Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Community Service in Science and Engineering

Sosialisasi proses penjernihan air dengan menggunakan metode filtrasi di Desa Kedung, Kab. Tangerang Bening Nurul Hidayah Kambuna; Paerus Jundika; Annisa Murillah Bulan Permana
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 1, No 1 (2022): Available Online in October 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v1i1.17132

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberi pemahaman kepada warga tentang kualitas kebersihan air di Desa Kedung Kabupaten Tangerang. Air di rumah-rumah warga cenderung keruh dan terasa sedikit asin atau seperti air payau. Percobaan awal dilakukan untuk mengetahui tingkat kekeruhan air dan pengukuran nilai salinitas (kadar garam) menggunakan refraktometer. Hasil dari pengukuran refraktometer menunjukkan tingkat salinitas air di Desa Kedung cukup tinggi yaitu sebesar 1,003 SG1%. Untuk mengurangi tingkat kekeruhan dibuat alat filter untuk menjernihkan air dan mengurangi salinitas air. Alat filter dibuat skala kecil menggunakan botol minuman bekas 1,5 liter dengan menambahkan beberapa bahan, batu kerikil, zeolit (pasir kucing), arang batok/kayu, pasir pantai, sabut kelapa dan kapas yang disusun berdasarkan perbedaan ukuran materialnya dengan urutan ukuran partikel terkecil berada dibawah dan partikel besar berada lebih atas. Hasil pengukuran salinitas dan hasil filter air lalu dilakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada warga tentang filter air untuk menghasilkan kualitas air yang lebih baik. Setelah sosialisasi dilaksanakan, warga diberikan demo cara membuat filter air dan bagaimana menggunakan. Hasil yang diperoleh dari pengujian refraktori dan pengamatan kejernihan air adalah hasil air yang semakin jernih dan terjadi penurunan salinitas, tetapi sangat kecil penurunannya dari 1,003 menjadi 1,002. Sehingga dapat disimpulkan bahwa filter air ini lebih cocok untuk penjernihan air dibanding untuk penurunan nilai salinitas air. This community service activity was carried out to give residents an understanding of the quality of water cleanliness in Kedung Village, Tangerang Regency. The water in people's homes tends to be cloudy and tastes a little salty or like brackish water. Initial experiments were conducted using a refractometer to determine the water's turbidity level and measure the salinity value (salt content). The results of the refractometer measurement show that the water salinity level in Kedung Village is relatively high, namely 1.003 SG1%. Filters are made to purify water, reduce water salinity, and reduce turbidity levels. The filter tool is made on a small scale using used 1.5-liter drink bottles by adding several materials, gravel, zeolite (cat's sand), shell charcoal/wood, beach sand, coconut fiber, and cotton, which are arranged based on the difference in the size of the material in order of smallest particle size. It is at the bottom, and large particles are at the top. The results of the salinity measurement and the results of the water filter were then disseminated to provide understanding to residents about water filters to produce better water quality. After the socialization, residents were given a demonstration on how to make a water filter and use it. The results from refractory testing and observations of water clarity are the results of increasingly clear water and a decrease in salinity. However, the decrease is very small, from 1.003 to 1.002. So it can be concluded that this water filter is more suitable for water purification than for decreasing water salinity values.
Introducing the manufacture of composites made from natural fillers as craft products for housewives Tri Partuti; Bening Nurul Hidayah Kambuna; Yanyan Dwiyanti; Indah Uswatun Hasanah; Abdul Aziz
Journal of Community Service in Science and Engineering (JoCSE) Vol 2, No 2 (2023): Available Online in October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jocse.v2i2.21438

Abstract

Kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam upaya pengenalan manufaktur komposit berpengisi bahan alam sebagai produk kerajinan ibu rumah tangga di Perumahan Metro Cendana, RT 01 dan 02, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Banten telah dilakukan. Produk yang dibuat adalah gantungan kunci terbuat dari resin epoksi sebagai matriks dan daun/bunga/ranting kering sebagai filler/pengisi sebagai salah satu cara untuk mengurangi limbah alam. Rasio resin epoksi dengan katalis adalah 2:1. Penggunaan daun/bunga yang baru dipetik mengakibatkan warna daun/bunga akan menjadi pudar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan material komposit melalui demonstrasi pembuatan gantungan kunci berbahan komposit dan mengisi kuesioner untuk evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan. Usia responden bervariasi dari 20 – diatas 60 tahun. Responden sebanyak 100% menyatakan bahwa kegiatan ini sangat menginspirasi dan bermanfaat serta terdapat 23% responden berminat menjadikan kerajinan gantungan kunci ini sebagai salah satu usaha bisnis karena belum adanya modal untuk memulai usaha ini secara mandiri. Community service activities to introduce composite manufacturing filled with natural materials as craft products for homemakers in Metro Cendana Housing, RT 01 and 02, Kebondalem Village, Purwakarta District, Banten, have been carried out. The product is a key chain made from epoxy resin as a matrix and dried leaves/flowers/twigs as a filler to reduce natural waste. The ratio of epoxy resin to catalyst is 2:1. Using freshly picked leaves/flowers will result in the color of the leaves/flowers fading. This service activity aims to introduce composite materials through a demonstration of making key chains from composite materials and filling out a questionnaire to evaluate the actions that have been carried out. Respondents' ages varied from 20 – over 60 years. 100% of respondents stated that this activity was very inspiring and helpful, and 23% were interested in making this key chain craft a business venture because there was no capital to start this business independently.