagung manis saat ini ialah kesulitan dalam memperoleh pupuk terutama pupuk bersubsidi sehingga petani diharuskan membeli pupuk non subsidi yang harganya lebih mahal. Hal ini disebakan karena pemerintah mengeluarkan kebijakan baru dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Pada pertengahan tahun 2022, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah melakukan pembaharuan kebijakan alokasi pupuk bersubsidi. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penerapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Biosaka merupakan salah satu alternatif bagi petani untuk menekan biaya produksi serta meningkatkan keuntungan budidaya tanaman jagung. Terlimpahnya bahan baku pembuatan biosaka sangat berpotensi untuk dikembangkan aplikasi biosaka untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia sintetik dalam mendukung kemandirian pangan. Pada penelitian ini dilakukan uji efesiensi usaha tani tanaman jagung manis menggunakan biosaka sebagai pupuk alami yang mampu menurunkan penggunaan pupuk sintetis dengan tujuan untuk menurunkan biaya produksi. Penelitian ini membandingkan efesiensi produksi biaya produksi tanaman jagung manis dengan biosaka dan tanpa biosaka. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan biosaka sebagai elisitor lebih unggul. Hal ini terbukti bahwa dari segi penekanan biaya produksi lebih murah dibandingkan menggunakan NPK 300. Nilai efisiensi usaha tani pada budidaya tanaman jagung manis menggunakan biosaka dan NPK 150 lebih besar yaitu sebesar 2,37 sedangkan nilai efesiensi menggunakan NPK 300 sebesar 2,16.
PENERAPAN DIGITAL MARKETING MELALUI MARKETPLACE SHOPEEFOOD DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN KEDAI KOPI (STUDI KASUS DIWA REUNION LAMPUNG) Monica, Helda; Agasi, Taufik Nugraha; Azalia, Ailsa; Fahrulsyah, Fahrulsyah
Jurnal Pengembangan Agroindustri Terapan Vol 3 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jupiter.v3i1.3356

Abstract

Diwa Reunion merupakan salah satu kedai yang bergerak pada pengolahan minuman kopi yang berlokasi di provinsi. Proses pembelian menu minuman dan makanan pada Diwa Reunion dapat dilakukan secara offline maupun online. Meskipun sudah melakukan pemasaran secara online namun belum memberikan dampak peningkatan penjualan pada Diwa Reunion. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengembangkan sistem digital marketing pada diwa reunion melalui marketplace shopeefood serta menganalisis penerapan digital marketing pada penjualan produk di diwa reunion. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif kualitatif dalam perancangan strategi peningkatan penjualan Diwa Reunion. Membantu dalam merancang strategi yang lebih efektif dan efisien serta tepat sasaran untuk meningkatkan penjualan pada kedai kopi Diwa Reunion. Hasil pada penelitian ini yaitu pada penerapan shopeefood pada kedai kopi Diwa Reunion menghasilkan peningkatan pendapatan sebesar 7%. Peningkatan pendapatan ini terjadi selama periode bulan Juni hingga bulan September 2023, pendapatan tertinggi terdapat pada bulan September dengan total pendapatan sebesar Rp. 35.153.000. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi digital marketing yang dikembangkan oleh Penulis berhasil meningkatkan penjualan pada kedai kopi Diwa Reunion.Top of Form
Penerapan Pertanian Berkelanjutan Melalui Aplikasi Biosaka Untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Sayuran Di Gapoktan Lestari Makmur Kabupaten Tulang Bawang Barat Aulia Putrantri, Desty; Hidayat, Hilman; Purnama Sari, Hevia; Azalia, Ailsa
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 1 No 2 (2024): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v1i2.3945

Abstract

Usaha pertanian di Indonesia umumnya masih mengandalkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Penggunaan pupuk kimia diyakini dapat memicu pertumbuhan tanaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Oleh sebab itu petani akan mengupayakan agar tanaman mereka dipupuk menggunakan pupuk kimia. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia dalam jangka panjang dapat menyebabkan degradasi fisik pada struktur tanah serta pencemaran lingkungan. Hal ini yang terjadi pada sistem budidaya pertanian masyarakat Tiyuh Candra Kencana, Kec. Tulang Bawang Tengah, Kab. Tulang Bawang Barat. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan kegiatan ini dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan penerapan teknologi terbarukan dari biosaka. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman masyarakat terhadap biosaka ; mengurangi biaya produksi melalui pengurangan penggunaan pupuk dan pestisida kimia; menjaga kelestarian, kesuburan, dan ekosistem dilahan pertanian secara berkelanjutan; serta menciptakan produk pertanian yang aman dan tidak mengandung residu kimia. kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode pendampingan teknis (technical assistance) dan belajar sambil bekerja (learning by doing) baik dalam penerapan dan pengembangan IPTEK maupun dalam manajemen usaha. Berdasarkan hasil pelaksanaan diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta dalam hal pertanian berkelanjutan serta pembuatann biosaka
Pengolahan Limbah Cair Berbasis Zero Waste Pada Industri Minyak Pala Menjadi Cairan Desinfektan Azalia, Ailsa Ailsa; Subandi, Subandi; Mulia H.H, M. Perdiansyah; Pratiwi, Nurma
JTPG (Jurnal Teknologi Pertanian Gorontalo) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal JTPG (Mei)
Publisher : PROGRAM STUDI MESIN DAN PERALATAN PERTANIAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jtpg.v10i1.1438

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengolahan minyak atsiri pala, khususnya di provinsi Lampung. Proses penyulingan minyak atsiri pala menghasilkan limbah cair yang disebut hidrosol. Sampai saat ini, hidrosol belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep pengelolaan limbah berbasis zero waste melalui proses diversifikasi produk untuk menjadi cairan desinfektan yang berbahan baku utama yaitu hidrosol. Hidrosol pala mengandung senyawa aktif seperti DEHA, asam benzoat, dan terpenoid yang berpotensi sebagai agen antimikroba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis neraca massa untuk memetakan keseimbangan material selama proses produksi dan formulasi cairan desinfektan melalui metode eksperimental deskriptif. Analisis produk dilakukan secara kualitatif deskriptif . Hidrosol dari limbah penyulingan minyak atsiri pala digunakan sebagai bahan utama dan selanjutnya ditambahkan bahan kimia seperti NaOH, arpus, camperlan, dan aquades untuk menghasilkan cairan desinfektan. Analisis produk mencakup stabilitas larutan, warna, dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah cair yang selama ini dibuang dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tambah. Cairan desinfektan yang dihasilkan memiliki stabilitas larutan yang baik, berwarna kuning transparan, dan memiliki aroma khas pala hal ini sesuai dengan karakteristik cairan desinfektan secara fisik. Penerapan prinsip zero waste tidak hanya meminimalkan limbah tetapi juga meningkatkan efisiensi dan peluang pendapatan industri. Penelitian ini memberikan solusi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah agroindustri minyak atsiri pala sekaligus mendukung diversifikasi produk untuk kebutuhan sanitasi.
Utilization of Wastewater from Air Conditioner Circulation Systems for Clean Water Energy Efficiency and Industrial Equipment Maintenance Subandi; Azalia, Ailsa; Shaffira, Mutia Rizkia; Pratiwi, Nurma
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v9i1.563

Abstract

There is significant wasteful use of clean water for operating equipment during field and laboratory practice. Additionally, damage to laboratory equipment has been reported due to the use of untreated water. These issues, along with previous research on managing air conditioner (AC) wastewater at the Lampung State Polytechnic, form the basis for our initiative to utilize AC wastewater as a sustainable resource. Proper management of this abundant water source can support the operation and maintenance of laboratory equipment. The research findings demonstrate that circulating AC wastewater to operate a Soxhlet extraction system for 4.5 hours can reduce clean water consumption by 0.65 cubic meters, equivalent to a cost savings of IDR 43,200. Furthermore, the results indicate improved efficiency, effectiveness, and overall equipment performance when using AC wastewater compared to conventional methods. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs) SDG 6 – Clean Water and SanitationSDG 9 – Industry, Innovation, and Infrastructure:SDG 12 - Responsible Consumption and ProductionSDG 13 - Climate Action
Diversifikasi Limbah Cair Hidrosol Minyak Atsiri Pala menjadi Produk Samping Cairan Deinfektan Mendukung Agroindustri Ramah Lingkungan Azalia, Ailsa; Subandi, Subandi; Harahap, M Perdiansyah Mulia; Pratiwi, Nurma; Putri, Vera Chania
SIMBIOSA Vol 14, No 2 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i2.8651

Abstract

Senyawa terpenoid memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salah satu jenis cairan desinfektan yaitu berupa pembersih lantai. Lantai menjadi salah satu permukaan sebagai media pembentukan dan pertumbuhan mikroba karena keberadaan area dan celah yang tidak rata yang dapat menahan kelembapan, sehigga penting sekali untuk menjaga kebersihan lantai untuk mencegah tubuh terifeksi oleh kuman, virus, bakteri ataupun mikroorganisme penyebab penyakit. Senyawa aktif yang terkandung dalam hidrosol pala sangat berpotensi untuk dimanfaatkan bagi pembuatan cairan desinfektan alami. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode ekperimental. Melalui proses ekperimental diperoleh data kuantitatif dibutuhkan untuk analisis kualitias produk cairan desinfektan pembersih lantai dari hidrosol minyak pala sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 1842:2019. Penelitian ini akan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor dengan 3 jenis formulasi Berdasarkan hasil penelitian cairan desinfektan pembersih lantai yang dihasilkan sudah memenuhi 4 parameter standar SNI 1842-2019 yaitu pH, bobot jenis, angka lempeng total (ALT) dan koefisien fenol. Namun pada parameter total bahan aktif belum memenuhi standar SNI 1842-2019.
Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui Online Single Submission (OSS) bagi UMKM di Desa Wai Muli Timur Lampung Selatan Zukryandry; Andra Vidyarini; Firdawati; Ailsa Azalia; Annisa Fitri
Civitas Consecratio: Journal of Community Service and Empowerment Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/cc.v5i2.5541

Abstract

One of the prerequisites for micro and small businesses (MSMEs) to obtain business legality is the Business Identification Number (NIB), which also gives them access to a number of government benefits, including funding, government training programmes, participation in certified training, government procurement contracts, and more. Nevertheless, many MSMEs in the Wai Muli Timur region lack an NIB. This is mostly due to three factors: small business owners' ignorance of the significance of having an NIB, their lack of familiarity with the online single submission system, and their inadequate comprehension of the procedure for getting legal documents. A multidisciplinary group of instructors and students from Politeknik Negeri Lampung developed an integrated help strategy in response to these difficulties. A number of tactics were used, such as mapping MSMEs to identify their legal requirements, NIB socialisation, OSS system training, helping with data entry at the village office, and making door-to-door visits to business owners who were having trouble with digital literacy or internet access. Each strategy—socialization to fill in knowledge gaps, training to enhance comprehension, and proactive outreach to remove access barriers—was created to specifically address the underlying issues. Twenty business owners received their NIBs as a consequence of these efforts, and fifteen more are in the process of finishing their paperwork. With the help given, information and digital literacy problems that had previously impeded business owners were successfully resolved. In addition to increasing the number of MSMEs with NIBs, this programme made a big difference by increasing business owners' knowledge of legal compliance, facilitating better access to financing programmes like KUR, boosting their confidence in enrolling in government-provided training programmes, and producing MSME data for the village administration. Positive answers from MSME participants show that the cooperative strategy involving academics, students, and village leaders is successful in resolving the technical and structural issues the community faces. In addition to enhancing enterprises' legal standing, this programme fortifies the village's ecosystem for economic empowerment. When it comes to applying for NIBs and other legal documents, this collaboration-based help model can be duplicated in other regions with comparable issues, especially in villages with little information, internet access, and digital literacy.