Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Heat Transfer Analysis of Deep Coaxial Geothermal Heat Exchangers: Insights Into Heat-Flux Distribution on Borehole Wall Ujung, Idris; A. Abdullah, Nasruddin; Suheri
JURUTERA - Jurnal Umum Teknik Terapan Vol 12 No 02 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jurutera.v12i02.12095

Abstract

Briquettes are solid fuel that can be used as an alternative energy source. Making biocharcoal briquettes is one way to convert a biomass energy source into another biomass by compressing it and making it into a more regular shape. In this research, red calliandra wood was used using the pyrolysis method, temperature variations and adhesive variations. The pyrolysis temperatures used are 300°C, 400°C, and 500°C with a pyrolysis time of 60 minutes. Then the briquettes are molded with a ratio of charcoal and molasses (cane molasses) 90%:10% and 70%:30%. Briquettes are tested using the SNI 01-6235-2000 method, namely calorific value, water content, ash content and volatile matter. Of the 6 samples taken, almost all met the standards and sample A briquettes obtained the best results with a composition of 90% charcoal and 10% adhesive at a temperature of 500, producing a calorific value of 6945.67 cal/gr, water content of 6.35%, ash content of 7, 76%, volatile matter 10.81% and bound carbon 77.72%.
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT TANI PESISIR MELALUI MODERNISASI IRIGASI CERDAS BERBASIS SMART IRRIGATION HYBRID SYSTEM Nasruddin Abdullah; Ahmad Ihsan; Khairul Muttaqin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5364-5372

Abstract

Desa Tualang Baru, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan wilayah pesisir yang sangat bergantung pada sektor pertanian. Namun, keterbatasan sumber daya air, terutama selama musim kemarau, serta perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan tidak menentu menjadi tantangan utama dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah ini. Program Smart Irrigation Hybrid System diimplementasikan sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut, dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan energi terbarukan berupa panel surya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, produktivitas pertanian, serta mengurangi ketergantungan terhadap energi listrik dari PLN.Pelaksanaan program dimulai dengan survei awal untuk mengidentifikasi kondisi lahan dan kebutuhan petani, diikuti dengan instalasi sistem irigasi cerdas yang mencakup sensor kelembapan tanah, sensor water level, pompa air yang didukung panel surya, dan sistem pengendalian berbasis IoT. Hasil monitoring menunjukkan bahwa penerapan sistem irigasi ini mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 30%, dengan peningkatan hasil panen padi dari 5 ton menjadi 6,5 ton pada lahan seluas 0,78 hektar. Selain itu, penggunaan panel surya berhasil mengurangi biaya operasional irigasi hingga nol, menghilangkan ketergantungan terhadap energi listrik konvensional.Keterlibatan petani dalam pengoperasian sistem ini melalui pelatihan teknis terbukti meningkatkan kemandirian mereka dalam mengelola lahan pertanian secara efisien. Kesimpulannya, Smart Irrigation Hybrid System memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan di Desa Tualang Baru serta dapat menjadi model solusi irigasi berkelanjutan di wilayah pesisir lainnya. Namun, pemeliharaan peralatan teknologi masih memerlukan pendampingan lanjutan untuk memastikan keberlanjutan sistem ini dalam jangka panjang.