Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Diversity And Characteristics of Bladder Stones in Green Iguanas (Iguana iguana): A Case Report Hendarti, Gracia Angelina; Sofyan, Miayu Soneta; Sari, Dian Ayu Kartika; Plumeriastuti, Hani; Proboningrat, Annise; Dhamayanti, Yeni; Soeharsono, Soeharsono; Lukman, Epy Muhammad; Palupi, Tantri Dyah Widhi; Hernanda, Ary Setya; Ritonga, Mudhita Zikkrullah
Jurnal Medika Veterinaria Vol 19, No 1 (2025): J.Med.Vet
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.med.vet..v19i1.45206

Abstract

Bladder stones represent a significant and increasingly common health issue in captive green iguanas (Iguana iguana), often resulting from improper husbandry practices. This case report examines the diversity and characteristics of bladder stones in five green iguanas (three females, two males) presenting with abdominal enlargement and decreased appetite. Surgical removal (cystotomy) was performed, followed by detailed morphometric and chemical analyses of the extracted stones. The stones varied in size (15.3655.01 g), shape, and color (white, cream, and dark brown), yet chemical composition was consistently dominated by calcium oxalate (5260%), tricalcium phosphate (2328%), and uric acid (1012%). Morphometric analysis showed low variation (50%) across measured parameters, indicating homogeneity among the samples. Notably, lighter iguanas tended to harbor heavier stones, suggesting a correlation with disease progression rather than sex or stone color. These findings reinforce the role of dietary imbalances, dehydration, and the anatomical peculiarities of the iguana urinary system in stone formation. Early detection, appropriate diet, and optimal hydration are critical to prevent urolithiasis. This report contributes to the limited data on iguana urolithiasis in Indonesia and highlights the need for broader studies to explore preventive strategies.
EVALUASI EFEKTIVITAS UPAYA PENANGANAN WABAH PMK BERDASARKAN ANALISIS USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH SEBELUM, SELAMA DAN SESUDAH WABAH PMK DI KUD KERTAJAYA KABUPATEN KEDIRI Burga, Ekarista Efrem; Ardianto, Ardianto; Yudaniayanti, Ira Sari; Hidanah, Sri; Lukman, Epy Muhammad; Rachmawati, Kadek
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v11i1.8330

Abstract

Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan usaha peternakan sapi perah termasuk anggota peternak di KUD Kertajaya Kecamatan kandangan, Kabupaten Kediri. KUD Kertajaya sebagai salah satu pemasok susu terbesar di Jawa Timur turut mengalami penurunan produksi drastis dari 20 ton/hari menjadi 7 ton/hari selama wabah PMK. Untuk memutus rantai penularan telah dilakukan berbagai upaya penanganan antara lain pengobatan pada hewan terdampak, penyuluhan, pengendalian lalu lintas ternak, vaksinasi, serta penerapan biosecurity. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan upaya tersebut berdasarkan analisis usaha peternakan pada periode sebelum, selama, dan sesudah wabah PMK ditinjau dari perubahan produksi, kualitas, nilai penjualan susu, dan keuntungan usaha. Penelitian ini menggunakan deskritptif kuantitatif yang melibatkan 45 responden dari kelompok ternak yang terpilih yaitu Ringging Agung, Mulyorejo, dan Sidorejo dengan metode random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA, Kruskal–Wallis, serta uji lanjutan post hoc dan Mann–Whitney U test. Hasil menunjukkan bahwa produksi, nilai penjualan susu, dan keuntungan usaha mengalami penurunan signifikan selama wabah PMK (p<0,05). Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara periode sebelum dan sesudah wabah PMK (p>0,05), menunjukan adanya peningkatan pada periode sesudah wabah PMK. Sementara itu, kualitas susu yang meliputi berat jenis, kadar lemak, dan total solid tetap terjaga bahkan meningkat pada periode selama dan sesudah PMK (p<0,05). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa upaya penanganan PMK yang dilakukan KUD Kertajaya efektif dalam memulihkan kondisi usaha peternakan.