Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Auto purchase order system between retailer and distributor Teguh Andriyanto; Ary Permatadeny Nevita
TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Vol 17, No 2: April 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/telkomnika.v17i2.9948

Abstract

Uncertainty of goods inventory often triggers the occurrence of Bullwhip Effect, where there is accumulation of goods on a stage or lack of goods at another stage in the supply chain. Bullwhip Effect is caused by an error in ordering the amount of goods, error in the time of ordering or delivery of goods. The problem can be solved using information sharing. This research utilizing information sharing between two retailers and one distributors used for the ordering process of goods. The process of ordering goods retailers to distributors is done automatically based on sales data retailers. The order quantity is calculated based on the final stock and the maximum stock value of the goods.
Pengembangan Kursi Kerja Ergonomis di UKM Tenun Ikat Medali Mas Ary Permatadeny Nevita
JATI UNIK : Jurnal Ilmiah Teknik dan Manajemen Industri Vol 3, No 1 (2019): October
Publisher : Industrial Engineering, Engineering of Faculty, Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.759 KB) | DOI: 10.30737/jatiunik.v3i1.495

Abstract

The role of humans as a source of labor in SME weaving is still very dominant in the production process, especially when the production process of converting yarn into fabric with non-machine looms. Sitting position during the process of weaving activities that lasts a long time with 8 hours per day, causes the sitting position to be less comfortable and cause complaints of pain in the back or spine. The purpose of this study is to produce an ergonomic work chair design with an anthropometric approach to improve comfort, reduce fatigue and other health effects caused by sitting positions that are less comfortable than the previous work chair, by focusing the work chair design on human body size. The results of this study are the development of weaving work chairs can be achieved by the addition of the backrest and cushion on the seat cushion of the chair as well as the addition of high-low chair settings according to anthropometry of workers compared to pre-existing weaving work chairs. Anthropometric measurements using the 5th and 95th percentiles obtained the dimensions of the work chair dimensions: 1) The height of the chair from the floor 95 cm, 2) The height of the seat cushion from the floor 52 cm, 3) The width of the seat base 39 cm, 4) The width of the backrest 35 cm, 5) Back length 31 cm, 6) Back height 49 cm. Peranan manusia sebagai sumber tenaga kerja pada UKM tenun ikat masih sangat dominan dalam proses produksinya terutama saat kegiatan proses produksi pengubah benang menjadi kain dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Posisi duduk pada saat proses pelaksaan kegiatan menenun yang secara terus menerus dengan waktu 8 jam per hari, menyebabkan posisi duduk menjadi kurang nyaman dan mengakibatkan   keluhan sakit terhadap punggung ataupun tulang belakang. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan rancangan kursi kerja yang ergonomi dengan pendekatan antropometri untuk meningkatkan kenyamanan, mengurangi kelelahan dan dampak-dampak negatif yang disebabkan akibat posisi duduk yang kurang nyaman dari kursi kerja sebelumnya, dengan memfokuskan rancangan kursi kerja pada ukuran tubuh manusia. Hasil dari penelitian ini adalah pengembangan kursi kerja tenun  dapat dicapai dengan penambahan sandaran serta bantalan pada alas tempat duduk pada kursi serta penambahan pada pengaturan tinggi rendah kursi sesuai dengan anthropometri pekerja dibandingkan dengan kursi kerja tenun yang sudah ada sebelumnya. Pengukuran secara anthropometri menggunakan persentil ke-5 dan ke-95 maka diperoleh rancangan dimensi kursi kerja: 1) Tinggi kursi dari lantai 95 cm, 2) Tinggi alas duduk dari lantai 52 cm, 3) Lebar alas kursi 39 cm, 4) Lebar sandaran 35 cm, 5) Panjang sandaran 31 cm, 6) Tinggi sandaran 49 cm. 
FAKTOR - FAKTOR DOMINAN TERHADAP KESUKSESAN PRODUK NOTEBOOK KELAS MENENGAH KE ATAS Ary Permatadeny N; Johan Andi
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 10, No 1 (2016): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.745 KB)

Abstract

Analisis kesuksesan produk notebook kelas menengah ke atas telah dilakukan. Analisis yang dilakukan meliputi penentuan produk sukses dan faktor penyebab kesuksesan produk. Penentuan produk sukses dilakukan berdasarkan indikator objective market acceptance dengan dua metode pendekatan pengukuran, yaitu: berdasarkan waktu peluncuran produk dan tidak berdasarkan waktu peluncuran produk. Produk sukses yang telah ditentukan, selanjutnya dianalisis faktor penyebab kesuksesannya dengan mengevaluasi kinerja atribut produk, persepsi konsumen dan faktor pendukung kesuksesan lainnya dengan menggunakan kanvas strategi, peta keunggulan bersaing dan peta perbandingan nilai bagi pelanggan.Kata kunci : notebook  kelas harga menengah ke atas, produk sukses, kanvas strategi, peta keunggulan bersaing, peta nilai bagi pelanggan
ANALISA PERILAKU KONSUMEN : STRATEGI MEMENANGKAN PERSAINGAN BISNIS DI ERA EKONOMI DIGITAL Rachmad Santoso; Hisbulloh Ahlis Munawi; Ary Permatadeny Nevita
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 4 No 1 (2020): G-Tech, Vol. 4, No. 1, Oktober 2020
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.174 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v4i1.550

Abstract

The rapid development of information and communication technology has a major impact on consumer behavior in choosing and making decisions about buying and selling transactions. Information technology has made it possible to carry out various activities quickly, precisely and accurately, not limited to time and place, so that it is expected to increase performance and productivity. The increase in the number of internet users in Indonesia from 30 million people in 2009 to 171 million people in 2018 needs to be managed wisely, especially for companies that want to win business competition. Changes in consumer behavior related to how to obtain information and buying and selling transactions must be continuously researched to obtain accurate information about consumer wants and needs. This research was conducted to determine consumer behavior in carrying out activities, especially buying and selling, due to the development of information and communication technology. The survey was conducted using an online questionnaire to reach more respondents, more variety, wider distribution and shorter timeframes. The results show that there is a dependency of society on the internet and it has changed the way they access information and changed the way people buy and sell, from offline to online.
Sosialisasi Pemanfaatan Pompa Air Sistem Timer Control untuk Menjaga Kestabilan pH Air Kolam Lele Ary Permatadeny Nevita; Hisbulloh Ahlis Munawi; Rachmad Santoso; Hermin Istiasih; Maudy Ilva Anggraini
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.1 Desember (2022): SPECIAL ISSUE
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.924 KB)

Abstract

Kestabilan pH air merupakan kunci dimana ikan lele dapat hidup dengan baik dan sehat yaitu berada pada level normal di pH 7. Untuk menjaga kestabilan pH air dan oksigen dalam kolam, aliran air harus stabil secara berkala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Sugihwaras RT.02 RW.01, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Hasil dari observasi lapangan diketahui bahwa saat ini para peternak ikan lele dalam menyalakan dan mematikan pompa air masih secara manual sehingga diperlukan pompa air dengan menggunakan timer control yaitu bisa menyalakan dan mematikan pompa air secara otomatis dengan menggunakan sensor logam sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan sehingga dapat menjaga kestabilan air. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan kemudahan bagi peternak ikan lele dalam menyalakan dan mematikan pompa air secara otomatis dan melakukan sosialisasi pemanfaatan pompa air sistem timer control pada petani ikan lele serta melakukan pendampingan dan evaluasi terhadap penggunaan alat yang diberikan. Diharapkan dari kegiatan ini peternak ikan lele mendapatkan wawasan dan hasil positif dalam memperbaiki proses budidaya ikan lele akan menjadi lebih baik ditinjau dari segi efektifitas dalam kehidupan sehari-hari dan dari segi ekonomis memberikan keuntungan bagi peternak ikan lele.
Alat Pengendali Stop Kontak Berbasis Wemos D1 Hisbulloh Ahlis Munawi; Mohammad Hamzah Alwi; Ary Permatadeny Nevita; Rachmad Santoso; Elsanda Merita Indrawati
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 1 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.278 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v7i1.1823

Abstract

People in general turn on and off the power outlet still using the manual method. In addition, the current contact stock controller is only an outlet controller with 1 external port. The manufacture of this 2-port outlet control device aims to facilitate its application in household electronic equipment, namely by making an outlet control port which initially had 1 external port to 2 external ports. From the results of research and design carried out, a WEMOS D1-based socket controller has the following specifications: wemos d1 11 digital input/output pins, all pins have interrupt/pwm/12C/one-wire supported(excep DO) 1 analog input ( 3,3V max input) A micro USB connection A power jack, 9-24V power input, compatible with Arduino, compatible with nodemcu, relay 5V channel output 250VAC 30VDC 10A Module for Arduino, fiber NYAF cable, 2 holes Arde uticon socket, 16A 250V, and an iron plate as a container.
Analisis Efektivitas Manajemen Rantai Pasok dalam UMKM Kerupuk Singkong Sadariyah di Desa Puhjajar Ary Permatadeny Nevita; Rachmad Santoso; Hisbulloh Ahlis Munawi
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 1 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 1 Januari 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i1.3307

Abstract

Supply chain is a network of several companies that work together to create and deliver a product to the end user. The problem related to SCM in the Sadariyah Cassava Crackers MSME is inventory management of cassava raw materials used to produce these cassava crackers. The aim of this research is to analyze the Supply Chain Management (SCM) used by the Sadariyah Cassava Cracker UMKM in carrying out its production process so that it is effective and efficient so that the objectives that have been set can be met. The method used in this research is a qualitative method by conducting observations and making direct observations of MSME owners. From research it is known that the main problems in MSMEs are the provision of raw materials, storage of raw materials and marketing of products. The solution offered is to establish better communication with suppliers or also add new suppliers who are more cooperative, collaborate with universities to get better storage technology, and improve marketing by participating in product exhibitions events and online marketing.
Rancang Bangun Mesin Pemeras Madu Otomatis untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas bagi Peternak Madu Dennis Angga Harnanto; Ary Permatadeny; Hisbulloh Ahlis
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/f712n880

Abstract

Sebuah mesin perlu dibuat atas dasar kebutuhan akan teknologi, yang dapat mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan dalam proses pengerjaan sesuatu, tak terkecuali pada proses pemerasan madu guna meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mesin pemeras madu otomatis yang dapat membantu peternak madu secara lebih efisien dan efektif. Metode yang digunakan adalah metode bangun rancang dengan desain ergonomis dan berkelanjutan. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap, yaitu fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi dan konstruksi, fase tes, fase evaluasi dan revisi, serta fase implementasi. Mesin yang dirancang dilengkapi dengan motor listrik, rangka dudukan, tangki (tabung luar), dan rangka penyangga. Uji coba dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas mesin dalam kondisi lapangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin pemeras madu otomatis ini mampu mengurangi waktu pemerasan hingga 50%, meningkatkan volume madu yang dihasilkan hingga 30%, dan menjaga kualitas madu tetap optimal dengan pH stabil serta kejernihan yang baik. Selain itu, mesin ini juga terbukti efisien dalam penggunaan energi dan mudah dalam perawatan.
Penerapan Mesin Pencuci Telur Untuk Meningkatkan Produktivitas Pengusaha Telur Asin Nevita, Ary Permatadeny; Santoso, Rachmad; Munawi, Hisbulloh Ahlis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 4 No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v4i1.23937

Abstract

Mitra dalam PkM ini adalah pengusaha telur asin di Desa Sonoageng, Prambon, Nganjuk. Proses pencucian telur asin pada mitra saat ini masih dilakukan secara manual. Tahap pencucian telur sangat penting karena akan menentukan kualitas telur, dimana proses pencucian telur asin dilakukan dua kali proses yaitu sebelum diasinkan dan setelah diasinkan dengan cara menggosok satu persatu menggunakan kasa kasar. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra saat ini adalah proses pencucian telur asin yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu proses yang cukup lama dan membutuhkan banyak tenaga. Metode pengabdian yang kami lakukan dengan memberikan edukasi pada mitra dengan memberikan sosialisasi tentang telur asin, penggunaan alat pencuci telur, pendampingan dan evaluasi kegiatan selama pengabdian. Mesin pencuci telur dengan tenaga motor listrik ini telah dikembangkan dengan kapasitas 5 telur sekali proses pencucian sehingga dengan adanya alat ini akan memberikan kemudahan pada mitra dalam proses pencucian telur menjadi lebih efisien dan produktif dari segi waktu dan tenaga yang digunakan dan mampu bersaing di pasar yang semakin ketat dengan permintaan yang terus bertambah. Hasil ketercapaian edukasi bisa dilihat dari tingkat ketercapaian sasaran atau program yang diberikan kepada mitra melalui kuesioner sebelum dan sesudah sosialisasi yang menunjukkan peningkatan dari sebelum mendapatkan sosialisasi.
Pelatihan Pengolahan Bawang Merah dengan Alat Pebmo Pada Kelompok Petani Bawang Merah Di Desa Sekoto Kabupaten Kediri Indrawati, Elsanda Merita; Munawi, Hisbullah Ahlis; Suwardono, Agus; Santoso, Rachmad; Manikta, M. Dewi; Mahdiyah, Umi; Nadliroh, Kuni; Nevita, Ary Permatadeny
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v3i2.13823

Abstract

Sekoto Village is the largest onion producer center in Kediri Regency. The aim of this service activity is to provide training on processing low quality shallots into high quality fried onion products using an Automatic Shallot Processing Machine (PEBMO) that is practical, effective and efficient. The activity material provided was about the marketing of shallots and the processing of low quality shallots starting from stripping of shallots, chopping onions, and draining oil using an Automatic Shallot Processing Machine (PEBMO). Community service activities (PKM) which include (1) observation; (2) design and provision of tools (PEBMO) to shallot farmers; (3) socialization; (4) training and practice; (5) monitoring. This activity is useful to increase the income of shallot farmers, this is because low quality shallots are processed into high-quality fried onion products with a stable selling price, so that shallot farmers will not lose if the yields produced have low quality.